Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Salah taktik.


__ADS_3

^^HAPPY READING^^


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Jam masih menunjukan pukul 04 pagi, Alena mengucek matanya saat merasakan beban berat yang ada di dadanya yang membuat dia sesak, saat membuka matanya Alena terbalak dengan tangan kekar Arka yang tersimpan di dadanya, tak hanya itu bahkan kaki Arka pun ada di atas pahanya.


"Apa-apaan ini, huh." gerutu Alena sambil menyingkirkan tangan Arka.


Alena sangat kesal karna bisa-bisa nya Arka memanfaatkan keadaan untuk mencari kesempatan dalam kesempitan. "Dasar mesum." batin Alena lagi dalam hati.


"Arka bangun, aku susah beregerak." ucap Alena sambil mengesek-gesek tubuhnya ke tubuh Arka, dan bukan nya bangun Arka malah memeluk Alena, dan pelukan itu juga erat yang membuat Alena semakin kesal lalu menarik nafasnya dalam-dalam.


Dan sedetik kemudian...


"Arka!!!!!!!!!" teriak Alena keras.


"Apa." sahut Arka sambil menutup telinganya dia berkata lagi. "Berisik Alena ini masih pagi, aku masih mengantuk."


Alena menatap tak percaya pada Arka, bisa-bisa nya dia semakin tidak tau diri dan malah semakin mempererat pelukan nya. "Aku mau pipis Arka, lepas." ucap Alena sambil mengoyang-goyangkan tubuhnya yang membuat Arka membuka matanya lalu menatap Alena.


"Jangan disini, pergi ke kamar mandi." ucap Arka kembali menutup matanya.


"Lepaskan dulu tubuhku Arka, aku sudah bilang kalau aku itu ngak suka di pegang-pegang, kamu masih punya hutang penjelasan Arka, cepat lepaskan aku atau aku akan menendang juniormu." ucap Alena yang sudah muak dan jengah.


Mendengar ucapan Alena yang terakhir membuat Arka replek melepaskan pelukan nya, lalu tangan nya beralih menutup area pahanya. "Jangan." ucap nya sambil bergeser sedikit kebelakang.


"Dari tadi kek." ucap Alena sambil menatap Arka dengan tatapan penuh kekesalan, dia turun dari ranjang dan segera berlari ke kamar mandi.


"Huh..lega." ucapnya setelah keluar dari kamar mandi.


Alena kembali menatap ke arah ranjang nya, dimana Arka yang masih terbaring dan kembali meneruskan tidurnya. "Arka, bangun ini sudah jam 04 pagi." ucap Alena sambil menepuk-nepuk pipi Arka.


Merasa apa yang di lakukan nya tidak mempan membuat Alena semakin tertangtang untuk melakukan yang lebih ekstream lagi, dengan sengaja Alena memasukan tangan nya kedalam kaos yang di pakai Arka, lalu merayap ke atas sampai ke bagian dada.


"Arka sayang, bangun." bisik Alena sambil mengusap dada Arka dengan tangan nya yang masih berada di balik kaos Arka.


Merasakan sensi yang luar biasa Arka menyipitkan matanya, dia mengintip sedikit apa yang di lakukan Alena, sampai Arka tersenyum licik dan langsung mengubah posisinya menjadi di atas Alena.

__ADS_1


"Aa..lepaskan Arka." pekik Alena dengan wajah kaget.


"Kenapa? bukan nya ini yang kamu mau?." sahut Arka sambil memegang dagu Alena lalu mengusap pelan bibir merah alami milik Alena, satu tangan nya lain mencoba menahan gerakan Alena yang terus berontak tidak bisa diam.


Alena membalakan matanya saat Arka mengusap bibirnya dan dia tidak bisa melakukan apapun karna kedua tangan nya di pegang oleh Arka, dan tubuh Arka berada tepat di atas tubuhnya, mengkungkung nya dengan posisi yang terus semakin mendesak.


"Aku hanya ingin membangunkan mu karna tangan dan kaki mu membuatku sesak." ucap Alena sambil membuang wajah nya, lalu dia kenbali berontak.


Mendengar penuturan Alena Arka hanya tersenyum lalu malah semakin ingin mengerjai Alena.


"Apa seperti ini, dan kakinya seperti ini." Arka menaruh satu tangan nya di dada Alena lalu dengan tak tau malunya Arka malah mengusap paha Alena.


"Seperti ini?." sambung Arka lagi.


"Bukan, ini kelebihan." ucap Alena sambil kembali berontak.


