Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Zex murka.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Dua minggu berlalu kondisi Rafa maupun Ririn keduanya masih sama tidak ada tanda-tanda keduanya bangun dari komanya, bahkan hampir seminggu ini baik kondisi Ririn maupun Rafa keduanya sangat memprihatinkan.


Hany Zex maupun Rey yang memang setiap hari berbagi tugas untuk menjaga Ririn dan Rafa ikut sedih dengan kondisi Rafa dan Ririn yang sangat memprihatinkan, hampir setiap hari Hany menangisi teman nya, tapi apalah sebuah tangisan tidak mungkin bisa membangunkan Ririn yang koma, dan Hany hanya bisa berharap ada sebuah keajaiban yang datang untuk sahabatnya dan si tuan muda.


Hany datang bersama dengan Zex karna Rey sudah tadi malam berjaga dan sekarang giliran mereka yang berjaga, Hany melirik ranjang pasien yang berisi sahabatnya itu, dilihatnya Ririn yang terbaring lemah tak berdaya dengan beberapa alat bantu medis yang menempel di bagian tubuhnya.


Di sebelah ranjang Ririn juga terdapat Rafa yang sama hal nya dengan Ririn keduanya sengaja di tempatkan di tempat yang sama karna usul dari Rey. "Aku yakin dengan cara ini jarak mereka tak akan jauh, di dunia nyata maupun mimpi mereka berdua pasti akan selalu bersama karna mereka memiliki cinta yang sejati." kata Rey.


Tok..tok..tok..


Zex berjalan kearah pintu, sedangkan Hany hanya melirik sekilas tanpa engan bagkit dari tempat duduk nya.


Ceklekk..


Pintu terbuka menampilkan dokter dan dua orang suster.


Zex mempersilahkan dokter dan dua suster itu masuk, Hany melihat si dokter dan suster yang sedang mengecek kondisi perkembangan Ririn dan Rafa sambil mengelap sisa air matanya.


"Tuan ada yang perlu saya bicararakan ini tentang kondisi tuan muda dan nona muda." ucap sang dokter setelah selesai memeriksa kondisi Rafa dan Ririn.

__ADS_1


"Katakan lah." sahut zex.


Si dokter nampak menghela nafasnya terlihat wajah takut dan gugup saat dia ingin membuka mulutnya." kondisi Tuan dan nona saat ini sudah sangat lemah, saya tidak bisa menjamin berapa lama lagi tuan muda dan nona muda bertahan dengan alat bantu itu, kemungkinan untuk mereka bangun dari koma nya hanyalah 20 % mengingat tuan muda mengalami impeksi yang cukup parah di bagian perutnya begitupun dengan nona muda kondisi paru-paru nya sudah sangat melemah." ucap si dokter dengan berat hati dan takut dia harus memberitahu kondisi pasien nya meski dia tau jika pasien yang sedang dia tangani itu bukan pasien dari kalangan biasa.


"Jika tuan muda dan nona muda tidak bangun besok, kami para dokter berniat untuk mencabut semua alat bantu yang menempel di tubuh tuan muda dan nona muda karna semua itu hanya menghambat kematian nya saja, saya tau ini berat untuk anda tuan, tapi apa anda tidak kasihan pada tuan muda dan nona muda yang terus merasakan sakit?." tutur si dokter sambil bertanya.


"Siapa kau? beraninya menentukan hidup dan mati orang lain, kau bukan tuhan. " sahut Zex sangat murka, "Berani kalian mencabut semua alat itu akan ku pastikan rumah sakit ini akan menjadi rata dalam hitungan jam." sambung Zex penuh penekanan.


"Jika kau masih mau hidup, maka jalankan profesi mu dengan baik,!! kau paham maksud ku bukan." Ucap Zex dengan mata yang menatap tajam pada si dokter membuat dokter dan suster merinding dan ketakutan.


"Saya paham tuan." ucap si dokter mengangguk lalu pergi keluar dari ruangan Rafa dan Ririn.


Zex menghela nafasnya kasar, begitupun dengan Hany yang sama marahnya dengan Zex.


Hany mengusap tombol hijau di ponselnya.


"Hallo..ada apa?." tanya Hany.


"Hallo nona, ini saya Ami pengasuh tuan muda Arka nona. " ucap seseorang di sebrang sana yang tak lain pengasuh Babby Arka.


"Ya, kenapa menelpon?." tanya Hany lagi.


"Gawat nona, tuan muda Arka demam"

__ADS_1


"Apa !!! bawa Babby Arka ke rumah sakit, cepat." ucap Hany dengan wajah panik lalu mematikan ponsel nya.


"Ada apa?." tanya Zex yang melihat Hany seperti khawatir.


Hany melirik."Babby Arka sedang demam, pengasuhnya dalam perjalanan kerumah sakit sekarang." sahut Hany sambil mengusap wajahnya.


Zex menghela nafasnya mendengar kabar buruk itu, dia kesal sedih dan marah pada dirinya yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk si tuan muda, alias pria yang membawa nya masuk kedalam lubang keberhasilan itu.


"Maafkan saya tuan, saya benar-benar merasa tidak berguna." batin Zex.


"Ririn kumohon sadar lah Arka membutuhkan kamu, Bangunlah Rin bangun, aku mohon Ririn bangun." ucap Hany sambil terisak.


Zex memeluk Hany mencoba untuk menenangkan gadis itu." Jangan menangis, tuan dan nona tidak butuh air mata kita." ucap Zex sambil mengusap air mata Hany dengan lengan nya yang membuat Hany terhipnotis dengan cara memandang pria itu.


" Aku akan menunggu di bawah, kamu disini saja menunggu tuan dan nona."ucap Zex melepaskan pelukan nya, lalu berjalan ke arah keluar ruangan meninggalkan Hany yang masih terdiam mematung.


_____________


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Tinggalkan jejak Like Coment and Vote !!


Dikit dulu, lagi seru main game๐Ÿ™‚

__ADS_1


Author masih kecil jadi masih punya hobby main, jadi maaf ya kalo Upp nya sehari kadang dua kadang tiga๐Ÿ˜Štapi di usahain tiap hari Uppdate ko๐Ÿ˜‰


__ADS_2