Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Cinta sejati.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Selamat tuan bayi anda berjenis kelamin laki-laki, kondisinya sehat hanya saja berat badan nya hanya 2,8 kg." tutur si dokter memberikan selamat.


Rafa terdiam mendengar kabar gembira ini, ternyata anaknya adalah laki-laki sungguh dia sangat bahagia karna keturunan pertamanya adalah laki-laki, sebenarnya mau jenis kelamin nya laki-laki atau pun perempuan tidak masalah untuk Rafa hanya saja Rafa akan lebih senang jika anak pertamanya laki-laki.


"Dimana anak ku?." tanya Rafa penasaran.


"Bayinya masih di mandikan setelah suster membawanya keruangan yang di tempati nona muda kemarin, anda bisa melihatnya." tutur sang dokter lagi.


Lalu Rafa teringar akan istrinya, dia mendengarkan suara tangisan bayi tapi dia tidak mendengarkan suara istrinya.


"Bagaimana kondisi istriku?." tanya Rafa lagi pada dokter yang baru keluar dari ruangan yang berisi istrinya, kini raut wajahnya menjadi cemas lagi.


Dokter itu menghela nafasnya berat, "Kami sudah melakukan yang terbaik tuan, tapi tuhan berkehendak lain." ucap sang dokter.


Deg.. jantung Rafa serasa tidak berpungsi saat mendengar ucapan si dokter.


"Apa masud mu hah, istriku dimana dia !! kau apakan istri ku hah !!." Rafa benar-benar tidak bisa mengontrol emosinya, apalagi mendengar ucapan dokter tadi yang membuat nya hampir kehilangan akal sehatnya.


Rey mencoba menenangkan Rafa dengan menepuk pundak Rafa pelan, namun bukan nya Rafa tenang dia malah hampir meninju Rey yang membuat pria itu bergedik ngeri takala Rafa yang dulu kini kembali hidup di lihat dari tatapan nya saja Rey sudah ngeri sendiri.

__ADS_1


"Astaga nona, saya mohon anda harus hidup jika tidak saya tidak bisa membayangkan nasib orang-orang disekitar anda yang akan menjadi pelampiasan amarah si tuan kejam." batin Rey.


"Kondisi nona muda saat ini sangat lemah tuan, nona mengalami kondisi dimana nona hanya bisa tertidur dan mendengarkan tanpa bisa membuka mata maupun mengerakan organ tubuh lain nya, kondisi itu bisa di samakan dengan Kritis tapi nona lebih beruntung karna detak jantung nona masih normal hanya saja ada sesuatu yang tidak bisa di jelaskan secara ilmiah tentang kondisi yang sedang di alami nona saat ini." Sambung si dokter lagi.


Rafa mengelus dadanya merasa sedikit lega karna istrinya tidak benar-benar pergi meninggalkan Ririn masih hidup dan itu artinya tuhan mendengarkan doanya. " Terimakasih tuhan, terimakasih." ucap Rafa sambil berjalan hendak masuk kedalam ruangan oprasi.


"Tuan sebaiknya anda menunggu di ruangan nona muda saja karna nona akan di pindahkan." ucap sang dokter yang membuat Rafa dengan cepat mendelik tajam ke arah si dokter yang berbicara.


🌹


Ririn sudah di pindahkan ke ruangan yang steril lagi, di tubuhnya terdapat banyak alat-alat medis yang membantu dia untuk bertahan hidup, wajahnya nampak pucat pasi dengan mata yang tetap terpejam.


Rafa memegang tangan istrinya, mencium tangan Ririn berkali-kali agar Ririn cepat bangun dari masa kritisnya.


namun sayang nya Ririn tetap menutup matanya.


Rafa benar-benar tidak bisa membendung rasa sedihnya, dia terus terisak merasakan rasa sakit yang luar biasa, "Bukan kah kamu bilang kamu mau kita hidup sampai tua memiliki banyak anak dan banyak cucu bersamaku? kamu lupa akan janjimu dulu?." Rafa benar-benar rapuh melihat Ririn yang nampak tak berdaya dengan alat medis yang menempel banyak di tubuh istrinya.


