Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2 Kekanakan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Kita tinggalkan kisah cinta Arka dan Alena yang sudah menemukan kebahagian nya, di lanjut dengan kisah Kelle dan Rico yang mulai bisa menempatkan diri masing-masing di dalam sebuah hubungan bidak rumah tangga, membuang masa lalu yang buruk demi keutuhan sebuah keluarga.


Dan sekarang cerita di lanjut dengan Andrian yang mulai melupakan sosok Kelle, meski berat untuk Andrian tapi dia tetap berusaha melupakan sosok yang di cintai nya itu, kebahagian Kelle adalah yang utama, dan Andrian ikut bahagia karna pria yang menikahi Kelle bisa membahagiakan wanita yang di cintai nya.


"Kak?." ucap Lili membuyarkan lamunan Andrin yang menatap lurus pada satu titik.


"Kenapa?." tanya Andrian tanpa melihat ke arah Lili.


"Kakak liat apa sih?, aku mau es cream." ucap Lili, namun dia kembali tak mendengarkan jawaban dari tunangan nya itu.


Karna merasa di acuhkan Lili pergi sendiri, dia ingin membeli es cream, lagi pula dia yakin Andrian akan mencari nya, biarlah dia mencarinya, Lili bosan di acuhkan terus menerus.


Sementara itu Andrian masih berdiri mematung melihat ke arah sebrang dengan pandangan nanar nya, dia bahagia melihat Kelle yang nampak bahagia memilih pakaian bayi di gerai sebrang dengan di temani Rico, tapi di sisi lain hatinya terasa sakit saat melihat wanita yang di sukai nya mengandung anak dari pria lain.


"Harusnya aku yang disana." guman nya sambil melihat Kelle yang nampak tertawa saat Rico memberikan sepasang baju bayi yang gambarnya tidak terlalu terlihat oleh nya.


Nyatanya setelah dia memutuskan tunangan dengan gadis 17 tahun yang tak lain Lili, Andrian masih saja tetap memikirkan Kelle, Lili memang ceria dan asyik dalam di ajak bicara, tapi hal itu tetap saja tidak membuat hatinya berpaling dari Kelle.


"Astaga Lili." pekik nya kaget saat melihat kesamping nya tidak ada gadis yang di bawanya tadi.


"Kemana anak itu." sambung nya kebingungan, tak mendapatkan Lili di penglihatan sekeliling nya.


Jika Andrian pulang sendiri sudah pasti sang bunda akan marah besar padanya, apalagi Lili selalu mengadu pada Dian jika Andrian melakukan kesalahan atau mengacuhkan nya.


Dengan langkah terburu-buru Andrian berjalan mengelilingi Mall, matanya mengarah kesetiap juru Mall dan gerai-gerai di sekeliling nya, nihil Lili tak nampak sedikitpun membuat Andrian menghela nafasnya kasar.


Andrian ingin menelpon Lili tapi ia lupa jika ponselnya dan ponsel Lili di tinggalkan di dalam mobil, semua itu atas permintaan Lili sendiri, karna Dian sang bunda yang selalu mengatakan jika mereka harus menghabiskan waktu berdua, dan cara menyimpan ponsel saat sedang jalan- jalan itu adalah cara pertama yang di usulkan Dian sang bunda.


"Lili, anak itu dimana sih." ucap Andrian dengan wajah panik nya, Lili yang 17 tahun selalu bertingkah seenaknya, meski terkadang gadis itu selalu memiliki pikiran matang jauh di tas usianya.

__ADS_1


"Kakak." Suara cempreng itu terdengar, membuat Andrian menoleh dengan wajah kesal nya.


"Darimana saja kamu?." tanya Andrian dengan tatapan tajam.


Lili hanya tersenyum menanggapi tatapan maut Andrian padanya, "Abis beli es cream, nih buat kakak." ucapnya sambil memberikan satu es cream pada Andrian.


"Lain kali kalau mau pergi bilang dulu." kata Andrian.


"Tadi udah bilang, tapi kakaknya ngak denger..ya udah aku pergi aja toh cuman beli es cream doang." jawab Lili enteng, dia tidak perduli dengan tatapan tajam Andrian padanya.


Andrian terdiam, memang benar disini lili tidak sepenuhnya bersalah, dia yang mengabaikan Lili dan disini mungkin dia yang salah karna selalu mengabaikan Lili jika mengingat Kelle.


"Ya sudah, maaf untuk yang tadi." ucap Andrian, dia bukan tife pria yang bisa menyakiti wanita.


Bukan nya menjawab ucapan tunangan nya Lili malah mengangkat tangan Andrian lalu mendekatkan es cream yang di pegang Andrian ke bibirnya, "Makasih kakak sayang." katanya sambil tersenyum senang.


