Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Campur tangan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Anaira meminta pertolongan dari Arka sang kakak, namun yang dia terima hanyalah sebuah omelan dan nasihat untuk tidak menolak keinginan Mommy Daddy nya, sekarang tak ada yang bisa Anaira lakukan selain pasrah dengan takdir hidupnya yang entah berakhir seperti apa.


tok..tok..


Ia tersadar dari lamunan nya, dan bergegas membukan pintu, "Apa tamu nya sudah datang?." tanya Anaira pada pelayan.


Si pelayan mengangguk, "Tuan besar menyuruh nona muda untuk segera turun, nona." tutur si pelayan sopan.


Anaira menghela nafasnya kasar, "Aku akan turun sebentar lagi." ucap Anaira sambil menutup pintu.


Dia menatap pantulan wajah nya di cermin, gaun merah yang indah melekat di tubuhnya, menambah kesan anggun dengan penyesuaian gaya rambut yang di curly dan di biarkan jatuh ke bawah.


Jika di tanya kenapa Anaira mau mungkin jawaban nya satu, karna tidak ada pilihan lain Anaira bukan sosok yang mementingkan diri sendiri, meski dia memiliki sikap keras kepala tapi Anaira sangat tidak bisa melihat orang yang di sayangi sedih, dan status nya yang jomblo juga mendominasi nya untuk menyetujui permintaan sang Daddy.


Anaira berjalan menuruni satu persatu anak tangga, mengigit bibir nya pelan sebelum akhirnya dia memutuskan untuk menyapa semua orang yang sudah menunggu nya sejak tadi.


"Selamat malam, maaf membuat semuanya menunggu." ucap nya sambil menunduk hormat, meski terlahir dari kelurga kaya Anaira tidak pernah merasa dirinya di atas, sang Mommy yang tak lain adalah Ririn selalu mengajarkan kesopanan pada nya, dan Anaira menerapkan pepatah sang Mommy pada kehidupan keseharian nya.


"Anak Daddy cantik banget." puji Rafa pada sang putri bungsu, yang membuat Anaira sedikit menyunggingkan senyuman nya.


Di ruang tamu bukan hanya ada keluarganya, tapi ada juga kerabat sang Mommy Daddy yang tak lain adalah Zex dan Rey berserta istri-istrinya.


"Kak, keluarga temen Daddy yang mau di jodohin sama aku kemana?, ko ngak ada?." bisik Anaira pada sang kakak, sambil celengak-celinghuk seperti mencari sesuatu.


Arka yang kebetulan duduk di samping adik bungsunya hanya tersenyum mengejek, "Jangan pura-pura ngak tau deh, so pura-pura nolak lagi." bisik Arka, menggoda sambil tersenyum.


Mendengar ucapan kakak nya tentu saja membuat Anaira semakin tidak paham, apalagi saat melihat Kiano tiba-tiba duduk di kursi yang berhadapan dengan nya.


"Akhirnya kita jadi berbesanan Zex." ucap Rafa bahagia.


Zex mengangguk, "Tapi semuanya ada di tangan mereka, aku tidak mau ada yang terbebani dengan keinginan kita." tutur Zex, di angguki Rafa.


Ya, semua ini sudah di rancang dengan sedemikian rupa oleh Rafa dan Zex, bahkan untuk perihal Bara pun mereka yang membuat pria gy itu memilih mundur sebelum bertarung memenangkan hati Anaira si nona muda.


Kenyataan nya Anaira dan Kiano memang sudah di jodohkan sejak belum lahir, Rafa merasa yakin jika Kiano akan menjadi pelindung untuk putri bungsu nya, apalagi mereka tau jika sebenarnya Kiano dan Anaira saling mencintai, hanya saja Rafa menyayangkan sikap keduanya yang saling menyembunyikan perasaan nya, jelas dari gelagat keduanya saja Rafa dan Zex tau kalau keduanya saling menyimpan rasa yang sama.


"Dad." Anaira membuka suara.


