Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Membuang ego demi jiwa yang hidup.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Arka menghela nafasnya berat di dalam ruangan berukuran minimalis yang ia jadikan sebagai ruangan rahasianya di rumah besar orang tuanya, bersandar di kursi kerjanya dengan wajah yang nampak gelisah.


Pikiran nya berkecamuk dalam segala hal, termasuk masalah Alena yang hamil, di tambah lagi sifat Alena yang pembangkang dan keras kepala itu membuat Arka lebih banyak memilih diam.


Apa dia salah jika dia belim mencintai istrinya? sedangkan hasil persatuan yang mereka lakukan hanya 7 kali itu kini sudah menjadi sebuah janin, lalu bagaimana denngan Alena yang dulu membencinya dan menyukai pria lain? apa Arka harus menutup mata untuk menutupi semua fakta yang iya tau sudah lama itu?.


"Jika aku mencintaimu, apa kamu mau membalas rasa ku?." ucap Arka sambil mengusap foto Alena dan dirinya yang sedang melakukan acara pemotretan, hubungan saat pemotretan jauh lebih dekat di bandingkan dengan sekarang yang saling menjauhi.


Huh..


Arka kembali menghela nafas nya, dia mengusap foto yang ada di meja nya, foto gadis berambut sebahu dengan gaya nya yang tomboy, "Dan apa aku bisa melupakan semua kenangan bersama mu? apa aku egois jika aku menyukai dua wanita, meski kamu sudah pergi jauh?." gumam Arka sambil memandang kedua foto itu bergantian.


Wajah Alena dan Kikan hampir persis mirip, bentuk pipi yang chabby, hidung nya yang minimalis dengan bentuk bibir yang sama kecilnya, hanya satu yang membedakan keduanya yang tak lain adalah rambut nya, Alena menyukai gaya rambut curly dengan rambut yang di ikat setengahnya dan setengahnya di biarkan terurai begitu saja, sedangkan Kikan gadis itu lebih menyukai gaya rambut pendek sebahu.


Apa Alena adalah reinkarnasi dari Kikan? atau Alena adalah reinkarnasi dari hiu cantik yang selalu Arka sukai sejak kecil?, pikiran itu terus melayang, bahkan Arka mengingat jika ia dulu pernah mengatakan jika Arka ingin menikah dengan Alena pada hiu cantik yang selalu memakan daging mentah itu.


Mungkin ini adalah saat nya untuk Arka memulai semua nya, Arka tidak mau di tinggalkan untuk kedua kalinya dan sekarang ia yakin jika Alena yang keras kepala itu bukan reinkarnasi dari Kikan maupun si hiu cantik, Alena ya Alena, gadis manja yang selalu menghalalkan segala cara sesuka hatinya.


Arka mengambil ponsel nya menyentuh layar lalu menekan tombol yang akan ia hubungi.


"Hallo?."


"Belikan rumah dengan desain princess, tambahkan lagi halaman yang di penuhi bunga mawar seperti flm-flm disney."


"Apa? rumah Disney?."


"Ya belikan itu sekarang, dan besok aku akan menempati rumah itu."


"Hey Boss, apakau gila? mustahil satu hari rumah itu akan bisa di tinggali, seminggu juga aku rasa tidak mungkin." terdengar helaan nafas kesal dari ucapkan Andrian.


"Aku tidak mau tau, itu adalah kado untuk istri dan calon anak ku." tegas Arka lagi.


"What? kau punya anak? Alena hamil? oh astaga hebat sekali, ajarkan aku suhu _____ "

__ADS_1


Tut..tut..


Arka mematikan ponselnya sepihak karna malas membicarakan hal yang tidak penting.


"Anak ku papah janji akan mencoba mencintai ibumu, papah akan menjaga kalian berdua." ucap Arka penuh keyakinan, lalu ia pun berjalan keluar ruangan itu, berjalan melewati kamar-kamar di lantai atas dengan wajah yang penuh keyakinan di sertai senyuman.


Ceklek..


Arka berjalan dengan pelan, dia melihat Alena yang nampak masih betah terpejam, ia melangkah mendekati ranjang dimana Alena terbaring, tangan nya terulur mengusap pelan pipi chabby Alena.


"Terimakasih, aku janji akan memperbaiki semuanya, aku akan menjagamu dan bayi kita, jangan pergi dari ku." ucap Arka sambil beralih mengelus perut Alena yang masih rata.


Alena yang sedang tertidur dapat merasakan usapan itu dan hal itu juga membuat Alena replek memegang tangan Arka lalu membuka matanya.


