Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Merasa tidak di inginkan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Hari berganti hari tak terasa sudah sebulan lebih setelah acara resepsi waktu itu hubungan Arka dan Alena bukan nya membaik malah semakin memanas, keduanya berdekatan dan saling menyapa hanya di saat sedang banyak orang saja, tapi jika sedang berduaan Arka dan Alena hanya diam dengan pikiran masing-masing.


Setelah hari dimana Arka membentak Alena waktu itu, Alena benar-benar masih kesal dengan Arka, tapi hal yang semakin membuat nya kesal Arka bahkan tidak meminta maaf padanya, hal itu membuat Alena semakin merasa jika Arka tidak benar-benar menginginkan pernikahan nya.


Apalagi melihat Arka yang selama beberapa akhir ini tidak lagi meminta jatah di waktu malam hari, bahkan Arka seolah menjauhinya dengan tidur membelakangi nya, membuat Alena semakin berpikiran negatif tentang Arka yang sama sekali tidak mencintainya.


Alena merindukan sosok Anaira adik iparnya yang selalu membuat nya ceria untuk beberapa saat lalu, sekarang gadis itu telah kembali ke tempatnya menimba ilmu lagi, dan Alena kini merasa sendirian, meski dia memiliki mertua yang baik hati seperti Ririn tapi tetap saja Alena butuh sosok teman yang mengerti dirinya.


"Pliss ikut ya, Mommy sudah meminta ijin suamimu, dia bilang boleh kok." ucap Ririn, sebelum nya dia memang sudah memint ijin pada Arka untuk mengajak Alena jalan-jalan mengingat akhir-akhir ini Ririn merasa jika Alena terlihat murung, bahkan saat belajar memasak bersamanya pun Alena sering tidak pokus yang mengakibatkan jarinya kadang tergores pisau atau menjatuhkan barang seperti mangkuk dan sendok.


Alena terdiam terlihat menimang, memang sudah 2 minggu sejak kepulangan Anaira ke Jerman Alena tidak pernah keluar rumah selain ke supermarket bersama mertuanya, dan sekarang Ririn sang mertua mengajaknya keluar untuk shofing.


"Baiklah, Alena ikut." ucap Alena sambil tersenyum yang di balas dengan senyuman lagi oleh Ririn.


Alena mengganti pakaian nya dengan style pakaian santai nya, overall selutut dengan tambahan kaos berlengan pendek pun menjadi pilihan nya, memoleskan sedikit taburan bedak di wajahnya dengan sedikit olesan liptin pink yang menambah kecantikan nya.


Rambut panjang nya di biarkan terurai Alena malas untuk mengotak atik rambutnya, dia memilih membawa jepitan yang di taruh di tas mini nya, saat ingin melangkah Alena meraskan rasa pusing di kepalanya, ia mencoba mengerjapkan matanya, berusaha untuk tetap berdiri meski kepalanya pusing.


"Aw..Kepala sangat pusing." ucap Alena sambil memegangi kepalanya.


tok..tok..tok..


Suara ketukan pintu itu membuat Alena menarik nafasnya, "Iya sebentar." ucap Alena sambil memijat kening nya.

__ADS_1


"Nona, nyonya besar sudah menunggu anda di ruangan tengah." ucap pelayan.


"Iya, ini juga udah siap." ucap Alena sambil merapihkan kembali pakaian nya lalu berjalan menuruni tangga.


Setelah melewati jalanan kota yang macet mobil yang di tumpangi tiga wanita itu akhirnya menepi di parkiran salah satu pusat perbelanjaan terbesar yang ada di tengah-tengah kotanya, ya mereka bertiga Ririn, Alena, dan Kelle.


Awalnya Ririn hanya mengajak menantunya saja, tapi Kelle tiba-tiba datang dan Ririn yang memiliki sikap baik dan tidak enakan akhirnya mau tak mau mengajak adik iparnya karna tidak tega jika meninggalkan Kelle sendirian di rumah bersama pelayan.


Ketiga wanita berbeda usia itu berjalan berbarengan ke gerai pakaian yang mereka suka, "Mommy akan kesana dulu, Alena sama Aunty Kelle ya." ucap Ririn sambil melirik Alena dan Kelle satu persatu.


Setelah Alena mengangguk, Ririn pun pergi ketempat yang akan dia tuju, meninggalkan Alena dan Kelle yang masih betah saling melirik sinis.


