Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Cuek.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Bersikap sewajarnya itulah yang di lakukan Arka sekarang ini, entah kenapa dia lebih suka Alena yang so pemberani di bandingkan Alena yang sekarang, dimana gadis yang pernah menamparnya sampai berbekas kemerahan di pipinya itu nampak terlihat berbeda, Alena yang sekarang seperti remaja yang manja.


Jika untuk makan dan bantuan berjalan ke kamar mandi mungkin Arka akan menyanggupi hal itu, tapi tingkah Alena yang sekarang membuat Arka jengkel apalagi sikap nya yang so manja membuat Arka sedikit malas untuk tiggal berlama-lama di rumah sakit.


Jiwa Arka seolah menolak semua sikap yang di tunjukan Alena, semua sikap yang Alena perlihatkan padanya membuat Arka kembali teringat akan semua momory nya dengan Kikan si gadis ceria dan manja yang menjadi cinta pertamanya dulu.


"Arka, nanti sore kita pulang kerumah siapa?." tanya Alena sambil menatap Arka dengan tatapan yang tidak biasa.


Tidak ada panggilan tuan lagi untuk suaminya, Arka tidak menyuruh Alena memanggilnya dengan sebutan tuan lagi mengingat Alena lupa ingatan dan dokter juga berpesan padanya untuk tidak membuat Alena kesakitan dengan memaksa Alena mengingat semuanya, karna itu bisa saja membuat sistem otak Alena rusak dan berpengaruh pada kejiwaan nya.


Tatapan kebencian yang biasnya terlihat dari sorot mata nya kini beralih menjadi tatapan penuh kekaguman pada setiap hal yang Arka miliki di tubuhnya, dalam hati Alena berguman. "Wajahnya, tubuhnya aaaa..semuanya aku suka, suamiku dia sangat tampan." batin Alena merasa sangat terobsesi dengan Arka.


"Kita pulang ke rumah Mommy Daddy." jawab Arka, dengan mata yang tidak bisa lepas pada ponselnya.


Melihat Arka yang seperti tidak menghiraukan nya membuat Alena merasa terabaikan, bukannya setiap pasangan pengantin baru selalu menempel, kenapa Arka tidak? Alena benar-benar cemburu dengan ponsel yang di pegang itu, bahkan dari dua hari yang lalu Arka bersikap seolah mereka bukan pasangan suami istri melainkan seperti orang yang baru kenal.


Arka benar-benar tidak seromantis yang dia pikirkan, bahkan untuk minta makan di suapin pun Alena harus merengek dulu, yang membuat dia berfikir keras, apa yang dia sukai dari pria itu? jika tampan dan perfeck mungkin itu memang tidak di ragukan, tapi sikap nya yang cuek itu? benar-benar tidak masuk kedalam tifenya sama sekali.


"Mommy Daddy? siapa? orang tuaku?." tanya Alena.


"Bukan, mereka orang tuaku, tapi setelah menikah menjadi orang tuamu juga." jawab Arka melirik sebentar lalu kembali pokus pada ponselnya, tidak pergi bekerja selama 5 hari membuat Arka pusing dengan puluhan notif email yang dikirimkan Asisten nya pada ponselnya, dan hampir semuanya berisi tentang kerjaan.


"Oh." jawab Alena singkat, membuat Arka melirik Alena heran, kening nya berkerut melihat Alena yang nampak cemberut, memperlihatkan raut wajah kesalnya.

__ADS_1


"Dia kenapa lagi." batin Arka sambil melihat Alena yang masih memasang wajah kesalnya.


"Kenapa?." tanya Arka membuat Alena melirik.


"Kamu mengabaikan ku." jawab Alena sambil mengerucutkan bibir nya.


"Banyak kerjaan, aku sibuk." jawab Arka apa adanya, yang membuat Alena bertambah kesal.


"Dia sama sekali tidak peka, kenapa aku menikahi pria cuek yang gila bekrja." batin Alena. lalu sedetik kemudian dia kembali berguman dalam hatinya. "Tapi dia tampan." sambungan batin Alena yang terus mengatakan jika Arka sangat tampan.


