
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Tinggal di rumah baru tentu saja membutuhkan penyesuaian dulu, Kelle tidak mengerti kenapa Rico membeli rumah sedangkan baik Rico maupun Kelle keduanya sama-sama memiliki Apertemen mewah.
Ada dua Asisten rumah tangga yang di pekerjakan Rico di rumah nya, hidup Kelle serasa aneh dimana sekarang Rico mulai perhatian padanya, meski mereka tidak tidur satu ranjang tapi Kelle bisa merasakan jika setiap malam nya Rico selalu memberikan kecupan dan membenarkan selimutnya yang turun.
"Nyonya tuan sudah datang." ucap Asisten rumah tangga.
Kelle hanya mengangguk, dia masih cangung untuk melakukan hal-hal yang seharusnya dia lakukan pada suaminya, Kelle juga belum sepenuh nya percaya jika Rico tidak bermain gila lagi mengingat dua hari yang lalu dengan mata kepala nya sendiri Kelle melihat Rico yang sedang makan siang bersama wanita seksi.
"Kenapa kamu tidak menyambut ku?." tanya Rico pada Kelle.
"Apa harus?." tanya Kelle, dia menatap pria yang baru pulang kerja itu dengan wajah kesal nya.
Rico menghela nafas nya, dia tidak mau mengubah mood istrinya menjadi buruk hanya karna perdebatan kecil, "Kelle, besok aku akan pergi ke luar kota selama satu minggu." ucap Rico mengatakan niat keberangkatan nya.
"Pergi saja." jawab Kelle acuh.
"Kamu yakin tidak mu ikut? padahal aku ingin mengajak mu dan calon anak kita." kata Rico sambil duduk di samping Kelle.
Ucapan Rico membuat Kelle terdiam, "Aku tidak mau, kamu disana pasti bermain panas dengan wanita ular, aku tidak sudi melihat nya." sebenarnya Kelle mau saja ikut, tapi mengingat apa yang sering di lakukan Rico di awal-awal mereka menikah membuat Kelle memilih tinggal.
"Aku tidak seperti itu." tegas Rico, "aku sudah berubah, dan perubahan ku untuk anak kita." sambung Rico.
Kelle tersenyum miris, "Parfum mu bau parfum wanita, ahk sudahlah aku cape." ucap Kelle berdiri lalu melangkah meninggalkan Rico yang duduk di kursi ruang tengah.
"Ini pasti ulah wanita gila itu, huh.. seharusnya aku mandi dulu sebelum pulang, tapi aku terlalu ceroboh, Kelle pasti akan sangat membenciku." ucap Rico mengerutuki kebodohan nya yang lupa jika tadi sempat bertemu salah satu lawan ranjang nya, meski pada akhirnya Rico menolak bermain, wanita gila itu sempat memeluk nya dan meninggalkan bau parfum nya di baju yang di pakai nya.
🌹
Jika Kelle sekarang sudah mulai legowo dengan keadaan maka lain hal nya dengan Andrian, pria itu menutup hatinya untuk siapa pun, setiap harinya dia habiskan dengan bekerja dan bekerja, membutaat Dian sang bunda menjadi khawatir dengan putra nya yang tak kunjung berubah itu.
"Assalamualaikum.." suara salam di tambah suara ketukan mulai terdengar di rumah Rey Parisky.
Dian yang kebetulan sedang menonton langsung beranjak berdiri, lalu berjalan ke arah pintu, dia membuka pintu nya.
"Walaikumsalam.. Lili sayang, ayo masuk." ucap Dian sambil tersenyum.
__ADS_1
Entah kenapa Dian sangat menyukai Lili, sejak pertama kali bertemu dengan Lili si gadis cantik yang ternyata anak dari teman arisan nya membuat Dian semakin semangat untuk menjodohkan putranya dengan putri teman nya itu.
Kepolosan dan keluguan Lili membuat sensasi jadi lebih menarik, Dian sangat yakin kalau Andrian putranya tidak akan bersikap kasar pada wanita, dan maka dari itu dia menyuruh Lili untuk datang setiap hari ke rumah nya hanya untuk mengajak ngobrol sang putra.
"Andrian lagi sedih, ajak ngobrol ya sayang..kali aja kalau di ajak ngobrol sama gadis cantik kaya Lili Andrian nya mau." ucap Dian.
Lili tersenyum lalu menganggguk, entah kenapa dia merasa tertantang untuk meluluhkan hati yang sudah membeku itu, usianya memang masih labil tapi Lili merasa pikiran nya jauh lebih dewasa dari pada Andrian yang bisa-bisa nya galau hanya karna cinta di tolak.
