
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Duduk lah nak, ini juga rumah mu." ucap pria yang duduk di kursi roda.
Zex menurut dia duduk, dan langsung terdiam tanpa engan mengeluarkan suara, rasanya dia sedang bermimpi bisa kembali bertemu dengan pria yang sangat dia hormati dulunya, pria yang dia panggil dengan sebutan bapak dan sekaligus pria yang menjadi alasan ibunya mengakhiri hidup.
Rasa marah itu jelas masih ada terlihat dari wajah Zex yang sedari tadi memperlihatkan tatapan penuh kemarahan, Zex masih belum berdamai dengan hatinya, tapi melihat kondisi bapak nya sekarang bohong jika dia tidak sedih.
"19 tahun kau pergi nak, bapak sangat merindukan mu." ucap pak Andi bapak nya Zex.
"Kau sudah dewasa, bapak tidak tau apa kamu bisa memafkan bapak atau tidak, tapi bapak mohon nak jangan pernah pergi lagi." sambung pak Andi lagi.
Meski dia baru melihat wajah Zex yang berusia 33 tahun tapi jelas dia bisa merasakan tatapan pria yang duduk di kursi rumah nya itu, tatapan yang tajam sama seperti tatapan Zex kecil yang menatap nya tajam saat dia pergi meningalkan istri dan anaknya dulu.
"Kenapa baru sekarang? kenapa tidak dulu saja? saat bapak ingin menikahi dia." Zex mengeluarkan unek-unek nya yang sudah lama dia simpan di hati, Zex memang baru sekarang bertemu dengan bapak nya setelah 19 tahun lalu dia pergi meninggalkan kampung tempat dimana dia lahirkan dulu.
Pak Andi terdiam, pria paruh baya yang duduk di kursi roda itu menarik nafasnya lalu melihat ke arah putra nya. "Bapak memang bersalah nak, ini semua salah bapak yang terlalu egois mementingkan keinginan bapak sendiri, maafkan bapak mu yang bodoh ini nak." ucap pria paruh baya itu sambil menangis.
__ADS_1
Zex menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkan nya secara pelan-pelan, wajahnya melihat ke sang bapak yang nampak sudah mengakui kesalahan nya itu, seketika ucapan ibunya terngiang-ngiang di telinga nya.
"Jangan benci bapak mu, bagaimana pun dia adalah bapak mu dan tidak ada yang namanya mantan anak maupun mantan bapak."
"Jangan benci bapak nak." ucap pak Andi.
"Aku tidak membenci bapak, ibu bilang bapak pantas bahagia, dan kami mengikhlaskan semua itu." ucap Zex membuka suaranya.
"Tapi aku masih menyimpan pertanyaan untuk bapak, kenapa ibu memilih mengakhiri hidupnya?." sambung Zex bertanya.
Pak Andi menarik nafasnya dalam-dalam mungkin ini adalah saat nya Zex mengetahui kebenaran nya. "Waktu itu ibumu pergi ke rumah bapak, dia bilang ingin menitipkan mu pada bapak dan bapak menyetujuinya." ucap pak Andi.
"Kenapa bapak mengkhianati ibu?." tanya Zex lagi.
"Bapak memiliki hutang yang cukup banyak pada bu Ningsih, bapak tidak memiliki pipihan lain selain bersedia menikahinya, mereka mengancam akan membunuh kalian berdua dan bapak tidak mungkin membiarkan kalian tewas di tangan mereka, maafkan bapak." ucap pak Andi lagi.
Zex menghembuskan nafasnya, kini sudah terjawab sudah semua pertanyaan yang terua menerus ada di pikiran nya itu, siapa yang akan menyangka jika kehidupan Zex lebih pedih di bandingkan kehidupan si tuan muda? tapi Zex bukan lah pria yang terus menerus berlarut-larut dalam kesedihan atau pun kebencian.
"Aku akan pulang." ucap Zex sambil beranjak berdiri.
__ADS_1
"Kau tidak menginap? bapak masih merindukan mu.. 19 tahun kita tidak bertemu dan kau sekarang akan meninggalkan bapak lagi?." pak Andi nampak terlihat sedih, dia menyangka jika Zex marah lagi padanya.
"Aku masih ada urusan, aku akan kembali nanti jika hatiku sudah bisa menerima." ucap Zex sambil berjalan mendekati bapaknya.
Acara berpelukan pun di lakukan, "Maafkan bapak." ucap pak Andi yang kesekian kalinya.
"Aku sudah memaafkan bapak, tapi aku masih butuh waktu untuk menerimanya." ucap Zex sambil melepaskan pelukan nya.
"Aku pergi, jaga diri bapak baik-baik." ucap Zex sambil melangkah pergi ke arah mobilnya yang terparkir di halaman rumah nya dan meninggalkan bapaknya yang sedang duduk di kursi roda dengan pandangan yang terus menatap pada anak nya.
"Lilis lihatlah dia sudah menjadi pria dewasa yang sukses, maafkan aku yang tidak bisa menjadi bapak yang baik untuk anak kita." batin pak Andi.
"Ibu aku sudah memaafkan bapak, doakan anakmu agar bisa mendapatkan hati gadis yang sudah di lukainya." batin Zex yang sedang mengendarai mobil.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jejak !!
__ADS_1
Ada Upp lagi.