Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Jodoh Babby Bian.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Tidak ada acara meminta uang untuk tunggakan rumah, ataupun tunggakan lain nya, kehidupan nya yang memang sudah serba berada membuat kehidupan rumah tangga Alena dan Arka menjadi lain dari yang lain.


Segalanya bisa mereka beli karna uang mereka banyak, apalagi keduanya memang sudah terlahir dari lingkungan keluarga berada, percayalah jika pun ada masalah yang menimpa mereka pasti masalah nya hanya satu, berbeda argumen, karna jika untuk merebutkan uang Arka dan Alena tidak ada waktu untuk mempermasalahkan masalah itu.


"Cuci tangan cuci kaki jangan lupa gosok gigi." ucapan itu sering Alena katakan pada suami nya, dan Arka hanya mengangguk tanpa penolakan.


Alena selalu mengingatkan suaminya agar menjaga kebersihan nya sebelum tidur, dan hal itu selalu di patuhi Arka mengingat mereka tidur bertiga bukan hanya berdua, karna kebersihan dan kenyamanan adalah hal yang utama.


"Cape ngak?." tanya Alena.


"Ngak, sini." ucap Arka menepuk dadanya.


Alena menurut dia bersandar di dada sang suami, hembusan nafas panas itu menelisuk sampai tubuhnya menghangat, "Ngapain aja tadi di rumah Mommy? tumben mendadak." tanya Alena, dia penasaran dengan apa yang membuat suaminya mendadak pergi ke rumah mertuanya.


"Anaira akan pergi ke luar kota selama satu Minggu, Mommy menyuruh kita menginap, katanya Mommy sudah merindukan Babby Bian." kata Arka.


"Oh." ucap Alena singkat, dia tau jika suami nya itu tidak mengatakan sepenuh nya, jika hanya masalah menginap tentu saja mertuanya bisa menelpon nya langsung, dan Arka tidak harus sampai mendadak pergi ke rumah besar.


Elusan demi elusan di rasakan Alena dia merasakan kenyamanan sekaligus merasakan perasaan yang berbeda, ia merasakan jika suaminya menyembunyikan sesuatu dari nya, dan Alena bisa melihat dan merasakan nya lewat tatapan Arka yang teduh padanya.


"Sayang aku mau bicara." ucap Alena dengan wajah yang menatap ke wajah suaminya.


"Bicara apa? katakan lah." sahut Arka cepat, tak lupa dia pun membalas tatapan yang di berikan sang istri yang mana membuat manik keduanya saling bertatapan dengan jarak yang sangat dekat.


"Mommy Daddy bilang apa?." tanya Alena pelan.


Arka terdiam, dia merasa hal ini bukan lha hal yang besar, tapi melihat tatapan lembut yang di berikan Alena padanya membuat Arka tidak bisa membohongi istri tercintanya.


"Mommy Daddy akan menjodohkan Babby Bian dengan cucu dari keluarga Angga Sanjaya." ucap Arka dengan helaan nafas berat.


"Sayang.." ucap Alena terkejut, ini bukan masalah main-main. "Babby Bian masih kecil, kenapa Mommy Daddy sudah mencarikan jodoh untuk nya." sambung Alena tak paham dengan pemikiran mertuanya.


Arka kembali mengelus kepala istrinya, dia dapat melihat kegundahan di wajah istrinya. "Tenanglah, lagi pula setahu ku anak dari keluarga Sanjaya belum menikah, bisa saja Putri mereka melahirkan anak laki-laki bukan?." ucap Arka mencoba menenangkan istrinya yang mulai resah.


Hufhhh..

__ADS_1


"Tapi aku tidak mau Babby Bian merasa terkekang dengan adanya perjodohan bayi ini." tegas Alena mengutarakan ketakutan nya tentang penolakan sang putra suatu saat nanti, meski dia tidak tau takdir seperti apa yang akan di jalani sang putra.


"Kita tidak akan memaksa nya sayang, tapi takdir yang akan membuktikan nya." ucap Arka sambil tersenyum. "Jangan sedih, kita manusia hanya bisa merencanakan tapi kita tau bukan kalau Tuhan lah yang menakdirkan, jadi kita percayakan semuanya pada yang di atas, masalah jodoh Babby Bian nanti aku yakin gadis yang terpilih itu akan membuat Bian kita bahagia." sambung Arka.


Sebenarnya bukan hanya Alena saja yang kaget dengan niat Mommy Daddy nya, tapi Arka juga dia bahkan belum memikirkan hal yang sejauh itu, apalagi usia Babby Bian masih satu tahun.


"Mommy Daddy tau yang terbaik untuk Bian." ucap Arka.


Alena mengangguk, "Iya, aku mengerti sayang." ucap nya sambil memeluk tubuh kekar suaminya.


Semuanya akan di serahkan pada takdir yang maha kuasa, Alena tidak akan melarang keinginan mertuanya, meski sebenarnya hal ini sulit dia terima, tapi Alena yakin tidak ada satu pun orang tua yang ingin menjerumuskan anak nya kedalam kubah kegelapan, dan apa yang di lakukan mertuanya Alena yakin di balik semua itu ada makna besar yang akan di kupas dan di tampung oleh putranya kelak.


🌹


Di tempat lain seorang gadis tengah berdandan cantik di depan cermin, make up tipis dan olesan sedikit liptin nampak memperindah wajah nya, dia tak lain adalah Lili yang akan pergi ke sekolah nya.


Senyuman manis nampak terukir di wajah cantik nya, olesan parfum cologne membuat penampilan di tubuhnya yang kecil semakin bertambah perfect apalagi aroma parfum yang di pakainya manis dan lembut.