Rafa menatap putrinya, "Dia pria pilihan Daddy, dan jangan sembunyikan perasaan mu sayang, Daddy tau kamu mencintai nya." ucap Rafa, sebenarnya dia sudah greget setiap saat hanya bisa menjadi penonton diantara hubungan sang putri bungsunya dengan Kiano putra sulung Zex yang tak pernah ada harmonis nya


Ketidak pekaan Kiano yang sangat cuek membuat mereka memilih ikut campur dalam hal ini, toh Zex juga sudah menginginkan seorang cucu dari putra nya, tapi mengingat Kiano yang memiliki sikap yang sama seperti dirinya dulu membuat Zex mau tidak mau harus membantu, dia tidak mau putra nya menikah lama seperti dirinya di masa lalu.


"Ira mau bicara sebentar dengan Kak Kiano, apa boleh?." ucap Anaira, dia merasa membutuhkan ruang bicara untuk bisa mengobrol masalah hati ke hati bersama Kiano.

__ADS_1


Rafa melirik Zex, dan mereka mengangguk, "Pergilah dan bawa kabar untuk kami." ucap Rafa di angguki Zex dan yang lain nya.


Kiano melangkah mengikuti langkah Anaira, sampai mereka duduk di bangku yang ada di taman belakang rumah, "Kakak tau sejak kapan?." tanya Anaira.


"Sudah lama." jawab Kiano singkat.


Deg..


Anaira menatap Kiano dengan perasaan yang mendebar, "Lalu kenapa kemarin kakak membiarkan aku bersama Bara?." tanya Anaira lagi.


"Aku tau kalian hanya bersandiwara, dan kalian berhasil membuat ku cemburu." kata Kiano.


Anaira mencubit lengan Kiano, merasa kesal dengan apa yang di lakukan Kiano padanya, "Kemarahan tadi siang?, itu juga bagian sandiwara?." Anaira kembali mengeratkan kepalan tangan nya.


"Aku melakukan nya sesuai sandiwara mu, bukan kah kamu ingin aku cemburu dengan kedekatan kalian?." tutur Kiano lagi yang semakin membuat Anaira kesal.


Ingin rasanya Anaira menonjok pria di sampingnya, tapi dia tak kuasa jika menyakiti pria yang di cintai nya, Anaira beranjak berdiri dan langsung berjalan ke ruangan olahraga, memakai sarung tinju, dan mulai memukul benda panjang yang menggantung di depan nya seperti guling.


Pukk..


Pukk..


Pukk..


Anaira benar-benar melampiaskan kekesalan nya pada guling tinju itu, dan Kiano hanya melihat itu dengan wajah yang biasa saja, sampai akhirnya Anaira mendekatinya dengan keringat yang cukup banyak.


"Belum puas, tapi lumayan menghilangkan rasa kesal." jelas Anaira.


Kiano hanya tersenyum, dia memberikan air minum dingin yang tadi dia ambil di kulkas yang ada di pojokan ruangan.


Anaira mengambil air dingin itu dan meleguk nya sampai habis setengah nya.


"Makasih." ucap Anaira di angguki Kiano.


Setelah itu keduanya kembali ke taman belakang, "Ira." kini bukan Anaira lagi yang bersuara untuk memecahkan keheningan.


"Ya, katakan semua nya dan aku akan menjadi pendengar nya." kata Anaira tanpa menoleh pada Kiano.


Kiano menarik nafasnya pelan, kali ini dia sudah siap untuk mengutarakan perasaan nya, "Aku mencintai mu Ira." ucap Kiano lalu terdiam.


Diam nya Kiano membuat Anaira penasaran, dengan ungkapan apa lagi yang akan dia dengar di bibir tipis pria itu.


"Tapi status mu jauh di atas ku, aku hanyalah seorang pegawai yang jauh dengan mu, kamu bagikan bulan dan aku bumi, kita berbeda Ira." kata Kiano lagi.


"Bulan dan bumi saling melengkapi kak, keduanya saling membutuhkan dan tujuan mereka sama-sama untuk membuat semesta indah, bumi tanpa bulan gelap, begitupun dengan bulan tanpa bumi yang tidak ada tujuan nya." kata Anaira sambil menatap langit malam yang di temani bulan dan bintang-bintang.


