
JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!
Selamat membaca😉
🌹🌹🌹🌹
Pagi harinya Rafa terbangun dari tidurnya pria tampan itu tersenyum ketika ternyata posisinya masih di dalam mode nyaman, begitupun dengan Ririn yang masih mengira tubuh Rafa adalah guling nya, wajah cantik Ririn di pagi hari ini sungguh membuat Rafa semakin memuja gadis yang memeluk tubuhnya itu.
Ririn mengeliat ketika ada cahaya yang masuk dan membuat nya sedikit silau lalu mengucek matanya, Deg Ririn terdiam sebentar melihat siapa yang menjadi guling nya tadi malam, betapa malunya iya pagi ini karna tangan dan kakinya ternyata salah meluk,Gugup itulah yang di rasakan Ririn sekarang.
" Why?." Tanya Rafa karna melihat Ririn yang sudah nangun.
" Ngak papa, mm maaf, aku ngak sengaja." Ucap Ririn gugup apalagi detak jantungnya sekarang tidak karuan yang membuat nya salah tingkah di buatnya apalagi melihat wajah tampan Rafa yang hampir sepenuhnya menyatu dengan tubuhnya.
Rafa terkekeh lalu mencubit gemas hidung minimalis Ririn yang membuat Ririn replek melepaskan pelukan nya lalu mengelus hidung nya, " Sa..kit tau." Ucap Ririn sambil mengelus-ngelus sayang hidung minimalis nya.
" Astaga kau sangat menggemaskan, apa aku boleh meminta sesuatu?." Tanya Rafa yang sekarang mengubah posisinya menjadi duduk di tempat tidur begitupun dengan Ririn yang kini duduk berhadapan dengan Rafa.
" Minta apa?." Tanya Ririn masih dengan degup jantung tak beraturan.
" Mau kah kamu membuka hati mu untuk ku?." Ujar Rafa mengucapkan keinginan nya.
Deg.. jantung Ririn semakin tak tertolong degupan kencang jantung hampir saja membuat gadis itu sesak nafas apalagi mendengar ucapan Rafa yang membuat buku kunduk nya berdiri seolah melihat hantu.
" Emm.. boleh kah aku belajar?." Ucap Ririn yang belum menyadari rasa yang ada di dalam hatinya untuk Rafa.
" Ya.. aku akan menunggu." Ucap Rafa sambil tersenyum lalu tanpa sadar mengecup bibir ranum Ririn yang kini menjadi candunya.
Gleh.. Ririn menelan ludahnya kasar mendapat serangan mendadak dari Rafa membuatnya kaget tapi iya sedikit kesal juga pada tubuhnya yang tak berontak apalagi menolak.
__ADS_1
" mulai sekarang kamu harus terbiasa mendapatkan Morning kiss..oke." Ucap Rafa sambil tersenyum membuat gadis mungils yang duduk berhadapan dengan nya di tempat tidur, pipi Chabby Ririn memerah seperti udang rebus karna mendengar ucapan Rafa.
Cup.
Ririn malu-malu ikut mencium bibir Rafa sekilas lalu berlari ke kamar mandi dengan wajah yang merona.
Rafa tercengang lalu mengelus bibir nya sedetik kemudian iya tersenyum karna Ririn sekarang sudah berani mencium nya walaupun itu hanya kecupan biasa tapi itu adalah hal yang baik untuk permulaan.
" gadis kecilku sudah pandai menggodaku." Ucap Rafa sambil berjalan ke arah Gazebo niatnya melihat pemandangan yang asri di taman rumah nya dari atas namun yang iya lihat malah membuatnya mengeraskan rahang nya karna melihat mobil yang iya kenali.
"Shit.!! Mau apa lagi mereka, " Ucap Rafa yang melihat ibu tiri dan Daddy nya keluar dari mobil mewah yang terpakir di halaman rumahnya.
Rafa segera berjalan ke luar kamar lalu menuruni tangga dengan langkah yang terburu-buru.
Pintu besar itu terbuka dan memperlihatkan sosok pria tua dan seorang wanita yang usianya seumuran dengan Rafa.