"Oke, mulai hari ini bersikap dewasa dan jangan bertingkah seperti anak manja lagi." gumam Lili sambil menatap pantulan wajahnya di cermin.


Setelah di rasa penampilan nya maksimal Lili langsung mengambil tas gendong kecil nya, dua buku tebal yang di peluk nya, Lili keluar dari kamar nya dengan langkah penuh peracaya diri.


"Pagi juga sayang." jawab orang tua Lili bersamaan.


"Kamu ngak demam kan sayang?." tanya bunda pada anak gadis nya.


Lili menggelengkan kepalanya cepat, "Bunda ngomong apa sih." kata Lili sambil mengambil piring yang sudah berisikan nasi goreng, lalu melahap suap demi suapan nasi goreng nya.


"Tumben bawa buku, emang lagi ada tugas ya." tanya Bunda pada anak gadis semata wayang nya.


"Lili kan lagi ujian bunda, Lili mau buktiin kalau Lili itu bisa mendapatkan nilai yang memuaskan." tegas Lili dengan wajah yang penuh percaya diri, dia ingin memastikan jika ujian kali ini Lili akan belajar penuh, dan Lili yakin dengan begini dia bisa membuktikan pada Andrian jika dia bukan gadis manja yang selalu bersembunyi di balik bokong orang tua.


Lili menjalani rutinitas nya selayak nya siswa-siswi lain nya, mengerjakan soal ujian nya dengan penuh ketenangan dan keseriusan, tak terasa jam sudah menunjukan pukul setengah dua belas yang menandakan waktu pulang telah tiba.


"Hy bunga Lili." sapa seorang pemuda yang berpakaian seragam yang sama dengan Lili.


Lili yang baru keluar dari kelas nya itu tak menoleh dia hafal dengan suara pemuda itu, dan Lili tidak menyukai saat suara itu memanggilnya, dengan gerakan cepat Lili segara melangkahkan kaki nya untuk berjalan meninggalkan sosok yang kini tengah mengikutinya.


"Bunga Lili, tunggu dulu pliss jangan ngehindar dari aku terus." ucap pemuda itu, dan hal itu membuat Lili mau tak mau menghentikan langkah nya dan langsung membalikan tubuhnya menjadi menatap pemuda itu.

__ADS_1


"Apaan sih Dera, aku kan udah bilang jangan gangguin aku terus, kamu lupa ingatan ya." kata Lili dengan wajah yang tak bersahabat.


Pemuda itu tersenyum, setidaknya bunga Lili nya kembali membalas sapaan nya, tidak perduli jawaban dari sapaan nya itu menyakitkan nya.


Dera adalah teman sekelas Lili yang selalu mendekati Lili sejak Lili masuk ke kelas dua, dan sekarang pemuda yang terkenal dengan playboy nya di sekolah Lili itu kembali mendekati Lili setelah tiga bulan yang lalu Dera dengan terang-terangan menembak nya di kelas, dan tentu saja Lili menolak Dera karna Lili sudah bertunangan dengan Andrian.


"Pulang nya aku antar ya, kita nonton yuk Li." ajak Dera, tak lupa dengan senyuman nya.


"Maaf, aku ngak suka nonton, lagian pulang sekolah aku mau belajar, mending kamu ajak cwe lain aja." sahut Lili tegas.


Tak kehilangan akal Dera kembali memasang senyuman nya, "Kalau gitu nanti sore aku main ke rumah kamu ya, kita belajar sama-sama." ucap Dera lagi.


"Ahk aku ngak jadi belajar di rumah, pulang sekolah aku mau ke rumah cal__ " ucap Lili terhenti karna melihat seseorang yang sangat dikenali nya.


"Kakak." teriak nya, lalu Lili menutup bibirnya dia lupa jika sekarang Lili harus bisa menjaga sikap nya, dan Lili tidak boleh kekanak-kanakan lagi, dia tidak mau membuat Andrian ilfiel padanya.


Andrian berjalan melewati tatapan siswi-siswi alay yang menatapnya penuh kekaguman itu, dia berjalan dengan wajah yang datar sambil melihat ke depan dimana seorang gadis berseragam tengah tersenyum padanya.


"Kakak mau ngapain ke sekolah aku? tumben." tanya Lili dengan wajah yang mencoba untuk tidak berekspresi norak.


"Bunda menyuruhku kemari, katanya aku harus menjemput mu." ucap Andrian, lalu dia menatap tajam pada pemuda berseragam yang tengah memandang tunangan nya itu.


Tanpa menunggu jawaban dari Lili Andrian langsung memegang tangan Lili dan membawa Lili untuk melangkah bersama nya, hal itu tentu saja membuat Lili kaget tidak biasanya Andrian bersikap seperti itu padanya, biasanya tunangan nya itu pasti cuek tapi sekarang beda.


"Kakak pelan-pelan, kaki ku sakit." ucap Lili.


Andrian menghentikan langkahnya, tanpa menunggu persetujuan dari Lili dia langsung memangku Lili layak nya bayi kecil, dan semua itu disaksikan oleh siswa-siswi lain nya dengan penuh sorak.


Dera manatap kepergian Lili dengan mata yang tak berkedip, dia merasakan api cemburu yang membara saat melihat gadis incaran nya di perlakukan semanis itu oleh pria lain.


"Bunga Lili milik ku, aku tidak boleh kecolongan pria itu harus aku kasih pelajaran." gumam Dera dengan wajah kesal nya.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹


Btw kisah Andrian dan Lili akan habis, tapi ngak nikah karna usia Lili yang masih terbilang anak bawang, jadi cerita di lanjut Anaira aja ya.😊


Jejak!!!!

__ADS_1


__ADS_2