
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Arka masuk kedalam kamarnya, dia mengadahkan pandangan nya mencari sosok yang akan dia ajak berbicara, dan saat melihat sosok yang dia cari Arka langsung menghela nafasnya lega, karna melihat Alena yang sudah tertidur dengan posisi yang tidak benar.
"Syukurlah dia sudah tidur." gumam Arka sambil berjalan ke arah ranjang, dia membenarkan posisi tidur Alena menjadi lebih nyaman, lalu menyelimuti tubuh Alena sampai menutupi bagian dadanya.
Merasa sedikit lega setidaknya Arka masih bisa menyiapkan beberapa jawanan yang akan dia katakan pada Alena nanti, Arka tidak berniat berbohong pada Alena tapi sepertinya dia harus melakukan nya, setidaknya hanya itu yang bisa dia lakukan dari pada Alena, biar gadis itu tidak pergi meninggalkan nya lagi.
Arka tidak tau seperti apa perasaan nya pada Alena, gadis yang sempat membuat Arka marah karna tiba-tiba menamparnya, dan gadis yang telah berniat memanfaatkan nya, meski ujung nya Alena sendiri yang mungkin tersakiti disini.
Saat Arka menyiksa Alena dia selalu merasakan hal aneh, dimana hatinya selalu berontak, seolah mengatakan "Jangan dan jangan". tapi egonya berkata "Lakukan lah sesuka hatimu, dia budak dan kamu tuan nya".
Arka menatap wajah yang terlelap itu dengan pandangan yang tidak terbaca, sebulan hidup berdua dengan Alena membuat Arka sedikit demi sedikit mengenal gadis itu, gadis yang selalu pura-pura tegar jika berhadapan dengan nya, Arka tau jika senyuman yang Alena berikan padanya dulu adalah senyuman kepalsuan, dia lebih sering melihat mata kebencian dimata Alena, dan sekarang Arka bingung apa yang akan dia katakan nanti jika Alena bertanya banyak hal padanya.
Dia tidak mungkin mengatakan jika Alena datang padanya untuk menyerahkan dirinya nya sendiri, menjual harga diri hanya demi dendam pada om nya, Arka tidak bisa mengatakan itu, dia tidak mau Alena mengingat kejadian filu itu lagi.
"Kamu cantik Al." ucap Arka sambil membelai pipi Alena yang membuat tidur Alena nampak tidak nyenyak, terlihat dari banyak nya keringat di kening gadis itu.
"Jangan !! jangan aku mohon jangan." suara Alena mulai terdengar di telinga Arka, membuat Arka yang semula sibuk dengan ponselnya langsung mendekat pada Alena.
"Hey bangun, kamu kenapa?." tanya Arka sambil menepuk-nepuk pipi Alena pelan.
Hos..hos..
Alena langsung memeluk Arka, degupan jantung yang sangat cepat itu terasa dengan jelas oleh Arka, pelukan nya pun semakin bertambah erat, dan hal itu membuar Arka bergumam. "Apa mimpinya sangat buruk? kenapa dia sampai ketakutan seperti ini." batin Arka sambil mengusap pungung Alena.
Cukup lama mereka berpelukan sampai akhirnya Alena melepaskan pelukan nya lalu menatap Arka dengan wajah kesalnya. "Cari kesempatan, dasar." ucap Alena sinis.
__ADS_1
Hah !!
Arka mengelengkan kepala, jelas-jelas Alena yang memeluknya duluan. "Kamu mimpi apa?." tanya Arka tidak menghiraukan tuduhan Alena tadi.
"Tidak apa, hanya mimpi di kejar-kejar hantu kepala buntung." jawab Alena cepat, sambil turun dari ranjang.
Arka terdiam, mendengar ucapan Alena. kepala buntung? apa priq yang di bunuhnya minggu lalu sudah menjadi hantu? kenapa kebetulan sekali, pria yang waktu itu ingin memperkosa Alena juga mengalami hal yang sama di mana kepala nya tertembak, dan jatuh ke guci yang membuat kepala pria itu hampir putus karna guci nya yang keras dan sedikit tajam di bagian yang terbelah nya.
