Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Perasaan Amanda.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Hari ini tidak terlalu melelahkan, tapi entah kenapa hal itu tidak membuat Andrian menjadi senang, melainkan dia merasa sangat bosan jika tidak bekerja.


Pekerjaan membuat dia melupakan semua beban pikiran nya, selain itu dia juga tidak merasa kesepian lagi.


berdiam terlalu lama di Apartemen membuat Andrian selalu merasa rasanya di tinggalkan sendirian.


Jika orang bilang kalau move on itu mudah, maka tidak dengan Andrian, dia selalu merasa susah untuk melupakan bayang-bayang Lily dalam hidupnya, terlebih lagi Lily berpulang tidak sendiri melainkan dengan putri pertamanya, Ansela.


Ikhlas? mungkin kata itu mudah di ucapkan, tapi nyatanya Andrian tetap saja selalu mengenang masa-masa bersama almarhum istrinya, dan sekarang yang dia pertanyakan adalah ikhlas seperti apa yang harus dia lakukan? apa ikhlas dengan membuang memory? atau ikhlas dengan menghilangkan semua barang yang berkaitan dengan almarhum istrinya?.


Tring..


Suara notif pesan di ponselnya itu membuat Andrian teralihkan pandangan nya, perlahan Andrian mengambil ponselnya lalu mengusap layarnya, melihat siapa yang mengirim pesan ke ponsel nya.


"Selamat malam, tuan."


Andrian mengerutkan dahinya menerima pesan dari rekan kerjanya Amanda.


"Ya, siapa yang bilang siang." balasnya singkat dan terkesan dingin.


"He, iya tuan apa saya boleh bertanya?, sebelum nya maaf menganggu waktu istirahat anda,"


Kembali datang pesan, membuat Andrian lekas membaca nya lagi,.


Sudah tau menganggu kenapa juga bertanya, begitulah kira-kira ocehan Andrian yang masih di cekal dalam mulutnya tapi enggan tersampaikan.

__ADS_1


"Langsung saja ke pertanyaan nya." balas Andrian lagi singkat.


"Kemana dia? kenapa lama membalasnya?." oceh Andrian.


Lama Andrian menunggu namun tak ada balasan lagi dari Amanda, yang membuatnya kesal lalu melemparkan ponselnya ke ranjang nya dan berjalan ke arah kamar mandi.


Sedangkan di tempat lain nampak Amanda yang sedang memegangi ponselnya, wajahnya nampak resah dan gugup apalagi setelah dia memberanikan diri untuk mengirim pesan pada pria yang sekarang selalu menganggu pikiran nya.


Akhir-akhir ini Amanda memang selalu memikirkan sosok Asisten galak yang menjadi rekan kerja nya, apalagi setelah kejadian di hotel waktu lalu dimana Andrian menyuruhnya membuatkan kopi.


"Kopi nya lumayan, tidak manis tidak pahit, pas."


Meski hanya ucapan sederhana tapi sangat berkesan untuk Amanda, apalagi dia beberapa kali pernah jatuh tapi di tolong Andrian, dan Amanda merasakan jika jantung nya berdetak kencang saat bersama dengan Andrian.


Amanda mengetik pesan lagi, dan langsung dia kirimkan ke nomer yang bernamakan Asisten galak itu, wajahnya seketika memerah bak tomat yang sudah terlalu matang.


"Ya ampun Manda, setelah ini kamu bakalan malu banget kalo ketemu sama tuan Rian di kantor." gumam Amanda dengan tubuh yang masih salah tingkah.


Lagi pula Amanda juga sudah tau kalau Andrian itu adalah duda, dan sekarang juga dia tidak pernah mendengar tanda-tanda pria itu memiliki kekasih.


"Gimana kalo dia marah? terus nyuekin kamu." Amanda masih mengoceh sendiri sambil memeluk guling nya.


"Lagian kenapa juga sih Manda dari sekian banyak nya cwo ganteng di kantor kamu harus suka sama si galak itu, mana dingin nya udah kaya pulkas gitu lagi." Masih betah mengoceh dengan mata yang masih stay melihat ke layar ponselnya.


