Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2.Ulang tahun.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Sayang." kata penuh kelembutan itu kembali terdengar di telinga Alena, membuat wanita satu anak itu menoleh sambil memasang wajah masam nya.


"Kenapa lagi?." tanya Alena berusaha untuk tidak kesal lagi, mengingat beberapa jam yang lalu Arka kembali berulah dengan sang putra.


Dimana tadi Arka dan Bian telah memecahkan bedak nya Alena saat sedang bermain kejar-kejaran, bukan hanya bedak yang pecah tapi Bian juga menangis kencang karna kaki nya tersandung meja rias.


Beruntung sekarang Bian sudah tertidur lelap setelah lama menangis, dan kini hanya kekesalan yang Alena miliki untuk suaminya.


"Maaf." ucap Arka. "Nanti aku ganti sama pabrik nya deh." sambung Arka merayu sang istri.


Alena menghela nafasnya kesal, begitulah Arka yang selalu membuat ulah dan berakhir merayu, bukan masalah bedak nya tapi Alena kesal karna ini bukan kejadian yang pertama kali nya, tapi Bian dan Arka sering melakukan nya.


"Aku kangen kamu." memeluk tubuh langsing Alena dan mencium harum aroma tubuh sang istri.


Alena mengeliat merasakan geli sekaligus risih, "Udah sayang, nanti Bian bangun, kamu tau kan anak mu itu kalau bangun nangis nya kaya apa." kata Alena mengingatkan jika sang putra selalu menangis kencang jika tidur nya terganggu.


Arka yang sudah merindukan sang istri langsung menatap si gembul yang sedang terlelap di ranjang, terbesit sebuah ide untuk memindahkan si gembul dari tempat tidur nya agar tidak ada yang menganggu nya.


"Si gembul titipin dulu sama pengasuh nya." ucap Arka akhirnya memilih memindahkan Bian dari ranjang nya.


Alena hanya menghela nafas nya pelan, kesal dia melihat suaminya yang selalu meminta itu dan itu, tapi Alena juga kasihan karna sudah lama suaminya tidak di beri amunisi, mengingat Alena yang baru selesai haid.


Tangan besar Arka mulai menyentuh tubuh si gembul, dan saat sudah memangku si gembul Arka merasakan jika putranya itu sedikit mengeliat.


"Pelan-pelan, nanti si gembul bangun." ucap Alena, di angguki Arka.


Dan saat Arka mulai melangkah berjalan ke arah pintu, tiba-tiba si gembul membuka matanya, dan hal itu tentu saja membuat Arka melotot dan langsung mengusap pelan pipi dan dahi si gembul.


"Bobo lagi ya sayang..bobo..uh jagoan nya Papa." mengusap pelan pipi Bian lagi.


Bukan nya tidur kembali Bian malah tersenyum dan langsung mengelus pipi sang papa, "Papa, au..ana?." Bian berkata sambil terus memegang pipi sang papa.


Alena tertawa, dan langsung mengambil alih tubuh si gembul, "Papa mau tidur bareng Bian, ayo sayang tidur sama Mama." Alena membawa Bian ke ranjang kembali.


"Ian au mumi cucu." ucap bocah dua tahun itu cadel, yang membuat Alena gemas dan mencium pipi si gembul.


Arka langsung mengambilkan susu formula untuk sang putra, sejak Bian bisa berjalan Alena memang tidak menyusui Bian lagi dengan ASI nya, dia tidak mau putranya kebiasaan, apalagi itu adalah himbauan bidan nya jika Bian harus di lepaskan menyusui karna usia Bian yang hampir 2 tahun.

__ADS_1


Dan pada akhirnya Arka gagal melakukan kegiatan panas nya lagi, mereka tidur bersama dengan Bian yang berada di tengah-tengah keduanya, dan sesekali Arka mengusap paha istrinya dengan kaki nya membuat Alena mencoba untuk tidak tergoda dengan aksi nekat suaminya.


Pagi hari nya Alena mengerejapkan matanya saat merasa tangan nya tidak menjangkau sesuatu, saat membuka mata Alena di buat kebingungan karna tak menemukan putra dan suaminya.


"Kemana mereka, kenapa pagi-pagi sudah menghilang." ucap Alena heran, lalu mata Alena melirik jam di nakas yang sudah menunjukan pukul sembilan lebih, yang mana membuat Alena menepuk kepala nya pelan.


Nyatanya tadi malam Arka terus menggoda nya, yang berujung dengan adegan suami istri, dan mereka baru tertidur di jam dua malam, yang mana membuat Alena sekarang kesiabgan.


Alena beranjak dari tempat tidur, kaki jenjang nya melangkah ke arah pintu, dan berjalan menuruni satu persatu anak tangga.


Alena mencari suaminya ke setiap juru rumah nya, namun dia tak kunjung mendapati sang putra dan suaminya.


"Mereka kemana sih." ucap nya lagi, merasa khawatir karna jika Bian di titipkan dengan Arka pasti selalu saja ada masalah yang di ciftakan anak dan ayah itu, apalagi melihat rumah yang kosong tanpa satu orang pun membuat Alena semakin berfikiran aneh, jika suaminya kembali membuat ulah lagi.


Karna merasa kesal Alena pun pergi ke kamar nya lagi, lalu bergegas mandi karna dia yakin suaminya akan pulang, meski sekarang Alena tidak tau kemana Arka membawa putra nya.


Di tempat lain tepatnya di sebuah pusat perbelanjaan nampak Arka dan Bian si bocah dua tahun yang sedang berjalan dengan tangan yang bergandengan.


