
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Aku berangkat dulu, jika mau main ke rumah Mommy Daddy jangan sendiri harus meminta supir untuk mengantarkan." ucap Arka yang kini sedang melangkah kan kaki nya dengan tangan yang memeluk pingang Alena.
"Iya, aku paham." sahut Alena sambil menyeimbangi jalan Arka yang terlalu pelan.
"Kenapa jalan nya lambat?." tanya Alena merasa cara jalan yang di buat lambat.
Arka mengeratkan tangan nya pada pingang Alena membuat Alena hampir saja tidak seimbang jalan nya, "Karna kamu sedang hamil, dan ibu hamil tidak boleh berlari nanti jatuh." sahut Arka sambil tersenyum.
Alena menghela nafasnya, ini bukan yang pertama kali nya dia di sayang dengan cara posesif Arka, tapi dia juga merasa senang saat Arka memperhatikan setiap apa yang di lakukan nya.
Keduanya berdiri di luar pintu menunggu mobil yang di kendarai Andrian. "Dia selalu lama, tapi gajih nya tidak pernah mau telat selalu meminta tepat waktu." ucap Arka penuh kekesalan.
Alena hanya tersenyum, sejauh ini hubungan nya dan Arka memang jauh lebih baik, bahkan Arka sekarang selalu terbuka tentang pekerjaan nya, dan yang membuat Alena senang adalah sikap Arka yang selalu manis di depan nya.
"Ayo boss, ini sudah siang." ucap Andrian sambil membukan pintu mobil.
Arka melirik Andrian dengan dingin, "Siapa yang bilang ini malam." sahut Arka sewot.
Alena kembali terkekeh dia baru tau jika ternyata Arka dan Andrian jika di gabungkan bersama akan sekocak ini, Arka yang selalu berkata pedas dan seenaknya, sedangkan Andrian yang selalu ceroboh dan selalu mendasarkan segala hal dengan uang menjadi satu daya tarik dari keduanya, dan hal itu membuat Alena harus banyak memegangi perutnya karna saking lucunya.
"Telat 15 menit boss." kata Andrian.
Arka tidak menghiraukan jika di teruskan maka akan panjang urusan nya dan ujung-ujung nya pasti pria matre itu akan mengatakan hal yang sama seperti hari-hari sebelum nya, "Semua nya tergantung gajih boss, jika naik ya kerjaan pun akan giat." kata si matre yang tak pernah Arka hiraukan.
Arka membalikan posisinya menghadap istrinya, di elusnya perut Alena yang baru hamil 2 bulan itu, ia tersenyum saat di rasa jika perut istrinya sedikit buncit meski belum terlalu terlihat tapi Arka bisa merasakan nya.
"Aku pamit, jaga diri baik-baik, jangan naik tangga, jangan_____ "ucap Arka terhenti karna Alena kembali bersuara.
__ADS_1
"Jangan makan-makanan sembarangan, jangan lupa minum susu, aku ingat semuanya." ucap Alena, dia bahkan harus menghapal hal-hal kecil itu, bukan karna permintaan Arka saja tapi itu semua dia lakukan agar bayinya sehat selalu.
Arka tersenyum, entah kenapa akhir-akhir ini dia menjadi bawel, bahkan masalah makan pun untuk beberapa hari ini selalu menjadi perselihan di antara keduanya, Arka yang mau Alena memakan-makanan sehat sedangkan Alena yang ngeyel selalu mau makan-makanan yang di larang suaminya.
"Bagus, aku akan pulang cepat." ucap Arka sambil mencubit pelan hidung minimalis Alena lalu mengecup pipi istrinya membuat pipi Alena seketika memerah bak kepiting rebus.
Andrian yang berdiri di dekat pintu mobil menaruh tangan di saku celananya, ia terus berdecak merasa malas melihat tingkah Arka yang sekarang menurutnya sangat lebay dan tidak ada sadis nya lagi, tapi meski begitu Andrian sedikit bahagia karna Alena tidak tertindas lagi oleh si tuan muda yang kejam itu.
"Iya, pergilah aku menunggu mu..emm sayang." ucap Alena sambil tersenyum malu-malu yang membuat Arka gemas, dan merasa engan untuk meninggalkan istrinya.
