
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Rasanya bumi berputar terlalu cepat untuk seorang Alena, beberapa bulan yang lalu dia masih bisa merasakan kasih sayang dari kedua orang tuanya, tapi sekarang semua yang dia sayangi telah pergi meninggalkan nya sendirian tanpa tau harus menjalani kehidupan seperti apa selanjutnya.
Alena ingin mengeluh dengan semua yang terjadi di kehidupan nya, dia masih membutuhkan orang tuanya, kini siapa yang akan mengingatkan nya jika dia telat makan, mengabulkan semua keinginan nya, memanjakan nya layak nya seorang putri, dan memberikan barang-barang yang dia mau.
Tidak ada lagi ceramah di malam hari karna telat pulang, tidak ada lagi yang akan memarahi nya jika dia melakukan kesalahan, tidak ada lagi bacaan dongeng yang akan dia dengar sebelum tidurnya, karna mereka telah pergi ke menghadap ilahi.
Alena merindukan sosok ayah dan mamah nya, dia merindukan semua moment indah yang sering mereka lewati setiap harinya, tapi apalah daya hidup harus berjalan kedepan, dia mencoba bangkit dari keterpurukan nya, ikhlas dan mencoba untuk meyakinkan dirinya jika dia bukan gadis yang lemah, "Aku kuat."
"Maaf Alena, aku tidak bisa membantumu kali ini, semua anak kampus juga sudah tau kabar kebangkrutan keluarga mu."
Untuk yang kesekian kalinya Alena hanya bisa menghela nafasnya, tidak ada satu pun teman nya yang mau membantunya, bahkan sekarang dia di jauhi karna status nya sekarang bukan anak orang kaya lagi.
"Apa sampai di situ tali persahabatan kita? aku pernah membantu kalian di saat kalian susah dulu, kenapa kalian jahat sekali."
"Kami tau, tapi itu dulu Alena, sadarlah kamu sekarang hanya gadis miskin kami malu memiliki teman sepertimu."
Dan kini Alena sadar yang mana teman yang mana kacang lupa kulitnya, kenapa dia baru sadar sekarang jika teman-teman nya hanya memanfaatkan nya saja, bahkan untuk meminta bantuan pada teman-teman satu kelas nya pun Alena terlalu malu, mengingat kelakuan nya yang sombong dan suka bersikap seenaknya pada teman-teman nya yang lain nya dulu.
Di bawah terik matahari gadis bernama Alena itu berjalan tanpa tujuan, uang hasil penjualan mobil milik nya hanya tingal sedikit lagi, dia juga harus melanjutkan kuliah nya, tapi sekarang dia bahkan tidak memiliki pekerjaan yang mana membuat Alena merasa sangat menyedihkan.
"Maaf pak apa benar disini ada lowongan pekerjaan?." tanya Alena pada satpam di caffe yang di pijak sekarang.
tidak ada jalan lain, dia harus mencoba mencari pekerjaan, setidak nya dia masih punya sisa uang nya untuk satu bulan kedepan.
"Maaf mbak, disini tidak memerlukan pegawai baru." sahut si satpam.
Alena menghela nafasnya, ternyata tidak mudah mencari pekerjaan itu, Alena baru sadar dulu dirinya sering kali menghambur-hamburkan uang sang ayah, membeli barang-barang mahal yang dia sukai tanpa mengetahui bagaimana perjuangan ayah nya bekerja keras untuk memenuhi kehidupan nya yang royal dulu.
Sekarang harapan Alena hanya satu, kembali mendekati si tuan muda, dan bagaimana pun caranya dia harus mendapatkan si tuan muda. "Aku ngak boleh kaya gini terus, aku harus memikirkan cara lain untuk bisa mendapatkan simpatinya." batin Alena sambil berjalan di jalanan yang cukup panas.
__ADS_1
.
.
.
.
" Arka dengarkan Mommy sayang, mau sampai kapan kamu seperti ini." ucap Ririn seraya melihat wajah putranya yang nampak mengeluarkan aura dingin.
"Mom, Arka sudah besar." sahut Arka sambil menatap wajah sang Mommy.
"Kalau kamu sudah besar seharusnya kamu sadar jika hidup tidak akan selamanya sendiri, kami perlu keturunan darimu Arka." Rafa ikut menimpali memberi ceramahan pada putra sulung nya.
Arka menghela nafasnya, dia merasa orang tuanya terlalu sibuk memikirkan kehidupan nya kedepan nya sedangkan dirinya sendiri tidak pernah memikirkan akan seperti apa dirinya kedepan nya.