Arka sengaja membawa Bian sang putra ikut dengan nya karna hari ini dia akan memberikan kejutan untuk istri tercinta nya, hari ini adalah hari ulang tahun Alena dan Arka ingin membelikan banyak hadiah untuk sang istri tercinta nya.


Tak hanya si gembul saja yang di ajak, bahkan ketiga pengasuh nya Bian dan dua orang supir pun ikut di ajak mengingat barang belanjaan yang akan di beli sangatlah banyak.


Arka sibuk memilih beberapa tas brend yang ada di depan nya, sedangkan si gembul Bian nampak tengah tersenyum karna di kejar-kejar oleh pengasuh nya.


"Tuan kecil, jangan lari nanti jatuh." si pengasuh berkata dengan wajah penuh ketakutan nya, tidak bisa terbayangkan olehnya jika si gembul jatuh tersungkur ke lantai, bisa habis mereka.


"Bian kemari, Daddy punya sesuatu untuk mu." Arka tak tega melihat ketiga pengasuh putra nya yang nampak katakutan dengan tingkah sang putra yang sangat aktif.


Bocah gembul itu berjalan dengan perut yang bergoyang, tak lupa senyuman nya. "Papa au acih apa?." tanya Bian dengan senyuman nya, memperlihatkan deretan gigi susu nya yang putih bersih dan belum sepenuh nya terisi.


Tanpa aba-aba Arka menggendong sang putra, lalu berjalan melewati para pengasuh yang tersenyum senang karna si tuan kecil tidak lagi berlari ke sana kemari pagi.


Sampai di rumah Bian nampak cemberut, Arka yang membawa kue yang di atas nya sudah terdapat lilin kecil hanya tersenyum, dia tau si gembul marah karna tidak bisa mengerjai para pengasuh nya.


"Bian bawa ini, nanti pas ketemu Mama kasih ini ke mama ya." titah Arka pada sang putra, dan Bian hanya mengangguk patuh meski dia masih kesal pada sang papa.


Arka membuka pintu lalu dengan kue di tangan nya, di belakang nya terdapat supir dan para pengasuh putra nya yang membawa beberapa hadiah.


Dan saat yang bersamaan Alena yang baru selesai membuat puding kesukaan sang putra pun langsung kaget karna mendapatkan suprise dari suami dan putra nya.


"Selamat ulang tahun sayang, aku harap kamu akan selamanya menjadi Alena yang aku cintai dan selalu menemani ku sampai maut memisahkan kita." ucap Arka seraya tersenyum.

__ADS_1


Alena mengelap air mata yang jatuh di pelupuk matanya, "Terimakasih sayang, aku juga berharap yang sama dengan mu, I love you." ucap Alena seraya meniup lilin nya.


"I love you too." balas Arka saraya tersenyum lalu memberikan kue pada pengasuh Bian.


Semua kado di letakan di atas meja, dan Alena nampak bahagia dengan berbagai hadiah yang dia dapat dari suami tercinta nya itu.


"Kado nya banyak banget sayang, padahal aku ngak minta lo." ucap Alena tersenyum manja.


Dan Arka yang mendengar nya hanya tersenyum, jelas dia tau apa maksud dari ucapan istrinya itu, nyatanya wanita memang selalu berkata seperti itu, yang lain di mulut lain juga di hati, tapi meski demikian Arka tetap mencintai istrinya, karna Alena adalah wanita satu-satu nya yang bisa mengembalikan semangat hidup nya.


"Bian mana sayang?." tanya Alena heran tidak mendapati sang putra.


"Tadi ada di sini, membawa hadiah untuk kamu." kata Arka sambil melihat pinggir nya.


Dan dari dapur mereka mendengar teriakan para pelayan yang heboh, saat itu juga Arka dan Alena berlari ke arah dapur.


namun saat sampai di dapur betapa terkejutnya Alena dan Arka saat mendapati Bian putranya yang tengah memakan puding yang masih cair dan panas di atas meja.


"Gembul." teriak keduanya bersamaan.


Mendengar suara kedua orang tuanya Bian langsung menoleh seraya tersenyum. "Ndak apa, ini enak mam, nih uat mama." Bian memberikan kotak hadiah yang penuh dengan cairan puding coklat itu.


Alena mengambil hadiah nya, namun yang paling terpenting sekarang bukan hadiah nya tapi si gembul yang nampak senang meminum puding panas.


"Sayang apa Bian tidak apa?." tanya Alena sambil memegangi hadiah nya.


Arka mengangkat bahunya ke atas, menandakan dia tidak tau, dan saat mereka melihat apa yang di lakukan si gembul lagi, Alena dan Arka langsung mengambil si gembul dari meja.


"Ayo mandi, sayang telpon dokter, aku tidak mau lidah putra kita kenapa-kenapa." ucap Alena sambil berjalan membawa tubuh gembul sang putra, bahkan hadiah yang semula di pegang nya dia biarkan terjatuh begitu saja di lantai.


"Au..puding mam..Ian au puding." ucap Bian seraya menangis, dan Alena melihat putranya yang mengusap matanya dengan tangan yang banyak puding nya.


"Jangan di gesek jorok mbul, ayo Mama bersihkan tangan sama tubuh kamu nya, lengket." ucap Alena seraya memandikan sang putra.



Si mbul lagi kesel🤣


_____________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa mampir di cerita Bian ya😅 udah epsd 10 loh🥰



__ADS_2