
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Di dalam ruangan kerja nya Andrian nampak sibuk bekerja, di sofa yang ada di sudut ruangan nampak Lili yang tengah memainkan ponsel nya dengan wajah yang sangat serius.
Setidaknya gadis itu tidak membuat Andrian merasakan gangguan saat bekerja, Lili menepati janji nya untuk tidak menganggu Adrian bekerja, tapi meski begitu Lili juga terus mendumel dalam hati karna merasa di abaikan.
Jam menunjukan pukul 11:30, Lili beranjak dari duduknya dan menaruh ponselnya di meja kecil yang ada di dekat sofa, ia melangkahkan kakinya ke arah pria yang kini tengah memakai kacamata yang di taruh di hidung dengan pensil yang terus di putar-putar.
"Kak." ucap Lili pelan.
Andrian menoleh, dia tau jam sudah menunjukan waktu makan siang, tapi mood nya sedang buruk dia tidak berselera untuk makan.
"Makanlah duluan, aku sedang banyak pekerjaan." ucap Andrian.
Lili menatap tunangan nya dengan wajah kesal, dia tidak suka dengan orang tidak tepat waktu seperti menunda waktu makan, baginya segala hal harus sesuai dengan anjuran yang di tentukan, dan jam sudah menunjukan waktu istirahat yang berarti harus makan ataupun bersantai.
"Aku bilangin bunda ya, kakak ngak makan." ancam Lili, percayalah Andrian adalah tipe pria yang takut dengan wanita.
Hufhh.
"Baiklah ayo kita makan siang." ucap Andrian, mau tak mau di harus menuruti keinginan tunangan kecil nya, Andrian malas meributkan masalah kecil.
Mendengar persetujuan Andrian Lili langsung tersenyum senang, dia langsung merapihkan pakaian nya yang acak-acakan itu, mengoleskan sedikit liptin di bibir tipis nya yang membuat bibir mungil nya nampak sedikit berwarna.
Andrian berdiri lalu berjalan mendekati Lili yang tengah tersenyum padanya, "Hapus pewarna di bibir mu, kamu masih kecil jangan pakai pewarna seperti itu." ucap Andrian sambil berjalan lurus.
Lili melihat tampilan bibir nya di layar ponsel nya, yang dia lihat hanya wajah nya yang cantik dengan tambahan warna bibir yang tidak terlalu merah, ombreh atau merah di bagian dalam nya saja, dan sekarang Andrian malah menyuruhnya untuk menghapusnya.
"Kak, tunggu." ucap Lili, dia tidak menghapus pewarna di bibir nya, lagi pula Lili tidak mau dianggap sebagai adiknya Andrian, dia malas jika semua orang yang melihatnya selalu mengatakan jika Lili dan Andrian seperti kakak adik bukan pasangan yang sudah bertunangan.
Lili masuk kedalam lift bersamaan dengan itu ada seorang wanita yang ikut memakai lift bersama dengan mereka.
__ADS_1
tatapan tak suka berhasil Lili layangkan pada wanita di depan nya, dia tidak suka jika calon suaminya di tatap aneh oleh wanita lain.
"Maaf mbak nya, dia calon suami aku, mening mbak nya cari yang lain aja, kak Andrian ngak suka tanteu-tenteu." ucap Lili sambil memperlihatkan jari tangan nya yang nampak memakai cincin, lalu ia memegang tangan Andrian dengan posesif.
Andrian hanya menghela nafasnya, begitulah Lili sangat posesif dan juga tidak memberikan celah untuk pelakor mengusik hubungan keduanya.
Wanita itu berdehem untuk menghilangkan kegugupan nya, dia baru tau jika Andrian memiliki selera anak kecil, dia pikir Andrian menyukai wanita yang berkelas seperti dirinya, tapi ternyata dugaan nya salah besar.
"Maaf dek, saya ngak maksud buat rebut tuan Andrian dari adek." ucap wanita itu cangung.
"Jangan adek mbak, panggil nya Lili aja..berasa kaya anak kecil aku kalo di panggil adek." ucap Lili sambil tersenyum.
"Ayo sayang." ucap Lili sambil melangkahkan kaki nya, keduanya berjalan meninggalkan si wanita yang nampak memandang pasangan itu dengan tatapan pilu, baru saja dia akan mengumumkan pelepasan masa menjanda nya tapi khayalan nya pudar karna Andrian pria muda yang sering menganggu nya di waktu makan siang itu ternyata sudah memiliki calon istri.
