
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah melewati acara sarapan yang kesiangan karna Alena dan Ririn yang memasak nya terlalu lama, emm ralat lebih tepatnya karna Alena yang ceroboh malah menambahkan gula terlalu banyak, salah memasukan isi wadah yang di buat tertukar membuat Alena salah mengira jika gula adalah garam dan garam adalah gula.
Taktik yang semula di buat untuk mengelabuhi semut itu malah membuat Alena terjebak dalam rasa manis yang benar-benar manis, dan ujung-ujungnya acara masak memasak yang di lakukan sejak pukul 07 pagi itu betakhir pada pukul 09 siang.
Perut kenyang hati pun senang, mereka melakukan kumpulan di ruang taman belakang, tidak menikmati terik panas matahari yang ada di luar, mereka memilih untuk bersantai dengan duduk di sebuah bangku yang saling berpandangan satu sama lain.
Alena mencoba rileks, setidaknya dia sudah tau sifat mertua perempuan nya, dan sekarang yang masih dia takutkan adalah tatapan tajam dan dingin dari mertua laki-lakinya.
Disamping nya ada Arka yang duduk bersebelahan nya dengan nya.
Meski Alena masih memiliki rasa curiga pada Arka yang belum mengatakan kejujuran tentang hubungan nya tapi Alena mencoba untuk berprilaku biasa saja seolah tak terjadi apa-apa.
"Daddy sudah memutuskan kalian menikah lagi minggu depan." ucap Rafa membuka suaranya, sambil melirik satu persatu istri dan anak, menantunya.
"Yang Daddy katakan benar, Mommy juga sudah menyiapkan gaun pengantin yang sangat cantik untuk hari bahagia menantu Mommy, bagaimana Alena kamu mau kan." Ririn mengiyakan ucapan sang suami, lalu dia bertanya pada sang menantu sambil melirik anak mantunya.
"Aku_____ "ucap Arka terhenti karna Ririn kembali membuka suaranya.
"Mommy tidak bertanya padamu, Mommy bertanya pada menantu Mommy yang cantik." ucap Ririn sambil menatap putra sulung nya dengan wajah datar, yang membuat Arka menghela nafasnya pelan lalu berguman. "Mommy sudah berpaling." gumam batin Arka merasa Mommy nya sudah mulai berubah sedikit.
Alena terdiam merasa cangung mulai menguasai dirinya, ya meski tadi dia sedikit lebih akrab dengan Ririn sang mertua tapi entah kenapa jika di hadapkan dengan Rafa sang mertua Alena selalu merasa gemetar dan sedikit takut karna tatapan Rafa yang datar.
"Ubah tatapan mu Dad, tatapan mu membuat menantu kita takut." ucap Ririn yang melihat gerak gerik menantunya yang terus diam, dan Ririn tau jika tatapan suaminya yang tajam adalah alasan nya.
Rafa melirik menantunya. "Astaga, wajahku memang seperti ini sayang." ucap Rafa merasa tatapan nya biasa saja.
"Lakukan saja." sahut Ririn lagi, membuat Rafa menghela nafasnya lalu mencoba untuk tersenyum sedikit sedikit dan hal itu membuat Alena menatap mertuanya dengan tatapan yang tidak biasa.
"Ketampanan Arka ternyata turunan Daddy nya, dan wajah dingin nya juga." batin Alena.
__ADS_1
Aww..
Alena meringis saat merasakan cubitan kecil di pingang nya, jangan tanyakan siapa yang berulah, sudah pasti Arka lah pelakunya, merasa cemburu dan tersaingi oleh ketampanan sang Daddy apalagi tatapan Alena yang tidak biasa membuat Arka semakin kesal karna wajah Daddy nya masih tetap tampan di usianya yang sudah kepala 5.
"Jaga matamu, aku melihatnya." bisik Arka tepat di telinga Alena.
Ririn meliht tingkah anak menantunya, "Ada apa? apanya yang Aw?." tanya Ririn pada menantunya, yang di jawab dengan gelengan kepala Alena.
"Tidak Mom.." ucap Alena sedikit gugup.
"Oh, ahk iya tentang pertanyaan tadi bagaimana? mau kan? Mommy mau melihat kalian menikah." ucap Ririn sambil menatap menantunya penuh harap.