" Apakah wajah dingin seperti itu yang kau perlihatkan pada tamu mu ini Rafa?." Ucap Pria tua itu yang tak lain adalah Renan Ammar Raid alias Daddy nya Rafa.
Pak Renan menghembuskan nafas nya melihat kelakuan anak semata wayang nya yang tak pernah berubah, " Sudah lah sayang mungkin Rafa masih belum bisa menerimaku." Ucap wanita cantik yang mengandeng tangan Pak Renan yang tak lain adalah Alira sulistiana.
" Aku yakin suatu saat dia bisa menerima mu sayang, apalagi dia sebentar lagi akan menjadi seorang kakak." Ucap Pak Renan sambil mengelus perut Alira yang masih rata.
"bahkan aku berharap Rafa lah yang menjadi ayahnya bukan pria tua bau tanah sepertimu sialan." Batin Alira terlihat sangat muak karna harus berpura-pura mencintai pria tua seperti pak Renan.
" Iya sayang, " Ucap Alira selembut mungkin lalu mengajak pria tua disampingnya untuk berjalan menghampiri Rafa yang sudah dari tadi duduk di ruang tamu.
Sementara itu Ririn yang baru selesai berpakaian santai nya dengan menggunakan baju kaos oblong dan celana jeans pendek selutut. iya langsung berjalan ke tempat riasnya sedikit memoles wajah nya tak lupa iya mengikat kuda rambut panjang nya,
setelah itu Ririn berjalan ke luar kamar menuruni tangga hendak ke dapur untuk menyiapkan makanan.
__ADS_1
Sesampainya di dapur Ririn langsung membantu para pelayan yang sibuk menyiapkan makanan di meja makan, Ririn ingin membuat perkedel kentang untuk suaminya karna iya tahu jika Rafa menyukai makanan itu maka dari itu Ririn pun membuatkan makanan spesial itu ujtuk suaminya.
Tak butuh waktu lama untuk membuat perkedel kentang itu karna Ririn di bantu para pelayan nya, setelah merasa sudah cukup Ririn membawa piring yang berisi perkedel kentang itu ke arah meja makan.
Sesampainya di meja makan Ririn melongo melihat mertuanya yang sedang berjalan ke arah meja.
Menyimpan piring di meja lalu iya berjalan mendekati mertuanya.
Ririn mencium pungung tangan Pak Renan jika pak Renan menatap kagum pada Ririn berbeda dengan Alira yang menatap cetus pada gadis berkaos oblong itu.
" Cih bahkan penampilan nya pun masih kalah jauh dengan ku, sebenarnya apa yang Rafa sukai dari gadis ingusan ini sih." Batin Alira yang nampak tak suka melihat Ririn yang menagmbil perhatian dua pria berbeda usia di sampingnya.
" Ayo pak kita sarapan, mari bu.." Ucap Ririn sedikit gugup. berbeda dengan Alira yang nampak semakin kesal karna di pangil ibu.
Rafa berjalan lalu menarik kursi dan segera duduk begitupun dengan pak Renan.
Ririn yang hendak menarik kursi di samping Rafa tercengang karna di dahului oleh Alira.
Rafa yang melihat itu segera pindah karna tak sudi duduk bersampingan dengan wanita ular seperti Alira lalu iya menarik kursi tepat di samping Ririn yang membuat Ririn tersenyum karna Rafa ternyata lebih memilih duduk dengan nya.
mereka pun akhirnya menikmati makanan yang tersaji dengan khitmat begitupun Rafa yang nampak semangat menambah nasinya dan perkedel kentang buatan Ririn yang membuat Ririn tersenyum senang.
Pak Renan yang melihat itu tersenyum lalu tangan nya mengambil satu perkedel kentang yang sama dengan yang anak nya makan, dia terdiam sejenak mencoba merasakan perkedel kentang yang matang nya pas dan gurih itu seketika iya teringat dengan mendiang istrinya yang sangat pandai membuatkan Rafa makanan itu.
____________
🌹🌹🌹🌹
Tinggalkan Jejak!! biar Outhor imut bisa semangat Upp nya.😉
__ADS_1
♡Cinta Gadis Kampung♡
TBC😚