
JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!
Selamat membaca😉
🌹🌹🌹🌹🌹
Ririn menjalani aktivitasnya kembali menjadi mahasiswi di salah satu universitas Xxxxxx dengan Dian yang selalu mengantarr jemputnya.
hari ini berbeda dengan hari biasanya Ririn di tugaskan menjadi angota panitia ospek untuk menyambut mahasiswi baru, lelah itulah yang iya rasakan, begitu banyak nya mahasiwi yang menjadi juniornya membuat iya kelelahan karna seharian berdiam di lapangan untuk menjaga-jaga jika ada yang berkelahi atau pun hal-hal yang tidak diinginkan seperti sakit atau lainya.
Jam sudah menunjukan pukul 2 sore tapi sayang nya Dian belum juga kunjung darang menjemputnya, Ririn yang merasa kehausan karna sudah menunggu lama berjalan hendak menyebrang jalanan, tak lupa matanya terus mengadah ke sisi kanan kirinya takutnya ada mobil yang melewat setelah di rasa tidak ada mobil Ririn pun mrncoba mrnyebrang.
Tib-tiba saja dari arah sana mobil yang nampak ugal-ugalan yang di kendarai seorang wanita yang di penuhi amarah langsung mengagas kencang lalu menabrak gadis yang sedang menyebrang.
Brukk....
Tubuh gadis itu terpental jauh dari tempat dimana gadis itu berada, Wanita yang berada di dalam mobil yang tak lain adalah Dessy dan Alira tertawa.
"Bagus dengan begini tidak akan ada yang tahu rencana kita sekalipun itu Rafa." Ucap Alira sambil tertawa.
__ADS_1
"Haha iya kamu benar Ra, harusnya dari dulu saja aku membunuhnya, jika kehadiran gadis sialan itu akan membuat aku dan ibuku menderita." Ucap Dessy.
"Astaga bagaimana mungkin Ben menyukai gadis bodoh ini, sungguh aku tidak mengerti !! tapi kebodohan nya bisa aku jadikan alat..haha." Batin Alira sambil tersnyum menyerigai.
Shit !!!.. mobil berhenti.
"Apaapaan sih lo Dess, mau ngajak mati ya lo!! Kepala gue hampir aja pecah."Ucap Alira sambil mengelus dahinya karena ulah Dessy yang tiba-tiba mengerem mendadak.
"Liat tuh." Menunjuk sebrang jalan.
Alira melihat tempat yang di tunjuk Dessy dan langsung menatap tak percaya, "Kalau bukan anak sialan itu, terus siapa yang tadi kita tabrak?." Tanya Alira nampak marah.
"Sialan !! emang sekali bodoh ya tetep aja bodoh, kalo bukan karena kak Dave ngak sudi gue deket-deket sama cwe bodoh ini."Batin Alira mengerutu.
"Gagal Ra, mending sekarang kita minum yu, gue butuh ketenangan." Ucap Dessy yang langsung di angguki Alira, meski Dessy bodoh tapi Alira tetap mau memanfaatkan Dessy karena dengan begini iya bisa tahu banyak tentang Ririn.
Disisi lain Rafa yang ternyata sudah mengetahui rencana busuk Alira dan Dessy langsung tersenyum kecut.
" Dasar wanita-wanita licik, beraninya ingin membunuh istriku !! Rey beri gadis itu uang yang banyak, dan jangan lupa beri dia kehidupan yang layak."Ucap Rafa pada Rey Asisten nya.
__ADS_1
"Baik tuan, oh iya menurit informasi dari Dian Nona muda sedang syok berat dalam perjalanan pulang, sebaiknya tuan segera pulang." Ucap Rey sambil menunduk lalu pergi keluar ruangan.
Rafa mengeraskan rahang nya, beruntung Rey tadi memberitahu nya tentang Rencana Alira dan Dessy yang terekam di alat yang sengaja di tempel di mobil dan di baju Dessy, gampang bagi Rey mengetahui semua hal tentang Dessy mengingat Rey adalah penguntit dan Hacker yang pandai dan banyak di takuti oleh rekan nya di dunia malam.
Rafa berbegas pulang kerumah nya, sepanjang jalan Rafa hanya terdiam, hal itu tak luput dari pandangan Zex selaku Asisten dan Sekertaris dari Rafa di kantor, "Apa yang tuan muda pikirkan? sepertinya pikiran nya sangat berat sekali." Batin Zex sambil melihat pantulan wajah majikan nya di lauar kaca spion.
"Kenapa aku jadi semakin yakin jika Alira ada sangkut pautnya pada kematian Nabila, tapi disisi lain Alira hanya murid baru di sekolah ku waktu itu." Rafa nampak terus berpikir di dalam otaknya.
"Sepertinya aku harus menyelidiki biodata Alira yang lengkap." Ucap Rafa dalam hati. Alira memang ibu tirinya, dulu saat Daddy nya menikah dengan Alira Rafa belum sempat melihat Biodata Alira setahunya Alira adalah teman barunya pada saat sekolah menengah atas saja, iyapun tidak terlalu mengenal Alira karena Alira memang tidak pernah bergaul dengan siapapun.
"Tuan muda kita sudah sampai."Ucap Zex sambil membukakan pintu untuk majikannya.
" Baiklah kau boleh pulang, jangan lupa ajak Dian pulang bersama dan beri dia hadiah, hari ini dia sudah bekerja dengan baik." Ucap Rafa pada Asisten sekaligus sekertarisnya itu.
"Baik tuan,:jawab Zex sedikit malas.
______________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
^^Happy Reading^^