
JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!
Selamat membaca😉
🌹🌹🌹🌹🌹
" Ayah aku mohon bertahanlah !! ayah aku mohon." Ririn nampak menangis hiseteris di luar ruangan.
Rafa tak mampu membendung perasaan nya saat melihat istrinya menangis, di rengkuhnya tubuh Ririn kedalam dekapan nya, " Tenanglah sayang aku yakin ayah pasti akan kembali sehat." Ucap Rafa sambil memeluk tubuh sang istri yang terduduk di lantai.
#Flashblack beberap jam lalu.
Setelah sampai di rumah Ririn dan Rafa langsung merebahkan tubuhnya ke tempat tidur, Ririn memjijat pelipis nya karna merasa pusing, hatinya terasa sedikit sakit dan tiba-tiba Asma nya kembali kambuh.
Hik hik..hiks.. mas..
To..long.. ob..at asma ku..
Ririn berkata dengan terbata-bata. Rafa yang baru saja ingin memejamkan matanya langsung berlari ke meja rias dan langsung mengambilkan pbat yang di perlukan sang istri.
Ririn menyemprotkan 3 kali kedalam mulutnya lalu iya menarik nafas nya pelan-pelan, mengusap dadanya pelan. " Makasih mas, maaf merepotkan mu." Ucap Ririn merasa tidak enak hati karna telah menganggu waktu istirahat Rafa.
" Sayang..aku menerima mu dengan semua kekurangan dan kelebihan mu, sekarang kamu tidur ya, jangan begadang karna besok kamukan mau menjenguk ayah pagi-pagi bukan?." Ucap Rafa.
Ririn mengangguk." Baiklah selamat malam sayang." Ucap Ririn sambil membalikan tubuhnya menjadi membelakangi suaminya lalu iya pun memejamkan matanya.
Rafa yang merasa di abaikan langsung memeluk tubuh mungils sang istri posesif." tidur yang nyenyak istriku sayang." Ucap Rafa sambil memeluk Ririn layaknya memeluk bantal.
karna kelelahan dengan aktivitasnya tadi Rafa dan Ririn pun tertidur dengan nyenyak.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
" Tidak.. jangan bawa Ayah !!."
" Kakak Bunda Ayah.. jangan pergi !!."
" Tidak....!!!!
"Sayang.. sayang.. kamu kenapa?" Rafa menguncangkan tangan Ririn pelan agar istrinya segera bangun dari mimpinya.
Ririn mrmbuka matanya, lalu memeluk Rafa dengan erat. " Mas.. ayah.. ayah.. aku mimpi ayah terbang sama kakak Cia dan Bunda." Ucap Ririn dengan menangis sesegukan.
Rafa mengelus punggung istrinya pelan mencoba menenangkan." Sayang itu hanya mimpi, kau tau kan tadi dokter bilang kalau keadaan ayah sudah membaik bukan." Ucap Rafa mengingatkan.
Ririn mengangguk, lalu Rafa pun memberikan segelas air pada sang istri." minumlah..ini baru jam 2 malam, " Ucap Rafa yang langsung di balas senyuman Ririn.
" makasih mas." Ucap Ririn sambil merebahkan tubuhnya kembali.
Sedangkan Rafa masih mengelus-ngelus kepala sang istri layaknya seorang anak kecil, " Kasian sekali kamu sayang sepertinya ini bukan pertanda baik." Batin Rafa merasa ada pirasat yang tidak baik.
Suara dering telpon di ponsel Rafa membuat Rafa mengalihkan pandangan nya lalu beranjak dari tempat tidur, Rafa berjalan sedikit ke depan jendela agar tidak menganggu waktu istirahat istrinya, apalagi mengingat istrinya baru saja mengalami mimpi buruk.
Ponsel terhubung terdengar suara orang yang di sebrang telpon sedang berbicara.
Deg.. jantung Rafa serasa mau copot mendengar kabar kurang mengenakan dari bodyguart yang iya tugaskan menjaga ruangan ayah mertuanya.
Tanpa menunggu ucapan bodyguartnya sampai selesai Rafa langsung berlari ke kamarnya, memeluk tubuh mungils yang sekarang menjadi wanita paling berarti di kehidupan nya.
" Sayang.. bangun lah, " Rafa memegang pipi istrinya.
" Huam hemm.. kenapa mas? udah pagi ya?." Ririn menguap dengan tangan yang menutupi bibirnya. Rafa yang melihat itu tak tega untuk membangunkan istrinya apalagi memberikan kabar buruk yang iya dapat dari Bodyguart nya tadi.