Alena semakin merajuk, dia mengubah posisinya jadi membelakangi Arka, "Aku mengantuk." ucap Alena yang sudah mengubah posisi tidur nya.


Arka menaikan selimut hingga tubuh Alena setengahnya tertutupi, "Tidurlah, aku akan kerja." sahut Arka sambil beranjak dari tempat duduknya dan berpindah tempat menjadi duduk di sofa yang ada di sudut ruangan.


"Dia sama sekali tidak peka, harusnya dia membujuk ku bukan nya malah tambah mengabaikan ku." batin Alena menggerutu, merasa kesal dengan sikap Arka yang tidak peka dengan apa yang Alena inginkan.


Arka melihat pungung Alena yang membelakanginya, sebenarnya Arka sedari tadi bingung harus bersikap seperti apa, dia bukan pria yang mudah terbiasa dengan sesuatu yang belum dia kuasai, seperti sikap Alena yang mendadak membuat Arka tidak bisa terus berdekatan dengan Alena karna setiap dia melihat tingkah Alena, Arka selalu terbayang-bayang wajah Kikan dengan semua tingkah manjanya.


"Bantu aku, ini susah." ucap Alena sambil beridri tepat di depan Arka.


Sebenarnya Alena masih marah pada Arka, tapi melihat betapa tampan dan menggemaskan nya wajah Arka membuat Alena harus membuang semua rasa kesalnya, entah kenapa saat pertama kali dia membuka mata sesudah koma itu Alena serasa terobsesi dengan semua yang melekat di tubuh Arka, termasuk paras nya yang tampan.


Arka membantu Alena untuk menaikan resleting dress yang di kenakan Alena itu, "Sudah." ucap Arka.


"Bagaimana apa bagus?." tanya Alena sambil melengak lengok kan tubuh nya, layaknya model internasional, jiwa model yang pernah padam itu seolah kembali hidup.


Arka yang melihat tingkah Alena yang semakin menjadi-jadi hanya menggelengkan kepala, "Nanti kamu jatuh, ayo kita pulang." tegas Arka yang membuat Alena tidak habis pikir, bahkan untuk pertanyaan kecil seperti itu saja Arka tidak menjawab nya.

__ADS_1


"Semakin menantang." batin Alena sambil berjalan dengan tangan Arka yang memegang nya, sebenarnya Alena belum di perbolehkan pulang oleh dokter, tapi Alena yang merasa terabaikan memilih untuk pulang, lagi pula Alena merasa boring diam terlalu lama di rumah sakit.


Di dalam mobil tiba-tiba saja Alena histeris yang membuat Arka mengerem mendadak, "Ada apa?." tanya Arka sambil melihat Alena yang nampak ketakutan.


Alena melirik Arka lalu tiba-tiba dia memeluk Arka erat. "Aku takut, saat mobil melaju cepat sangat cepat, kepalaku terasa sakit, dan aku membayangkan orang kecelakaan, aku takut." ucap Alena yang masih dalam pelukan Arka.


Arka mengusap pelan punggung Alena, lalu berucap "Maaf, aku akan membawa mobilnya dengan pelan." ucap Arka sambil melepaskan pelukan nya, namun Alena tidak bergerak, dia masih tetap memaluk Arka.


"Jangan lepaskan pelukan ini, aku ketakutan..kamu pokus saja menyetir, aku hanya akan memeluk mu bukan memakan mu." sahut Alena sambil mempererat pelukan nya.


Hah !!


Arka mengelengkan kepala tidak percaya, apa dia Alena gadis yang menamparnya dulu? apa dia Alena si babu nya dulu? kenapa sekarang kata-kata yang di ucapkan oleh bibir mungil itu terus-terusan kata kotor yang berisi masalah 21+, sungguh Arka benar-benar masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat dan dengar.


"Jantungnya terlalu cepat, bahkan perdetik sampai beberapa kali bersuara, deru nafasnya nya juga tidak teratur, apa dia punya riwayat sakit?." batin Alena.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Up nya tengah malam, semoga suka ya❤


Jangan lupa jejak like coment and vote !!


Jangan lupa juga mampir ke karya baru aku.


Salam sayang❤

__ADS_1


__ADS_2