"Mau kemana?." tanya Arka yang melihat Alena berjalan, dia mencoba untuk tidak memikirkan hal-hal yang sama sekali tidak pernah Arka percayai.
Mitos, itulah yang sering Arka katakan jika ada yang mengatakan hal-hal di luar nalar yang tidak pernah dia lihat, menurutnya itu bukan lah nyata melainkan halusinasi yang tinggi, dan mungkin mimpi Alena hanya kebetulan saja pikir nya.
Alena melirik Arka. "Ke kamar mandi, kenapa mau ikut?." tanya Alena, lalu sedetik kemudian dia kembali bersuara. "Jangan mengintip, atau aku akan menendangmu lagi." sambung Alena lagi.
Hah??
"Dia benar-benar kembali, oh shitt..kenapa aku jadi mulai menyukainya lagi." batin Arka sambil menatap pintu kamar mandi dengan wajah yang penuh pertanyaan.
"Arka aku lapar." ucap Alena yang tiba-tiba ada di sebelah Arka membuat nya kaget.
"Mau makan?." tanya Arka.
Alena melirik, pertanyaan macam apa itu. "Menurutmu jika lapar mau apa? tidak mungkin lapar ingin tidur." sahut Alena sinis, sebelum tidur tadi Alena sudah berjanji pada dirinya jika dia tidak akan bersikap baik dan manis pada Arka jika pria itu belum mengatakan kejujuran nya tentang pernikahan nya.
Alena sedikit menguping percakapan Arka tadi dimana Mommy nya Arka tadi mengatakan jika Arka harus menikahinya, dan Alena menganggap jika mungkin dia adalah wanita simpanan Arka yang tersesat dalam status yang tidak pasti.
"Baiklah, mau makan dimana?." tanya Arka lagi.
"Disini, aku malas keluar kamar." sahut Alena sambil berjalan ke arah sofa yang ada di susut ruangan kamar.
__ADS_1
Arka segera menelpon pelayan untuk membawakan makanan untuk Alena, dan tak lama kemudian suara ketukan pintu pun terdengar, membuat Arka dan Alena replek berdiri bersamaan.
"aku saja, itu makanan ku." ucap Alena.
"Baiklah." jawab Arka sambil duduk kembali.
Setelah mengambil makanan nya, Alena tidak membuang waktunya lebih lama lagi, dia langsung memakan makanan itu dengan cepat, rasa lapar yang melanda membuat Alena makan seperti orang kerasukan, yang membuat Arka keheranan.
"Tidak biasanya dia makan banyak, biasanya jika makan dia akan bilang, kalau dia sedang diet." batin Arka.
"Jangan melihatku, nanti kamu mau." ucap Alena. "Ahk iya, kamu berhutang penjelasan padaku, setelah aku makan kamu harus mengatakan semuanya, aku tidak bodoh." sambung Alena lagi berucap dengan tegas, tak lupa mulut yang penuh dengan nasi.
"Dia terlihat menggemaskan, pipinya yang mengembang membuat wajah nya semakin imut." batin Arka yang menatap Alena. "Astaga apa yang aku katakan." gumam Arka sambil membuang pandangan nya ke arah lain.
"Kamu mengatakan sesuatu?." tanya Alena.
Arka mengelengkan kepala. "Tidak, itu mungkin suara cicak." elak Arka gengsi mengakui jika dia memang sudah mulai menyukai Alena.
Alena menatap ke atas dan kesamping, "Mana? aku akan menangkapnya." ucap Alena sambil menatap kesetiap sisi kamar.
Sedangkan Arka hanya diam sambil bergumam. "What?."
___________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa jejak!! Mampir juga ke cerita Author yang lain nya ya😚
Author besok mudik kegarut, Upp nya pazti malem terus, soalnya kalo siang jarang ada sinyal, maklum orang gunung😅
__ADS_1
Rhamadhan ya Rhamadhan.❤