" Ko diem? mukanya kaya sedih gitu.. Mas kenapa jangan bikin aku khawatir." Ririn mengubah posisinya menjadi duduk.
rafa menghela nafas nya pelan, lalu memegang kedua bahu istrinya.
" Sayang ayah.. ayah keadaan nya sekarang kritis." Ucap Rafa pelan namun masih terdengar di telinga Ririn.
__ADS_1
" Mas bercanda kan? mas pasti bohong !! tadi malam ayah baik-baik aja kan kenapa? kenapa sekarang ayah ____" Ririn tak mampu berkata-kata tubuhnya seolah sesak.
" Antarkan aku ke rumah sakit mas, aku yakin ayah pasti akan bisa kembali sehat lagi, aku yakin ayah kuat." Ucap Ririn langsung berdiri.
Rafa mengangguk keduanya langsung pergi meninggalkan rumah nya dengan mobil yang di kendarai supir karna Rafa memilih untuk duduk di samping sang istri karna iya tau yang di butuhkan sang istri saat ini adalah sebuah sandaran dan pelukan nya.
Flashblack Of.
Pintu terbuka lalu keluarlah dokter yang menangani pak Danu, " Keluarga pak Danu. " Ucap Dokter paruh baya.
" Saya dok, bagaimana keadaan ayah saya." Ucap Ririn dengan suara yang sedikit serak karna menangis sedari tadi.
Dokter menghela nafas berat, " Maaf kan saya nona, saya sudah berusaha semampu saya tapi nyatanya tuhan berkehendak lain, pak Danu telah meninggal dunia." dengan berat hati dokter paruh baya itu mengatakan kata pahit yang akan menyakiti perasaan Ririn.
Deg.. " Dokter bohong !! Ayah pasti masih hidup, ayah ngak mungkin ningalin aku." Ucap Ririn dengan tangisan histeris.
Rafa yang melihat itu langsung memeluk tubuh istrinya, " Tenanglah sayang aku ada disini," Ucap Rafa mencoba menenangkan meski dirinya pun sekarang jika boleh jujur sedang emosi.
" Bukan nya tadi siang anda mengatakan bahwa mertua saya baik-baik saja, tapi kenapa mertua saya sekarang meningal." Ucap Rafa dengan sorot mata tajam nya.
" Maaf tuan muda, semula kondisi pak Danu memang sudah lebih membaik tapi dua jam yang lalu tiba-tiba saja tubuh pak Danu menegang, saya sudah mencoba membantu semaksimal mungkin Tuan tapi tuhan berkehendak lain." Ucap Sang Dokter dengan menunduk karna tak mampu melihat sorot mata tajam yang Rafa berikan.
Ririn berlari masuk keruangan VIP tempat dimana ayah nya terbaring, Ririn menatap dengan pandangan tak percaya melihat tubuh ayah nya sudah di tutupi dengan kain putih.
" Ayah.. ayah.. bangun !! ayah sudah berjanji pada Ririn bakalan jagain Ririn sampai punya cucu nanti.. hiks.." Tangis Ririn pecah semakin keras.
Rafa yang biasanya dingin dan datar pun ikut mengeluarkan air matanya, sama hal nya dengan Ririn iya pun ikut kehilangan orang yang telah membuatnya bisa menikahi Ririn, "Aku akan menepati janjiku untuk menjaga putrimu, tenanglah ayah aku berjanji akan selalu membahagiakan Ririn." Ucap Rafa dalam hati.
Ririn tak bisa mengatur nafasnya rasa sesak menjelajar ke tubuhnya sampai dalam yang ada di tubuh bagian dalam nya, tubuh nya bergetar hebat, ini kedua kalinya iya melihat orang yang di sayangi nya pergi meninggalkan nya, jika dulu iya masih bayi saat di tingalkan ibunya pergi menghadap ilahi dan Ririn pun belum mengerti apa-apa.
berbeda dengan sekarang Rasanya Ririn tak mampu untuk hidup lebih lama lagi, kepahitan di kehidupan nya iya telan sendiri, orang terseyang nya pergi meninggalkan nya tanpa pamit, sungguh Ririn merasa sangat sedih.
Brukk....
Ririn pingsan dan Rafa yang baru sadar langsung membawa istrinya ke ruangan inap VIP tepatnya ruangan yang ada di samping ruangan pak Danu.
" persiapkan pemakaman, dan beritahu Zex tentang kabar duka ini." perintah Rafa pada Bodiguartnya yang masih berjaga di depan pintu.
____________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
^^Happy Reading^^