
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Ketegangan di rumah sakit itu masih berlanjut, dimana di dalam ruangan persalinan VIP itu nampak lah para dokter dan suster yang menunjukan raut wajah ketakutan nya.
Tatapan tajam yang sedari tadi di berikan si tuan muda membuat para dokter dan suster menjadi panik sendiri, apalagi di tambah dengan beberapa pertanyaan yang Arka layangkan pada mereka membuat mereka semakin takut akan hal-hal buruk yang tidak di inginkan, mengingat kondisi si nona muda yang semakin melemah.
Dengan kekuatan nya yang tersisa Alena berusaha untuk melahirkan dengan cara normal, waktu berjalan dengan cepat tapi si bayi yang di tunggu-tunggu kelahiran nya itu masih belum mau keluar dari perut sang ibu.
Tak henti-henti nya Arka memberikan semangat untuk istrinya, hujanan kecupan terus ia berikan pada sang istri, ketakutan menyertai setiap detik nya, apalagi melihat kondisi Alena yang semakin melemah membuat Arka semakin cemas.
"Sayang berjanjilah apa pun yang terjadi terima semuanya dengan ikhlas." ucap Alena memecahkan keheningan yang sedari tadi tercifta.
Arka menatap tak suka mendengar ucapan sang istri, jelas dia paham apa yang di ucapkan istri nya itu.
"Jangan berkata seperti itu, percayalah kamu dan bayi kita akan baik-baik saja." ucap Arka sambil memegang tangan sang istri.
Alena hanya tersenyum di sela-sela rasa sakit yang menerpa nya, pikiran nya sudah kosong Alena sudah tidak bisa memikirkan keselamatan nya lagi, yang dia pikirkan hanya keselamatan bayi nya, karna Alena tau jika Arka sangat menantikan kelahiran sang putra.
"Aku mohon sayang.." ucap Alena lagi. "Jangan bersedih jika hal buruk menimpa ku, percayalah cintaku..sayangku..akan selalu menyertai kalian." sambung Alena lagi sambil menggenggam tangan suami tampan nya.
Tidak ada yang menginginkan perpisahan, setiap manusia pasti menginginkan kehidupan yang sesuai dengan impian dan hapan nya, tidak akan ada yang mau menerima takdir dimana dia pisahkan dari yang tersayang, dan hal itu juga di rasakan Alena, meski dia ikhlas dengan semua takdir yang akan menimpa nya tapi tetap saja Alena merasa berat jika harus benar-benar pergi.
Sama seperti perasaan Alena, Arka juga merasakan rasa itu, rasa takut Kehilangan istrinya, wanita yang dia cinta dan sayangi..
kehilangan Alena Sama saja dengan membunuh nya, Arka pernah merasakan sakit nya di tinggal, dan untuk sekarang mungkin Arka tidak akan sekuat dulu lagi.
Arka tidka menjawab ucapan istrinya, dia memilih diam dengan tangan yang terus menggenggam tangan sang istri, dan Beberapa menit setelah keheningan itu Alena kembali merasakan rasa sakit itu.
"Eakkk....
Suara tangisan bayi itu membuat seisi ruangan mengusap dadanya, setidak nya mereka bisa merasakan rasa lega apalagi melihat bayi yang baru di lahirkan itu sangatlah sehat.
__ADS_1
Cup..
Satu kecupan berhasil di berikan Arka pada wanita yang telah bertarung antara hidup dan mati nya hanya untuk melahirkan keturunan nya.
"Terimakasih sayang.. terimakasih, aku mencintaimu." ucap Arka dan kembali memberikan kecupan di dahi sang istri.
Alena tersenyum saat melihat senyuman dari pria tampan pemilik hatinya itu, rasanya bahagia bisa melihat Arka yang tersenyum semanis itu.
"Apa kamu sudah memiliki nama yang bagus putra kita? emm siapa nama nya?." tanya Alena pada Arka.
Arka terdiam lalu tersenyum. "Albiansya Ammar Raid, bagaimana?." jawab Arka lalu bertanya.
"Nama yang bagus untuk bayi setampan putra kita, aku setuju." sahut Alena. "Aku harap jika Bian dewasa nanti Bian menjadi pria bertanggung jawab dan setampan dirimu." sambung Alena sambil menatap suaminya.
Netra keduanya saling bertemu menimbulkan sebuah percikan gejolak rasa yang menggebu, sebuah rasa cinta yang tidak di dasari kebohongan atau pun kepalsuan.