Lagi-lagi Andrian dibuat bungkam dengan apa yang di lakukan Lili, seperti inilah rasanya memiliki tunangan anak kecil, Andrian harus menanggapi sikap kekanakan Lili.


"Aaa..." Lili mengangkat ke atas es cream nya, dia memberi kode dengan membuka mulut nya membentuk huruf O, dan Andrian yang melihatnya kembali mengelengkan kepalanya, mau tak mau dia kembali menuruti keinginan tunangan kecilnya.


"Enak, lumayan." jawab Andrian, karna sayang pada es cream nya dia pun ikut menjilati es cream yang di pegang nya, dan keduanya melakukan itu sambil berjalan bersama.


Jika di lihat Andrian dan Lili nampak seperti pasangan SMA bukan terlihat seperti pasangan yang sudah bertunangan, Lili yang imut dan ceria dengan Andrian yang sedikit kaku dan dingin.


"Mau kemana lagi?." tanya Andrian kaget saat Lili membawa nya paksa ke ruangan gelap.


"Nonton lah, masa iya cari emas." jawab Lili sekenak nya.


"Iya tau, tapi tiket nya, kita kan belum beli." Andrian masih protes.


Lili mengangkat tangan nya, "Udah beli ko, tadi kan beli es cream sekalian beli tiket nya." ucap Lili sambil tersenyum.


Lagi-lagi Andrian hanya bisa mengelengkan kepalanya, Lili memang selalu melakukan sesukanya, bahkan sekarang Adrian di buat kelabakan lagi saat mendapati tempat yang paling depan.

__ADS_1


"Kita pindah aja, ini terlalu dekat." ajak Andrian.


Lili yang sudah mendaratkan bokongnya di kursi itu menoleh, dia mengelengkan kepalanya, "Ngak mau ahk." ucap nya sambil menatap ke depan.


"Kenapa?." tanya Andrian, dia merasa risih saat melihat layar yang terlalu dekat.


Lili mendekatkan wajahnya ke telinga Andrian, "Di kursi belakang selalu berisik kak, emang kakak mau jadi saksi mereka yang lagi pacaran, mau gitu?." bisik Lili pada telinga Andrian.


Setelah mendengar ucapan dari Lili yang sama sekali terkesan datar Andrian langsung menoleh kebelakang, dan benar saja saat dia melihat kesekeliling nya Andrian melihat banyak anak muda yang duduk berpasangan, bahkan di pojokan yang paling atas Andrian melihat seorang pria yang tengah mencium pipi kekasihnya.


"Anak ini memang__ " batin Andrian tak bisa berkata-kata lagi, Lili adalah gadis yang lain dari yang lain.


Keduanya menonton dengan wajah yang berbeda, Lili yang menyukai horor nampak antusias meski terkadang Andrian terus mendapatkan cubitan kecil karna Lili yang kaget dan replek mencubit lengan tunangan nya, sedangkan Andrian nampak menguap karna merasa tontonan nya tidak menarik, dia lebih suka Action dari pada adegan hantu yang tidak ada seram-seram nya sama sekali.


"Kamu makan apa?." tanya Andrian kembali mengelengkan kepala nya, dengan matanya sendiri dia melihat Lili yang memakan popcorn, bukan kah tadi mereka tidak membeli nya?.


"Oh ini tadi beli, di titipin sama si mbak yang nomer enam, hehe Kakak mau? nih masih banyak ambil aja, tapi minum nya cuman satu, jadi satu berdua aja ya." ucap Lili enteng, dia sama sekali tak menghiraukan wajah Andrian yang nampak tidak percaya dengan segala hal yang dia lakukan saat ini.


"Makan sendiri saja, aku kenyang." jawab Andrian sambil memejamkan matanya, namun belum genap dua menit dia memejamkan matanya Lili kembali mencubit nya.


"Kakak jangan tidur, aku takut.. nih popcorn buat kakak, makan ya..minum nya juga buat kakak aja, Lili kenyang." ucap Lili sambil memeluk lengan Andrian erat.



Andrian Parisky, si tampan yang masih mencoba membuka hatinya untuk tunangan kecil nya.



Lili, sosok gadis yang suka dengan tangtangan, pertemuan nya dengan Andrian membuat Lili semakin giat untuk mengejar cinta om tampan nya, Lili yakin Andrian akan mencintainya dan melupakan mantan pacarnya yang dulu.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Beda orang beda masalah, dan cinta Andrian paling beda dari yang lain, jika yang lain di libatkan dengan darah dan dendam, maka lain hal nya dengan Lili dan Andrian yang harus melewati hal yang menyangkut perbedaan usia dan tingkat kedewasaan.


__ADS_2