
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Undangan sudah tersebar di mana-mana, Lili gadis yang baru lulus SMA itu akhirnya memutuskan untuk menikah, tentu saja hal ini mendapatkan respon baik dari kedua keluarga besar nya, mengingat memang sebuah pernikahan lah yang mereka harapkan dari perjodohan ini.
Hari yang di tunggu telah tiba Lili sudah resmi menjadi istri dari pria yang dia anggap sebagai pengganti sang ayah tercinta nya.
Dengan satu tarikan nafas Andrian mengucapkan ijab kabul dengan lantang nya.
Pernikahan bukan muda ini tentu saja mdngundang banyak isu di masyarakat, tapi perduli apa Lili dan keluarganya dengan hal itu?, sama hal nya dengan Lili Andrian pun kini mendapatkan panggilan prodofil karna telah menikahi gadis 18 tahun seperti Lili, tapi itu bukan masalah, bukan kah menikah muda itu menyenangkan? selain bisa melakukan segala hal dengan yang halal mereka juga menghindari dosa jinah.
"Kamu haus? mau makan?." tanya Andrian pada gadis yang baru di halalkan beberapa jam yang lalu oleh nya.
Lili mengelengkan kepala, "Nanti aja, bareng kakak." kata Lili dengan senyuman nya.
"Ya sudah, tapi kalau lapar jangan di tahan, aku tidak mau kamu sakit." kata Andrian lagi.
"Iya kak, Lili paham." sahut Lili lagi, dia bahagia karna Andrian selalu memperhatikan kesehatan nya.
Pesta yang di gelar di gedung hotel itu sangat meriah mengingat ini adalah pesta pertama dan terakhir untuk Rey menikahkan sang putra tersayang nya, keluarga Zex dan Rafasya pun takalah ikut andil dalam acara besar ini, mereka ikut menjadi keluarga besar dari keluarga Parisky.
"Selamat Rian, semoga pernikahan mu mendapatkan kebahagian dan di limpungi keberkahan." ucap seorang wanita yang dahi Liimenggendong bayi, ya dia tak lain adalah Kelle yang hadir sebagai tamu undangan di pernikahan mantan berondong nya.
Deg..
Bukan Andrian yang kaget, melainkan Lili yang langsung replek memegang tangan suaminya, dia tau betul seperti apa dulu perasaan Andrian pada wanita yang menggendong bayi di depan nya itu, butuh waktu lama Lili menyembuhkan hati yang tertutup itu, dan sekarang ketakutan menyertai setiap keringat yang membasahi tubuh nya.
"Terimakasih Kel." ucap Andrian seraya tersenyum, dia melihat ke arah bayi yang ada di gendongan Kelle dan tersenyum takalah melihat bayi Boy yang nampak mengeliat itu.
Sama hal nya dengan Andrian Kelle juga melihat ke arah bayi Boy yang terus mengeliat, keheningan tercifta setelah ucapan terima kasih itu, merasa terlalu lama berdiri di pelaminan Rico mendehem, membuat Kelle dan Andrian replek saling melihat.
"Sekali lagi selamat Rian." ucap Kelle sambil melihat Andrian lalu dia melihat tangan Andrian yang di pegang erat Lili, dia tersenyum melihat mantan brondong nya di cintai oleh gadis kecil seperti Lili.
__ADS_1
Kelle memberikan bayi Boy pada Rico, dan Rico yang paham langsung membawa bayi Boy ke tempat dimana ada keluarga Rafasya dan Parisky.
Tanpa aba-aba Kelle memeluk Lili, hal itu tentu saja hal itu membuat Lili kaget bukan main, tapi ragu-ragu Lili membalas pelukan itu, dia mencoba menepis pemikiran buruk tentang perasaan Kelle dan suaminya yang masih bersemi, Lili tidak mau soudzon di hari pernikahan nya.
"Kalian sangat serasi, Andrian pria yang baik Lili kamu beruntung memiliki nya, aku harap kalian akan bahagia dan cepat memiliki momongan." kata Kelle di sela-sela pelukan nya.
Mendengar ucapan Kelle tentu saja membuat Lili tersenyum, "Terimakasih kak, Lili akan segera menyusul kakak memiliki bayi setampan Boy, doakan saja." kata Lili sambil melepaskan pelukan nya.
Lili melirik suaminya, tapi yang di lirik nampak terlihat tidak nyaman, dan Lili hanya tersenyum menyimpulkan sendiri perasaan apa yang sedang melanda hati suaminya sekarang.
Kelle turun dan berjalan mendekati suami dan keluarga nya, dia tersenyum bahagia melihat Andrian yang sudah menemukan tambatan hati yang pas untuk pria muda itu, rasa nya baru kemarin berondong muda itu mendekatinya memaksanya menerima cintanya, tapi siapa yang tau ke depan nya? keduanya tidak berjodoh.
"Sayang." ucap Kelle sambil tersenyum.
"Mau pulang? atau disini dulu?." tanya Rico, dia paham situasi apa sekarang, meski dia percaya Kelle tidak mungkin mengkhianati cintanya tapi setidak nya Rico paham bagaimana pun pria yang sedang menikah itu dulunya ingin bertanggung jawab untuk putra dan istrinya, meski takdir sekarang telah menyatukan nya dengan sang istri dan putranya.