"Aku tau, tapi itu hanya perumpamaan Ira." kata Kiano lagi.

__ADS_1


Sekarang Anaira berbalik menatap Kiano, dia tatap netra tajam itu sampai membuat jetra kedua nya berpapasan.


"Jika semua hal harus di ukur dari status sosial maka dunia ini tidak akan memiliki cinta kak, sejak kecil aku selalu merasa jika harta yang di miliki Daddy adalah hal yang akan mengubah takdir ku, dan itu terjadi di saat aku menyukai anak laki-laki yang berasal dari kalangan yang memang tidak sama dengan ku, tapi apakah semuanya harus sama? apakah semua nya harus memakai harta? aku mencintaimu bukan hartamu dan begitu pun dengan kakak, apakah kakak mencintai ku? atau hartaku?." Anaira menatap lekat netra itu.


Kiano terdiam, bukan hanya masalah itu saja, tapi masalah janji nya pun menjadi hal yang membuat nya bimbang, karna janji pada adik bungsu nya yang selalu terngiang-ngiang di ingatan nya.


"Aku memiliki janji pada Kikan." ucap Kiano.


"Aku tau itu kak, aku tak sengaja melihat Kak Kikan menangis, dan aku mendengar semua yang kalian bicarakan saat itu, aku paham karna aku juga ingin melihat kak Arka bahagia dengan gadis yang di cintai nya." ucap Anaira.


"Tapi apa kakak tau satu hal? sebelum meninggal kak Kikan berpesan padaku untuk menjaga kakak, dan aku tau saat di Jerman kakak selalu memperhatikan ku dari kejauhan, aku tau semua itu." Jelas Anaira sambil meneteskan air matanya.


Tanpa meminta ijin Kiano memeluk Anaira, dia memberikan pelukan penuh rasa sayang pada gadis yang di pelukan nya, sejak Anaira memutuskan kuliah di Jerman Kiano memang selalu memperhatikan Ira, dia menjaga Ira dari kejauhan.


"Will you marry me, pliss." kata Kiano, masih memeluk Anaira.


Pelukan terlepas, Anaira tersenyum sambil mengangguk, "aku mau, tapi dengan satu syarat." ucap Anaira.


"Syarat apa?." tanya Kiano.


Tanpa aba-aba Anaira langsung menggelitiki perut Kiano yang membuat pria itu mengasuh kegelian. "Rasakan ini, siapa suruh mainin perasaan orang." ucap Anaira sambil menggelitiki lagi.


Dan dari kejauhan Rafa dan yang lainnya tengah tersenyum bahagia saat melihat layar televisi yang menyiarkan secara langsung haru biru pernyataan cinta kedua putra putri nya, "Zex rencana kita berhasil." ucap Rafa senang.


"Ya, sebentar lagi anak kita akan bersatu." ucap Zex.


Rey yang sedari tadi menjadi pendengar langsung tersenyum. "Wel, kalian baru ingin menikahkan anak kalian, sedangkan aku sudah star paling awal." ucap Rey dengan alis diangkat ke atas sebelah.


Rafa dan Zex menoleh. "Maksud mu." ucap keduanya bersamaan.


"Lili sedang hamil muda, dan aku kembali menang dari mu Nichol Zexandar." ucap Rey seraya tersenyum bangga.


"Sombong." bukan Rafa dan Zex melainkan Ririn dan Hanny.


Dian yang sedang meminum minuman nya langsung terkekeh. "Bukan sombong, kita hanya menunggu hadiah kado untuk peluncuran cucu pertama kita, iya kan sayang." ucap Dian melirik Rey.


"Benar, sesuai perjanjian..kekalahan di bayar dengan hadiah, Opa Rafa dan Opa Zex, calon cucu ku menunggu hadiah istimewa dari kalian." ucap Rey sambil tertawa.


Rafa dan Zex saling melirik lalu tersenyum, "Hadiah pernikahan Kiano dan Ira satu Minggu lagi, persiapkan itu dulu."ucap Rafa dan Zex bersamaan.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Cerita Bian sama Lisa udah Up, yu kepoin.


__ADS_1


Jangan lupa jejak !!!


__ADS_2