Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Di bar.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Alena sudah berdandan rapih dengan balutan gaun berwarna merah yang menempel di tubuh nya membuat penampilan nya semakin terlihat elegan, apalagi make up yang tipis dengan rambut curly yang di biarkan terurai jatuh membuat penampilan Alena semakin terlihat cantik dan tidak berlebihan.


Kulit putih nya terpampang jelas karna warna gaun yang merah menyala membuat Alena semakin terlihat sempurna, putih cantik dan bentuk tubuh yang perfect.


Alena berjalan menuruni tangga dengan pelan, melihat ke arah sosok yang akan membawanya entah kemana, dalam pikirnya dia berguman sendiri. "Apa yang akan di lakukan pria gila itu lagi, huhh..semoga dia tidak benar-benar membuat ku kesal lagi."


"Tapi kalo dia berulah lagi, kali ini aku tidak akan bisa mentoleransi nya." gumam Alena lagi, masih bergumam sampai dia berhenti berjalan tepat di hadapan Arka.


"Emm..tuan." Alena membuka suara membuat Arka mengadahkan pandangan padanya.


"Apa !!." jawab Arka sinis sambil melihat penampilan Alena dari atas sampai bawah lalu dia bergumam. "Seharusnya Andrian memilihkan gaun berwarna oren saja, warna merah membuat dia terlihat lebih cantik dari biasanya." gumam Arka sambil melihat Alena lagi.


"Anda bicara sesuatu tuan?." tanya Alena.


Arka membuang muka. "Tidak, ayo pergi." Arka menolak telah memuji penampilan Alena, gengsinya terlalu tinggi.


Keduanya masuk kedalam mobil yang sama, Alena yang penasaran kemana dia akan dibawa terus bertanya pada Arka membuat Arka jengkel karna Alena tidak berhenti bertanya.


"Kita akan kemana tuan?." untuk kesekian kalinya Alena bettanya, dan nihil tidak mendapatkan jawaban.


"Tuan, saya turun di sini jika kamu tidak memberitahu kemana kita pergi." ucap Alena yang berisi ancaman samata.


Arka menoleh. "Loncat saja kalau berani." sahut Arka sambil menambah kecepatan mobilnya membuat Alena mengelus dadanya pelan.


"Sabar, ingat pria di samping mu memang gila." batin Alena sambil membuang mukanya masih kesal dengan jawaban Arka yang tidak pernah memakai filter.

__ADS_1


Setelah menghabiskan waktu 25 menit di perjalanan, mobil yang di kendarai Arka sampai di sebuah Bar besar, Alena menelan ludahnya saat Arka memaksanya untuk turun dari mobil dan ikut kemana kaki jengjang Arka melangkah.


"Apa dia gila!! kenapa dia membawaku ketempat maksiat ini." gerutu Alena yang masih mengikuti langkah kaki Arka.


Keduanya duduk bersampingan, dan tak lama kemudian datanglah pelayan yang membawa beberapa minuman alcohol yang sebelum nya belum pernah Alena lihat maupun kenal, dia terdiam sambil melihat sekeliling nya yang di penuhi oleh pria dan wanita yang saling bertautan cium*n di setiap juru.


Bebarapa kali Alena mengusap dada nya merasa jijik dan tidak betah berada di tempat itu, apalagi mendengarkan suara musik yang kencang membuat Alena tidak bisa mendengar jelas apa yang Arka katakan.


Lain halnya dengan Alena yang nampak risih Arka malah menikmati beberapa minuman yang telah di pesan nya, di samping nya ada Alena yang terus menerus merapatkan tubuhnya pada nya membuat Arka berguman. "Munafik sekali, so alim." gumam Arka sambil terus meminum minuman nya.


Sampai ada yang datang menghampiri mereka, seorang wanita seksi yang bertubuh gitar spanyol, Arka melirik wanita itu begitupun dengan Alena.


"Ingin di hangatkan tuan." ucap wanita seksi itu sambil mengigit bibir bawah nya.


Alena berdecak pelan. "Apa yang menarik."


"Maaf saya istrinya, suami saya tidak butuh penggoda." ucap Alena sambil menepis tangan wanita seksi yang ingin menyentuh sesuatu milik Arka.


