Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Kritis.


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!


Selamat membaca😉


🌹🌹🌹🌹


Setelah selesai mandi Ririn dengan cepat memakai pakaian nya, mini dress berwarna biru langit yang menjadi pilihan nya, rambutnya panjang nya di uraikan dengan sedikit tambahan jepitan kupu-kupu yang menambah kecantikan nya.


Rafa berkali-kali meggelengkan kepala melihat tingkah laku istri kecilnya yang sangat menggemaskan.


Sesampainya di meja makan keduanya makan dengan khitmat, lebih tepatnya hanya Rafa yang makan dengan pelan berbeda dengan Ririn yang sangat rusuh karna tidak sabar bertemu dengan sang Ayah.


" Uhukk.. uhukk." Ririn terbatuk-batuk.


" Sayang pelan-pelan makannya, tidak akan ada yang mengambil makanan mu." Ucap Rafa sambil memberikan segelas air minum untuk Ririn.


" Mm.. aku sudah tidak sabar bertemu ayah." Ucap Ririn dengan senyuman yang tak luput dari sudut bibirnya.


Rafa terdiam mendengar perkataan istri kecilnya, melihat begitu antusias nya Ririn yang akan bertemu dengan pak Danu membuatnya menjadi iba apalagi mengingat kondisi pak Danu yang sekarang sedang kritis.


" Mas.. ko ngelamun?." Ririn heran.


" Ehh ngak sayang.. ayo cepat habiskan makanan nya." Ucap Rafa sambil memasukan suapan terkhir kedalam mulutnya.


Setelah selesai makan Rafa dan Ririn tak lupa dengan dua Asisten nya yang jomlo yang tak lain Dian dan Zex, keempat anak manusia itu duduk di jok yang berbeda sang majikan duduk di jok tengah, sedangkan si Asisten keduanya duduk di depan, Zex langsung melaju dengan kecepatan standar demi menjaga keselamtan majikan nya.


Suasana di dalam mobil nampak hening, Zex sibuk menyupir ada pun disamping nya Dian gadis tomboy itu terlihat pokus ke depan melihat jalanan yang tidak terlalu padat.


sedangkan Rafa sendiri pria itu malah terlihat gelisah, apalagi setelah melihat wajah menggemaskan sang istri yang terus memperlihatkan senyum kebahagian membuatnya merasa serba salah, dengan kenyataan pahit yang nanti nya akan istrinya terima.

__ADS_1


" Kak.. bisa cepetan dikit ngak?," Ririn terlihat tidak sabaran.


" Baik Nona, akan saya lakukan." Ucap Zex. sedangkan Dian gadis tomboy iyu sesekali mencuri pandang melihat ke arah pria di samping nya yang nampak datar.


" Pokuskan pandangan mu, " Bisik Zex sangat pelan tapi mencekam di telinga Dian.


Mobil yang di tumpangi empat manusia itu sampai di parkiran salah satu Rumah sakit besar di kotanya, Ririn keluar dari mobil dengan Dian yang sudah sigap membukan pintu mobil untuk majikan nya.


" Dimana ruangan ayah?." Ririn terlihat gelisah.


" Di lantai VIP lantai 5 nona." Ucap Zex.


lalu mereka berempat pun memasuki Lift di dalam lift mereka hanya diam, Zex melirik majikan nya yang nampak gelisah, jelas iya tahu betul apa yang di rasakan oleh sang tuan muda itu tapi iyapun tidak bisa berbuat apa-apa.


" Ayah." Ucap Ririn sambil berjalan ke arah ruangan pasien yang hampir menyerupai hotel bintang 5 itu.


Wajah pucat tubuh kurus dan kulit yang sudah keriput nampak jelas di penglihatan Ririn, membelai tangan sang Ayah sambil menciumi pungung tangan ayah nya berharap ayah nya akan segera sadar.


tapi meski begitu dokter hanya bilang kalau pak Danu sedang kritis saja tanpa mengucapkan kata-kata yang bisa membuat sorot mata Asisten datar sang tuan muda keluar.


Jelas baik dokter maupun para pekerja medis di rumah sakit hampir semua nya mengetahui siapa yang berhadapan dengan mereka, Zex seoarang sekertaris sekaligus Asisten dari Tuan Rafasya Ammar Raid seorang pengusaha muda yang paling terkenal akan ke tegasan nya dan kekejaman nya.


" Ayah Ririn datang.. Ayolah ayah bangun.. Ayah Ririn sudah ada disini." Ucap Ririn sambil menangis.


tak jauh di tempat duduk Ririn terlihat Rafa yang sedang mengintip dengan pakaian medis nya, air mata lolos keluar melihat orang yang di cintainya sedang menangis sesegukan.


" Ayah ayo bangun.. kakak bunda, semuanya ningalin Ririn, ayo ayah bangun ayah udah janjikan bakal nemenin Ririn sampai Ririn punya anak, Ririn janji bakalan kasih cucu yang banyak buat ayah, tapi ayah harus bangun." Ucap Ririn dengan air mata yang terus mengalir.


Rafa berjalan menghampiri gadis kecil nya yang sedang meringkuk, memeluk tubuh mungils yang menjadi candunya. " Sabar sayang, kita doakan saja semoga kondisi ayah cepat membaik." Ucap Rafa sambil mengelus kepala istrinya lembut penuh kasih sayang.

__ADS_1


Entah keajaiban atau apa pak Danu mengerakan tangan nya, dan itu tak lolos dari penglihatan Ririn dan Rafa.


" Ayah sadar, ayah mengrakan tanganya mas." Ririn nampak bahagia dan langsung tersenyum.


Rafa yang melihat itu tersenyum lalu berlari ke arah pintu memanggil dokter.


Disisi lain tepatnya di sebuah kamar yang tidak bisa di bilang kamar apalagi melihat banyak nya sampah dan beberapa tumpukan baju yang berserakan. terlihat seorang pria yang tengah tersenyum melihat layar ponselnya.


Dia tak lain adalah Rey yang tengah tersenyum bahagia karna setelah tidur nyenyak nya iya mendapatkan transferan uang yang bisa memenuhi kehidupan nya satu tahun.


uang hasil kerja kerasnya, dan ya kerja keras nya selalu di bayar mahal oleh sang tuan muda.


" Ayolah uang ku datang lah pada ku, hhaa." Terawa sendiri.


tok..tok..tok..


" Kakak.. buka pintunya !! " Ucap seseorang dari balik pintu dengan gedoran pintu yang terus menerus membuat telinga Rey sakit.


" Is.. dasar bawel.. mau apa." Rey nampak Acuh dan malas.


" anterin aku kerumah sakit, Ayah teman ku lagi sakit. dan kata ayah juga kalau aku ngak boleh keluar rumah kalo ngak sama kakak." Ucap gadis itu yang tak lain adalah adik Rey.


Rey menghampaskan nafasnya kasar. " Iya iya.. kakak mandi dulu." Ucap Zex lalu menutup pintunya.


" Dasar bawel, untung adik kalo ngak udah gue ceburin ke solokan kembang tujuh rupa tuh bocah." Rey mendumel.


" Kakak !! cepetan jangan banyak ngedumel, di bilangin ayah nanti tau rasa." Ucap adik Rey yang ternyata masih berdiri di balik pintu.


___________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


^^Happy Reading^^


__ADS_2