"Tidak, kita belum menikmati pesta nya, aku ambilkan cake kesukaan mu ya." ucap Kelle seraya mengambil cake, keduanya memilih duduk dengan Bayi Boy yang di titipkan pada pengasuh nya dulu.
Suap-suapan pun mereka lakukan, Kelle menyuapi suaminya dengan senyuman manis nya, dan Rico bahagia melihat istrinya yang masih memperhatikan nya, "Terimakasih." kata Rico seraya menyuapi balik sang istri.
"Terimakasih karna telah mau menerima semua nya, aku berjanji akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk kalian berdua." ucap Rico lagi.
Kelle tersenyum membalas ucapan suaminya, dia jika di tanya dia bahagia atau tidak tentu saja jawaban nya bahagia, Kelle merasakan cinta yang jauh lebih besar dari Rico, dan Kelle mau membangun bahtera rumah tangga yang di impikan bersama Rico.
"Aunty melihat Kiano?." suara yang tidak asing di dengar Kelle.
"Astaga Ira, membuat Aunty kaget saja." sahut Kelle kaget, "Aunty baru menyalami pengantin, belum melihat pacar mu." sambung Kelle.
Anaira menghela nafasnya, dia belum bertemu dengan Kiano sejak malam itu, dan sekarang di hari pernikahan Andrian juga Anaira tidak menemukan rekan kerja nya itu.
"Ira ke sana dulu, by." ucap Anaira dengan wajah lesu nya, dia merasa Kiano menjauhi nya bahkan sejak Bara mengakui Anaira sebagai calon tunangan nya Kiano sama sekali tidak pernah menjawab sapaan nya, Kiano hanya menjawab ucapan nya saat di kantor saja dan di luar keduanya bersikap seolah tidak saling mengenal.
Disisi lain Alena yang sedang makan nampak kesal karna melihat suaminya yang terlihat semakin tampan meski sudah memiliki satu putra, ia terus memberikan tatapan penuh horor pada suaminya.
__ADS_1
"Mom, lihatlah Arka seperti pria lajang yang belum menikah bukan?." kata Alena seraya melihat suaminya yang tengah di lingkupi oleh rekan kerja nya.
Ririn mengangguk setuju, hal itu juga sering dia keluhkan pada suaminya, bahkan Rafa nampak lebih muda 20 tahun dari usianya, sama hal nya dengan Ririn yang merasa suaminya nampak seperti berondong tua Hanny dan Dian pun merasakan hal yang sama dengan Ririn dan Alena, mereka merasakan bahwa suami-suami nya nampak lebih muda dari pada dengan dirinya yang semakin tua semakin keriput.
"Kita harus waspada dengan suami-suami kita, lihat saja para wanita di sebrang nampak mencuri pandang pada suami kita." kata Hanny sambil memasang wajah garang nya.
"Suami ku setia, dia pria yang bisa menjaga ucapan dan matanya." Dian malah memuji suaminya, dan tak lama kemudian Dian melihat Rey yang bertabrakan dengan gadis muda.
Para wanita itu nampak fokus melihat ke arah suami-suami mereka sampai mereka merasakan ada sesuatu yang janggal, "Bian? Astaga Bian kemana?." Alena baru sadar jika suara bayi gembul nya sudah tidak terdengar.
Ririn Hanny dan Dian melihat kesitar nya namun tempat nya terlalu ramai sehingga membuat mereka tidak bisa melihat si gembul.
"Tadi aku melihat Bian duduk di kursi." ucap Dian yakin.
Hanny mengangguk, "Aku juga melihat Bian sibuk memakan cake coklat tadi." Hanny ikut menyahuti.
Alena terdiam, dia tau putranya itu sangatlah aktif, dan tak hanya Alena Ririn juga tau jika cucu gembul nya itu sangatlah aktif, tak lama kemudian mereka mendengar suara di bawah meja, dan Alena langsung membuka meja yang tertutup kain putih itu.
"Astaga gembul." pekik mereka bersamaan, Sedangkan si gembul yang di tatap hanya tertawa seraya menyodorkan cake yang di pegang nya pada sang Mama, "Acolat nak nak." kata Bian dengan senyum manis nya.
Alena mengelengkan melihat kondisi putranya yang sangat kotor, bagaimana mungkin jas kecil serta kemeja itu nampak kotor dengn coklat, dan jangan lupakan pipi si gembul yang penuh dengan coklat juga.
"Nakal ya mbul." Alena mengeluarkan bayi nya dari kolong meja, lalu mengendong bayi nya.
Ririn Hanny dan Dian melihat Bian yang tertawa saat di gendong oleh Alena ke arah toilet, seketika mereka teringat akan pernikahan Hanny dan Zex dulu yang penuh dengan tangisan karna ulah Arka yang menjepretkan karet ke bokong para anak-anak kecil.
"Buah jatuh tidak jauh dari pohon nya." ucap para wanita yang menolak di panggil tua itu.
____________
🌹🌹🌹🌹🌹
Tangung ya😁
__ADS_1
Pasti nunggu MP nya, 🤣