Cup..
Alena mengecup pipi Arka yang membuat Arka seketika terdiam, dan tak lama kemudian dia tersenyum. "vitamine." guman Arka.
"Huh, selalu saja pamer kemesraan." gerutu Andrian dalam hati.
Arka berjalan masuk kedalam mobil, sebelum mobil benar-benar melaju Arka melihat Alena dengan wajah yang tak terbaca, "Aku sudah mencintainya." batin Arka sambil melihat Alena yang nampak melambai-lambai kan tangan nya di teras depan pintu.
"Aku mencintainya." ucap Alena sambil mengelus perutnya, "Mamah mencintai papahmu sayang." sambung Alena sambil berjalan masuk kedalam rumah nya.
Alena tidak tau perasaan seperti apa yang Arka rasakan saat di dekatnya, tapi ia yakin jika diri nya sudah mencintai Arka, entah kenapa setiap melihat Arka yang sedang tertidur ada kedamaian dan kehangatan di hatinya, di mana dia merasa nyaman jika merasakan pelukan yang penuh kelembutan dari suaminya.
Pelayan di rumah nya memiliki tempat sendiri, dan Alena merasa kesepian di rumah sebesar ini sendirian, dia butuh angin segar untuk membuat pikiran nya lebih jernih dan tidak merasa sesak karna terus menerus tinggal di rumah sendirian karna Arka yang sibuk.
🌹
Di tempat lain Dinar yang sedang memakai kembali pakaian nya setelah pergulatan panasnya dengan Zeo kekasihnya, "Sayang, kapan kita menikah." ucap Dinar sambil memeluk Zeo dengan gaya manja nya.
Pria bule itu mendelik lalu tersenyum, "Mungkin setelah misi ku berhasil." sahut Zeo sambil mengelus paha Dinar yang terbuka.
Dinar memasang wajah imutnya, "Kenapa harus menunggu misi selesai? kenapa tidak menikah saja dulu?." ucapnya dengan nada menggoda.
__ADS_1
"Aku harus membalaskan dendam Daddy ku dulu, jika saja ada yang membantuku pasti rencana balas dendamku akan terlaksanakan dan kita bisa menikah." ucap Zeo dengan penuh drama.
Dinar mengeritkan dahinya, dendam? dia sedikit aneh dengan kata itu tapi dia juga penasaran dendam apa yang membuat dia tidak jadi menikah, "Aku bisa membantumu, katakan padaku siapa musuh mu." ucap Dinar, dia benar-benar ingin segera memiliki ikatan yang jelas agar anak di dalam kandungan nya memiliki ayah, dan dia juga perlu uang untuk menopang kehidupan nya.
"Sungguh? kamu akan membantu ku?." tanya Zeo sambil memegangi tangan Dinar.
Ragu-ragu Dinar mengangguk, "Iya, katakan siapa orang yang membuat mu menunda pernikahan kita, musuh mu adalah musuhku." tegas Dinar.
"Musuh kita sama, kamu mau kan membantu ku untuk menghancurkan musuh kita?."
Dinar mengangguk, "Tentu saja, apapun akan aku lalukan agar kita bisa menikah." sahut Dinar cepat.
Zeo menarik nafasnya lalu memegangi kedua tangan Dinar dengan wajah serius. "Bantu aku menyingkirkan Alena, setelah itu kita akan menikah." ucap Zeo.
Dinar melongo mendengar ucapan Zeo barusan, dia tidak mau menjadi pembunuh seperti ayah dan kakak nya, mendekam di penjara dengan waktu yang lama, tapi bagaimana dengan anak nya? dia tidak punya pilihan lain uang nya sudah hampir habis.
"Kamu ragu?."
Dinar menggeleng, "Baiklah aku mau, tapi setelah itu kita menikah kan?." tanya Dinar memastikan.
Zeo menganggukan kepala nya cepat. "Tentu saja, setelah urusan dendam ku terbalaskan kita akan menikah secepatnya sayang." ucap Zeo sambil memeluk Dinar.
"Dasar gadis bodoh, mudah sekali membodohimu sayang." batin Zeo tersenyum menyerigai.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Mampir ke cerita Lia yang di tikung janda ya😉
Jangan lupa jejak !!
__ADS_1