
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Sepulang dari Mall entah kenapa Andrian dan Nana sama-sama cangung, bukan hanya kepergok Bunda nya saja, Andrian juga kepergok Tante nya juga, dan sudah pasti nanti malam dia akan mendapatkan banyak pertanyaan kepo dari sang Bunda.
Andrian takut Bunda nya berpikir yang tidak-tidak tentang hubungan nya, dan akan berharap lebih, sesuatu yang belum terjadi.
"Sudah sampai." ucap Andrian yang sudah menghentikan mobilnya di tempat yang di minta Nana tadi.
"Ternyata benar, disini ada pasar malam aku pikir si bibi bohong." ucap Nana, dia sengaja mengunjungi pasar malam yang di sarankan bibi pembantu nya, ingin merasakan kembali kenangannya bersama Papa Mama nya yang dulu sering mengajak nya ke pasar malam.
"Kamu yakin?." tanya Andrian.
Dan Nana hanya mengangguk tanpa mengatakan satu kata pun.
Meski dia hemat tapi jelas Andrian memiliki hidup selera yang lebih tinggi, jika untuk makan nasi Padang mungkin dia masih bisa menyukai makanan itu, tapi untuk sekarang.. entahlah.
"Aku tidak suka keramaian, kamu saja yang keluar." sambung Andrian lagi.
Nana melirik, "Kenapa? memang nya ada apa di keramaian itu?." Nana balik bertanya.
Andrian diam, tidak mungkin dia mengatakan jika pasar malam bisa membuat dia kembali ingat pada sosok ceria istrinya, dia tidak mau merusak suasana.
"Tidak ada apa-apa, hanya saja aku tidak terbiasa." sahut Andrian lagi.
Tidak terbiasa bukan berarti tidak suka bukan?, Nana mengeluarkan dompet di tas kecilnya, lalu mengambil beberapa lembar uang kertas berwarna merah di dompet nya.
"Minta uang lima ratus ribu." pinta Nana.
Andrian menyerhitkan dahinya tidak mengerti, tapi dia memberikan uang nya, meski rasanya amat berat.
"Untuk apa uang itu?." tanya Andrian aneh.
Bukan nya menjawab Nana malah tersenyum, dan menatap Andrian dengan tatapan aneh nya, membuat Andrian merasakan tidak nyaman dj tatap aneh seperti itu.
"Ayo taruhan, siapa yang menang banyak naik wahana dia menang uang ini." Nana mengoyang-goyangkan uang satu juta itu di depan mata Andrian.
"Bagaimana? mau ngak? atau jangan-jangan kamu takut ya?." Nana menaikkan sebelah alisnya ke atas, membuat Andrian langsung menatapnya sinis.
"Siapa bilang, ayo kita taruhan dan pastinya aku yang akan menang." ucap Andrian santai.
__ADS_1
Nana menggelengkan kepalanya. "Sombong sekali ya, kalau yang kalah hukuman nya adalah harus mengikuti setiap perintah pemenang, gimana?." ucap Nana lagi, sepertinya akan seru permainan nya kali ini.
"Setuju." sahut Andrian cepat.
Setalah itu keduanya langsung keluar dari mobil dan mulai masuk ke dalam pasar malam, Wahana pertama yang di naiki nya adalah komedi putar, dan Andrian juga ikut bersamanya.
Keduanya bersenang-senang bersama, tak terhitung berapa kali keduanya tertawa dan berteriak, tapi keduanya sangat menikmati permainannya.
Hampir semua wahana Andrian dan Nana mainkan, bahkan Nana sudah memengkan beberapa boneka lucu hasil dari permainan nya bersama Andrian tadi.
Dan kini tinggal satu lagi wahana yang belum di jajahi nya yaitu wahana rumah hantu, ini adalah babak penentuan yang akan membuktikan siapa yang menang dan siapa yang kalah.
keduanya bersama-sama masuk kedalam rumah hantu, Nana melirik Andrian yang ada di samping nya, begitu pun dengan Andrian yang sama juga melirik nya.
"Kalau takut keluar aja, mumpung belum terlalu jauh dari pintu masuk." ucap Nana tersenyum meledek.
