Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Rumah sakit.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Rey cepat !! kau sangat lammbat." Gerutu Rafa dengan kesal.


Rey menghela nafasnya kesal, dia mengerti posisi Rafa sekarang tapi dia juga tidak bisa banyak berbuat jalanan sangat padat dan mobilnya terjebak di kerumunan mobil lain, apalagi ini baru jam 7 pagi yang bisa di bayangkan kemacetan nya akan seperti apa.


"Tenanglah Rafa aku mengerti posisimu, tapi jalanan nya macet." tutur Rey mencoba menenangkan Rafa yang terus mengerutu sepanjang jalan.


"Kau bilang tenang !!, bagaimana jika kau di posisiku mendengar berita buruk tentang wanita yang kamu sayangi? apakau akan tetap tenang? hah!! ." teriak Rafa dengan penuh amarah.


Sebelumnya Rafa mendapatkan kabar buruk tentang istrinya dari Hany, Jantungnya serasa berhenti saat itu juga saat mendapatkan kabar jika istrinya sedang berada di rumah sakit.


Rafa benar-benar serasa hidupnya di permainkan bagaimana tidak kemarin dia hampir mati dan mengalami koma tiga hari dan sekarang saat dia bangun dari koma Rafa harus mendapatkan kenyataan pahit yang sangat membuatnya hatinya serasa teriris, dimana istri kesayangan nya sedang manahan sakit dengan posisi tanpa dirinya.


Rey tidak menjawab dia memilih diam dari pada harus menambah masalah, sedangkan Zex sadari tadi pria itu melihat ke luar kaca mobil, seperti mencari-cari sesuatu.


"Rey berhenti sebentar." ucap Zex lalu membuka pintu mobil.


Rey menurut dia memberhentikan mobilnya.


"Dia mau kemana Rey?." tanya Rafa yang melihat Zex keluar dari mobil.


"Entahlah, aku tidak tau." jawab Rey sambil melihat Zex yang sedang ngobrol dengan pria tua.


Zex kembali dengan membawa pria paruh baya, "Rey kau beri dia uang dan tuan ayo kita harus cepat." ucap Zex.


Rafa mengerutkan keningnya." kemana?." tanya Rafa heran.


"Saya meminjam motor bapak ini dan sebagai gantinya Rey kau berikan uang untuk bapa ini." tutur Zex yang di balas dengan tatapan kesal Rey.


Seakan mengerti dengan tatapan Rey, Zex menghela nafas." Tuan muda akan mengantinya, dasar matre." sambung Zex dengan nada kesal bagaimana mungkin di situasi seeprti ini dia memiliki sahabat yang sangat perhitungan seperti Rey, sungguh jika bukan teman Zex mungkin akan meninju si wajah garang itu.


" Tapi anak muda kau akan mengembalikan motor saya agi kan? itu motor kesayangan saya satu-satu nya harta berharga yang saya miliki, jadi saya tidak akan menjualnya." tutur si bapak panjang kali lebar.

__ADS_1


"Tenang saja saya hanya meminjam sebentar." jawab Zex. "Ayo tuan kita berangkat, kita tidak punya banyak waktu lagi." sambung Zex.


Rafa terdiam, "Apa tidak ada kendaraan yang lebih baik Zex? ini terlalu buruk bukan." Belum naik saja Rafa sudah ngeri.


"Tidak ada tuan hanya ini, sebaiknya anda cepat naik kita tidak bisa membuang waktu lagi, nona muda membutuhkan mu." ucap Zex yang membuat Rafa menghela nafasnya.


Rafa berpegangan pada jas yang di pakai Zex sungguh ini adalah pengalaman pertamanya memakai motor seperti ini, sedari dulu Rafa memang tidak terlalu suka dengan motor karna dia pernah mengalami pengalaman buruk di masa lalu yang membuat nya sangat tidak menyukai kendaraan beroda dua itu.


Zex dengan lihai nya menyelip ke setiap jalanan yang kosong bahkan saat ini pria bertubuh tegap yang memiliki tatapan tajam itu nampak memperlihatkan ketegangan melebihi Rafa yang posisinya ada di belakang nya.


"Zex kau tidak bisa pelan, aku tidak mau jatuh." gerutu Rafa dengan satu tangan yang memegang jas yang di pakai Zex kuat-kuat, tubuhnya yang masih lemah membuat pria itu harus memegang perutnya dengan satu tangan nya lagi.


"Tenanglah tuan jangan banyak bergerak, motor ini tidak memiliki rem." ucap Zex yang membuat Rafa melotot.


