Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Perihal Tisue


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Om Rian kata Mama Nanny lagi Jomblo loh."


Setelah berucap kata-kata yang membuat dua orang dewasa di depan nya saling bergendik dengan santainya Bian memainkan mobil-mobilan nya, tanpa menghiraukan ekspresi dua orang dewasa yang nampak tidak biasa saja.


Nana nampak kikuk dengan apa yang di ucapkan anak asuhnya yang secara tidak langsung telah memojokkan nya.


"Astaga kenapa aku jadi malu seperti ini sih." batin Nana, sambil melirik Andrian.


Sedangkan yang di lirik nampak sedang tenggelam kedalam pikiran nya sendiri, entah kenapa setelah melihat sosok bayi mungil yang cantik itu ada rasa rindu di hatinya untuk sang putri nya, Ansela.


Jika Ansela masih ada pasti dia sudah sebesar Lisa, dan melihat bayi cantik bernama Lisa membuat hatinya kembali teringat akan kesedihan nya dulu.


"Ansela jika kamu masih ada mungkin kamu akan sebesar bayi cantik itu." batin Andrian, kembali teringat akan sosok putri nya, dia hanya melihat wajah bayinya dulu sekilas, bahkan saat acara pemakaman istri dan putri nya pun Andrian tidak ada untuk mengucapkan selamat jalan perpisahan.


Melihat Andrian yang terdiam saja membuat Nana menjadi teringat akan kejadian beberapa Minggu lalu, dimana dia menginap di rumah pria itu dan dia telah melakukan kesalahan dengan menjatuhkan liptin istrinya Andrian.


"Apa dia teringat akan sosok istrinya dan putrinya?, jika iya kasihan sekali dia aku saja yang di tinggalkan sosok Mama sejak beberapa tahun lalu sering merindukan sosok Mama." batin Nana.


"Tuan apa anda butuh tisue?." tanya Nana.


Andrian menoleh dengan sinis. "Apa kau tukang tisue? kenapa setiap bertemu kau selalu menanyakan pertanyaan bodoh itu." kata Andrian dengan penuh penekanan, kesal karena setiap bertemu dengan Nana pasti pengasuhnya anak teman nya itu akan menanyakan itu.


Nana kikuk, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kenapa diam?." tanya Andrian balik, dengan tatapan tajam nya.


"Saya tidak akan menawari anda tisue lagi tuan, maaf." kata Nana takut.


"Jawab pertanyaan ku yang tadi, kenapa kau selalu menawari ku tisue!." Andrian bertanya lagi dengan penuh penekanan.


"Karena setiap saya melihat tuan, tuan selalu terlihat sedih dan juga menahan tangis." ujar Nana sambil menatap Andrian.

__ADS_1


Keduanya bertatapan, untuk sejenak Andrian melihat sorot mata Nana yang nampak memperlihatkan aura yang sama seperti dirinya.


"Nanny." panggil Bian.


Sontak saja panggilan Bian membuat keduanya tersadar dari tatapan yang saling mengenai satu sama lain itu, Andrian membuang wajahnya kesamping merasa malu, ternyata kesedihannya bisa di ketahui orang lain.


Sedangkan Nana langsung bergegas mendekati anak asuhnya. "Kenapa tuan muda?." tanya Nana lembut.


Bian mengelus perutnya. "Ayo makan, aku sudah lapar." kata Bian sambil tersenyum.


Nana mengangguk, "Mau makan apa tuan muda?." tanya Nana, dia memang selalu menanyakan apa yang akan di makan tuan muda kecilnya, jika dia ceroboh tanpa bertanya bisa-bisa dia mendapatkan tangis kemarahan dari anak asuhnya yang memang suka membuat kepala pusing dengan tingkahnya yang sesukanya itu.


Bian terdiam nampak sedang berpikir, lalu sedetik kemudian dia ingat akan makanan yang sering di makan sang Mama.


"Spaghetti laponte aja, Nanny." jawab Bian.


Nana tersenyum makanan kali ini mungkin terlihat sangat mudah, tapi siapa yang bisa menebak keinginan putra sultan seperti Albiansya, si raja menyebalkan, terkadang makanan yang mudah di buat tapi sering salah dalam hal penyajian nya.


Misal nya peletakan saos atau kadar banyak mie nya tidak sesuai dengan apa yang di inginkan tuan muda kecilnya, percayalah menjadi pengasuh itu tidak mudah karena setiap anak memiliki sifat yang tidak bisa di tebak seperti layaknya dengan orang dewasa.


mungkin jika dia memiliki putra atau putri yang sudah besar bisa saja dia juga akan serepot Arka dan Alena yang memiliki anak yang sangat aktif seperti Bian.


"Kasihan jodoh nya Bian nanti, mungkin saja gadis itu akan banyak makan hati melihat sikap Bian yang seenaknya itu." gumam Andrian merasa kasihan pada jodoh di masa depan Bian.


