Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Anaira dan Kiano


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Suasana rumah Arka dan Alena nampak ramai, kedatangan Anaira sang adik bungsu, tak hanya adiknya saja Kiano pun ikut meramaikan suasana di rumah Arka dan Alena.


"Hallo keponakan aunty, uhh gemes nya." ucap Anaira seraya mencium gemas pipi sang keponakan nya.


Anaira sengaja bermain di rumah sang kakak, dia sudah merindukan keponakan tampan nya, si gembul yang selalu menjadi rebutan.


Alena yang sedang menyiapkan makanan hanya menggelengkan kepala nya saat melihat reaksi adik ipar dan putranya yang sangat dekat, "Kamu kapan Ira? cepet nyusul dong biar Babby Bian punya temen." celetuk Alena yang tengah menyiapkan piring di meja.


Jarak tv dan meja makan memang tidak terlalu jauh dan hanya terhalang lemari kaca kecil sehingga Anaira bisa dengan jelas mendengar suara sang kakak ipar nya.


"Iya nanti juga nyusul, kalo ngak Sabtu ya Minggu kalau itu juga kalo ngak hujan." jawab Anaira asal.


Setelah selesai menyiapkan makanan Alena memilih duduk di samping adik ipar nya, mengambil alih gendongan sang putra dari Anaira karna Babby Bian harus minum Asi nya.


hal itu tak luput dari pandangan Anaira dia melihat keponakan gembul nya yang sedang meminum Asi.


"Bian ko rakus amat kak." celetuk Anaira sambil menatap Babby Bian dengan wajah yang menahan gemas.


"Iya, keponakan kamu emang gini nen*n nya rakus kaya Papa nya." kata Alena tanpa filter.


Anaira menutup bibirnya, kakak ipar nya memang bar-bar, bahkan saking bar-bar nya Anaira sampai bingung sendiri untuk melanjutkan ke arah mana obrolan mereka tadi.


Di ruang tamu nampak Arka dan Kiano yang sibuk membicarakan masalah bisnis dan pekerjaan, seolah tak mau di ganggu dua pria itu nampak tak mengalihkan pandangan nya sedikit pun saat mengobro, seolah obrolan itu adalah hal yang sangat penting dan membutuhkan keseriusan.


"Itu Kiano yakin ngak mau?." tanya Alena lagi.


uhuk..uhukk..


Batuk menerpa, Anaira merona seketika di tanya tentang Kiano, entahlah dia memang sudah lama menyukai Kiano tapi sepertinya balasan cintanya tidak semulus rasa yang dia punya.


"Kakak apaan sih, aku sama kak Kiano cuman temenan." serngah Anaira tidak mau mengakui perasaan nya yang sebenarnya.


Alena menatap adiknya dengan wajah yang menggoda, "Mana ada temenan kemana-mana terus berdua, udah ngaku aja ngak usah di tutup-tutupin lagi." Alena kembali berucap enteng, " Lagian ya Tante Hanny juga setuju kalo kamu sama Kiano, kalian itu paket komplit dan aku yakin kamu sama Kiano itu bakalan jodoh." sambung Alena yang tentu saja membuat semburat merah berhasil terpampang di wajah cantik Anaira.


"Aku haus, mau minum." ucap Anaira mengalihkan tofik pembicaraan nya, dia beranjak berdiri, namun ucapan sang kakak ipar kembali terdengar di telinganya dan membuat Anaira terdiam mematung.


"Kalo cinta kejar jangan di pendem terus, nanti udah di ambil orang nyesel loh." celetuk Alena lagi.

__ADS_1


Setelah selesai makan semuanya berkumpul di ruang tv, Babby Bian yang di biarkan berguling-guling di atas karpet bulu dengan di lingkupi orang dewasa, mereka nampak tersenyum geli saat melihat Babby Bian yang terus berusaha untuk mengubah posisinya menjadi tengkurep lagi.


"Biarin aja, nanti juga tengkurep lagi." kata Alena melarang Anaira yang akan membantu membenarkan posisi putranya.


Arka yang sedang meleguk teh hangat nya hanya tersenyum, dia melihat dan menyaksikan setiap perkembangan dari sang putra sulung nya, dan Bian termasuk bayi yang aktif serta cepat tangkap padahal usianya baru menginjak bulan ke enam.


