
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Siang menjelang malam, Anaira dan Kiano masih tetap di kamar nya, keduanya hanya keluar untuk makan malam saja.
berbeda dengan Hanny dan Zex yang siang nya pergi ke makam sang putri bungsu untuk jiarah.
Tidak ada kata cangung, keduanya terlihat nyaman bahkan Anaira baru tau kalau suaminya selalu memakai kolor pendek jika tidur, keduanya saling menertawakan kebiasaan sendiri, seperti Anaira yang suka memakai daster dan tidur tanpa bra.
Nyatanya ketika cinta di satukan masing-masing dari pasangan mulai tau seperti apa sikap masing-masing, menerima segala kekurangan dengan saling menyempurnakan sisi yang kurang, bukan kah itu yang di namakan pernikahan?.
"Apa masih lama?." tanya Kiano, melihat Anaira yang masih sibuk dengan permainan Lego milik suami nya.
Ya, selain mempunyai hobby balapan seeprti sang Mama, Kiano juga memiliki hobby mengoleksi permainan lego, dia suka hal-hal yang menantang dan membingungkan tentu nya.
"Bentar, ini cukup sulit, di halaman 23 yang ada di buku ini harusnya jadi dapur, tapi ko kaya ada yang kurang gitu." Anaira melihat-lihat lagi hasil rancangan nya, sebuah rumah Lego tingkat dua dengan halaman yang memiliki sumur dan kuda.
Kiano menghela nafasnya, dia hanya butuh waktu dua atau tiga jam menyelesaikan nya, tapi Anaira sudah menghabiskan waktu lebih dari lima jam, dan Kiano sedari tadi terabaikan.
"Baba bantu aja, ya." ucap Kiano manawarkan bantuan.
"Ngak usah Ba, Bubu masih penasaran buat nyelesaiin sendiri." Anaira masih tetap kekeh untuk menyelesaikan permainan membingungkan itu sendiri.
Niatnya untuk di update di sosial media nya, dan sampai akhirnya... selesai.
"Ba, tolong fotoin dong." pinta Anaira, berfose lucu dengan Lego rumah-rumahan yang di buat nya.
Kiano memotret nya, dia kembali kesal tapi melihat senyuman Anaira membuat dia tidak bisa apa-apa, dan malah ikut berfose lucu sesuai arahan istri nya.
Anaira nampak senang karna banyak teman-teman sekolah nya di Jerman yang mengomentari status nya.
__ADS_1
Rata-rata semuanya mengucapkan selamat atas pernikahan nya.
Matanya terus melihat ke layar ponsel yang memperlihatkan sosial medianya, sampai sebuah komenan membuat matanya melotot lebar.
"Suamimu sangat tampan Anaira, so kalau ke Jerman jangan lupa bawa suami tampan mu."
Comenan itu membuat Anaira mengelengkan kepalanya, jelas dia tau siapa yang mengomentari itu, para badgrils yang terkenal di kampus nya.
"Ngak akan, enak saja." gumam Anaira.
"Pria tidak berbulu? kau yakin Anaira? dia terihat cantik."
Untuk komenan yang kedua Anaira no coment, dia menyukai suaminya apapun rupanya dan bagaimana pun bentuk nya, dia tidak perduli suaminya berewok ataupun tanpa bulu sekalipun.
Anaira melirik suaminya yang nampak kesal, paham dengan mood Anaira langsung berdiri. "Bentar ya." ucap nya, langsung berlari ke kamar mandi.
Kiano diam dan melihat ke Lego nya, kesal karna Lego membuat istrinya mengabaikan nya, ingin sekali rasanya menendang Lego nya dengan satu tendangan, tapi itu tidak dia lakukan, mengingat betapa sulit nya merancang mainan Lego itu.
Jam terus berputar, istrinya masih ada di kamar mandi, Kiano yang lelah menunggu langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur, sambil memegangi ponsel, melihat pekerjaan nya yang hampir menumpuk.