"Bagaimana apa kamu bahagia menjadi istri Arka?." tanya Kelle tiba-tiba.


Alena mengangguk. "Tentu saja, dia tampan dan kaya, siapapun pasti akan bahagia jika menikahi pria sempurna seperti Arka." jawab Alena sambil tersenyum sinis, meski pada kenyataan nya dia memang tidak merasa bahagia berada di posisi ini.


Alena terdiam, dia tidak boleh terlihat menyedihkan di depan Kelle bukan. "Oh ya? benarkah? tapi jika dia tidak mencintaiku tidak mungkin Arka mau menikahiku, emm bahkan dia selalu meminta jatah setiap harinya, memuji kecantikan ku, menciumku setiap pagi, emm apa itu yang mamanya tidak cinta." ucap Alena dengan kata-kata yang penuh dengan tekanan, dan semua itu jelas saja adalah kebohongan nya.


Kelle berdecak. "Jika aku bukan Aunty nya mungkin aku akan menjadi duri di pernikahan mu, tapi sayang nya aku adalah Aunty nya dan aku tidak mungkin membiarkan keponakan ku terluka, tapi aku tidak sejahat itu aku tidak aka merusak rumah tangga kalian, karna tanpa aku melakukan nya pun hubungan rumah tangga kalian sudah pasti akan hancur." ucap Kelle dengan wajah sinis nya.


"Ingin menimbang rumah tangga yang benar? tapi ingatan mu saja bahkan tidak pulih, uh kasihan sekali, oh iya aku hanya mau mengatakan jika _____ " ucap Kelle terhenti karna melihat Ririn yang berjalan mendekat.


"Apa?." Alena memasang wajah sinisnya.


"Urusan kita belum selesai." sahut Kelle sambil berjalan pergi dan langsung bersandiwara dengan beberap baju yang di taruh di tangan nya.


"Dadar wanita tidak tau diri, Anaira benar jika Aunty nya itu memiliki sifat ganda yang beracun seperti ular bisa." batin Alena sambil menonton sandiwara yang di lakukan Kelle.

__ADS_1


"Kenapa tidak ikut belanja?." tanya Ririn yang membuat Alena tersadar dari lamunan nya.


"Ahk iya, aku bingung memilih pakaian yang mana, emm Mommy bisa tolong pilihin bajunya ngak?." tanya Alena dengan suara pelan.


Ririn tersenyum. "Tentu saja boleh, ayo Mommy bantu pilihkan baju yang cantik untuk gadis secantik kamu." sahut Ririn sambil membawa Alena ketempat pakaian anak muda yang menurutnya sangat cocok dan pas di tubuh mungil menantunya.


"Coba ini." ucap Ririn memberikan sebuah dress pendek berwarna merah menyala.


Alena mengangguk lalu berjalan ke arah ruangan ganti, "Bagaimana? apa bagus?." tanya Alena yang sudah mengganti pakaian nya menjadi dress yang di pilihkan mertuanya.


"Sangat, ini masih banyak lagi..kita akan menghabiskan uang suami kita." ucap Ririn sambil terkekeh yang di balas dengan senyuman kecil Alena sambil menerima beberapa baju yang di berikan sang mertua untuk dia coba.


Di kejauhan Kelle yang melihat keakraban menantu dan mertua itu nampak memperlihatkan wajah dengki nya, merasa tersisihkan karna Ririn sang kakak ipar tidak mengkhiraukan nya dan malah asyik bersama Alena.


"Tidak bisa di biarkan, kakak Ririn hanya milik aku, dan Alena tidak berhak mendapatkan perhatian kakak." ucap Kelle sambil melihat ke arah Ririn dan Alena dengan wajah kesal nya.


Kelle tidak menginginkan Arka karna dia tau statusnya dengan Arka yang terhalang dengan panggilan Aunty, disini Kelle kekurangan kasih sayang, meski usianya sudah 29 tahun Kelle tetap haus akan kasih sayang karna sejak kecil yang menyayangi Kelle hanya Ririn dan Almr Daddy nya, dan itupun tidak selalu ada mengingat pak Renan yang sakit-sakitan dan Ririn yang tidak selalu ada di Swiss membuat Kelle semakin merasa sendiri, dan saat dia merasakan kasih sayang lagi, Kelle akan merasa kasih sayang itu harus dia dapatkan sepenuhnya.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa jejak !!


Mampir juga ke ceria Lia yang berkelana mencari jodoh nya di kota.


__ADS_1


__ADS_2