Arka melirik Alena sambil tersenyum. "Peluk aku." titah Arka.


Alena melakukan nya, dia memeluk Arka sambil menutup hidung nya karna bau alcohol yang menyengat di mulut Arka, dalam hati dia kembali berguman. "Apa dia sering kesini?." batin Alena lagi.


Sampai Arka berbisik. "Kamu dan mereka sama, sama murah*n dan tidak tahu malu." bisik Arka tepat di telinga Alena yang membuat Alena terdiam, ucapan Arka yang sekarang benar-benar membuat hati nya sakit, apalagi Arka menyamakan nya dengan para wanita yang memang bekerja di dunia malam itu, sungguh hati Alena bagaikan teriris pisau belati yang sakit nya sampai yang terdalam.


Dia menangis dalam diam, dengan Arka yang masih memeluk nya, "Aku akan ketoilet, kamu tunggu di sini." ucap Arka membuat Alena membenarkan posisinya lagi menjadi duduk.


Setelah Arka pergi Alena hanya diam sambil merenung, Arka benar-benar menganggap dia sama dengan para wanita malam yang ada di depan nya, yang menjual dirinya hanya untuk harta, "Apa salah aku begini? aku hanya ingin mengambil hak ku yang mereka rebut." batin Alena sambil menghapus air matanya yang sempat jatuh tak meminta permisi.


"Hy cantik, kamu sangat seksi." ucap seorang pria berbadan bulat dengan wajah yang menatap Alena dengan tatapan harimau lapar.

__ADS_1


Alena melirik sinis. "Maaf aku bukan wanita malam, aku sudah bersuami." ucap Alena bangkit dari duduk nya hendak menyusul Arka ke toilet.


"Wah, sudahlah cantik jangan berlaga so jual mahal, berapa hargamu? 50? 100 jta? aku kaya, aku bisa memuaskan mu dengan uang ku." ucap pria berbadan bulat itu sambil mencoba memegang tangan Alena.


"Singkirkan tangan kotormu pria gila, aku bilang aku bukan wanita malam." ucap Alena sambil menepis tangan pria itu, sedikit bergedik ngeri saat melihat banyak nya tatto yang mempel di tangan dan area tubuh lain di pria itu.


"Hey kamu bilang apa? dasar gadis murah*n !!." ucap pria itu tidak terima di sebut gila oleh Alena. "Ayo, ikut aku akan ku buat kamu menggila kesakitan karna telah berani menghinaku." sambung pria itu lagi sambil menjambak rambut Alena, lalu menyeret Alena ke sebuah kamar.


Alena berontak namun dia tidak bisa melawan pria berbadan bulat itu, jelas tubuhnya kalah jauh dengan pria itu sehingga membuat Alena hanya bisa menangis, dia sudah berteriak minta tolong, tapi aneh nya semua orang seolah tuli tak ada yang mendengar teriakan nya.


"Kenapa aku selalu menderita, kenapa selalu aku yang bernasib malang."


Arka yang baru keluar dari toilet berjalan ke tempat tadi dia bersama Alena, tapi saat di tempat itu Arka tidak menemukan Alena membuat Arka menatap sekitarnya dan matanya langsung membulat sempurna saat melihat wanita berpakaian gaun merah yang di seret dengan di jambak rambutnya ke arah sebuah kamar.


Brugkkk..


Brugkkk..


Brugkkk...


Tanpa menunggu aba-aba dulu Arka langsung menghajar pria berbadan bulat yang sedang menjambak Alena itu dengan pukulan yang membabi buta, bahkan Alena sampai terbalak melihat tangan Arka yang di penuhi dengan darah yang berasal dari pria gendut yang di pukulnya.


"Tidak!! jangan." Teriak Alena histeris karna melihat Arka yang menyodorkan pistol tepat di kepala pria yang wajah nya hampir sudah tidak bisa di kenali lagi itu.


_________


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Sengaja gantung๐Ÿ˜… nanti Upp lagi, bentar lagi puasa jadi Arka harus berubah kan ya๐Ÿ™‚

__ADS_1


Mampir juga ke cerita baru Author ya pliss๐Ÿ˜‹


__ADS_2