Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Support untuk Andrian.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Kabar meninggal nya Lili bukan hanya membuat Andrian dan keluarga Rey Parisky sedih, tapi juga membuat keluarga Rafasya juga ikut larut ke dalam duka mendalam yang sedang di lalui keluarga Rey Parisky.


Anaira dan Kiano yang ingin memberikan semangat pada sepupunya Andrian hanya bisa menghela nafasnya, Andrian benar-benar kehilangan kehidupan nya, pria itu menghabiskan waktu sehari-hari nya hanya di dalam kamar dan melamun.


"Sayang, aku kasihan pada Kak Rian." ucap Anaira tak tega rasanya melihat orang yang biasanya ceria dan melakukan segala sesuatu dengan gaya nya matrealistis kini malah termenung di kamar seperti orang yang putus harapan.


"Tidak apa, dia masih butuh waktu sendiri." tutur Kiano, pernah merasakan kehilangan membuat Kiano tau perasaan sepupunya sekarang, dulu dia juga pernah merasakan di tinggalkan oleh saudara kembar nya, dan Kiano tau rasanya di tinggalkan oleh orang tersayang nya.


Beberapa kali kedua pasangan patsuri itu membujuk Andrian untuk tidak terus larut kedalam kesedihan nya, karna sudah hampir tiga Minggu ini Andrian benar-benar menutup dirinya dan juga jarang makan, bahkan Rey sampai kesal dan marah karna sikap putranya yang masih larut dalam kesedihan nya.


Sebagai orang tua Rey juga merasakan sakit nya melihat cucu dan menantu nya pergi untuk selama nya, tapi Rey tidak habis pikir dengan putranya yang terus mengurung di kamar layak nya pria yang kehilangan arah.


"Kepergian memang menyakitkan, tapi hidup masih panjang, masih banyak hal yang harus di lihat dari dunia ini, karna kesedihan hanya akan membuat luka lama semakin menyakitkan, bukan terobati."


Kali ini Kiano akan membiarkan Andrian berbuat sesukanya, dia mau melihat apa yang akan di lakukan sepupunya itu.


"Sayang tunggulah, aku akan melihat nya lagi sebelum pulang." ucap Kiano di angguki cepat oleh Anaira.


Kakak nya Arka sudah berusaha untuk membujuk Andrian agar kembali bekerja, tapi nihil Andrian tak menyahuti nya, bahkan Arka sudah menawarkan kenaikan gaji 10x lipat, tapi nihil semua itu tak di gubris oleh Andrian yang masih larut kedalam kesedihan nya.


"Baiklah." sahut Anaira, dia tau yang Andrian butuhkan saat ini adalah orang yang mengerti dirinya, dan Anaira yang yakin suami nya akan membuat Andrian menjadi sosok yang baru, sosok yang tidak putus harapan hanya sebuah suratan takdir yang tidak adil.

__ADS_1


Kiano berjalan kembali ke arah kamar sepupunya itu, di lihat nya kamar yang tidak terawat, bahkan sopa dan ranjang nampak penuh dengan debu yang menempel.


Andrian memang tidak mengijinkan siapapun untuk membereskan kamar nya, dia tidak mau ad seorang pun yang menghilangkan jejak kehangatan di kamar nya, Andrian masih merasakan kehadiran istrinya di kamar nya.


"Rian." ucap Kiano pelan, dia berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dan tubuh Andrian yang duduk di pojokan dengan tatapan menerawang nya.


Yang di panggil masih terdiam dengan tatapan yang kosong, membuat Kiano menghela nafasnya.


"Jangan buat dirimu susah Rian, bukan hanya kamu yang kehilangan, tapi kami semua juga kehilangan sosok Lili, Ayah Bunda mu..kita semua kehilangan Rian." kata Kiano sambil memegang baru Andrian.


Kembali tak mendapatkan jawaban, Andrian masih tetap sama diam dan diam, bahkan nasi yang sedari pagi di buatkan masih tetap utuh yang menandakan jika Andrian belum makan.


Kiano bangkit lalu mengambil sepiring nasi nya, di memegang sendok dan isi makanan, "Aku pernah merasakan kehilangan sepertimu Rian, bahkan aku sempat menyalahkan diriku sendiri karna aku merasa kakak yang tidak becus menjaga adik nya, tapi saat aku menyalahkan diri ku sendiri ada seorang anak muda yang menasehati ku." Kiano menjeda ucapan nya.


