Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Liburan Zex dan Hany.


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G..


🌹🌹🌹🌹🌹


Di tempat inilah sekarang Hany dan Zex berada, sebuah Villa di negara Swiss yang terletak di pedesaan, what? bahkan Zex tak pernah bermimpi sedikit pun untuk tingal sehari saja di tempat yang jauh dari keramaian itu, bahkan untuk pergi ke tempat yang banyak penduduk pun butuh waktu satu jam lebih.


Tidak ada ponsel tidak ada kartu kredit jangankan kartu kredit atau kartu yang lain nya, untuk uang pun Zex tidak memegang satu persen pun, entah kenapa setelah dia bangun tidur dia sudah tidak menemukan semua barang-barang nya dan yang iya temukan hanya setumpukan bajunya saja.


Rampok? tidak itu bukan rampok, sedari awal kepergian nya menaiki Zet pribadi sang tuan muda, Zex sudah memiliki pirasat buruk dan ternyata trrbukti sekarang kalau ngidam nona mudanya itu hanya akan menyusahkan nya dengan adanya acara liburan yang tak pernah di inginkan ini.


"Sudahlah, kau sangat bawel." ucap Hany yang sudah bosan mendengarkan gerutuan Zex.


Zex melirik gadis yang memakai piyama lengan pendek dengan rambut yang di ikat asal itu." kau tidak takut?." tanya Zex.


Hany menoleh sambil mengaduk susu hangat nya yang sedang di panaskan di panci." Tidak, ini menantang." jawab Hany santai sambil mematikan kompor lalu menuangkan susu yang ada di panci kedalam gelas kosong, setelah itu Hany membawa segelas susu miliknya ke meja.


"Maksud aku kau tidak takut dengan aku??." batin Zex.


"Kau tidak membuatkan untuku?." tanya Zex yang melihat Hany hanya membawa satu gelas susu hangat saja.


Hany menoleh dengan wajah datar." Emang kamu nyuruh? bikin saja sendiri !! punya tangan kan." ucap Hany sambil meniup-niup susu hangat nya lalu sedikit-sedikit meleguk susunya.


Zex bangkit dari duduk nya lalu menyalakan kompor, mengambil panci dan diisi air tak lupa dia mengambil kopi sasetan yang ada di lemari tempat penyedian makanan.


Setelah selesai membuat kopi nya Zex duduk di bangku yang satu meja dengan Hany.


keduanya sibuk dengan acara meniup minuman nya masing-masing.

__ADS_1


"Kau tahu ini semua jebakan?." tanya Zex.


"Tentu saja..tidak."sahut Hany. " Kalau aku tau dari awal sudah pasti aku akan menolak pergi, kalau bukan karna kak Rey yang memaksa dan Ririn yang merengek tidak mau makan sudah pasti aku akan memilih untuk tooring bersama teman-teman ku." sambung Hany lagi dengan wajah yang nampak kesal.


Zex menghela nafasnya, nasib nya tak jauh dari Hany dirinya juga di paksa si tuan muda dan ya Zex tidak akan pernah bisa menolak permintaan majikan nya, terlalu sulit baginya untuk menolak setiap permintaan Rafa mengingat kesuksesan yang diraih nya sekarang itu semua adalah berkat bantuan Rafa yang dengan baik hatinya mau menyekolahkan nya, dan menjadikan nya sebagai saudara.


"Kau lapar?." tanya Zex yang mendengar suara cacing ribut yang berasal dari perut Hany.


" tidak, itu suara perutmu." ucap Hany menahan malu, "Dasar cacing tidak tahu malu, kau berteriak saat ada pria menyebalkan habis lah aku di ledek nya." batin Hany mengerutu.


"hey..mengakulah, aku tau itu suara perut mu, dan kau pasti lapar." ucap Zex lagi.


