Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Mimpi?


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Tidak!!..tidak !!." teriak Andrian keras.


"Aku mohon jangan tinggalkan aku!." seru nya lagi, berteriak.


Plakkk..


"Hey sadar!!, bangunlah." sebuah tepukan di sertai goyangan bahu di berikan Lili pada suaminya.


Perlahan mata tertutup Andrian terbuka, dan matanya melotot saat melihat gadis kecil berperut buncit. "Aaa!! busung lapar." teriak Andrian kaget.


Plakkk...


Sebuah gebukan kecil mendarat di tangan nya. "Dasar suami ngak ada ahlakq, aku buncit karna ulah kamu tau, ini malah di katain busung lapar." kesal Lili sambil mengerucutkan bibirnya.


Andrian menarik nafasnya lalu perlahan mengumpulkan kesadaran nya, yang ada di depan nya adalah Lili, dan berarti semua yang barusan dia lewati sampai menangis histeris itu hanyalah mimpi semata, mimpi yang terasa sangat nyata.


Lili masih hidup, gadis itu masih mengandung putri nya, bahkan sekarang Lili masih menampakan wajah kesal nya karna tak terima di sebut busung lapar oleh nya.


"Maaf sayang, tadi aku mimpi buruk." ucap Andrian pelan, dia yakin jika ucapan nya melemah Lili akan memaafkan nya.


Lili adalah cerminan anak remaja dan sedewasa apapun Lili tetap saja Lili masih menyimpan jiwa labil nya di saat tertentu, contoh nya baperan, tidak suka di bentak atau mau menang sendiri, ketiga nya ada pada Lili apalagi mengingat hormon kehamilan memang membuatnya lebih sensitif.


"Kamu kenapa? mimpi apa?." tanya Lili, mendengar suara suaminya yang melemah membuat Lili menghilangkan rasa kesal nya, dan duduk di samping suaminya.


Andrian mengelus perut besar Lili dengan penuh kasih sayang, terlihat di sudut matanya dia masih terbayang ketakutan yang di lihat di mimpi nya.


Siapa yang mau perpisahan?, bukan hanya Andrian yang tidak mau, bahkan orang lain pun tidak akan ada yang mau di pisahkan dari orang tersayang nya.


Tidak mendengar suara Andrian membuat Lili mengerutkan kening nya, sedikit aneh dan juga penasaran dengan mimpi buruk suami nya.


"Kamu mimpi apa sih sayang, ko sampai nangis gini." tanya Lili, dia mendengar isakan kecil yang berasal dari suaminya.

__ADS_1


Andrian masih betah memeluk pinggang Lili dengan kepalanya dia taruh di dekat perut sang istri guna bisa menciumi perut istrinya.


"Jangan pergi tetap bersamaku, aku menyayangimu." ucap Andrian sambil menciumi perut buncit sang istri.


Lili bungkam mendengar ucapan suaminya, dia merasa hal yang di mimpikan suaminya itu sangat buruk sehingga membuat suaminya menangis sesenggukan seperti itu.


"Jangan nangis, aku akan tetap bersamamu sayang, di hati mu meski semua tak lagi sama seperti dulu." ucap Lili sambil tersenyum.


"Apa maksud kamu?." Andrian mengadahkan pandangan nya ke atas, menatap wajah cantik istrinya.


"Ini bukan mimpi, ini nyata sayang, ikhlaskan aku, jangan tahan aku dengan tangisan perpisahan ini, aku sudah ihklas dengan takdir ku ini, aku mohon jangan buat aku tersiksa dengan melihat air mata mu." ucap Lili lirih, dia membelai wajah suaminya lalu mencium bibir Andrian sekilas.


"Sayang kamu bercanda kan? aku mohon jangan pergi, aku, putri kita masih membutuhkan mu." ucap Andrian sambil menangis, kali ini dia merasakan rasa yang sama, rasa sakit di tinggalkan.


"Aku mohon, tersenyum lah sayang, aku tidak bisa meninggalkan mu dengan sebuah tangisan perpisahan yang menyakitkan ini, aku ingin melihat senyuman mu." kata Lili lagi dengan wajah yang masih tersenyum.


Perlahan Andrian tersenyum, meski di wajahnya masih terlihat sisa-sisa butiran air mata nya, dan Lili yang melihat senyuman itu tersenyum lega.


"Terimakasih untuk semua nya, aku mencintaimu sayang." kata Lili.


Andrian memeluk tubuh istrinya. "Aku juga mencintaimu Lili, sangat." ucap nya dan tak lama kemudian Andrian merasakan rasa sakit di kepalanya.


"Lili..!! Lili sayang.!" teriak nya sambil melepaskan selang infus yang menempel di tangan nya.


"Rian, kamu sudah sadar nak." Rey sang ayah menghampiri putra semata wayang nya.


"Ayah dimana Lili? dimana istri dan anak ku?." tanya Andrian sambil menatap sang ayah dengan wajah yang tidak bisa di artikan.


Rey mendekat ke ranjang sang putra, lalu tanpa aba-aba dia memberikan pelukan ketenangan untuk sang putra, Rey benar-benar sedih dengan nasib putranya yang di tinggalkan oleh istrinya.


