
JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!
Selamat membaca😉
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah Ririn bisa mengiklaskan kepergian sang ayah kini Ririn mulai bisa memulai kehidupan nya kembali begitupun dengan Rafa yang senantiasa selalu ada di samping gadis yang di cintainya.
Waktu berjalan begitu cepat kini genap satu tahun Ririn dan Rafa menikah, pernikahan yang di awali balas dendam dan keterpaksaan itu kini berubah dengan hari-hari yang di penuhi kasih sayang dan rasa cinta.
Rafa meninggalkan dunia gelap nya yang selalu menjadi pelampiasan nya saat sedang gundah dan sedih, kini iya hanya menjalani kewajiban nya menjadi CEO di perusahaan yang iya bangun dari nol itu di bantu Zex sang Asisten.
Dunia gelap nya yang sudah iya jalani beberapa tahun kebelakang hanya akan menjadi masa lalunya, dan kini masa depan nya adalah gadis yang selalu memberikan cinta tulus nan suci untuknya, gadis cantik yang rela dinikahinya atas kebencian nya dulu.
"Sayang aku berangkat nya sama Dian aja ya, nanti pulang nya ke kantor." Ucap Ririn sambil mencium pungung tangan suaminya.
"Baiklah, semangat belajarnya ya sayang, jangan lupa makan siang dan minum obatnya." Ucap Rafa memberikan perhatian yang berlebihan membuat Ririn cemberut.
"Sayang aku tau, dan satu hal aku bukan anak kecil lagi." Ucap Ririn tak terima.
Rafa mengacak rambut sang istri dengan gemas, "Kalau sudah besar harusnya kamu tumbuh sayang, tubuhmu..tinggimu," Rafa terkekeh saat menggoda sang istri.
"jangan bilang kamu ngejek aku pendek dan kecil." Ririn memajukan bibirnya ke depan.
" Haha..aku tak bicara seperti itu, kau yang bilang." Ucap Rafa dan hal itu membuat Ririn kesal lalu berjalan ke arah mobil yang di dalam nya sudah terdapat Dian yang sudah stay menunggu nya sejak tadi.
"Ayo kak Dian kita berangkat." Ucap Ririn setelah duduk di kursi penumpang.
" Baik Nona," Ucap Dian sambil menancap gas pedal mobilnya.
Rafa tersenyum sambil memasuki mobilnya sedang Zex yang melihat nya hanya mengelengkan kepala dengan tingkah Rafa dan Ririn yang semakin hari semakin terlihat seperti remaja yang baru jatuh cinta.
__ADS_1
"Apa agenda hari ini Zex?." Tanya Rafa sambil melihat-lihat layar ponselnya yang dimana terdapat foto dirinya dan sang istri.
"Pagi ini kita ada meeting Tuan." Ucap Zex yang sedang mengendarai mobil dengan mata yang memandang lurus kedepan.
"Kau sudah mempersiapkan semua berkas-berkas nya bukan?."Tanya Rafa lagi.
Zex mengangguk."Sudah Tuan, tapi ada satu agenda lagi di siang hari nanti." Ucap Zex masih dengan pandangan .
"Apa?." Tanya Rafa.
"Nyonya Alira melahirkan dan Tuan Renan menyuruh anda dan nona muda ke rumah sakit." Ucap Zex.
Rafa menghembuskan nafas nya kasar mendengar ucapan Asisten nya, kabar ini sangat membuatnya emosi bagaimana mungkin Daddy nya bisa tertipu dengan qajah wanita ular seperti Alira sungguh iya tidak bisa bernafas lega apalagi mendengar kabar buruk itu.
Zex melirik dari kaca spion mobil melihat wajah Rafa yang seperti marah dan kecewa, " Jika anda mau kita bisa membongkar rahasia Nyonya Alira sekarang tuan, semua fata sudah lengkap." Ucap Zex.
"Jangan dulu aku hanya ingin melihat sejauh mana dia berusaha untuk merebut harta ku, jika dia melewati batasan nya baru kita bertindak." Ucap Rafa.
"Apa anaknya laki-laki?." Tanya Rafa lagi.
Rafa bernafas lega karna anak itu bukan ancaman baginya, iya hanya khawatir jika anak itu adalah laki-laki dan Daddy nya pasti akan memberikan harta itu pada anak dari perselingkuhan Alira, bukan dari darah daging nya sendiri.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Disisi lain Ririn dan Hany yang sama-sama baru sampai di halaman kampus langsung pergi menuju kelasnya meninggalkan Dian dan Rey yang masih menatap mereka dari kejauhan.
Setelah melihat nona mudanya pergi Dian menghembuskan nafasnya pelan, "Saya permisi tuan." Ucap Dian berniat segera pergi dari tempatnya.
"Hey..kenapa kau buru-buru sekali? apakah kau sibuk?." Tanya Rey.
Dian melirik lalu melihat pria yang sedang berdiri menatapnya itu, "I..iya tuan, saya harus segera pergi karena ee..di rumah masih ada pekerjaan yang harus saya kerjakan." Ucap Dian mencari alasan.
Rey terkekeh pelan melihat gadis yang sama tomboy nya dengan adik tersayang nya itu."memang nya apa yang akan kau kerjakan?." Tanya Rey penasaran.
" M..mengepel, dan beres-beres." Jawab Dian asal. " Bukan kah itu pekerjaan pelayan." Ucap Rey dengan alis yang terangkat satu yang membuat Dian gugup.
"Mati aku ini mulut ngapain sih malah bilang ngepel harusnya bilang aja mau belanja kek atau apa kek..hiss." Batin Dian sambil memalingkan wajahnya malu.
"Menarik." batin Rey.
" Sudahlah jangan banyak alasan, aku tau pekerjaan mu hanyalah menjaga Nona muda bukan? mari makan sebentar aku akan meneraktirmu sebagai tanda persahabatan." Ucap Rey dengan senyuman manisnya.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
^^Happy Reading^^
Dian menghela nafasnya berat, " Baiklah." Jawab Dian akhirnya mengiyakan yang membuat Rey tersenyum senang karna bisa mendekati Dian.