"Calon berondong muda ku di rebut anak kecil." ucap wanita itu sambil memegang dadanya yang terasa sakit.
Sesampai nya di restoran yang tempat nya dekat dengan kantor, Lili dan Andrian langsung duduk di kursi yang berhadapan, dan tak lama kemudian seorang pelayan datang menghampiri meja nya.
Lili memesan makanan kesukaan nya begitupun Andrian yang memesan makanan yang sama dengan Lili, bahkan minum nya pun keduanya sama-sama memesan es teh manis hangat.
"Ngak papa, hehe kakak ganteng kalo pakai dasi itu." ucap Lili pelan, wajah nya merona setelah mengatakan pujian itu, bagaimana tidak jelas-jelas dasi berwarna biru itu adalah pemberian dari Lili.
"Terimakasih." ucap Andrian bingung harus berkata apa, yang di balas dengan anggukan kecil dari Lili.
Di tempat yang sama nampak Rico dan Kelle yang juga sedang makan sing bersama di restoran yang sama, keduanya nampak menikmati makanan yang tersaji di meja.
"Pelan-pelan sayang, tidak akan ada yang mengambil makanan mu." kata Rico sambil mengelap pinggir bibir istri nya.
Kelle mengangguk sambil tersenyum, "Maaf, tapi ini sangat enak sayang." kata Kelle, sekarang kata sayang itu telah keluar dengan lancar dari bibir tipis nya, Kelle sudah mencintai Rico.
Rico melihat tingkah istrinya yang nampak seperti anak kecil, dia menjadi gemas sendiri melihat nya, bahkan perut buncit Kelle semakin membuat penampilan Kelle semakin seksi di mata Rico.
Dengan beralasan ngidam Kelle meminta untuk di antar ke restoran ini, menu makanan di restoran yang di pijak nya membuat Kelle ngiler, bahkan untuk seminggu ke depan Kelle meminta Rico untuk selalu mengantarkan nya ke Restoran ini.
__ADS_1
"Kamu suka?." tanya Rico.
Kelle mengangguk, "Iya aku suka, makanan nya enak banget." sahut Kelle masih sibuk dengan acara makan nya, dan Rico hanya tersenyum sambil sesekali membenarkan rambut Kelle yang menurutnya menganggu acara makan sang istri tercinta nya.
Dari kejauhan nampak Andrian yang sedang makan dengan Lili, keduanya makan dengan Andrian yang terus melihat ke depan, tatapan nya masih tetap lurus melihat setiap apa yang di lakukan Kelle dan Rico.
"Kakak liat apa sih? fokus amat." ucap Lili sambil mengerucutkan bibirnya sebal.
Andrian menoleh, dia langsung mengusap dadanya pelan lalu menatap Lili dengan senyuman yang di paksakan, "Kenapa? mau di suqpin?." tanya Andrian.
Ragu-ragu Lili mengangguk, sebenarnya dia kesal karna terus menerus di abaikan Andrian, tapi Lili juga tidak mau melewatkan momen yang sangat langka untuk nya dan Andrian.
Dengan perlahan tangan Andrian mengambil sesendok makanan dan Lili menerima suapan itu dengan cepat, mengunyah makanan itu dengan wajah masam nya.
"Jangan cemberut, muka nya jadi jelek." ucap Andrian sambil mencubit gemas pipi Lili.
"Kakak." rengek Lili tak suka.
Andrian menghela nafasnya pelan lalu kembali memberikan suapan nya lagi, "Maafin kakak, ayo makan lagi." ucap Andrian sambil tersenyum.
Lili kembali menerima suapan itu, dengan wajah yang masih kesal, dan hal itu membuat Andrian memegang tangan Lili.
"Jangan seperti itu, Lili sayang jangan marah ya..nanti cantik nya ilang." ucap Andrian sambil mencium tangan Lili dan hal itu jelas saja membuat Lili melongo tak percaya, tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba saja Andrian berubah sikap nya.
"Kakak ngak demam kan?." ucap Lili masih tak percaya.
Andrian mengelengkan kepala nya dia kembali mengecup lengan Lili lagi, "Ayo makan lagi, aku suapin ya." kata Andrian lagi, dan Lili hanya mengangguk kecil meski dia masih merasa heran dan aneh dengan perilaku mendadak yang di tunjukan tunangan nya itu.
"Si kakak kepentok apaan ya sampai jadi bisa berubah dalam hitungan menit gitu, jangan-jangan ini semua berkat bibir merah aku yang menggoda." batin Lili beragumen sendiri.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa jejak !!!