"Ayah yakin kamu kuat nak, mereka sudah tenang, istri dan anak mu sudah tenang." ucap Rey sambil mengusap pelan punggung sang putra.


Mendengar ucapan sang Ayah membuat Andrian keanehan. "Apa maksud ayah, anak dan istri?, anak ku baik-baik saja kan yah?." tanya Andrian seraya melepaskan pelukan nya.


Rey benar-benar tak mampu melihat wajah sedih putra nya jika mengetahui kebenaran tantang anak istri nya yang telah tiada, tuhan benar-benar sedang menguji putra nya dengan mengambil dua wanita yang sangat berarti di kehidupan putra nya.

__ADS_1


"Mereka sudah tenang Andrian, istri dan anak mu sudah tiada." tutur Rey dengan Lirih, dia tidak tega mengatakan hal itu, tapi Rey juga tidak bisa membohongi kebenaran pada putranya.


Deg..


Jangan di tanya betapa hancurnya Andrian, dia menangis dalam diam, pantas saja dalam mimpi nya tadi dia melihat Lili yang masih berperut buncit, ternyata tuhan telah mengambil istri dan putri nya dari pelukan nya.


Andrian berdiri, membuat Rey memegang tangan sang putra. "Kendalikan emosimu nak, Ayah tau kamu sedang sedih marah dan juga merasa tidak adil dengan takdir ini, Tuhan punya tempat yang indah untuk anak dan istrimu, Ayah mohon jangan berbuat sesuatu hal yang akan membuat istrimu tidak tenang di alam nya, dia sudah tidak merasakan sakit lagi." ucap Rey memberi nasihat pada putra nya.


"Aku ingin melihat pemakaman istriku, Ayah bisa mengantarkan ku?." ucap Andrian lirih, di setiap langkahnya penuh dengan rasa sakit yang sangat teramat sakit.


Rey mengangguk dia mengantarkan putranya ke tempat peristirahatan terakhir menantu dan cucu nya, dan ternyata di sana juga terdapat ayah dan bunda nya Lili.


"Mau apa kamu kesini hah!." teriak bunda Lili penuh emosi, bagaimana tidak sepulang nya dari luar negri dia mendapatkan kabar dari besan nya atas meninggalkan putri semata wayang nya.


"Sudah Bun, ayo kita pergi, ikhlaskan Lili, ini semua bukan salah Andrian." ucap ayah Lili bijak, lalu membawa istrinya meninggalkan area pemakaman.


Sepeninggalnya orang tua Lili Andrian berjalan mendekati dua makam yang masih basah itu, lalu tangan nya terangkat untuk memegang masing-masing nisan yang ada di sebelah nya.


Rey yang paham dengan perasaan putranya memilih untuk memberikan ruang untuk sang putra di makam, dia tidak mau mendengar kan kesedihan putra nya, bagaimana pun Rey juga punya perasaan dia juga sedih dengan meninggal nya sang menantu dan cucu yang selama ini dia damba-dambakan.


Bahkan Dian sampai pingsan dan sakit karna meninggal nya Lili, sekarang Dian di rawat di rumah sakit dengan di temani Hanny dan Zex, sedangkan Rey sendiri bertugas menenangkan putra nya.


"Lili.. Ansel.. " ucap Andrian lirih dengan mata menatap ke masing-masing nisan di samping nya.


"Kalian tau aku sedih dengan kepergian kalian berdua, aku tidak tau seperti apa hidupku tanpa kalian Lili dan putri papa yang cantik Ansel." ucap nya lagi, air mata nya tak terbendung lagi, tapi sebisa mungkin Andrian tidak menumpahkan air mata nya di depan nisan kedua wanita yang sangat dia sayangi itu, dia tidak mau membuat Lili dan putri nya sedih dengan air mata yang keluar dari mata nya.


"Aku mencintai kalian berdua sayang, aku tau Tuhan punya tempat yang jauh lebih baik untuk kalian berdua, anak papa Ansel.. Papa akan selalu menyayangimu meski sayang, dan untuk mu Lili sayang, nama mu akan selalu terukir di hati ku, kalian berdua akan selalu menjadi wanita pemilik hatiku." ucap Andrian sambil mencium nisan putri nya yang di berinama Ansela Anjela Pariska, lalu setelah itu Andrian mencium nisan Lili dengan sangat lama.


Andrian berdiri lalu tersenyum getir melihat dua makam basah yang berbalut bunga warna warni di atas nya, dia benar-benar merasa hancur sehancur hancur nya, tapi apa yang dia bisa sekarang semuanya telah gugur, istri yang sangat di cintai nya telah pergi untuk selama-lama nya bersama putri kecilnya.


______________


🌹🌹🌹🌹🌹


Part ini mengandung bawang😪

__ADS_1


Ini untuk kalian yang minta hanya mimpi author udah kabulin, ini mimpi tapi nyata😪🙏


ngak ada yang menginginkan kematian, tapi maaf alur yang author haluin memang segini adanya, maafkan aku yang membuat kalian sedih dan kecewa😭😭


__ADS_2