Sedangkan di kamar mandi Anaira nampak tengah memoles bibir nya dengan lipstik merah, dia baru saja menyelesaikan acara mandi bunga nya, dan dengan malu-malu Anaira memakai pakaian yang dia rancang dengan desain yang mewah itu.
Sebuah lingerie berendra sudah menempel di tubuhnya, Anaira sengaja memakai baju tipis itu, dia ingin membuat malam ini menjadi malam bersejah untuk nya, dia tau suaminya bukan tripikal pria yang memaksakan keinginan nya, atau pemalu, maka dari itu Anaira menyiapkan malam ini untuk membuat suaminya bahagia.
"Astaga aku gugup sekali." ucap Anaira sambil melihat pantulan cermin.
Masih engan membuka pintu, Anaira masih memaksimalkan degupan jantung nya yang berdetak tak karuan itu, tangan nya terulur untuk menyemprotkan parfum ke bagian-bagian tertentu di tubuhnya.
"Oke Ira, jadikan malam ini malam paling indah, suamimu menunggu mu, berikan dia pelayanan yang terbaik." dengan wajah percaya diri, dan senyuman manis di wajah nya Anaira membukakan pintu kamar mandi, dan berjalan dengan langkah elegan menuju tempat tidur.
Kiano yang ternyata sudah mulai memejamkan matanya nampak terlihat mencium harum, yang mana membuat nya penasaran dan langsung membuka matanya kembali.
__ADS_1
"Sayang." Kiano menatap takjub pada sang istri.
"Maukah kamu menjadi yang pertama yang dan terakhir?." Bukan Kiano, melainkan Anaira yang menatap suaminya penuh cinta.
Cinta tidak mengajarkan pasangan untuk menutup diri, cinta mengajarkan pasangan untuk berani, memulai ibadah yang halal kenapa harus malu? bukan kah ini memang kewajiban? pahala ada untuk wanita yang mengatakan aku ingin, bukan begitu?.
Sekali lagi Kiano menatap istrinya dengan wajah yang tak biasa, dia beranjak dari tempat tidur nya berjalan mendekati Anaira yang ada di pinggir ranjang.
"Aku akan memilikimu seutuhnya." ucap Kiano sambil tersenyum, dan mendekatkan wajah nya ke wajah sang istri.
Aniara memejamkan matanya saat sebuah ciuman mendarat di bibirnya, pelan tapi pasti tangan nya sudah mulai tidak bisa di kendalikan, Kiano menikmati setiap inci lekuk tubuh sang istri.
Banyak jejak cinta nya yang dia buat di bagian tertentu, sampai Kiano menjajakan bibirnya di dua area bulat yang membuat nya tertangtang itu, membuat Anaira mengeliat kegelian dengan tubuh yang perlahan mulai pasrah.
Aksi panas itu berlanjut, sampai malam, Kiano masih belum beranjak ke inti nya, dia masih betah dengan dua gundukan bulat milik sang istri, masih betah membuat jejak kepemilikan nya.
Hanya terdengar sebuah legukan dan erengan mesra Anaira, Kiano benar-benar memanjakan tubuhnya dengan sentuhan penuh kelembutan, sampai datang pada inti nya Anaira memegang seprey nya kuat-kuat, di meringis saat Kiano memulainya.
Dan saat ingin meminta pelan, Kiano memberikan ciuman padanya, keduanya memadu cinta dengan cahaya yang terang, cinta yang keduanya miliki membuat aktivitas keduanya menjadi lebih menyenangkan.
"Terimakasih untuk kepercayaan ini, aku mencintaimu." ucap Kiano, mengecup bibir istrinya penuh cinta.
"Aku juga mencintaimu, stay with me." jawab Anaira, kembali menautkan bibirnya ke bibir sang suami.
Dan sepanjang malam keduanya lalui dengan adegan cinta yang panas, sebuah keberuntungan tersendiri untuk seorang pria bisa menjadi pria yang pertama untuk pasangan nya, dan Kiano bahagia dia mendapatkan kehormatan sang istri.
______________
🌹🌹🌹🌹🌹
Untuk kalian yang nunggu MP nya🤣
__ADS_1
Panas..panas..
Jangan lupa jejak♥️