
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Aku bisa jalan sendiri Arka." ucap Alena menolak tangan yang kini sedang ada di pingang nya.
"Tidak menerima penolakan." sahut Arka tegas.
Siapa yang perduli dengan penolakan dari bibir kecil itu, Arka tetap kekeh untuk mengendong istrinya, dia memilih pulang ke rumah orang tua nya karna permintaan sang Mommy yang merindukan Alena.
Rafa menggelengkan kepalanya saat melihat Arka yang memangku paksa menantu nya, "Pulang lah, terimakasih untuk bantuan mu." ucap Rafa, ahk masalahnya kini sudah selesai.
"Ya, aku akan pulang." jawab Zex tanpa berniat keluar dari mobil.
Setelah kepergian Zex Rafa mengusap dada nya yang terasa sedikit nyeri, dia melihat sebentar ke arah mobil yang masih melaju di pekarangan rumah nya itu, wajah nya tersenyum takala mengingat betapa setia nya Zex dan Rey padanya, kedua teman nya itu selalu ada di saat dia dalam bahaya atau pun senang.
"Semoga setelah ini tidak ada lagi drama musuh, aku harap keturunan ku akan hidup lebih baik dari masa laluku." ucap Rafa mengatakan harapan nya.
Jujur saja jika dunia masih berputar Rafa akan memutarkan waktu nya ke jaman dia masih sekolah dulu, dimana Rafa sosok pemuda baik yang kutu buku, penakut dan tidak nakal.
Ahk mengingat masa itu Rafa menjadi ingat Nabila, ya sosok gadis yang membuat dia terobsesi sampai dia melakukan hal-hal gila, tapi meski begitu tidak ada satu hal yang patut di sesali, adanya masalah balas dendam nya membuat dia bertemu dengan Ririn sosok gadis cantik yang baik hati, yang kini menjadi istrinya.
"Mas.." panggil seorang wanita di ambang pintu.
Rafa menoleh sambil tersenyum, istrinya memang cantik dan terlihat lebih muda dari usianya, bahkan debu dan kotoran pun tidak berani menempel di wajah cantik Ririn.
"Sayang, ayo masuk." ucap Rafa seraya berjalan, dia merangkul pingang Ririn yang ramping, "Aku merindukan mu." sambung Rafa sambil tersenyum menggoda.
Ririn menyerhitkan dahinya, melihat Rafa yang mulai bertingkah aneh, "Apa tadi kamu membunuh lagi?." tanya Ririn was-was.
Rafa akan menjadi pria aneh saat dia melakukan kesalahan, dan Ririn sudah hafal betul sifat Rafa seperti apa.
"Jangan di bahas sayang, biarlah menjadi rahasia, kau tau kota hampir saja kehilangan cucu dan menantu kita." ucap Rafa seraya berjalan, dia tidak mau istrinya kepikiran lagi, biarlah urusan musuh nya yang sudah meninggal menjadi urusan nya dengan sang maha pencifta nanti.
"Apa !! dimana menantuku?, apa dia baik-baik saja mas?." tanya Ririn dengan wajah gelisah nya.
Rafa tersenyum sambil menagngguk, "Alena baik-baik saja dia sedang istirahat." jawab Rafa.
Syukurlah, huh..Ririn bisa bernafas dengan lega jika menantu dan calon cucu nya masih dalam keadaan sehat, jika tidak dia mungkin tidak akan memaafkan dirinya sendiri karna tidak bisa menjadi mertua dan oma terbaik.
Sementara di ruangan lain tepatnya di kamar Alena dan Arka, kedua pasangan itu kini tengah bersitegang.
Arka yang tidak mau melepaskan pelukan nya pada tubuh istrinya, dan Alena yang terus menolak setiap sentuhan dari Arka.
__ADS_1
"Sudah cukup, aku bilang aku sedang marah." seru Alena yang kesekian kalinya, kesal tentu saja Arka seolah tuli dan tidak mendengarkan nya.
"Tapi aku merindukan mu sayang, aku takut kehilangan mu." sahut Arka mempererat dekapan nya.
Drama apa lagi ini, huh..Alena benar-benar jengah, bisa-bisa nya Arka bertingkah manja padanya, sedangkan di sini yang hamil dirinya, tapi Arka bertinhkah layak nya dia yang hamil dan tidak mau penolakan.
"Aku mau pipis." ucap Alena kembali mendorong tubuh Arka dengan keras.
"Oke..oke, tapi setelah itu peluk lagi." ucap Arka masih belum melepaskan pelukan nya.
Apa-apaan ini, kenapa dia terus bertingkah seenak nya, dasar suami gila !! huhh.. Alena ingin berteriak rasanya, menghadapi Arka yang sekarang sangat lah membuatnya jengkel, dia sudah terbiasa di hiraukan oleh Arka, dan sekarang Arka malah tambah lengket jelas membuat nya tidak nyaman.
"Cepat, aku tidak tahan, sudah di ujung tanduk nih." seru Alena lagi.
