Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Exstra part (Kiano dan Anaira}


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Mam Ndak cuka." rengek anak perempuan berusia tiga tahun.


"Mam, pliss." masih enggan menerima nasib rambut nya yang di kepang oleh Mama nya, dan di atas kepalanya juga di beri jepitan bunga yang menurut nya sangat jelek.


Anaira menghela nafas nya panjang saat melihat putrinya terus menerus merengek-rengek meminta kepangan di rambut panjang nya di hilangkan, entah apa yang di sukai putrinya itu, Anaira benar-benar kesal karena setiap mau di ajak ke rumah Mommy atau pun mertuanya putrinya pasti tidak mau di dandani.


"Lihat tuh anak mu, selalu saja ngak kau kalau lagi di dandani." sungut Anaira merajuk.


Kiano terkekeh melihat istrinya yang kesal dengan putrinya, Kinara Natasha Pariska, atau biasa di sapa dengan nama Nara memang tidak menyukai hal-hal berbau perempuan, bahkan untuk pakaian yang di pakaiannya sekarang pun sangatlah kontras dengan pipi chubby gemoy nya.


"Nara kan putri Mama dan Papa yang Sholehah, ayo minta maaf sama Mama, ngak baik loh marahan lama-lama nanti tidurnya ada yang gangguin." ucap Kiano menasehati putrinya.


"Abisnya Mama kepang rambut Nala terus, kan ndak suka Nala nya." ucap Nara cadel sambil menggaruk kepalanya, dan membuat mahakarya Anaira kembali rusak untuk sekian kalinya.


"Mama kan sayang sama Nara, lagian ya kalau menurut Papa Nara itu cantik kalau rambutnya di kepang, makannya Mama kepang rambut Nara." lanjut Kiano lagi.


Nara menatap pantulan wajahnya di cermin.


"Ndak ahk jelek.. kata Afan wajah Nala kaya badut, ihh serem katanya." Nara kembali berceloteh, dia justru ingat kata sepupunya yang selalu meledeknya dengan nama-nama aneh.


Kiano menghela nafasnya, Arfan anak kakak iparnya memang sangatlah nakal, bisa-bisa nya mengejek adiknya sendiri mirip badut.


"Masa sih kaya badut, tapi ko di mata Papa Nara kaya Cinderella ya." Kiano tersenyum ke arah putrinya.


Dan hal itu membuat Nara ikut tersenyum, pada dasarnya anak seumuran Nara ini memang sangat suka di puji, dan sebagai orang dewasa kita harus bisa mengerti sikapnya.


Cup..


Satu kecupan di pipi di berikan Nara untuk sosok Papa terbaik nya, di bandingkan dengan Mamanya yang selalu marah-marah Nara lebih sayang Papa nya, Papa nya sangatlah baik dan selalu memperlakukan nya layaknya seorang putri raja.


Anaira tersenyum, ada rasa bahagia saat melihat putri dan suaminya sedekat itu, Kiano memang suami dan Papa idaman untuk semua kaum istri dan anak, kata-kata nya yang lembut membuat siapa pun pasti akan langsung jatuh hati dengan semua yang di miliki pria sejuta pesona itu.


"Aku memang benar-benar beruntung memilikinya, dia milik ku dan selamanya begitu." batin Anaira tamak, dia benar-benar tidak akan melepaskan suaminya pergi dari pelukan nya.


Lain hal nya.dengan Kiano, bagi Kiano dialah yang beruntung memiliki Anaira dan sibuah hatinya Kinara, tanpa keduanya Kiano tidak tau apakah dia masih bisa sebahagia ini, kebahagian nya ada pada istri dan putrinya, keluarga kecilnya, tidak yang lain nya


"Mama enggak?." Anaira memperlihatkan wajah cemburunya, putri nya menang lebih dekat dengan suaminya, dan hal itu yang membuat Anaira ingin menambah anak, tapi naasnya tuhan berkata lain, rahimnya sangat kering dan sulit untuk hamil lagi.


Nara menatap sang Papa yang mengangguk kecil, dan akhirnya Nara mendekati sang Mama.

__ADS_1


Cupp..


"Jangan marah-marah lagi ya Mam." kata Nara setelah mengecup pipi sang Mama.


"Iya tapi Nara juga ngak boleh nolak kalau Mama mau keepangin rambut Nara lagi." Kata Anaira sambil memeluk tubuh kecil putrinya.


Setelah adegan berpelukan itu Nara menatap Mama dan Papa nya.


"Boleh ngak Nala potong rambut, Nala mau rambut kaya Afan." ucap Nara polos.


Dan hal itu seketika membuat Anaira yang baru luluh hatinya kembali menampilkan wajah kesal nya.


Membuat Kiano memegang tangan istrinya agar istri nya tidak marah.


"Loh ko mau potong rambut?, rambut Nara kan bagus, wangi." kata Kiano lembut.


