
^^H A P P Y R E A D I N G^^
๐น๐น๐น๐น๐น
Seperti senja-senja biasanya Anaira selalu melewatkan senja itu dengan kesibukan nya di kantor, menjadi CEO di perusahaan Daddy nya membuat Anaira harus mau menutup masa mudanya dengan setumpuk berkas-berkas yang ia kerjakan setiap hari nya.
Kini tidak ada lagi acara main-main, dia harus bisa bertanggung jawab dengan semua yang dia lakukan sekarang, termasuk dengan perusahaan sang Daddy yang kini berbalik menjadi nama nya, padahal semula Anaira sudah senang jika Arka sang kakak yang mengelola perusahaan Daddy nya, tapi nasib malah membuat nya terjebak menjadi CEO salah satu pekerjaan yang sangat tidak di minati Anaira.
"Ini berkas nya nona." ucap Kiano sambil manaruh map berwarna biru di meja kerja Anaira.
Tanpa menjawab Anaira langsung menandatangani berkas itu, dan hal itu membuat Kiano yang sekarang bekerja menjadi Sekertaris Anaira menetap nya dengan tajam.
"Sebaiknya anda periksa dulu berkas nya nona, itu bukan berkas biasa di dalam nya ada data keuangan beberapa hotel yang ada di luar kota." kata Kiano dengan tegas.
Anaira menoleh, dia menyimpan pulpen nya ketempat semula, membenarkan berkasnya lalu di pindahkan kesamping nya, "Aku percaya sama kakak, ngak mungkin kakak ngasih berkas aneh-aneh ke aku." ucap Anaira sambil menatap pria yang masih betah berdiri jauh di depan nya itu.
"Perusahaan membutuhkan pemimpin yang cermat dan pintar nona, bagaimana mereka bisa bekerja dengan cermat jika anda sendiri memberikan contoh seperti ini." Kiano kembali bersuara, dia tidak suka orang yang tidak profesional seperti yang di lakukan nona muda nya.
"Berhenti mengatakan nama nona kak, panggil kau Ira saja." kata Anaira, dia benar jengah dipanggil nona terus menerus.
Kiano hanya berdehem dia tau seperti apa sikap Anaira, dan Kiano jelas tidak menyukai sikap itu, baginya di dalam pekerjaan dia harus profesional dan edukatif dalam bekerja, tidak ada kata yang menyeleneh seperti yang di katakan Anaira barusan.
"Maaf nona, saya di sini hanya pekerja sekaligus bawahan anda, jadi saya harap anda tidak memanggil saya kakak jika dalam masalah pekerjaan." kata Kiano lagi, jujur saja kata-kata ini sering dia lontarkan pada Anaira, tapi nihil Anaira sama sekali tidak mendengarkan ucapan nya.
Huh..
Anaira menghela nafasnya Kiano sekertaris nya sekaligus pria yang di sukainya itu sama sekali tidak bisa di ajak kompromi, bahkan pria itu selalu saja bersikap seolah-olah Anaira adalah majikan nya, dan hal itu jelas sangat tidak di sukai Anaira yang sejatinya mencintai Kiano.
"Persiapkan diri anda nona, tiga jam lagi kita harus menghadiri acara makan malam di hotel Xxxx." ucap Kiano lagi, dia berusaha untuk bersikap seperti biasanya, dia ingat perintah sang papa yang mengatakan jika dia adalah pegawai yang harus memberikan pelayanan pada tuan nya dengan baik, dan Anaira adalah bos nya.
"Bisa tidak aku tidak datang? aku malas." ucap Anaira sambil mengembangkan pipi nya, seharian sibuk bekerja di kantor dengan berkas-berkas warna-warni jelas membuat kepalanya sedikit pening.
Kiano mendeketat, dia memberikan obat dan segelas air minum, "Maaf nona, tapi semua nya sudah di rencanakan di sana ada banyak pemegang saham yang pastinya akan menantikan kehadiran nona, jika nona tidak datang mungkin saja mereka akan kecewa." ucap Kiano lagi.
