Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Rumah sakit.


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G..


🌹🌹🌹🌹🌹


Ririn merasa jengah padahal dirinya hanya sedikit kelelahan tapi Rafa malah meminta nya untuk dinrawat inap dan tentu saja itu membuat Ririn kesal karna disini yang sedang sakit bukan lah dia melainkan Dian yang terluka di bagian perutnya karna menyelamatkan nya.


"Sayang makan aaa.." Rafa memberikan suapan yang kesekian kalinya.


Dengan wajah masam Ririn membuka mulutnya." pinter." ucap Rafa sambil mengusap rambut Ririn pelan penuh kasih sayang.


"Udah kenyang." ucap Ririn, sungguh memakan bubur rumah sakit adalah hal yang paling tidak di sukainya.


"Ini masih banyak, jika kamu mau.pulang maka habiskan makanan ini..aku tidak menerima penolakan." ucap Rafa menatap tajam.


jelas Rafa kesal dengan Ririn yang hari ini membuatnya khawatir, beruntung dia cepat datang, jika tidak Rafa tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri bahkan mungkin Rafa akan menjadi lebih kejam dari sebelumnya, Ririn adalah segalanya untuknya satu-satunya harta yang paling berharga yang di milikinya.


"Apakah kamu tidak tau seberapa berharganya kamu di mataku? taukah kamu betapa khawatirnya aku mendengar kamu sedang menjadi tahanan Dave?." batin Rafa.


Ririn menghela nafas nya kesal." Baiklah." ucap Ririn memilih mengalah, berdebat dengan pria yang seperti suaminya hanya membuang waktu.


"Aku harus cari alasan untuk menghentikan makanan yang tidak memiliki rasa itu agar tidak kembali masuk kedalam perut ku." batin Ririn.


tiba-tiba sebuah ide cemerlang datang melewati otak cerdasnya.


Ririn yakin dengan cara ini Rafa pasti akan melakukan apapun permintaan nya.


Hoek !!


Hoek !!


"Sayang kamu ngak papa." Rafa mulai cemas takala melihat Ririn yang seperti muntah-muntah.


"Kamu masih mual terus ya sayang? aku pangil dokter ya." Rafa yang panik langsung berlari ke arah pintu dan berteriak memanggil nama Dokter.


Ririn yang melihat itu menepuk jidatnya sendiri."gagal maning.. kalo gini bisa-bisa tambah lama tingal disini nya." batin Ririn yang kesal.

__ADS_1


dan benar saja setelah dokter memeriksanya Ririn malah harus tingal untuk lebih lama lagi di rumah sakit sungguh dia menyesal karna telah berpura-pura mual.


"Dengar kata dokter kan, kamu harus disini sampai benar-benar pulih lagi." ucap Rafa sambil mengelus kepala istrinya.


"emang kamu ngak kerja mas?." tanya Ririn.


"Aku kaya, itu perusahaan ku jadi meski aku tidak pergi bekerja selamanya pun tidak masalah, lagi pula aku punya banyak karyawan untuk apa aku mengajih mereka jika aku masih harus sibuk bekerja."ucap Rafa enteng.


"Terserah !!." batin Ririn muak.


🌹


Sedangkan disisi lain mood kesal itu sedang menyelimuti gadis bernama Dian, ya saat dia mulai membuka matanya dia terus di hadapkan dengan sosok pria yang menyebalkan menurutnya.


Luka di perutnya tidak terlalu parah karna hanya melukai bagian luarnya saja, hanya ada rasa nyeri saja di bagian perut nya dan karna luka itu Dian pun harus di rawat selama satu minggu di rumah sakit.


"Kamu mau minum? mau makan? biar saya suapin." pertanyaan ke sekian kalinya yang di lontarkan Rey pada gadis yang masih terbaring lemah tak berdaya itu.


"Tidak, saya hanya haus." jawaban ke 4 kali Dian, selama bangun dari pingsan nya Dian memang belum makan, yang dia rasakan hanya haus saja.


"Kamu harus makan, biar luka di perutmu cepat sembuh." ucap Rey entah kenapa pria yang biasanya dingin nan cuek itu kini berubah total menjadi pria idaman kaum hawa yang super perhatian.