Kini cinta mereka telah menyatu menjadi satu, Albiansya atau di sapa Babby Bian adalah bukti dari buah cinta mereka, cinta atau sebuah kata iyang dulunya di awali dari rasa ingin saling menjebak kini menjadi sebuah jebakan yang jauh lebih dalam, yang di namakan jebakan cinta.
Suapan demi suapan di berikan Arka dengan penuh kesabaran, apalagi dia tau jika Alen tidak menyukai makanan rumah sakit, beruntung saja Arka bisa membujuk istrinya agar supaya mau makan, meski Alena terus mengatakan kenyang.
"Udah kenyang." kata Alena yang kesekian mekalinya.
Arka tak mendengarkan ucapan istrinya, jelas dia tadi melihat seperti apa perjuangan sang istri saat melahirkan putranya, dan Arka tidak mau istrinya merasakan rasa lapar setelah berjam-jam menghabiskan waktu di dalam ruangan persalinan tadi.
"Sedikit lagi ya.. ayo aaaa lagi." Arka benar-benar tidak membiarkan Alena berhenti mengunyah, ia masih tetap bersik keras untuk menyuapi makanan hambar itu ke istrinya.
Mau tak mau Alena membuka mulut nya, ya dia memang lapar, tapi memakan makanan dari rumah sakit jelas bukan lah pilihan yang tepat, tapi apa boleh buat dia tidak bisa menolak setiap kata yang terucap dari bibir tipis suami tampan nya, Alena tidak mau membuat Arka semakin khawatir dengan kondisi nya yang masih melemah.
"Wajah nya sangat mirip dengan mu mas." ucap Ririn yang sedari tadi tidak bosan melihat wajah cucu nya.
Rafa mengangguk, wajah cucu nya memang sangat mirip dengan Arka kecil, dan Rafa merasa bangga karna gen ketampanan nya di ikuti oleh cucu nya.
"Ya cucu kita sangat tampan, aku merasa tua." ucap Rafa sambil menatap bayi mungil yang terus menggeliat itu.
__ADS_1
Ririn terkekeh, "kamu memang tua mas." ucap nya sambil tersenyum.
Haha..
Rafa hanya tertawa garing, mana bisa di melawan ucapan istrinya, percayalah wanita selalu benar, dan ya lelaki selalu harus mengalah, bukan karna takut tapi karna itu demi kebaikan bersama.
Arka dan Alena tersenyum saat melihat intraksi Ririn dan Rafa yang sangat menyangi putra nya, bahagia? tentu saja siapa yang tidak bahagia jika putra nya mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya.
Sayang sepertinya kita harus menambah lagi, lihatlah Mommy Daddy sepertinya masih pantas untuk mengasuh bayi." ucap Arka sambil menaikan sebelah alis nya.
Blusss..
Pipi Alena seketika memerah, bukan karna malu tapi karna ucapan Arka yang terlalu mengarah ke hal berbau sensitif, untuk melahirkan Babby Bian saja Alena sudah merasakan rasa yang sangat luar biasa sakit nya.
Alena tidak trauma akan rasa sakit itu, tapi sepertinya jika Arka menginginkan momongan lagi Alena akan berpikir dua kali, dia ingin menguatkan mental nya dulu, proses melahirkan bukan lah hal yang bisa dianggap enteng, dan Arka sebagai laki-laki tidak akan bisa merasakan rasanya proses melahirkan.
KB adalah pilihan nya untuk beberapa bulan kedepan, tapi jika tuhan menghendakinya untuk hamil lagi Alena tidak akan menolak, dia akan menerima setiap takdir yang di berikan tuhan dengan hati terbuka, Alena yakin Tuhan memiliki rencana baik untuk nya, dan Alena percaya hal itu.
Eakkkkkk....
"Sayang susu nya." ucap Arka.
Alena melihat ke dada nya, dia melihat dada nya basah, "Sakit." ucap nya sedikit meringis.
Dan saat itulah Arka replek memegang dada Alena dan hal itu di lihat oleh Rafa sang Daddy, "Disini yang bayi yang mana?." ucap Rafa yang seketika membuat Arka dan Alena menoleh lalu keduanya tersenyum kikuk.
_______________
🌹🌹🌹🌹🌹
Mood nya jelek, btw mungkin setelah ini cerita Anaira dan dkk akan numpang lewat, dan untuk Babby Albiansya..nanti akan ada cerita nya di ^^ISTRI CANTIK TUAN MUDA KEJAM 2^^
SELAMAT WEEKEND ♥️
__ADS_1