
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Beberapa kali Alena mengerjapkan matanya, apa dia harus melakukan ini? jujur saja dia sangat gugup dan takut akan suatu hal yang belum terjadi dan mungkin akan membuat kehidupan dirinya semakin hancur.
Alena menatap pantulan cermin yang memperlihatkan wajah nya yang sudah memakai riasan sederhana dengan gaun berwarna biru gelap yang membuat kulit putihnya semakin terlihat jelas, Alena menghela nafasnya pelan mencoba untuk tetap teguh pada rencana yang sudah dia buat nya.
"Ini demi Ayah dan mamah, Alena kamu bisa." ucap nya mencoba menyemangati dirinya sendiri.
Apapun yang hasilnya nanti Alena akan mencoba kuat, dia yakin jika cara ini akan membantu dirinya, tapi sekarang Alena di buat bingung karna saat masuk ke kantor yang beberapa waktu lalu pernah di buat onar oleh nya itu menjadi sepi, seperti tidak ada penghuni nya.
"Ini masih hari senin bukan? kemana para pekerja yang lain nya? satpam? resepsionis bawel kemarin? apa mereka di hilangkan dari bumi?." batin Alena bertanya-tanya.
Tanpa terlalu banyak berpikir Alena masuk kedalam lift, dia mencoba untuk tidak tegang jika dia bertatap dengan orang yang akan di jumpai nya, "Ini adalah rencana terakhir, Alena jangan buang kesempatan mu."
Ceklek..
Alena berjalan dengan heels 5 cm nya, dia melirik kanan kiri tak mendapatkan siapapun sampai terdengar brukkkk !!
pintu tertutup sendiri dan juga sepertinya sengaja di kunci oleh orang dari luar, "Alena jangan takut, tetap pada rencana awal, demi ayah mamah kamu bisa Alena.'" kembali menyemangati dirinya lagi.
Suara langkah kaki itu terdengar jelas di telinga Alena membuat gadis 21 tahun itu mematung di tempat nya, gugup dan takut melebur menjadi satu, apalagi saat melihat wajah pria yang ada di depan nya yang sama sekali tidak memperlihatkan ekspresi apa-apa alias datar.
"Aku pikir kau bercanda." ucap Arka sambil membuka jas nya lalu melipat sedikit kemeja nya.
Glekk.. Alena mencoba untuk berekspresi biasa saja, meski pada kenyataan nya dia benar-benar takut bahkan bibir nya bergetar yang menandakan jika dia benar-benar ketakutan.
__ADS_1
"Emm..kenapa kantor nya sepi tuan?." tanya Alena mencoba untuk berbasa-basi.
"Tanggal merah bodoh." menjawab singkat.
Alena menepuk jidatnya, dia lupa jika hari ini juga dia tidak kuliah karna tanggal merah. "Astaga bisa-bisa nya aku bersikap bodoh di hadapan si kejam, hiss kalau bukan demi ayah dan mamah aku tidak akan mau menjadi wanita memalukan seperti ini." gerutuan mulai di ucapkan di hatinya.
Arka membuka satu kancing nya, lalu berjalan mendekati Alena dengan senyuman devilnya, "Aku mau tau seberapa besar nyali nya gadis bodoh ini, ingin mencoba memanfaatkan ku? dia pikir aku sebodoh itu?."
"Bagaimana? kamu yang memintanya bukan?." ucap Arka sambil memegang dagu Alena.
"Apa tidak ada cara lain tuan? saya bisa memberikan anda setengah dari harta saya, jika anda mau." Alena mencoba menegosiasi agar dirinya terselamatkan.
Arka memicingkan matanya, "Kamu pikir aku miskin hah!! bahkan perusahaan mu saja hanya seujung kuku dari harta ku, enyahlah dari hadapan ku." sahut Arka sambil melepaskan tangan nya dari dagu Alena.