"Jadi sekarang Kiano yang jadi sekertaris Ira?." tanya Alena yang sedang mencomot kue buatan nya.


"Iya." jawab Anaira dan Kiano bersamaan.


"Cie barengan jawab nya." celetuk Alena lagi, dan Arka hanya mengelengkan kepalanya entah kenapa istrinya selalu suka menggoda adik nya.


Mereka kembali sibuk mengobrol sambil menonton tv, meski terkadang pandangan mereka kembali terbuyarkan karna tingkah Babby Bian yang menggemaskan.


Kiano yang melihat Bian seketika teringat akan adik kembaran nya, jika Kikan masih ada mungkin Kikan lah yang menikah dengan Arka, dan mungkin sekarang dia menjadi om dari dari anak adiknya.


Tapi meski begitu Kiano juga senang karna Arka tidak sekeras dulu lagi, jelas dia tau seperti apa perasaan Arka dulu saat kepergian adiknya Kikan, tak hanya Arka Kiano juga kehilangan saat adiknya pergi, terbiasa bersama-sama sejak dalam kandungan hingga remaja jelas membuat kesan tersendiri untuk Kiano yang notabe nya kakak kembaran Kikan.


"Kikan kakak merindukan mu, lihat lah Alena..istri Arka dia sangat mirip dengan mu, wajah nya yang bulat, semuanya sangat mirip dengan mu Dek." batin Kiano sambil melihat apa yang di lakukan Alena.


Tatapan penuh arti yang di perlihatkan Kiano tertangkap oleh kacamata pandangan Arka, seolah paham dengan tatapan itu Kiano memberikan kode dengan menempelkan jarinya menjadi satu, dan Arka paham dengan maksud jari itu, yang berarti satu hilang dan tinggal satu.


"Kalian kenapa?." tanya Anaira heran sedari tadi melihat Kiano dan kakak nya Arka yang saling menatap dalam diam.


"Tidak apa." jawab keduanya bersamaan.


"Kiano sudah punya pacar?." tanya Alena sambil melihat ke arah Anaira.


Blush...


Anaira sudah memerah, dia terdiam ingin mendengarkan penuturan dari pria yang ada di samping nya.


"Tidak, aku masih ingin sendiri." jawab Kiano yang seketika membuat Alena menatap suaminya dengan pandangan aneh.


Seolah paham dengan tatapan istrinya, Arka langsung menjawab enteng.


"Dia tidak suka perempuan sayang." ucap Arka.


"What? benarkah? dia belok?." tanya Alena lagi.


Dan saat itulah Kiano melebarkan matanya merasa ucapan Alena tidak benar, dan dia tidak mau di cap sebagai pria belok.

__ADS_1


"Aku normal, enak saja." katanya tegas.


"Tapi aku belum pernah liat kakak pacaran." ucap Anaira dengan wajah yang masih memerah, dan saat itulah Alena dan Arka paham jika Anaira nampak cangung saat mengatakan pertanyaan itu.


"Belum ada yang cocok." jawab Kiano tegas.


Arka, Alena dan Anaira mengelengkan kepalanya, benar-benar tidak bisa di ajak bercanda, Kiano memiliki sikap yang dingin, tidak seperti Andrian yang polos meski setiap melakukan hal sekecil apapun pasti membawa penambahan gajih dan uang melulu, alias matre alaihim gambreng.


"Kalian ini kenapa?." tanya Kiano dengan wajah yang tak terkesan datar.


Eakkk..


Suara tangis Babby Bian pecah, karna semuanya sibuk melihat Kiano, mereka jadi melupakan Babby Bian yang ternyata tengkurep dan pipi nya yang gembul membuat wajah Babby Bian jatuh ke karpet bulu-bulu.



Babby Albiansya, si gembul yang menjadi rebutan.


le



Mama Alena, masih imut kan?



Papa Arkasya, kece ngak sih?



Anaira si cantik yang kini menjadi CEO di perusahaan sang Daddy.



Kiano si tampan yang masih engan membuka hatinya untuk siapapun♥️


__________


🌹🌹🌹🌹🌹


Visual Andrian sama Lili nyusul ya😊♥️

__ADS_1


__ADS_2