Ya memang banyak yang mendekati Amanda, selain dia adalah sekertaris CEO, Amanda juga memiliki wajah yang lumayan cantik, meski lulusan universitas biasa tapi Amanda memiliki kecerdasan yang cukup bisa di ancungi jempol.


Lama Amanda menunggu balasan nya, tapi nihil tak ada jawaban yang membuat Amanda kesal, akhirnya guling berwarna merah dengan gambar di tengahnya yang memakai foto salah satu actor korea yang bernama Cha Eun Wo pun, menjadi pelampiasan kekesalan nya.


"Arghhh gimana ini, kenapa tuan Rian ngak bales? apa dia ngak punya Kouta? atau dia lagi ngirit? secara dia kan di kantor terkenal sebagai Asisten matre bin hemat." kata Amanda, menduga-duga.

__ADS_1


Ya, dia masih ingat rumor yang beredar jika Andrian sering meminta bayaran tinggi, senarnya selain menyukai sikap Andrian yang cool seperti Oppa Korea, Amanda juga menyukai kepintaran yang di miliki rekan nya itu, masih teringat saat di acara pemegang saham dulu, dimana Andrian berhasil meyakinkan beberapa pemegang saham yang membuat hati Amanda meleleh bak es batu.


Karna tak mendapatkan balasan lagi membuat Amanda memilih untuk menonton flm kesukaan nya, memang di saat-saat seperti ini yang di penuhi kegundahan drakor adalah pilihan tepat untuk menaikan mood nya.


"I'm comeng Oppa." katanya sedikit berteriak, lalu mulai mengubah posisinya menjadi tengkurap dengan tangan yang menopang kedua pipinya.


Andrian yang baru selesai mandi dan selesai berpakain langsung naik ke ranjang, dia mengambil ponselnya lalu melihat notif pesan dari Amanda lagi.


"Apa anda menyukai sop buntut tuan? jika iya saya akan membawakan untuk anda besok, kebetulan besok saya akan bekal banyak."


Apa dia sakit? sejak kapan rekan nya itu perhatian padanya?, dan sekarang ingin membawakan makanan untuk nya, benar-benar di luar jangkauan.


"Maaf saya tidak menyukai sop buntut." balas Andrian lalu mematikan ponselnya.


Dia tidak suka wanita yang terlihat agresif seperti Amanda, semua itu mengingatkan nya dengan Lily yang dulu nya mati-matian mengejar cintanya.


Apalagi setelah mengetahui flm kesukaan Amanda sama dengan Lily itu membuat Andrian selalu teringat pada Lily lagi, dia ingin wanita di masa depan nya tidak memiliki sikap sama seperti Lily, atau lebih tepatnya kebalikan nya.


"Aku harus mengatakan pada dia kalau aku tidak menyukainya, aku tidak mau dia terus menerus mendekatiku." ujar Andrian sambil menutup layar ponselnya, dan langsung merebahkan tubuhnya.


Matanya masih terbuka menatap lekat ke atap yang memperlihatkan satu cicak yang nampak terdiam menempel di atap, terus melihat ke arah cicak membuat Andrian merasa memiliki nasib yang sama dengan cicak itu, dimana dia tinggal di apartemen mewah tapi dia tidak memiliki teman, atau lebih tepatnya hanya seorang diri.


"Apa aku bisa melupakan nya? apa semua itu tidak akan menyakiti perasaan nya?." gumam Andrian, di ingin mencari pengganti Lily, tapi ketakutan akan kemarahan Lily yang menunggu nya di alam sana membuat Andrian lebih memilih hidup sendiri.


Mungkin menunggu sebentar lagi, sampai dia memiliki jiwa ikhlas selebar samudra, dan mulai bisa menerima sosok baru yang akan menghiasi hari-hari nya lagi.


Karena tidak mudah untuk orang yang pernah pernah kehilangan bisa memulai kembali cintanya, apalagi sosok yang pergi adalah separuh hatinya, dan yang tertinggal hanyalah hati yang kosong.


_______

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa jejak, ♥️


__ADS_2