"Dan lebih kasihan lagi dengan duda yang masih menutup diri untuk kembali bermain cinta, bukan begitu Rian." ucap Arka yang tiba-tiba datang, dan duduk di samping Andrian.


"Sialan kau." Andrian meninju pelan lengan teman sekaligus majikan nya itu.


Haha..


Arka tertawa melihat perubahan wajah Andrian, "Tenanglah, jangan marah-marah Rian, kau tau aku hanya bercanda, ya meski sedikit banyak nya memang fakta. haha." ujar Arka lagi di barengi dengan tawa.


"Kau harus segara mengubah hidupmu Rian, bunga saja yang layu masih bisa mekar kembali jika di beri air dan pupuk, kenapa kau yang tampan dan berkharisma tidak bisa kembali bersemangat dalam hal percintaan?." Arka menaikan sebelah alisnya ke atas.


Andrian menoleh dengan raut wajah tak sukanya, dia memang sangat sensitif dengan yang namanya percintaan, bahkan kemarin bundanya mengenalkan nya lagi dengan sosok yang sama sekali bukan tipe nya, gadis keluaran SMA lagi? bahkan Andrian tidak menyukai hal-hal berbau anak kecil lagi.

__ADS_1


"Sudahlah aku akan pulang, jangan lupa transparan untuk menggantikan uang mainan anak mu, syukur-syukur kau melebihkan transferan nya." kata Andrian beranjak berdiri.


Arka mengelengkan kepala nya, nampak nya si matre masih ada di jiwa teman nya itu. "Ya, aku akan mentransfer mu, tapi kau harus ingat jika hanya kau sendiri yang bisa menentukan jalan hidup mu, Karena tuhan hanya berkehendak dan manusia yang menjalani." pesan Arka, yang sama sekali lewat kuping kiri dan keluar kuping kanan oleh Andrian.


Malam nya Nana yang baru selesai bekerja langsung merebahkan tubuhnya di ranjang nya, dia sudah melakukan acara sceanker nya dan sekarang adalah waktunya dia beristirahat untuk melepaskan rasa cape seharian bekerja menjadi pengasuh Albiansya.


Hal yang tidak pernah masuk kedalam kamus hidupnya, seorang Putri Mariana menjadi Nanny sister? sungguh hal yang tidak pernah masuk kedalam impian Nana, tapi sekarang malah pekerjaan itu membuat Nana happy karna sedikit demi sedikit dia bisa mengetahui bagaimana rasanya menjadi sosok yang berguna.


Dia meninggalkan masa lalu untuk bisa mencari keberadaan sang Mama, tapi takdir tidak berpihak padanya Nana masih belum bisa menemukan Mama nya, yang membuatnya sangat sedih.


"Ma, Mama dimana? kenapa sangat sulit untuk ku bisa menemukan Mama." gumam Nana sambil terisak.


Dia melihat layar ponselnya yang memperlihatkan sosok wanita yang melahirkan nya sedang berfoto dengan nya, sekaligus foto terakhir dia dengan sang Mama.


"Apa benar kata Papa? Mama meninggalkan aku karna Mama pergi bersama pria asing? atau karna Papa yang menikah lagi?." Nana kembali teringat akan perkataan sang Papa.


"Jangan cari Mama mu, wanita bodoh itu sudah pergi bersama mantan kekasihnya, biarkan saja dia pergi, lebih baik kamu belajar untuk bisa menyayangi Mama barumu, karna bagaimana pun Mama Alexa kini adalah Mama mu juga."


Nana menutup layar ponselnya, merasa sesak dadanya jika memikirkan orang tuanya lagi, dan yang lebih menyakitkan lagi Papa nya mau menjodohkan nya dengan seorang pria yang sudah beristri membuat Nana memilih Kabur dan tinggal di rumah mewah ini sebagai pengasuh.


"Oke Nana, tidur lah jangan terus mengingat hal itu, kamu harus kuat jangan sedih karena kehidupan mu masih di mulai." gumam Nana, lalu mencoba memejamkan matanya.


Tapi sedetik kemudian Nana malah membuka matanya lagi.


"Astaga kenapa aku malah teringat akan sosok tuan es itu, ada apa dengan ku? kenapa aku jadi mengingat tuan Rian lagi." ujar Nana sambil menepuk-nepuk pipinya.


"Sadar Nana, dia pria yang sangat galak, kamu tidak boleh menyukai pria itu, sadar batasan mu." kembali memejamkan matanya, mencoba untuk tidak terus memikirkan sosok yang selalu bersikap ketus padanya.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Cerita Bian dan Lisa udah 46 epsd ya, yuk lanjut baca di cerita yang satu nya lagi♥️😜


Jangan lupa jejak♥️

__ADS_1


__ADS_2