"Baiklah aku akan pergi, maaf aku menganggu waktu istirahat mu." ucap Rey sambil melangkah pergi.


"Maks______ " ucap Dian terhenti karna melihat Rey yang sudah keluar, "maaf tuan, saya tidak bisa menerima sikap baik anda." batin Dian merasa telah bersikap buruk pada pria yang jelas-jelas mau merawatnya.


"Kenapa dia selalu keras kepala seperti itu, apa aku terlihat sangat buruk di matanya." batin Rey sambil berjalan menyelusuri lorong-lorong rumah sakit.


Ceklek.. pintu kembali terbuka.


"Bagaimana apa yang kamu rasakan?." tanya pria yang baru masuk kedalam ruangan Dian.


Dian melirik ke arah sumber siara dan seketika senyuman yang sempat hilang kini kemabali terbit takala melihat pria yang akhir-akhir ini sering menghantui pikiran nya.


"Tuan, ahk saya sudah membaik, ini hanya luka kecil." ucap Dian sambil mencoba mendudukan dirinya, namun sayang nya perutnya malah terasa sakit.

__ADS_1


"Bodoh !! jangan bersikap ceroboh, kau masih sakit diamlah jangan bertingkah." ucap Zex ketus.


"Maaf tuan." ucap Dian menunduk takut, meski dalam hatinya iya berbunga-bunga karna pria dingin itu memperhatikan gerak geriknya.


" keberadaan anda disini membuat jantung saya tidak karuan tuan, saya merasa tidak normal jika di hadapkan dengan 1000 pria seperti anda tuan." batin Dian yang merasakan detak jantung yang mengebu.


Zex melirik mangkuk bubur yang masih penuh dan beberapa botol kosong." cepat kau makan, menurut kamu membayar ruangan VIP itu tidak mahal apa!! cepat habiskan makanan mu." suruh Zex tegas yang membuat Dian replek mengambil mangkuk nya dan langsung memakan makanan yang sangat jauh dari kata lezat itu.


Tatapan nya sorot matanya sungguh membuat siapapun akan ketakutan terkecuali Dian yang sekarang merasa di perhatikan.


Dian memakan bubur itu dengan cepat sampai habis tak tersisa lalu iya kesusahan mengambil botol minum dan mau tak mau Zex pun membantu mengambilkan botol minum itu.


"Terimakasih tuan, anda sangat baik." ucap Dian seraya tersenyum setelah meminum setengah air yang ada di dalam botol.


"Saya hanya menjalankan tugas dari tuan muda, jika tuan muda tidak menyuruh saya untuk membuang waktu saya di tempat menyebalkan ini lebih baik saya mengerjakan pekerjaan saya yang sudah menumpuk di kantor." ucap Zex tanpa melihat ke arah Dian.


"Anda memang pria dingin tuan, tapi saya merasa tertangtang." batin Zex.


Sementara di lorong-lorong nampak Rey yang sedang pokus dengan ponselnya.


"Bawa dua wanita itu kedalam ruangan bawah tanah yang ada di Mansion, perketat penjagaanya." isi pesan yang di kirimkan Rey pada anak buah nya.


Rey masuk keruangan Dian dan dia kaget karna melihat mangkuk yang sudah kosong, semula dia tersenyum tapi saat melihat Zex dia langsung tersenyum kecut.


"Sudah ku duga, dia memang menyukai Zex kasihan sekali dia." batin Rey sambil melihat Dian yang sedang mencoba memejamkan matanya karna Zex menyuruhnya tidur setelah minum obat tadi.


Zex yang melihat Rey langsung bangun dari duduk nya, "aku akan pergi ke kantor karna masih banyak pekerjaan yang menungguku." ucap Zex. "kau bisa menunggu nya bukan." sambung Zex lagi.


"Tentu, kau pergilah..biar aku yang menjaganya." sahut Rey.


Zex melangkahkan kakinya pergi keluar dari ruangan Dian meninggalkan Rey yang kini duduk di Sofa yang ada di ruangan Dian.


"Kenapa dia pergi? padahal aku beraharap dia yang menemaniku." batin Dian yang ternyata hanya pura-pura tertidur saja.


_________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jejak !!


__ADS_2