Terlalu malu dan gengsi untuk seorang Hany ketahuan sedang menahan lapar di depan pria seperti Zex, ya tak iya pungkiri jika pria di depan nya jika do tatap secara dekat memang tampan tapi itu hanya dalam mimpinya saja jika iya berkata jujur karna menurutnya Zex tetap lah Zex pria menyebalkan yang selalu menghina setiap aib nya.


"tidak, aku tidak lapar..lagi pula kalau pun aku lapar aku akan makan." ucap Hany sambil memalingkan wajahnya.


Hany terdiam dia memang tidak bisa masak maka dari itu dia tidak makan dan menunggu Zex membuatkan makanan untuknya, karna kesal di ejek Hany pun langsung pergi ke kamar nya dan berharap jika mobil jemputan akan segera kembali menjemputnya seorang diri.


"Mobil cepatlah datang bawa aku, jangan bawa pria menyebalkan itu." doa Hany sambil memejamkan matanya.


Zex yang ternyata sedanf mengintip hanya mengelengkan kepalanya, lalu iya pun langsung berjalan kembali lagi ke arah dapur untuk memasak.


"Anak itu memang tidak pernah berubah, selalu saja gengsian." batin Zex yang sedang memotong-motong beberapa sayuran.


🌹


Disisi lain Ririn yang sedang makan bersama suaminya nampak semangat memakan makanan nya, sampai Rafa mengelengkan kepala melihat istrinya yang tiba-tiba menjadi sangat rakus itu.

__ADS_1


"pelan-pelan sayang tidak akan ada yang mengambil makanan mu." ucap Rafa.


"Iya.. menurut kamu mas Hany dan kak Zex cocok ngak?." tanya Ririn dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"Habiskan dulu makanan nya, suara mu tidak bisa dipahami." ucap Rafa.


Ririn mengangguk lalu meminum teh hangat manis nya, "Menurut Mas Kak Zex dan Hany cocok ngak?." tanya Ririn lagi.


Rafa mengangkat bahunya tidak tahu." Zex dan Hany adalah musuh bubuyutan sayang, keduanya sangat sulit untuk akur, kalau pun bisa diantara keduanya pasti akan kembali memulai pertengkaran, baik Zex maupun Hany keduanya memiliki sifat yang berbeda, aku tidak yakin..apalagi melihat Zex yang selalu berkata pedas." tutur Rafa.


" Tidak, kamu salah Mas, mereka berdua cocok aku yakin sekarang mereka berdua sedang mesra-mesraan sambil memakan makanan buatan hasil tangan mereka bersama." ucap Riri sambil tersenyum antusias. " aku tidak sabar menunggu kabar baik dari hubungan mereka." sambung Ririn lagi.


Rafa mengelengkan kepala, sudah terbayang apa jadinya dengan Zex dan Hany yang sedang berlibur di tempat yang jauh dari keramaian bahkan semua uang dan benda berharga milik mereka semuanya di ambil secara sembunyi-sembunyi atas perintah si ibu hamil yang beralasan ngidam itu.


"Emm mas kamu tidak kerja?." tanya Ririn heran pasalnya suaminya masih stay di rumah dan malah ikut makan siang dengan nya.


Rafa membalakan matanya, bukan nya Ririn yang tadi pagi menyuruh nya untuk tetap bersamanya? bukan nya ibu hamil itu menyuruhnya untuk tidak meningalkan nya lalu sekarang apa?.


"Sayang tadi kan kamu suruh aku untuk temanin kamu." ucap Rafa.


Ririn menoleh." tidak ada, kamu saja yang malas, cepat pergi kerja atau tidak ada jatah malam." usir Ririn dengan memperlihatkan wajah garang nya yang membuat Rafa menghela nafasnya lalu mau tak mau dia pun pergi ke kamarnya dan menganti bajunya menjadi pakaian kantoran.


"Sabar." batin Rafa sambil berjalan keluar rumah, dan tak lama kemudian mobil mewah milik nya menghampiri, dengan helaan nafas berat Rafa masuk kedalam mobil.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jejak !!


__ADS_2