"Oh bukan ya?, lalu seperti apa? emm sayang." ucap Arka sambil menatap Alena dengan wajah yang dibuat menggemaskan.


"wajah menggemaskan ya bun." batin Alena meledek.


Keduanya terdiam untuk beberapa saat, sampai suara dering telpon mengagerkan mereka.


Arka menghela nafasnya, baru saja jiwa naluri iblis milik nya akan keluar dan akan segera menyantap santapan segar yang ada di hadapan nya, menambah jumlah berhubungan nya dan Alena menjadi dua kali, tapi semua itu harus dia urungkan karna suara dering telpon itu terus berbunyi membuat Arka kesal sendiri.


"Arka, angkat aku tidak mau tuli." ucap Alena lagi.


"Baiklah, pagi ini kamu selamat, tapi tidak nanti malam." ucap Arka sambil beranjak berdiri, membuat Alena mengelus dadanya dan langsung bergumam. "Lain kali aku tidak akan melakukan hal gila itu lagi, dia bahkan belum mengatakan kebenaran nya, dan aku bukan wanita murahan lagi, aku wanita mahal." gumam batin Alena.


.


.


.


.


Pagi yang menegangkan itu berubah menjadi pagi yang aneh lagi, apalagi saat Alena melihat tatapan datar dari pria yang di panggil Daddy oleh Arka, ya tapi yang membuat Alena semakin keanehan adalah tatapan teduh dari wanita yang di panggil Mommy oleh Arka yang melihatnya dengan tatapan seperti orang iba.

__ADS_1


"Apa nasibku seburuk itu sehingga di tatap dengan tatapan seperti itu?." batin Alena yang merasa salah tingkah di lihat dengan tatapan iba oleh mertuanya.


"Alena kamu bisa memasak?." tanya Ririn, ini adalah pagi pertama Ririn merasakan memiliki menantu, dan ini juga adalah obrolan pertamanya dengan sang menantu.


Alena terdiam, lalu menggelengkan kepala. "Tidak bisa." jawab Alena singkat.


Ririn tersenyum, dia sedikit tau banyak tentang Alena dari sang suami, semalaman Ririn dan Rafa benar-benar belajar memahami semua sikap Alena yang ada di data pribadi Alena yang di kirimkan orang kepercayaan nya, disana tertulis jika Alena tidak mudah berbaur dengan orang asing, Alena juga adalah gadis yang manja yang selalu bertingkah semaunya.


"Mau belajar memasak? Mommy akan memasak makanan kesukaan suami mu, kamu mau belajar?." tanya Ririn sambil tersenyum.


Alena kembali terdiam lalu dia melirik kanan kiri, "Apa boleh?." tanya Alena yang sepertinya sudah melupakan jika dia pernah belajar dari vidio yang ada di aplikasi si merah.


Ririn mengangguk cepat. "Tentu saja boleh sayang, ayo..Mommy akan membuatmu mahir untuk memasak." sahut Ririn semangat, bahkan Alena sampai kaget dengan apa yang di lihat nya.


"Ternyata aku salah paham, Mommy Arka sangat baik, dia bahkan terlihat seperti mertua yang perhatian dan penyayang." batin Alena.


Meski masih merasa saling cangung tapi Alena dan Ririn nampak kompak, keduanya memasak di dapur, Ririn benar-benar mengajarkan menantunya memasak dengan sabar, bahkan melihat potongan sayuran dan bawang yang tidak sama rata pun Ririn hanya tersenyum memaklumi dan berkata..


"Tidak apa, nanti juga akan terbiasa, Mommy yakin kamu bisa sayang." ucap Ririn saat Alena melakukan kesalahan dalam hal potong memotong.


Tak jauh dari tempat itu nampak Rafa dan Arka yang melihat masing-masing istrinya yang nampak sibuk di dapur, keduanya tidak memperlihatkan ekspresi apa-apa, hanya wajah datar yang terlihat dari wajah mereka.


"Mommy memang the best." ucap Arka.


"Tentu saja, dia istriku yang paling sempurna." sahut Rafa tersenyum bangga, merasa setinggi langit saat mengatakan nya, bahkan dia lupa jika wanita sempurna seperti Ririn itu pernah dia sia-sia kan di masa lalu.


___________


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Tadi malam Author ngak Upp soalnya jaringan nya jelek, Maaf ya.


Tapi sekerang Author usahain Upp beberapa epsd karna sinyal nya lagi bagus.


aku nulis sambil jagain padi biar ngak banyak di makan ayam tetangga.


__ADS_1


Pots biar percaya๐Ÿ˜Š


__ADS_2