"Hy kak." sapa Lili, demi apa dia harus mengubah panggilan nya untuk Andrian karna yang 8 tahun lebih tua dari nya itu tidak mau di panggil om.
Andrian yang sedang menonton tv menoleh, dia hanya tersenyum sedikit lalu kembali fokus pada layar tv.
Seolah paham dengan keadaan Dian dan Rey berangsur mundur dan pergi meninggalkan sang putra dengan Lili, harapan mereka adalah semoga Lili dan Andrian bisa saling membuka hati.
"Lagi apa kak?." tanya Lili dengan wajah tanpa dosanya.
Andrian kembali menoleh, "Menurut mu,? aku lagi masak? hah." Andrian berucap sedikit cetus.
Lili hanya tersenyum di balik rasa aneh yang kini menerpa hatinya, ada kekesalan sendiri saat Andrian berkata sedikit keras padanya, entahlah Lili yang lebay atau memang Andrian yang keterlaluan.
"Maaf." ucap Andrian saat melihat Lili yang mematung di samping nya.
Tak mendapat jawaban dari Lili membuat Andrian memilih berdiri, niatnya hendak pergi ke kamar nya namun tangan nya di pegang oleh Lili.
Huh..
"Ya sudah, aku akan duduk lagi." ucap Andrian akhirnya memilih kembali menonton tv.
Hening kembali menerpa, hanya ada suara tv yang terdengar di ruangan itu, Andrian yang fokus menonton sedangkan Lili gadis itu sibuk bergelut dengan pikiran nya, dia merasa ingin makan sesuatu yang menantang perut nya.
"Kak.." panggil Lili pelan.
"Apa?." tanya Andrian.
"Mau makan." ucap Lili.
Andrian berdiri hendak pergi ke dapur, namun lagi-lagi Lili menahan nya.
"Kakak mau kemana?." tanya Lili.
__ADS_1
"Ke dapur, membuatkan mie untuk kamu." jawab Andrian.
"Tapi Lili ngak mau makan itu." ucap Lili pelan.
Andrian kembali duduk, dia melihat Lili yang terus melihat ke layar tv dan saat itu juga Andrian tau apa yang di inginkan gadis kecil di samping nya itu.
"Tidak ada seblak, nanti kamu sakit perut." tegas Andrian.
"Ngak ada kok, cuman satu sendok aja." ucap Lili sambil menatap Andrian penuh harap.
"Itu banyak Lili." tolak Andrian.
"Setengah sendok."
"Lima tetes."
Lili memutar bola matanya malas, mana berasa jika seblak pedas nya hanya lima tetes, "Aku bukan anak TK kakak." tegas Lili sambil mengerucutkan bibir nya.
Melihat Lili yang merajuk membuat Andrian menghela nafasnya kasar, mau tak mau Andrian harus menuruti keinginan Lili.
keduanya pergi mencari seblak dengan sepeda motor karna Lili yang meminta untuk naik motor saja, Andrian hanya menuruti tanpa bisa berkomentar karna tiga bulan mengenal Lili sedikit demi sedikit dia tau sifat Lili yang tidak suka di abaikan.
Sesampai nya di gerai penjual seblak, Lili dengan cepat memesan makanan yang di inginkan nya itu, sedangkan Andrian hanya duduk menunggu.
Dengan senyuman penuh kelicikan Lili menaruh dua mangkuk berisikan seblak di meja bangku yang di duduki Andrian, setelah itu Lili ikut duduk manis.
"Makan kak, enak loh." ucap nya dengan wajah yang menahan tawa.
tanpa rasa curiga apa pun Andrian langsung memakan seblak itu, suapan pertama rasanya enak dan tidak terlalu pedas, tapi pas suapan ketiga Andrian terdiam sebentar dia menoleh pada Lili yang sedang sibuk memakan seblak dengan wajah ceria nya.
"Kenapa?." tanya Lili.
"Tidak ada." jawab Andrian, terlalu gengsi dia mengakui rasa pedas yang kini di rasakan nya.
"Seblak nya enak ya kak." ucap Lili lagi.
Andrian tak menjawab, seblak rasa cabai mana ada enak nya, "Anak ini pasti sengaja jahilin aku." batin Andrian yakin. "Awas saja nanti akan ku balas perbuatan nya." sambung nya berniat merencanakan balasan dari kejahilan yang Lili lakukan padanya.
________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Jejak !!!!