Sebenarnya dia tau jika Anaira lelah, tapi mau bagaimana lagi Kiano tidak mau citranya di depan Om Rafa jelek, dia ingin bekerja dengan penuh tanggung jawab, dan Kiano tidak mau jika Anaira gagal menjalani tugasnya untuk mengembangkan perusahaan.
"Baiklah, terimakasih untuk obat dan minum ini." ucap Anaira terdiam sebentar. "Ayo antar aku ke salon, aku sedang malas berdandan." sambung nya lagi sambil beranjak berdiri dan mengambil ponsel serta tas selempang nya.
__ADS_1
Keduanya keluar dari ruangan CEO, Anaira dan Kiano berjalan beriringan dengan wajah yang sama-sama datar, bahkan banyak karyawan lain yang mengatakan jika Anaira dan Kiano dalam paket dingin yang komplit, keduanya di sebut-sebut couple pasangan dingin yang paling hot.
Sesampai nya di lobby utama Anaira berdiri, dia menunggu Kiano yang tengah mengambil mobil di parkiran, dan tak lama kemudian mobil nya datang membuat Anaira langsung masuk kedalam mobil.
Sepenjang perjalanan keduanya hanyaa diam, Anaira yang sibuk dengan ponselnya sedangkan Kiano yang disibukan dengan menyupir, pandangan nya lurus ke depan dan sesekali menoleh ke arah kaca spion depan yang memperlihatkan Anaira.
Wajah lelah itu nampak jelas, tapi Kiano tau menjadi Anaira bukan lah hal gampang, dia tau semua keluh kesah yang di rasakan gadis itu karna Kiano dan Anaira sudah berteman sejak kecil.
"Kak, aku mau rujak yang di sebrang jalan." kata Anaira membuka suara, tapi meski begitu pandangan nya masih menatap ke arah yang sama yaitu pada ponselnya.
Kiano menepikan mobilnya di tepi jalan, beruntungnya di ujung sebrang jalan dia melihat penjual makanan yang di inginkan si nona muda nya, tanpa berlama-lama Kiano langsung melangkahkan kakinya untuk mendekati si penjual rujak.
Sambil menunggu jajanan yang di belikan Kiano Anaira menatap ponselnya, dia melihat beberapa foto-foto nya saat masih duduk di bangku SMA, di situ ada banyak foto nya dan foto sikembar yang nampak sedang tersenyum.
"Dia berubah sepeninggalmu kak, sejak kamu meninggalkan kita aku tidak mengenalnya lagi." ucap Anaira sambil menatap ke layar ponsel itu dengan tatapan yang penuh arti.
Banyak kenangan yang dia lewati semasa SMA, dan semu itu hanya menjadi angan saja, karna semuanya sudah tidak sama lagi, Kiano pria yang dulu nya sempat sangat dekat dengan nya kini menjauh seiring berjalan nya waktu apa penyebab nya Anaira pun tak tau tapi yang Anaira tau hanya Kiano yang menjauhinya.
"Ini rujak nya." ucap Kiano yang ternyata sudah membelikan rujak.
"Ahk, terima kasih kak." ucap Anaira sambil mengambil rujak yang di berikan oleh Kiano.
Siang berganti malam Anaira sudah siap dengan pakaian nya yang sangat anggun, gaun selutut berwarna putih itu melekat di tubuhnya, mewah namun sopan, itulah yang utama.
Anaira berjalan berdampingan dengan Kiano, jika di lihat dari segi kecocokan keduanya nampak sangat serasi, Anaira yang cantik dan Kiano yang tampan, perfect begitulah pandangan orang saat melihat Anaira dan Kiano yang ke sana kemari selalu berdua.
Banyak para kolega dan pemegang saham yang menyapa nya, dan menanyakan perkembangan bisnis nya, dan Anaira menjawab semua pertanyaan itu dengan ramah, dan tentunya santun memakai kata-kata yang penuh ketegasan yang membuat wibawa nya nampak jelas di mata para kolega dan pemegang saham nya.
