Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Pak Danu menghilang.


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!


Selamat membaca😉


🌹🌹🌹🌹


Akhirnya setelah menghabiskan 45 menit, mobil yang di tumpangi Ririn sampai di halaman rumah mewah ayah nya, Ririn tersenyum melihat bu Ina yang sedang menyiram bunga di halaman depan, disitu juga terlihat dua pelayan di rumah nya yang sedang sibuk menyapu halaman.


" Selamat pagi, ehh siang semuanya." Sapa Ririn sambil tersenyum.


Bu Ina yang mendengar suara seperti orang yang iya rindukan pun langsung menoleh ke sumber suara, iya tersenyum melihat Ririn yang sekarang banyak perubahan nya.


" Siang Non," Jawab serentak ketiga pelayan berbeda usia itu sambil tersenyum.


Ririn yang melihat Bu Ina terlihat bahagia melihatnya langsung memeluk tubuh ibu paruh baya itu, wanita yang selalu membelanya selalu menenangkan nya saat iya di perlakukan tidak adil oleh ibu tirinya.


" Ririn kangen." Ucap Ririn sambil meneteskan air matanya.


Bu Ina tersenyum lalu menghapus air mata gadis cantik di depan nya." Ibu juga Rindu Non Ririn.. syukurah Non sudah bisa menemukan kebahagian Non, ibu turut bahagia ngeliat Non sekarang yang terlihat cantik dan berisi." Ucap Bu Ina sangat senang karna melihat Ririn yang kini semakin cantik dan tubuh Ririn pun tidak sekurus dulu lagi.


Dian yang berdiri tak jauh dari tempat Nona mudanya hanya menganga melihat istri . majikan nya yang ternyata berhati mulia, iya kagum melihat Nona mudanya yang tak membeda-bedakan orang hanya dari status sosial, jika awalnya iya merasa cangung dan sedikit ragu dengan pekerjaan nya sungguh sepertinya sekarang iya sudah berniat untuk menetap apalagi melihat sikap nona mudanya yang mempuyai kepribadian baik hati dan tidak sombong.


Setelah berbincang-bincang dengan pelayan Ririn langsung menuju pintu utama dengan Dian yang mengekorinya di belakang, gadis tomboy itu berjalan seperti laki-laki bahkan wajahnya pun polos tanpa make Up dengan sorot mimik wajah yang di buat datar sehingga membuat para pelayan tadi mengiranya adalah setegah pria dan setengah perempuan.

__ADS_1


Ririn berjalan dengan cepat membuat Dian yang semula memuji kemewahan rumah Majikannya yang ternyata juga orang kaya menjadi takut karna Ririn berjalan cepat dan sedikit berlari.


" Nona hati-hati, jika anda terluka nyawa saya dalam bahaya." Ingin sekali iya mengucapkan kata itu.


Setelah sampai di lantai atas Ririn tak melihat Dessy maupun Ibu Arini yang mana membuat nya heran, " Kemana mereka kenapa pagi-pagi mereka sudah tidak ada di rumah." Batin Ririn heran namun sedetik kemudian iya mengangkat bahunya tak perduli karna iya tau jika ibu dan kakak tirinya ada di rumah sudah pasti dua wanita kejam itu akan berubah drastis menjadi baik dan Ririn tidak suka melihat drama ibu dan anak itu yang selalu berpura-pura baik di depan orang-orang sekitarnya.


Tok..tok..tok..


" Ayah.. ini Ririn !! apa Ririn boleh masuk?." Ucap Ririn di balik pintu sambil mengetuk pintu.


Sebelumnya iya memang di beritahu Bu Ina kalau ayah nya memang sedang sakit tapi Bu Ina tidak memberitahu lebih jelasnya tentang penyakit yang di derita pak Danu sehingga membuat Ririn semakin cemas.


" Ayah.. Ririn masuk ya. " Ucap Ririn sambil membuka pintu perlahan, matanya menelaah melihat ke sisi ruangan, hidung mendengkus mencium bau tak sedap di ruangan itu. Lalu Ririn mempokuskan matanya ke tempat tidur di lihatnya tempat tidur yang sudah tak bisa di ungkapkan, seprey nya berantakan bantal dan guling sudah jatuh di lantai, di nakas yang dulunya ada foto nya dan sang Ayah kini sudah hilang entah kemana dan terlihat kosong.


" Hiks Ayah dimana?." Ririn sudah mulai berkaca-kaca pertanda ingin menangis.


Dian yang melihat itu nampak bingung dan gelisah, Dia tak tau apa yang harus iya lakukan.


Tiba-tiba Bu Ina yang mendengar suara Ririn memanggil-manggil pak Danu pun langsung berlari ke tempat sumber suara. " Ada apa Non?." tanya Bu Ina yang baru sampai dengan deru nafas tersegal-segal.


Ririn mendongkak lalu berjalan menghampiri Bu Ina." Ayah kemana bu? Ayah ngak ada di tempat tidurnya, di kamar mandi juga ngak ada.. hikss.. ayah hilang.!! " Ucap Ririn sambil menangis Akhirnya air mata itu jatuh mengenai pipi Chabby nya gadis itu menangis tersedu-sedu dengan tubuh yang bergetar.


Bu Ina yang melihat itu nampak bingung, pasalnya iya pun tak mengetahui kalau Bu Arini dan Dessy ternyata membawa paksa pak Danu, karna setaunya tadi malam semua pelayan jam 7 malam sudah di bolehkan istirahat dengan alasan mereka akan makan di luar.

__ADS_1


" Mungkin Nyonya dan Non Dessy yang membawa bapak, " Ucap bu Ina yang mana membuat Ririn semakin panik.


" Mereka membawa ayah kemana bu? Ayah di bawa kemana." Ririn semakin ketakutan jika Ibu dan kakak tirinya berbuat yang tidak-tidak pada ayahnya.


Bu Ina menggelengkan kepala karna tidak tahu menahu, yang membuat Ririn semakin khawatir dengan keselamatan ayahnya, 10 tahun hidup bersama bu Arini jelas iya tahu seperti apa sifat asli Ibu dan anak itu, iya tidak bisa membayangkan jika ayahnya sekarang pasti dalam bahaya besar.


Tiba-tiba Ririn ambruk karna rasa ketakutan dintambah kepanikan yang terlalu tinggi membuat Asma nya kambuh dan akhirnya Ririn pun pingsan.


Dian yang melihat itu sigap membawa tubuh mungils nona mudanya ke kamar yang di tunjukan Bu Ina.


baik Bu Ina maupun Dian keduanya sama-sama tegang dan takut terjadi apa-apa dengan kondisi gadis di depan nya.


keduanya pun akhirnya membagi tugas, Dian menelpon majikan nya alias Rafa, sedangkan Bu Ina menelpon dokter yang membuka praktek tak jauh dari rumah Pak Danu.


Disisi lain di ruangan besar terlihat dua Wanita sedang tertawa melihat kondisi pria yang terbaring lesu di tempat tidur yang ada di ujung sana yang terlihat semakin hari semakin memburuk keadaanya.


mereka terlihat senang dengan tangan yang memegang perhiasan dan uang tunai berwarna merah yang entah berapa jumlahnya, keduanya sibuk mengipas-ngipasi wajah mereka dengan uang yang ada di tangan mereka masing-masing.


_________


🌹🌹🌹🌹


TBC😚

__ADS_1


__ADS_2