"Kamu tuh yang takut, ngaku kalah saja mendingan, nanti ketemu hantu malah nangis." sahut Andrian malah menggoda Nana.
Hah..!!
Rasanya Nana ingin tertawa, mana ada takut dia menjadi pengasuh Bian jelas dia sering menonton flm horor, mengingat anak asuhnya itu sangat hobi menonton flm horor bersamanya.
"Tentu saja." sahut Andrian sambil berjalan cepat ke depan, meninggalkan Nana, membuat Nana mendengkus kesal.
Nana berjalan cepat mengejar Andrian yang ada di depan nya, sampai dia menepuk pundak seseorang yang ada di depan nya.
"Lihat teman aku ngak?." tanya Nana pada sosok yang ada di depan nya.
Sosok di depan nya yang memakai kostum pocong itu malah membuka mulutnya lebar-lebar, mungkin ingin menakut-nakuti Nana, namun malah di tabok oleh Nana.
"Di tanya malah ngangap, mana bau jigong lagi belum sikat gigi ya." sungut Nana sebal.
"Enak aja, saya sudah sikat gigi sepuluh kali sebelum kerja." sosok berpakaian pocong itu mendengkus sebal tidak terima di tuduh bau jigong oleh gadis di depan nya.
Tak ingin membuang waktu lama Nana meninggalkan sosok pocong itu, tapi belum lama Nana melangkah dia mendengar kan suara tangisan wanita.
Hihihihi..!!
Huh..
"Suaranya kurang merdu mbak, kalau mau nih mending pake suara yang ada di alrm aku." ucap Nana malah menyetelkan suara tangisan sosok hantu legen yang dia jadikan almr untuk msmbngungkan nya.
__ADS_1
Aaaaaa..!!
Sosok hantu legendaris itu malah berteriak membuat Nana menutup telinga nya, "Astaga mbak, suaramu kaya toa." sungut Nana sebal.
"Ngeri banget suaranya, harusnya kamu takut sama saya, tapi ko ini malah kebalik." si mbak Kunti malah mengajak ngerumpi.
Hampir saja Nana lupa dengan sosok yang di carinya.
"Mbak liat cwo ganteng putih mancung, lucu ngak?." tanya Nana.
Si mbak Kunti menunjuk kebelakang membuat Nana membalikan tubuhnya, dan dia malah tertawa.
"Mana ada lucunya, yang ada ini mah amit." ucap Nana berjalan begitu saja meninggalkan sosok tuyul dan genderuwo yang ada di belakangnya.
Nana membuat para sosok hantu jadi-jadian itu menjadi tidak bersemangat dan terhina, bukan nya Nana yang takut malah mereka yang ngeri apalagi saat Nana menendang salah satu rekan nya yang berniat mengagetkan nya.
"Palak ko pendek." ucap Nana setelah berhasil menendang sosok yang membuatnya hampir tersandung itu.
Sedangkan Andrian yang sedang berjalan langsung kebingungan tak melihat sosok Nana, dia takut jika Nana ketakutan di dalam dan malah pingsan, apalagi hantu-hantu yang ada di dalam sangat lah ngeri dan menakutkan.
"Nana." panggil Andrian.
Namun tak mendapatkan sahutan, membuat Andrian ingin berbalik arah, tapi saat mengingat ada sosok yang sangat di takutinya Andrian langsung mendeuhem, dan kembali berjalan.
Sesampainya di depan pintu keluar Andrian melirik kesana sini, dia memilih berdiri menunggu Nana yang mungkin masih ada di dalam.
"Sudah aku katakan kalau aku yang akan menang, gadis itu terlalu percaya diri." gumam Andrian.
"Tapi jika dia benar-benar pingsan bagaimana?, bagaimana kalau para hantu itu malah mengerjai nya, dan..." Andrian tidak bisa meneruskan kata-katanya, dia khawatir pada Nana.
Dan di mobil Nana yang sedang memakan-makanan yang di belinya tadi di pedagang kaki lima, langsung memakan makanan nya.
"Kemana sih ko lama banget, man udah jam sepuluh lagi." ucap Nana, lalu kembali fokus pada makanan yang ada di tangan nya.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
Bian dan Lisa udah sampai Epsd 59, yu mampir😍
Jangan lupa jejak, ♥️
__ADS_1