Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
PROMOSI !! (I Love You Boss)


__ADS_3

Cerita baru : I Love You Boss


Ada di Apk Noveltoon, tinggal Klik profil Author ya☺️



"Rara." teriak Mama Intan menggelegar membuat Rara yang sedang sibuk mengepel langsung berlari naik tangga.


"Iya Ma kenapa?." tanya Rara, sambil mengelus dadanya, menaiki tangga dengan berlari membuat dadanya berdetak sangat cepat.


Wanita yang masih cantik dengan bibir merah menyala itu menatap Rara dengan tatapan penuh kesal. "Baju ku kenapa kamu yang cuci? awas sekali lagi kalau kamu cuci baju-baju ku lagi, aku tidak akan segan-segan mengusir mu anak har*m." sungut Mama Intan dengan wajah marah nya, lalu pergi meninggalkan Rara yang terdiam mematung di tempat nya.


Anak har*m?, Rara sudah biasa mendengar kata-kata itu terlontar dari mulut sang Mama, siapa yang mau terlahir sebagai anak hasil perkosaan? apa ada yang mau? jawaban nya pasti tidak bukan.


"Kapan Mama bisa menerima ku, hiks." Rara terisak, sejak kecil Mama nya memang sangat membenci nya, bahkan tak segan-segan menyiksa nya.


Ucapan Mama selalu menusuk ke relung hatinya, wanita yang melahirkan nya selalu mengatai nya sebagai anak setan atau anak har*m.


"Dasar anak har*m pembawa sial, kamu tau gara-gara aku melahirkan mu aku kehilangan suami yang aku cintai, semua itu gara-gara kamu anak sialan."


Berharap ada keajaiban untuk bisa menghapus semua kebencian sang Mama padanya, tapi nihil selama 24 tahun Rara hidup Mama nya bahkan belum mau mengakui nya, jika ada orang yang bertanya siapa Rara Mama nya pasti akan menjawab jika Rara adalah pembantu nya.


"Dia pembantu di rumahku, silahkan suruh saja gadis itu, jangan sungkan."


Apa karna dia memiliki wajah pas-pasan sehingga Mama nya tidak mau mengakui nya sebagai anak kandung nya?, atau karna dia lahir hasil dari perkosaan makanya Mama nya membenci nya.


"Aku anakmu Ma, aku Rara anak kandung mu." gumam Rara sambil memegang dadanya yang terasa sakit.


"Rara." teriak Kakak Rara membuat Rara bergegas ke kamar sang kakak.


"Ada apa kak? apa kakak perlu bantuan?." Rara melangkah mendekati sang Kakak.


Wanita cantik berpakaian seksi itu adalah kakak nya, lebih tepatnya kakak angkat nya, sebenarnya ada rasa iri di hati Rara karena Celina saja yang anak angkat bisa mendapatkan kasih sayang sang Mama, tapi kenapa dia yang status nya anak kandung tidak mendapatkan kasih sayang Mama nya.


"Kamu ini kemana aja si, aku bilang kalau hari Minggu kamu harus bantuin aku beresin kamar sama nyuci baju-baju mahal ku." kata Celina dengan wajah kesal nya.

__ADS_1


"Aku sedang mengepel kak, nanti setelah mengepel di bawah aku ke kamar kakak untuk membereskan semuanya." sahut Rara, ingin beranjak pergi namun Celina kembali bersuara.


"Dasar anak har*m, tidak berguna." sungut Celina lalu menutup kamar nya.


Rara mengepalkan tangan nya mendengar ucapan Celina, jika Mama nya yang mengatakan nya Rara hanya bisa menangis karna sedih dan sakit hati, tapi jika kakak angkatnya yang mengatakan nya Rara tidak akan terima, karna bagaimana pun disini yang menumpang adalah Celina, sedangkan dirinya adalah anak kandung Mama Intan.


"Sabar Ra, kamu ngak boleh emosi biarkan saja si wanita cabe-cabean itu ngerendahkan kamu, yang penting kamu ngak kaya dia yang suka jual diri sama om-om." Rara mencoba menguatkan dirinya.


Celina bahkan lebih jauh buruk darinya, dimana kakak angkatnya itu selalu membeli barang-barang mewah dari hasil menemani om-om di club' malam.


Hari mulai siang Rara yang sudah selesai dengan pekerjaan nya langsung kembali ke kamar nya yang ada di dekat dapur.