"Gatal Pa, kata Afan rambut Nara banyak kutunya, Afan juga bilang kalau ngak gundul nanti rambut Nala akan kaya zombie, Pa." Nara berkata sesuai dengan perkataan sepupunya.


Aniara benar-benar tidak habis dengan keponakan yang satu ini, selalu saja menjahili putrinya, dan lebih mengesalkan lagi putrinya selalu percaya dengan kebohongan yang di berikan Arfan, si bocah nakal sekaligus keponakannya itu.


"Ngak ada acara potong rambut, Mama ngak mau ya kamu potong rambut." sungut Anaira sambil berjalan pergi meninggalkan anak dan suaminya.


Dia akan mengadukan kenakalan yang di lakukan Arfan pada kakak nya.


"Hallo kak." panggil Anaira dengan wajah kesalnya.


"Iya, ada apa Ira, tumben telpon." tanya Arka di sebrang sana.


"Itu si Arfan ngapain coba jahilin adik nya, aku pusing tau kak liat Nara mau potong rambut gara-gara di jahilin Arfan katanya di rambutnya banyak Kutu." sungut Anaira panjang kali lebar.


Di sana hanya terdengar suara cekikikan kakaknya, yang membuat Anaira semakin kesal.


"Kak."


"Kakak."


"Iya Ira, kakak akan bilangin pada keponakan mu yang ganteng itu biar ngak jahilin adiknya lagi, sudah ya kakak mau meeteng dulu, kamu jangan banyak marah-marah nanti cepat tua tau." dan tanpa menunggu jawaban dari adiknya Arka langsung mematikan ponselnya sepihak.


Arka tau jika adiknya akan marah besar, dan benar saja saat ini Anaira menampilkan wajah cemberutnya, tidak terima di sebut cepat tua.


"Sayang." panggil Kiano.


Anaira yang sedang kesal melirik suaminya, lalu menghela nafas nya kasar.

__ADS_1


"Kenapa lagi, mau di turutin? ngak tau apa bagaimana susahnya aku panjangin rambut anak kamu, enak aja main acara potong-potong rambut." Anaira masih belum ikhlas jika putrinya memotong rambut.


Kiano mendekati istrinya, dia tau sekarang istrinya pasti sedang merajuk, inilah tugasnya sebagai suami, selain menjadi kepala rumah tangga yang bertanggung jawab untuk keluarga kecilnya dia juga harus bisa membuat istrinya tersenyum.


"Nara kan masih kecil, dia mudah mendengarkan ucapan siapapun termasuk Arfan, kamu tau kan Nara itu bukan anak yang suka dengan hal berbau peri." kata Kiano.


"Kita memang orang tuanya wajib memberikan yang terbaik untuk anaknya, tapi jika anaknya tidak mau bagaimana? bukan kah setiap anak memiliki kemauan nya sendiri?, dan seperti nya Nara kita itu tomboy sayang, dia tidak menyukai fashion yang kamu terapkan pada kehidupan nya, dia lebih menyukai fashion yang kontras." lanjut Kiano lagi memberi pengertian pada istrinya.


Dia tidak mau istrinya mengekang putrinya sejak dini, orang tua memang wajib mengatur setiap anaknya, tapi anak bukan boneka yang bisa seenaknya di kendalikan, hal itu bisa berdampak pada ke hidupan anak di masa mendatang dimana dia akan berontak karena terlalu banyak larangan dan kekangan yang membuatnya tidak bisa memilih.


"Jadi aku harus apa?, membiarkan nya potong rambut gundul?." Anaira benar-benar tidak rela.


Kiano menggeleng cepat, putrinya tidak mengatakan ingin menggunduli rambutnya, melainkan ingin rambutnya lebih pendek dari sebelumnya, alasan nya karena Nara merasa risih memiliki rambut panjang.


"Di sekolah Nala ngak bisa fokus, teman-teman Nala pada bilang Nala kaya hantu soalnya rambutnya terlalu panjang Pa,"


"Hanya potong sampai sebahu aja, boleh kan?." tanya Kiano lembut sambil tersenyum.


Huh..


Mana tahan Anaira dengan senyuman pria tampan di depan nya.


"Sebahu aja ngak lebih ya, kalau terlalu____" ucap Anaira terpotong.


"Kan bisa di panjangin lagi." kata Kiano.


"Tapi kan lama."


"Ngak lama, yang penting ikhlas dulu."


Huh..


"Iya deh, boleh." kata Anaira akhirnya mengijinkan putrinya potong rambut, dia tidak mau berdebat lagi, yang paling terpenting putri nya tidak jadi gundul, itu saja.



Rambut panjang nya Kinara Natasya Pariska ♥️


gemoy ngak si?



Setelah potong rambut malah tambah menjadi-jadi, dan rengek-rengek minta di balikin lagi rambutnya😜

__ADS_1


Ada Exstra part juga buat Andrian dan Nana♥️ di tunggu ya😊


__ADS_2