Rafa bangkit dari duduknya dia berjalan ke arah Box bayi yang ada di sebrang ruangan yang di tempati istriny, Rafa melihat bayi laki-laki berkulit putih yang ada di dalam box bayi itu, air matanya benar-benar tidak bisa di bendung lagi dia benar-benar merasakan rasa sedih yang sangat mendalam.


"Sayang lihatlah dia tampan, dia ingin bisa tidur di pelukan mu." ucap Rafa sambil terisak.


Zex Rey dan Hany yang duduk di sofa sudut ruangan ikut sedih dengan kondisi Rafa yang sangat kacaw itu, mereka ikut merasakan apa yang di rasakan si tuan muda, tidak mudah menerima kenyataan jika orang yang di cintai nya mengalami nasib naas tapi takdir tuhan tidak bisa di hindari.

__ADS_1


"Ririn bangunlah lihat lah suami dan anak mu membutuhkan mu, aku tau kamu gadis kuat, bangun lah buka matamu." batin Hany.


"Nona muda ini pertama kalinya saya menangis setelah belasan tahun saya menangisi kepergian ibu saya, saya mohon nona tuan muda sangat mencintaimu, jangan biarkan dia masuk kedalam jurang kegelapan lagi." batin Zex.


" Nona kau tau? ini pertama kalinya aku melihat si kejam menangis, dulu saat kematian mantan nya dia tidak menangis sampai sekacaw ini, tapi sekarang aku benar-benar melihat si kejam seperti anak yang menangis meminta jajan pada ibunya." batin Rey.


Eakkk... suara tangis bayi mulai terdengar di telinga Rafa dan penghuni lain nya membuat semuanya replek melihat ke arah box bayi.


"Aku memberinamanya Arkasya Ammar Raid, bagaimana bagus bukan?..Sayang aku mohon bangun lah aku benar-benar tidak bisa hidup tanpa mu dan Brukkkk..." Rafa pingsan setelah mengatakan ucapan terakhir nya dengan darah yang kembali mengalir di perutnya.


Dan saat bersamaan juga alat pendeteksi detak jantung yang ada di samping Ririn juga bersuara dengan cepat, Rey Zex dan Hany saling bertandangan lalu satu detik kemudian mereka membagi tugas dimana Hany memegang bayi Arka, dan Zex memanggil dokter sedangkan Rey sendiri menjaga Rafa dan Ririn.


"Mereka benar-benar memiliki cinta sejati, bahkan saat Rafa ambruk Ririn seolah mengetahui apa yang Rafa rasakan, keduanya sama-sama saling terikat. ya tuhan aku tau aku adalah hambamu yang penuh dengan dosa, tapi ku mohon kali ini saja aku mau meminta belas kasihan dari mu tuhan, aku mohon jangan ambil mereka berdua, aku tau aku memang bukan orang baik dan tidak pantas meminta apapun dari mu tapi aku bersungguh-sungguh tolong jagan biarkan mereka berdua pergi, putra mereka masih membutuhkan mereka." batin Rey sambil terisak, air matanya benar-benar jatuh tak terhalangi seolah bocor.


Sedangkan Hany sendiri yang sibuk memberikan susu formula pada babby Arka nampak terisak-isak melihat bayi mungils yang sedang menangis itu. " Tuhan jangan ambil mereka anak ini masih sangat kecil untuk di tinggalkan, aku mohon jangan buat anak ini menjadi anak yang kekurangan belaian kasih sayang orang tua." ucap Hany di sela-sela isak tangisnya.



Hallo kakak Readers kenalin nama aku Arkasya Ammar Raid❤ salam kenal semuanya😙


____________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Masih gantung? tapi ini udah 1050 kata lebih loh.


Ada Upp lagi tapi ngak tau jam berapa soalnya Author masih bocil yang masih punya hobby main hhe😅


__ADS_2