"Saya permisi, tuan." ucap Anaira sopan, dia berangsur mundur dari kumpulan para bapak-bapak itu, matanya menelaah melihat sekitar terlihat seperti mencari sesuatu.
"Kak Kiano kemana ya." ucapnya sambil melihat sekeliling, tadi Kiano meninggalkan nya saat sedang mengobrol bersama para pemegang saham dan kolega.
Saat sedang berjalan mencari Kiano Anaira malah hampir jatuh karna terpeleset, beruntung ada seseorang yang memegang tangan nya sehingga Anaira tidak jadi jatuh.
"Kamu tidak apa?." tanya pria itu.
Anaira mengeleng, "Tidak apa, terimakasih tuan." ucap nya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Namaku Anton, dan Siapa nama mu?." tanya pria itu sambil mengulur kan tangan nya.
Sebenarnya Anaira tidak suka mengobrol dengan orang yang tidak dia kenal, apalagi ini orang baru, tapi berhubung pria itu telah menyelamatkan nya jadi Anaira memilih untuk berkenalan dengan pria itu.
"Saya Anaira, tuan." ucap Anaira sambil menjabat tangan si pria.
Pria itu tersenyum, "Senang berkenalan dengan wanita secantik anda nona." ucap pria itu sambil menatap Anaira dengan pandangan aneh.
Dan Anaira merasakan risih di tetap aneh seperti itu, dia tidak menjawab ucapan terakhir dari pria yang bernama Anton itu, Anaira malah melihat ke sana kemari masih mencari sosok Kiano.
"Mari minum, saya tidak memiliki teman dan maaf anda juga sama bukan?." ucap pria bernama Anton itu tak lupa dengan senyuman aneh nya lagi.
"Maaf, tuan tapi saya tidak suka minuman seperti itu." tolak Anaira cepat, " Saya permisi pacar saya sudah datang." sambung Anaira sambil berjalan sedikit cepat, dan saat di rasa sudah aman Anaira langsung mengusap dadanya pelan.
"Aman." ucap nya lega.
"Aman apanya?." tanya Kiano yang tiba-tiba ada di belakang nya, dan hal itu membuat Anaira replek memegang dadanya lagi.
"Ngagetin, kakak kemana aja sih?." tanya nya kesal.
Kiano tak menjawab, dia malah membenarkan pakaian Anaira yang sedikit terbuka di bagian dadanya.
"Itu kamu sobek kenapa?." tanya nya sambil memegang baju Anaira yang sobek bagian depan nya.
Dan saat itulah Anaira baru paham kenapa pria tadi menatapnya aneh, dengan replek Anaira menutup dadanya dengan kedua tangan nya, "Mati aku." ucapnya sambil membalikan tubuhnya, merasa malu.
Kiano membuka jas nya lalu memberikan nya pada Anaira, "Pakai ini, acaranya sudah hampir selesai, mau pulang? atau____ " ucap nya terhenti saat melihat Anaira yang nampak menggembungkan pipi nya.
"Kenapa?." tanya Kiano aneh.
Anaira mengelengkan kepalanya, "Ngak papa, ayo pulang, Mommy Daddy pasti udah nunggu." ucap nya engan melihat ke arah Kiano, terlalu malu untuk Anaira menatap pria itu, dia malu dengan pakaian nya yang bisa-bisa nya sobek di bagian dadanya.
__________
๐น๐น๐น๐น๐น
Biar ngak bosen๐ Author akan kasih semua part pemeran yang lain nya, dan sekedar info kalau Cerita Babby Bian akan di pisah, jadi sebentar lagi Author akan buatin cerita Bian dengan judul yang sama ^^Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2^^
__ADS_1
Tapi ngak sekarang ya, mungkin bulan depan atau bulan depan nya lagi๐
Jejak !!