"Jangan cari kesempatan dalam kesempitan." ucap Alena sambil menepis tangan Arka.


"Aku hanya ingin menyapa anak ku."


"Ya, tapi kamu mencari kesempatan, dan aku tidak suka apa yang kamu lakukan tadi." ucap Alena dengan wajah kesal nya.


Arka menghela nafasnya mencoba untuk tidak tersulut emosi karna sikap Alena yang memang sedikit arogan dan keras kepala, ia tidak mau egois mengingat Alena kini sedang mengandung anak nya, Arka memilih mengalah dari pada menambah kekesalan Alena.


Kriukkk..


Suara alrm alam itu membuat Arka sontak menghentikan langkah kakinya, lalu melihat ke arah Alena yang nampak sedang menunduk dengan tangan yang memegang perut nya.


"Kamu lapar? mau makan?." tanya Arka seraya berjalan mendekati Alena.


"Aku lapar." ucap Alena sangat pelan, sambil mendehem, sebenarnya gengsi untuk seorang Alena mengakui jika perutnya sedang kelaparan, tapi mengingat sekarang di perutnya ada satu nyawa yang harus ia jaga membuat Alena memilih untuk mengalah dan tidak mementingkan ego sendiri.


"Mau makan apa?." tanya Arka sambil melihat Alena yang nampak terlihat malu-malu, dia memaklumi sifat Alena yang memang kadang berubah-ubah.


Alena melirik ke arah Arka, "Nasi goreng buatan Mommy." jawab Alena masih tetap pelan.


"Baiklah, tunggu sebentar aku akan meminta tolong Mommy untuk membuatkan nasi goreng ny." ucap Arka sambil berjalan, namun lagi-lagi langkahnya harus terhenti.


"Aku ikut." pinta Alena.

__ADS_1


Di dapur nampak Ririn yang tengah sibuk membuatkan nasi goreng untuk menantu kesayangan nya yang sedang ngidam, Ririn sangat antusias untuk menuruti setiap permintaan calon cucu pertamanya, rasanya dia sudah tidak sabar untuk melihat cucu nya lahir kedunia ini.


"Sayang, aku juga mau." ucap Rafa yang sedang sibuk mengupasi alpuket untuk di buat juss, dan semua itu adalah perintah menantunya yang ingin di buatkan nasi goreng dengan minuman nya yaitu juss alpukat, dan Rafa tidak bisa menolak kemauan menantunya mengingat Alena sedang mengandung cucu nya.


"Iya nanti, tapi sisanya ya sayang, soalnya takut menantu dan calon cucu kita tidak kenyang." ucap Ririn yang di jawab dengan angukan kecil Rafa.


Jika para orang tua tengah sibuk di dapur maka lain hal nya dengan Alena dan Arka yang nampak sedang duduk berhadapan di kursi meja makan, Alsna menatap Arka begitupun dengan Arka yang nampak menatap Alena.


"Kenapa?." tanya Alena risih di perhatikan terus.


"Tidak ada, aku hanya ingin memandang ibu dari anak ku." sahut Arka yang seketika membuat pipi Alena memerah.


Alena membenarkan rambutnya, ucapan Arka barusan membuat Alena sedikit merinding dan malu, "Aku tidak suka di tatap, tatapan mu sangat mengimidasi, seperti melihat penjahat saja." ucap Alena sanbil memalingkan wajahnya, menyembunyikan semburat merah di pipi nya.


"Tapi aku suka." sahut Arka tambah menatap Alena lebih dalam lagi.


Alena kembali di buat salah tingkah, jiwa remaja nya kembali hidup, "Jangan tatap aku lagi, aku malu." ucap Alena pelan tapi masih terdengar di telinga Arka.


"Kamu malu?." tanya Arka semakin ingin menggoda Alena.


"Ya sedikit."


"Kenapa?." tanya Arka seolah belum puas menggoda istrinya.


Alena terdiam, dia sendiri tidak tau apa yang membuat dia malu dan salah tingkah saat di tatap oleh Arka. "Emm mungkin karna wajah mu." sahut Alena. "Terlalu tampan, tapi tajam." sambung nya lagi.


"Aku tau itu." sahut Arka dengan wajah percaya dirinya, dan Alena yang melihatnya hanya mengelengkan kepalanya, dalam hati ia berguman. "Narsis." batin Alena.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Maaf telat Upp, Authornya baru pegang hp soalnya dari pagi sampai siang Author sibuk di dunia nyata yang penuh drama.


jangan lupa mampir ke cerita Lia dan 3 cwp ganteng nya😉


__ADS_1


Jejak !!!


__ADS_2