
^^H A P P Y R E A D I N G^^
๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท
"Dasar bajingan, pria brengsek." tangis Kelle pecah, kepalanya pusing tapi nihil berulang kali Kelle menghubungi Rico pria yang menjadi ayah dari si jabang bayi tak pernah memperdulikan nya.
Dengan tenaga yang tersisa Kelle berjalan keluar Apertemen nya dan memesan taksi, sepanjang perjalan tak henti-henti nya Kelle menangis, meratapi kehidupan nya yang tak pernah berubah, selalu hidup dalam kesendirian.
Bisa saja Kelle menghubungi kakak nya atau pun Kakak iparnya, tapi hal itu itu tidak ia lakukan, Kelle tidak mau merepotkan orang lain, dia sudah biasa melakukan nya sendiri, tapi sekarang rasanya beda, Kelle membutuhkan sosok yang menjadi suaminya, dia mau membagi rasa sakit ini dengan pria yang merusak kehidupan nya.
Senyuman atau tangisan Kelle tidak perduli, apa pun reaksi yang di perlihatkan Rico dia benar-benar tidak perduli, Kelle yakin Rico pasti sangat bahagia melihat kehidupan nya yang tak ada satu celah kebahagian, ia yakin kalau Rico memang sengaja membuat hidup nya hancur.
Hampir setiap bertemu tidak ada perdebatan yang tidak di lalui oleh pasangan pengantin baru itu, bukan hanya mencakup masalah perbedaan pendapat saja, disatukan nya dua manusia yang berbeda sifat dengan di awali cara yang salah tidak mudah bagi Kelle atau pun Rico bisa saling menerima satu sama lain.
Menikah tanpa di dasari cinta, dan kondisi tubuh yang semakin berisi membuat Kelle insecur, apalagi banyak bagian tubuhnya yang berubah seiring berjalan nya waktu, termasuk bagian dada dan perut nya yang kini semakin terlihat lebih berisi.
"Apa dulu ibu juga merasakan hal yang sama seperti aku?." ucap Kelle sambil menatap ke atas yang nampak memperlihatkan langit sore yang nampak indah.
Kelle sedang duduk di bangku gazebo yang ada di luar Apertemen nya, meratapi kesendirian nya di tengah kehamilan nya yang semakin bertambah besar.
Kemarin Kelle baru saja memeriksa kandungan nya, kondisi bayi nya sehat hanya saja dia harus meminum vitamin, karna kondisinya yang semakin melemah.
"Aku rindu ibu." ucap Kelle lagi, tak terasa air mata jatuh ke pipi nya, dia merindukan ibunya wanita yang melahirkan nya.
Wajah nya, dekapan nya Kelle tidak pernah merasakan itu semua, yang dia tau ibunya meninggal sejak Kelle bayi, dan Kelle tidak pernah ingin tau masa lalu ibunya karna Daddy nya sempat berkata padanya jika masa lalu ibunya sangatlah penuh dengan kebohongan, dan Kelle tidak mau tau lebih dalam lagi tentang kehidupan ibunya di masa lalu.
__ADS_1
Cukup bagi Kelle bisa merasakan kasih sayang seorang Daddy, meski terkadang Kelle juga menginginkan dekapan penuh kehangatan dari sosok wanita yang melahirkan nya.
"Kelle." ucap seorang pria yang kini tengah menatap Kelle dengan wajah aneh nya.
"Apa." jawab Kelle cetus.
Rico mendehem, dia berjalan mendekati bangku yang di duduki Kelle.
"Aku mau kamu pindah ke rumah ku." ucap Rico mengutarakan keinginan nya.
Mendengar penuturan Rico barusan membuat Kelle menatap wajah Rico dengan wajah yang kesal, kemana pria itu kemarin? di saat Kelle membutuhkan bantuan untuk mengantarkan nya ke rumah sakit pria itu menghilang tanpa kabar.
Dan sekarang setelah Kelle kembali sehat pria itu datang lagi dengan sebuah ajakan yang tidak masuk akal, sungguh Kelle tidak habis pikir dengan jalan pikiran Rico, pria itu terlalu egois, padahal usianya jauh lebih matang dari Kelle.
Rico terdiam, dia mengakui jika selama beberapa Minggu ini Rico memang mengabaikan segala hal yang berhubungan dengan Kelle, tapi meski begitu tak sedikitpun Rico melupakan jika Kelle sedang mengandung buah hatinya.