"Dia bilang ini bukan salah ku, ini adalah takdir dari sang pencipta yang mempunyai tempat jauh lebih baik untuk adik ku, dan dia juga bilang jika tidak ada gunanya menangis karna itu hanya sia-sia, tangisan hanya akan membuat yang pergi menjadi tersiksa, dan saat itu juga aku sadar jika tangisan ku hanya malah membuat adik ku menjadi tersiksa di tempat baru nya." sambung Kiano.


Melihat Andrian yang menangis membuat Kiano ikut meneteskan air mata nya. "Makan lah Rian, kamu harus berjanji untuk hidup seribu tahun lagi untuk istri dan anak mu, mereka akan bahagia jika melihat mu tersenyum." ucap Kiano sambil mengangkat tangan nya dengan sendok berisi makan yang di dekatkan pada bibir sepupunya.


Ragu-ragu Andrian membuka mulut nya, dia mencoba mengunyah makanan nya pelan, air matanya jatuh tak tertahankan, dia merasa bodoh dengan apa yang di lakukan nya selama tiga Minggu ini.


Suapan demi suapan Kiano berikan pada sepupunya, meski Rian masih belum mengatakan sepatah katapun Pada nya tapi setidaknya Kiano senang karna sepupunya mau makan.


Dan saat suapan ke empat Andrian menolak, dia menaruh piring yang di pegang Kiano ke lantai. "Maaf." ucap lirih sambil memeluk Kiano.


Kiano membalas pelukan itu, dia senang sepupunya sudah mulai bisa membuka diri. "Minta maaf lah pada orang tuamu Rian, mereka yang paling sakit melihat mu seperti ini, minta maaf pada mereka." ucap Kiano seraya menepuk pundak sepupunya.

__ADS_1


Tak di sangka semua itu terekam oleh kacamata Anaira, dia sampai meneteskan air mata nya karna terharu mendengarkan ucapan suaminya yang bisa mengingatkan Andrian betapa harus nya kita bersyukur karna masih bisa di biarkan menghirup udara segar dengan di temani orang tersayang.


Orang tersayang bukan hanya istri, tapi orang tersayang itu termasuk orang tua dan kerabat terdekat.


"Maafkan kebodohan ku Lili, aku berjanji akan hidup lebih baik lagi untuk mu dan putri kita." batin Andrian sambil melepaskan pelukan nya.


Kesedihan memang terkadang membuat jiwa dan mata hati kita tertutup untuk melihat orang yang perduli akan kehidupan kita, dan itu juga sempat di rasakan Andrian, dimana dia menolak semua kasih sayang dan perhatian dari orang terdekat nya.


Kini dia sadar tidak ada guna nya menangis, kehilangan orang tercinta memang sangat menyakitkan, tapi itu sudah terjadi dan yang sudah pergi tidak mungkin kembali, jadi apa yang harus di lakukan nya sekarang? selain meminta maaf pada orang tuanya yang sudah dia lukai hati nya.


"Mau kemana?." tanya Kiano melihat Andrian yang berdiri.


"Aku akan meminta maaf pada Ayah Bunda, mereka yang paling tersakiti saat aku menyalahkan takdir ini." jawab Andrian.


"Aku akan mengantar mu." kata Kiano lagi.


Andrian mengangguk. "Ya, tunggulah di bawah aku akan mandi, tidak mungkin aku pergi ke rumah orang tua ku dengan tubuh yang bau, dan wajah yang kusam ini." sambung Andrian sambil berjalan ke arah kamar mandi.


Kiano tersenyum melihat Andrian yang kembali semangat, meski dia tau sepupunya belum sepenuhnya menerima kenyataan tapi setidak nya dia berhasil mengingatkan sepupunya untuk tidak terus menerus larut dalam kesedihan, setidaknya kini Andrian mulai bisa hidup normal kembali.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹


Minta ember dong, mata Author bocor nangis terus ngetik nya, untung ngak kepeleset nih jari mungil😭

__ADS_1


Jangan lupa Vote♥️


__ADS_2