Alena melirik Arka, dan angukan kecil di kepala Arka membuat Alena menghela nafasnya pelan lalu mengangguk. "Alena mengikut saja, tapi gaun nya Alena mau princess." ucap Alena malu-malu.
Ririn melirik Arka, dan di balas dengan angkatan bahu oleh Arka yang mengartikan jika dia tidak tau menau, "Tentu saja, Mommy akan menyiapkan gaun princess tercantik untuk mu sayang, iya kan Dad." ucap Ririn menyanggupi lalu melirik suaminya lagi.
Rafa mengangguk cepat. "Ya, Kita akan menyiapkan pesta pernikahan termegah sepanjang masa, Alena menjadi princess dan Arka yang menjadi pangeran nya." ucap Rafa, lalu tersenyum mengejek pada sang putra sulung.
"Hahahh rasakan itu, pangeran Arka." mungkin kata itu yang bisa di artikan dari senyuman mengejek Rafa pada Arka.
"Silahkan jika kau mampu pangeran." batin Rafa lagi, keduanya menatap manik masing-masing dan saling menjawab dengan batin.
.
.
.
.
Kini Alena dan Arka berada di kamar, keduanya duduk saling berhadapan dengan Alena yang memasang wajah cute, tangan yang menopng dagu membuat pipi nya semakin terlihat mengembung, dan hal itu membuat Arka tidak pokus pada semua yang akan di ceritakan nya.
"Cantik," batin Arka.
__ADS_1
"Arka ayo, ceritakan." ucap Alena yang kesekiankalinya, karna Arka yang terus saja diam menatapnya.
Arka menarik nafasnya dalam lalu mulai menceritakan semuanya, dari awal pertemuan sampai akhirnya mereka menikah.
Ya Arka memang mengatakan jika mereka bertemu pertama kali dan mendapatkan kesan buruk yaitu tamparan, tapi Arka tidak menceritakan kebenaran nya tentang Alena yang mau memanfaatkan nya untuk balas dendam yang ujung-ujung nya Alena sendiri yang menjadi budaknya.
Arka hanya mengatakan jika mereka menikah karna dasar suka sama suka, dan memutuskan menikah sembunyi-sembunyi karna Alena yang meminta untuk pernikahan nya tidak di public kan, mengingat Arka adalah CEO dari perusahaan media, yang sering kali masuk dalam kabar media cetak maupun media pertelevisian.
Alena mangut-mangut mendengar penuturan Arka. "Aku pikir kita itu hubungan gelap, lalu aku wanita simpanan." ucap Alena.
Arka mengelengkan kepala. "Tentu tidak, kita sudah sah suami istri, hanya saja kita menikah secara agama." ucap Arka mengatakan satu kejujuran.
"Oke, aku percaya." ucap Alena. "Meski hatiku berkata tidak, tapi aku akan mencoba mempercayai mu Arka." batin Alena yang lain di mulut lain di hati.
Menurut Alena cerita Arka sangat singkat, dan Alena tidak yakin jika dirinya yang susah akran dengan sesorang bisa memutuskan menikah dalam satu pertemuan saja, itu benar-benar mustahil.
"Aku yakin Arka pasti masih membohongiku, pasti dia menyembunyikan separuh ceritanya jika sebenarnya dia jatuh cinta pada pandangan pertama pada ku, secara aku ini cantik dan imut." batin Alena.
Aaaaa !!!!
Alena terpekik kaget saat Arka tiba-tiba menindihnya lagi.
"Kita akan melanjutkan yang tadi pagi, oke." ucap Arka sambil memberikan cium*n yang terus menerus.
Hemphhh..
Betulang kali Alena hampir kehabisan nafas karna permainan Arka yang sangat brutal.
apalagi saat tangan Arka mulai aktif memegan kemana-mana membuat sensasi aneh dalam dirinya, yang membuat bulu kunduk nya merinding.
"jangan___" ucap Alena terhentikan karna mendapatkan serangan ciuman lagi, dan pada akhirnya Arka pun mendapatkan apa yang dia inginkan, melakukan aksi panas yang kedua kalinya dengan Alena.
_____________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Marhaban ya Rhamadhan, selamat menunaikai ibadah puasa yang pertama❤