Rara sudah biasa dengan apa yang di lakukan di hari weekend, yaitu beberes rumah dan mengerjakan semua perintah kakak angkat nya.


Sebenarnya weekend adalah hari yang di sukai nya saat SMA tapi tidak dengan sekarang, Rara tidak menyukai weekend karna di hari weekend untuk usianya yang sudah memasuki 24 tahun Rara tidak bisa bermain seperti dia saat remaja dulu.


Faktor usia membuat Rara merendah, apalagi dengan wajahnya yang pas-pasan membuat Rara tidak mau jadi bahan gunjingan orang lain, dimana banyak pria yang mengatai nya jelek.


Apa salah kalau dia tidak terlahir secantik bidadari? kenapa semua orang harus memandang nya dari segi penampilan?, dan apa selamanya wanita yang terlahir tidak cantik bisa di rendahkan?.


"Haha pantesan jomblo orang jelek!!."


Olokan teman dan rekan kerja nya membuat Rara selalu kesal, tapi laun kelamaan Rara bisa menerima semua nya, kenangan semasa SMA nya di tolak selalu terngiang di ingatan nya, dan sampai kapan pun Rara akan mengingat kata-kata itu.


"Ren aku suka sama kamu, apa kamu mau menerima cintaku." ini pertama kalinya Rara mengucapkan cinta nya pada sosok teman sekelasnya.


Pemuda yang di sukai Rara itu hanya melirik Rara dengan tatapan aneh nya.


"Maaf Ra, tapi kamu itu jelek..lihat bahkan jerawat kamu itu udah kaya nabung telor Ra, aku tampan masa iya aku harus pacaran sama cwe sejelek kamu." kata Rendi, si tampan yang menjadi idola kelas.


"Sebaiknya kamu permak dulu wajah kamu yang jelek itu, atau lebih baik kamu cari cwo lain deh, emm misalnya tukang sapu di depan sekolah tuh bapak-bapak juga jomblo, udah lama menduda."


Huh..


Rara akan selalu mengingat penghinaan itu, bahkan sampai dia lulus kuliah Rara menjadi orang yang sangat jutek dan susah di dekati, bahkan kini ocehan orang lain tak pernah dia dengarkan, menurutnya selagi kita tidak mengusik orang lebih baik diam, tapi un

__ADS_1


Sambil tiduran Rara memainkan gawai nya dia melihat-lihat akun sosial medianya, mata nya menatap jengah saat melihat kolom pengikutnya yang hanya berjumlah lima orang, mungkin lima orang itu salah pencet atau mereka tertipu dengan foto profil nya.


Mata Rara terus melihat ke layar ponselnya sampai dia mendapatkan notif pesan di group kantor nya.


Bu Rima bagian (HRD)


"Pengumuman hari Senin besok akan ada pengganti CEO baru, di usahakan untuk semuanya memakai pakaian yang rapih dan bisa menjaga kesopanan nya, karena menurut info CEO baru kita orang nya sangat tidak menyukai kesalahan spele sedikitpun, jadi di wajibkan untuk semuanya menjaga sikap nya dalam menyambut CEO baru di kantor yang kita cintai itu."


Anita (si seksi dan juga rempong)


"Wah.. ganteng ngak Bu? masih jomblo ngak ya?."


Gina.


"Pasti CEO nya ganteng, harus beli baju baru nih biar keliatan lebih press."


Bu Rima bagian (HRD)


"Kalian itu sukanya yang tampan aja, jangan ngobrolin CEO, kata bagian defisi kita CEO nya galak loh, jadi jangan banyak tingkah kalian."


Anita.


"Curi pandang dikit boleh kan Bu."


Bu Rima bagian (HRD)


"Mulai lagi nih si centil, udah ah saya mau ngajak anak main, ngeladenin kamu bisa-bisa saya pusing."


Rara hanya tersenyum membaca percakapan antara Anita dan Bu Rima, dia tidak dekat dengan keduanya tapi Rara tau kalau keduanya baik hanya saja selalu mengatainya jomblo saja.


Untuk ikut nimbrung Rara tidak seberani itu, dia malu dan bingung harus membalas apa, dan lagi pula Rara tidak pernah ngobrol dengan mereka di kantor, ya selain karna Rara yang memiliki wajah pas-pasan.


__________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa jejak♥️


__ADS_2