Arka mau tak mau melepaskan nya, dan Alena langsung berlari ke arah kamar mandi, menutup pintu dengan keras, dan yang terakhir Arka mendengarkan suara pintu di kunci.
Di dalam kamar mandi, Alena menatap pantulan wajah nya, apa yang harus dia lakukan sekarang? bahagia? atau malah sebaliknya? bukan kah ini yang dia inginkan? di cintai dan di sayangi.
Tapi kenapa rasanya ada yang kurang, Alena seolah masih ragu akan rasa yang akan dia dapatkan dari suaminya, perubahan mendadak Arka tidak bisa dia percaya, apalagi Arka berubah hanya dalam kisaran waktu beberapa jam saja.
Ucapan Arka yang mencintai wanita lain masih terngiang-ngiang di kepalanya, sakit? tentu saja, wanita mana yang tidak sakit hati medengar kejujuran jika dia hanya pemilik separuh hati, bukan sepenuhnya.
"Alena sayang, bukaa." pintu di ketuk dengan keras.
"Dia menyebalkan." ucap Alena masih menatap pantulan wajah nya.
"Sayang? apa yang kamu lakukan di dalam sana? kenapa lama sekali." suara Arka yang sedikit berteriak kembali terdengar di telinga Alena.
"Bawel." gerutu Alena pelan, merasa sangat kesal dengan Arka.
Ceklek..
"Apa!!." ucap Alena sewot, tatapan nya tajam karna sangat kesal.
Arka menelan ludahnya, kenapa semenja hamil istrinya menjadi galak? apa itu bawaan bayi nya? atau jangan-jangan bayi nya kesal pada Papa nya karna Papa nya pernah melakukan hal buruk pada Mama nya?, pikiran bodoh itu seketika membuat Arka bergedik, mengingat apa yang dia lakukan dulu pada Alena sangat kejam karna Arka menikahi Alena hanya untuk dia jadikan sebagai budak nya saja.
Alena berjalan ke arah ranjang, dia merebahkan tubuhnya di tempat tidur, "Aku mengantuk, jika ingin berdebat besok lagi, hoamm." ucap Alena sebelum dia manarik selimut.
Melihat Alena yang menarik selimut membuat Arka langsung bergegas menyusul, dia ikut merebahkan tubuhnya di samping istrinya, dan dengan tak tau malunya Arka malah memeluk pingang Alena lagi.
"Jangan marah aku sayang kamu, aku benar-benar mencintaimu, hanya kamu satu-satu nya wanita yang ada di hatiku." gombal Arkasambil menempelkan kepalanya tepat di bahu istrinya.
"Aku tidak akan percaya dengan bualan mu." ucap Alena sambil menaikan selimutnya membuat kepala Arka tertutupi selimut.
__ADS_1
"Aku akan membelikan mu tas limited edition, bagaimana?." tawar Arka yang dia yakini akan bisa meluluhkan istrinya.
Ucapan Arka tadi seketika membuat jiwa belanja nya naik tingkat, Alena langsung mengangguk, "Oke, tapi kartu nya harus tanpa batas, aku yakin anak kita pasti menginginkan Mama nya belanja barang-barang kesukaan nya." ucap Alena sangat antusias.
Perduli apa Alena dengan masalah nya tadi, jika menyangkut masalah uang dan belanja, itu tidak bisa di sangkut pautkan dengan masalahnya, lagi pula Alena menginginkan bisa belanja sepuasnya lagi.
Arka tersenyum takala melihat Alena yang membalikan badan nya, dia melihat senyuman penuh kebahagian itu.
Ekhem..
Suara deheman itu membuat Alena melirik Arka, "Apa?." tanya Alena sambil melihat Arka yang menatapnya dengan wajah aneh.
Ekhem..
Deheman lagi, membuat Alena mengerutkan kening nya. "Batuk? minum komik." titah nya sambil memejamkan matanya.
Ekhem..
Lagi-lagi Alena kembali di buat jengkel dengan suara deheman itu, "Apa Arka? mau apa." tanya nya dengan wajah menanahan kesal.
"Cium dulu." ucap Arka dengan nada manja, yang seketika membuat Alena merinding, kemana suami arogan nya yang selalu berkata pedas?.
Cupp..
Tidak mau berlama-lama menghadapi Arka, Alena memberika kecupan di pipi Arka, namun Arka malah mempermainkan nya, dengan tidak tau dirinya Arka malah menunjuk beberapa titik yang membuat Alena mengelengkan kepala, tapi dia menuruti kemauan Arka, tanpa menolak.
"Sudah, aku mau tidur, jika mau di cium lagi aku akan tidur bersama Mommy Daddy." ancam Alena sambil melotot, lalu memejamkan matanya.
Alena si Hiu cantik Rafa dan Arka❤
Alena si ibu hamil❤
Mana yang paling cantik😅
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa mampir ke cerita Lia ya😊
__ADS_1
Jangan lupa Jejak !!