"Zex.. !!! "


"Tenanglah tuan, anda tidak akan mati cepat hanya karna jatuh dari motor, lagi pula sebentar lagi kita sampai." sahut Zex santai.


"Hupphhh.. " terdengar helaan nafas kesal Rafa.


🌹


Matanya menelaah ke setiap arah sampai Rafa melihat Hany yang baru keluar dari satu ruangan, dengan cepat Rafa berjalan ke arah Hany.


"Bagaimana kondisinya?." tanya Rafa. "Apa kata dokter?." sambung Rafa lagi bertanya.


Hany nampak berkaca-kaca bibirnya serasa kelu tidak mampu berkata sedikitpun.


Melihat Hany yang seperti itu Rafa yakin jika terjadi sesuatu yang buruk pada istrinya dengan cepat Rafa pun berjalan ke arah ruangan istrinya.


Ceklek..


pintu terbuka, Rafa berjalan dengan wajah yang tak terbaca menghampiri ranjang pasien yang tiduri istrinya, matanya tak terbendung lagi melihat wajah pias istrinya yang memperlihatkan betapa rasa sakit yang di rasakan istrinya.


"Sayang bangun lah, aku pulang." Ucap Rafa sambil mengenggam tangan istrinya.

__ADS_1


Ririn yang tertidur samar-samar Ririn mendengar suara suami yang dia rindukan." Mas, kamu pulang." Ririn melirik ke arah samping dan di lihatnya Rafa yang sedang mengenggam tangan nya sambil terduduk.


"Maaf.. aku membuatmu menunggu lama, aku janji tidak akan meninggalkan mu lagi." ucap Rafa sambil mencium tangan Ririn.


Ririn tersenyum." tidak apa, dokter bilang aku hanya terlalu banyak pikiran saja." ucap Ririn sambil tersenyum.


Rafa tau jika istrinya berbohong, tidak mungkin istrinya baik-baik saja bahkan wajah Ririn sangat pucat.


" Sudah makan?." tanya Rafa sambil membelai rambut Ririn.


"Emm..sudah tadi sama Hany." ucap Ririn. "Mas jangan salahin Hany, dia yang udah bawa aku kesini jangan marahin dia ya." pinta Ririn dia tidak mau suaminya melakukan hal yang tidak-tidak pada sahabatnya mengingat Hany tidak bersalah.


Rafa tersenyum." Iya sayang tidak akan, kamu istitahat dulu ya, aku ada urusan sama Zex sebentar." ucap Rafa sambil mengecup kening istrinya.


"Jangan lama-lama, aku masih merindukan mu Mas." ucap Ririn sambil memegang tangan suaminya.


" Iya, hanya sebentar." ucap Rafa lalu beranjak berdiri, saat berdiri Rafa meringis merasakan sakit di daerah perutnya.


Di tempat lain tepatnya di Lift hany di buat kaget karna saat masuk kedalam Lift ternyata di dalam nya ada pria yang dia kenali, tapi dia sedikit heran karna penampilan pria itu tidak serapih biasanya.


Kecangungan di terpa Zex dan Hany keduanya terdiam satu sama lain, sampai suara Lift terbuka membuat mereka tersadar dari lamunan nya masing-masing.


"Kak Rey dimana kak?." Basa-basi ala Hany.


Zex melirik, " dalam perjalan kesini." jawab Zex dengan wajah yang nampak aneh." Ada apa dengan penampilan mu? tumben pake anting, dan ini apa? Jepitan?." sambung Zex bertanya yang mana membuat Hany kikuk tak mampu menahan rasa malu karna ternyata perubahan nya bisa di lihat oleh pria yang di sukainya.


" Ahk ini, hanya pemakaian sementara, aku sedang mengikuti lomba kecantikan di kampus, lagi pula aku rasa anting dan jepitan ini cocok untuk ku." titir Hany dengan nada yang sedikit gugup.


Zex melihat secara Hany dari atas sampai bawah, memang tidak bisa di bohongi jika Hany memang terlihat lebih manis dan anggun jika memakai asesorise itu. "Ya kamu terlihat cantik." tutur Zex sambil berjalan.


Hany terdiam, "Dia bilang aku cantik? ohhh astaga aku rasa aku jatuh cinta lagi.. aaaaaa...Ibu ajari aku cara yang lebih dari ini." batin Hany setelah pulang kerumah nanti dia akan meminta ibu nya untuk mengajarkan banyak hal cara jitu meluluhkan pria dingin.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jejak !!


__ADS_2