"Kemarin aku sibuk, maaf." ucap Rico. "Tapi jika kamu mau ikut ke rumah ku aku berjanji akan menjadi papa yang baik untuk anak kita." sambung Rico.
3 bulan sudah dia menjalani pernikahan tanpa status dengan Kelle, Rico sadar dia terlalu naif dengan menyangkut pautkan masa lalu keluarga nya dengan kehidupan masa depan nya, satu hal yang Rico ingin kan sekarang, dia ingin membangun sebuah rumah tangga yang harmonis.
"Aku ngak mau, aku masih ingin disini." tolak Kelle sambil berdiri, "Kamu pergi saja, aku tidak butuh pria egois seeprtimu, aku tidak butuh pria brengsek sepertimu." tegas Kelle, lalu berjalan masuk kedalam Apertemen nya, meninggalkan Rico yang masih duduk di bangku yang ada di gazebo.
Rico menatap kepergian Kelle dengan helaan nafas kasar, ternyata tidak mudah meruntuhkan sosok Kelle, yang Rico tau wanita akan mudah luluh dengan uang, tapi Kelle berbeda.. Rico pernah memberikan Kelle kartu tanpa batas tapi nihil tidak pernah satu kali pun Kelle memakai uang nya.
Benar kata Kelle dia memang brengsek, Rico sadar jika dia bukanlah pria yang baik bahkan jauh dari kata baik, dia hanyalah pria bajingan yang selalu mengandalkan uang untuk mencari kesenangan nya.
__ADS_1
"Aku akan mencoba meluluhkan nya, aku tidak mau gagal dalam rumah tangga, cukup orang tua ku yang gagal tapi tidak dengan ku, anak ku tidak boleh merasakan rasanya hidup di tengah-tengah keluarga bermasalah." ucap Rico sambil menatap senja.
Ingin rasanya dia mengukir senja, membuat warna hidup nya lebih indah seperti pemandangan yang di lihat nya, jika dulu moto hidup nya adalah kebebasan dan kesenangan maka sekarang telah berubah, usianya sudah tak muda lagi, di usianya yang matang Rico menginginkan keluarga yang bisa menjadi sandaran nya, menjadi alasan nya bekerja dan tersenyum, dan Rico yakin jika Kelle bisa mewujudkan impian baru nya.
Cukup lama Rico berusaha mengubah ego nya sampai dia kembali di pertemukan dengan sosok Rafasya yang menceritakan masa lalu keluarga Kelle, rasa iba akan Kelle yang ternyata tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu membuat hatinya tergerak, Kelle si wanita sombong yang tak pernah mau menatap nya sebagai pria baik ternyata memiliki kehidupan yang jauh lebih buruk darinya.
"Tinggalkan masa lalu mu, buatlah keluarga yang baru dengan Kelle, dia wanita baik." tegas Rafasya.
"Aku tau masa lalu mu yang buruk itu, sekarang kau pilih istri dan anak mu atau kesenangan sesaat mu? hidup berjalan ke depan dan aku yakin 20 tahun kedepan penyesalan akan datang di saat kau tidak memiliki satu pun sanak kelurga karna masa muda yang tersia-sia kan."
Ucapan dari kakak iparnya membuat Rico sadar akan satu hal, dimana yang dia inginkan hanyalah sebuah hangat nya keluarga, memang sulit bagi seorang Casanova seperti Rico menghapus setiap rutinitas nya, tapi dia sudah berjanji akan berubah menjadi pria lebih baik lagi demi calon anak nya.
"Aku akan berusaha." ucapnya pelan sambil memejamkan mata, dan saat membuka mata nya Rico mendapati Kelle yang tengah berada di depan nya.
"Aku akan mencoba, ini bukan mau ku, tapi ini demi anak kita." tegas Kelle, dia memang menolak, tapi memikirkan masa depan nya Kelle tidak mau anak yang ada di dalam perut nya memiliki nasib yang sama dengan nya, jika di dulu tidak memiliki ibu maka lain hal nya dengan anak nya yang nantinya akan di buly karna tidak memiliki ayah.
___________
๐น๐น๐น๐น๐น
Usia Kelle udah matang ya guys, jadi Author buat Kelle lebih legowo dan ngak egois, sekarang ini masa depan bayinya lebih penting, kalian bisa ngabayangin kalo kalian di posisi Kelle yang sejak kecil haus akan kasih sayang.
Apa yang kalian rasakan??
Jangan lupa jejak dong๐ฅฑ Author nulis sambil nguap loh!!!
__ADS_1