"Mommy mau kamu menikah sayang, Mommy mau kamu bahagia." ucap Ririn lagi.
"Mom, aku bahagia memiliki kalian." jawab Arka.
"Tapi__ " ucap Arka terhenti.
"Jangan memotong pembicaraan orang tua, kami tidak mengajarkan mu menjadi anak yang susah di atur." Rafa kembali membuka suaranya yang penuh wibawa dan ketegasan tersendiri.
Ya Rafa adalah motifasi Arka, semua sikap sang Daddy dia sukai, tapi hanya satu yang tidak dia sukai dari Daddy nya, Rafa selalu membuat keputusan yang tidak pernah bisa di ganggu gugat.
"Mommy mau kamu menikah secepat nya sayang." ucap Ririn mengeluarkan unek-unek nya tentang ketakutan nya jika putranya menutup hati terlalu lama maka akan sulit untuk sang putra mendapatkan jodoh nantinya, meski wajah Arka tampan tapi siapa yang akan bisa bertahan dengan sikap Arka yang copasan Rafa? mustahil hanya wanita pilihan pah yang bisa membuat macan mengamuk itu kembali tidur.
"Mommy mohon, demi Mommy sayang berubahlah, buka hatimu." sambung Ririn sambil menatap wajah putranya dengan penuh arti dan harapan.
Arka yang sebenarnya marah karna tidak suka di atur meski yang mengatur nya itu adalah orang tuanya sekalipun, ragu-ragu menatap wajah wanita yang melahirkan nya, melihat wajah sang Mommy membuat dirinya luluh, "Aku akan mencobanya." jawab Arka akhirnya.
Ririn menghela nafas lega mendengar penuturan sang putra, begitupun dengan Rafa yang semula berpikiran tentang penyakit yang sama di derita nya dulu, masalah burung masih menjadi rahasia nya yang di tutup-tutupi rapat oleh nya sendiri, tapi sepertinya putranya normal tidak memiliki aib konyol seperti dirinya dulu.
__ADS_1
"Tapi biarkan aku yang memilih sendiri, aku tidak suka di jodoh-jodohkan, aku mau memilih calon istrku sendiri." sambung Arka lagi yang langsung diangguki cepat oleh kedua orang tuanya.
"Siapa pun yang menjadi pilihan mu Mommy akan mendukung kalian." sahut Ririn sambil tersenyum.
Sungguh melihat senyuman manis yang terukir di wajah cantik sang Mommy membuat Arka lebih memilih menikahi gadis yang memiliki wajah seperti sang Mommy, cantik, sopan, rendah hati, dan yang paling terpenting Ririn memiliki sikap yang penuh dengan lemah lembut yang membuat Arka terkadang lupa membedakan yang mana Mommy nya dan yang mana wanita yang di sukainya.
Terlebih lagi masa lalu nya yang masih membekas di hatinya, jujur saja meski kepergian Kikan sudah 4 tahun lamanya, tapi rasa itu tetap sama seperti mereka masih bersama dulu.
"Jangan kecewakan Mommy mu lagi Arka, Daddy tidak akan memberikan tahta CEO jika kamu masih belum menikah dan memberikan cucu untuk kami, air mata Mommy mu lebih berharga." ucap Rafa memberi ancaman untuk putranya, jelas dia hafal semua sikap sang putra yang hampir sama dengan nya sewaktu muda dulu.
"Dan apa kabar Alena?." tanya Rafa yang sudah lama tidak berkunjung ke tempat Hiu cantik nya.
"Dia baik dan semakin besar, hanya saja akhir-akhir ini pengurus bilang jika Alena jarang menampakan diri, sepertinya dia sedang gelisah."
"Biasa nya Alena akan seperti itu jika dia sedang sedih, Daddy merindukan nya."
"Kita akan menjenguk nya bersama."
"Ya, Daddy akan membawakan makanan lezat umtuknya, daging sapi."
Arka mengeleng. "Alena suka ayam, lebih baik Daddy membawa ayam saja."
Rafa mengeleng. " Dia sudah pindah selera?." tanya Rafa.
"Tidak, hanya saja aku membiasakan dia untuk memakan ayam, agar dia lupa rasanya daging manusia." jawab Arka.
Rafa menganggukan kepalanya. "Kau benar-benar merubah hiu cantik ku."
"Kalian berdua sama saja, orang lain ngurusin makanan buat manusia, ini ngurusin makanan buat Hiu." ucap Ririn menimpali yang membuat Arka dan Rafa saling berpandangan.
"Ada yang cemburu ni ye." ucap Rafa dan Arka bersamaan sambil tertawa.
___________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and vote !!