Sebelum nya Alena telah bertemu dengan Andrian, tepatnya beberapa hari lalu, dia membicarakan masalah nya dengan Andrian berharap akan mendapatkan belas kasihan dan bantuan dari pria itu, tapi Andrian malah membuat dirinya menjadi masuk kedalam lubang yang lebih dalam lagi.
Arka meminta melakukan hal yang layak nya di lakukan seorang suami istri, dan imbalan nya dia akan mendapatkan gelar menjadi nyonya Arka, sekaligus akan membantu membalaskan dendam nya pada om nya, tentu saja Alena mau tapi syarat nya terlalu sulit, dia harus merelakan kesucian nya hanya demi ambisi nya.
Alena menghela nafasnya, ini adalah pengorbanan, demi ayah dan mamah nya diasudah berjanji akan membalaskan semua yang telah terjadi pada kedua orang tuanya, sekaligus perusahaan nya yang kini sudah berbalik nama menjadi milik om nya.
"Cepat keluar dan enyah dari hadapan ku sebelum aku menyuruh anak buah ku untuk menyeret mu dari tempat ini." ucap Arka lagi.
"Tidak tuan, jangan..saya mau saya bersedia." ucap Alena sambil memeluk Arka.
Arka tersenyum devil, lalu menyeret Alena untuk masuk mengikutinya ke dalam kamar pribadi yang ada di ruangan kerja nya.
Alena terdiam saat melihat Arka yang sudah membuka kancing kemeja lalu di lemparkan kesembarangan arah.
__ADS_1
Takut dan gugup menyertai detik-detik saat Alena hendak membuka sleting dress yang di pakainya, tangan nya serasa berat untuk menarik baju yang masih menempel di tubuhnya itu.
"Cepat, waktumu hanya 5 detik lagi, kamu pikir kamu siapa bisa membuatku menunggu lama." suara dingin dan tegas itu kembali terdengar di telinga Alena yang membuat dia tersadar dari lamunan nya.
"Maaf tuan." ucap Alena, dengan pelan-pelan dia membuka semua pakakan yang melekat di tubuhnya, sampai hanya tersisa celana dal*m dan br* saja.
"Tu___ " ucap Alena terhenti karna Arka langsung menarik tangan nya yang membuat Alena replek menabrak tubuh Arka.
Keduanya saling berpandangan dengan wajah yang sama-sama datar tanpa ekspresi, namun wajah keduanya sangat kontras Arka yang memiliki wajah tampan nan menggemaskan dan Alena gadis cantik berpipi chabby yang nampak imut.
Sebuah ciuman kecil yang berujung menjadi dalam dan semakin dalam itu membuat Alena terbalak, apalagi saat merasakan tangan Arka yang mulai aktif meraba kemana-mana.
Alena dapat merasakan saat benda tumpu itu menerobos masuk dan mengoyak-ngoyak isi perutnya, sakit itulah yang di rasakan saat Arka dengan ganas dan tidak ampun nya terus menancapkan benda itu kedalam miliknya.
Air mata pun jatuh tak tertahan saat Alena merasakan sesuatu yang kembali menghentakan perutnya. "Ayah mamah, maafin Alena ngak bisa jaga kehormatan Alena dengan baik, Alena udah ngecewain kalian maaf." batin Alena yang sedang merasakan rasa sakit sekaligus rasa yang aneh.
"Ternyata dia masih Virgin." batin Arka.
Meski pada kenyataan nya Alena masih Virgin tapi tetap saja hal itu tak membuat Arka luluh dan semakin tidak menyukai sifat Alena yang bisa-bisa nya menghalalkan segala cara hanya untuk harta.
"Dia memang cantik tapi sayang nya dia bodoh, masuk kekandang macan yang sedang tidur, bersiaplah gadis bodoh mulai saat ini kamu adalah budak ku."
____________
🌹🌹🌹🌹🌹
Ada Upp lagi, tapi sabar ya🙂
__ADS_1
Jangan lupa jejak aja biar Author semakin semangat ngehalunya.