
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Dengan balutan gaun putih yang indah membuat Hany nampak terlihat bak putri raja, tak hanya Hany penampilan Zex pun takalah mencolok dengan balutan jas hitam yang di padu dengan kemeja putih membuat penampilan Zex sangat terlihat keren dan tampan tentunya, keduanya nampak serasi di kursi ratu dan raja seharinya.
Pesta resepsi pernikahan Hany dan Zex berjalan begitu meriah meski awal-awal acaranya di penuhi dengan drama anak tangisan anak kecil, tapi semua nya bisa terkendali apalagi di tambah dengan beberapa tamu yang kebanyakan orang-orang penting yang memiliki nama populer di kotanya, yang membuat suasana semakin terlihat seperti pernikahan putri raja.
tapi hal itu benar-benar tidak menyanangkan untuk Hany yang memang tidak terlalu suka lebih tepatnya dengan kebanyakan tamu undangan nya yang terus mengajak suaminya berbincang, sedangkan dirinya harus berdiri dan terus menyalami para tamu undangan yang lain nya.
Menyebalkan bukan baru beberapa jam menikah tapi suaminya seolah melupakan nya yang mana membuat Hany lebih memilih memakan cake yang di bawakan bu Ratna, dari pada terus menerus mendumel kekesalan nya pikir nya.
"Enak, mau lagi dong bu." pinta Hany yang langsung di angguki bu Ratna.
"Ini, bentar lagi acaranya selesai, kamu ngak apa kan kalo ibu sama ayah pulang duluan?." bu Ratna bertanya sambil memberikan cake.
Hany mengelengkan kepalanya. "ngak apa bu, lagian kata kak Zex tadi kita pulang nya langsung ke Apertemen ko bu." sahut Hany sambil memakan cake nya.
"Nanti kalo ada apa-apa sama kak Dian jangan lupa kabarin Hany ya bu." sambung Hany lagi.
Ya tadi saat acara repsesi baru di mulai Rey ijin pulang karna kondisi Dian yang tidak sadarkan diri, sedangkan Rafa dan Ririn keduanya juga ijin pulang karna Arka merengek meminta pulang setelah membuat kekacauan yang mengakibatkan beberapa anak menangis histeris karna mendapatkan jepretan karet dari bocah dua tahun setengah itu.
Entah dari mana bocah dua tahun setengah itu mendapatkan karet tapi yang jelas Arka sudah membuat beberapa anak seusinya menangis histeris yang membuat acara pernikahan menjadi riuh dengan tangisan anak kecil, Ririn dan Rafa yang merasa malu dengan kelakuan putranya akhirnya memilih pulang dari pada Arka malah berbuat yang lebih lagi pikir mereka.
"Iya nanti ibu kabarin, jangan lupa sering-sering main ke rumah ya sayang biar ibu ada temen nya." ucap bu Ratna yang langsung mendapatkan angukan dari Hany.
"Iya bu siap." jawab Hany sambil tersenyum. "Bu ini lipstik nya masih nempel kan?." sambung Hany bertanya.
Bu Ratna mengangguk. "masih cantik ko." jawab bu Ratna yang membuat Hany mengelus dadanya. "emang kenapa?." sambung bu Ratna bertanya.
Hany tersenyum kikuk. "Ngak papa, cuman nanya aja." sahut Hany sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal yang membuat bu Ratna tersenyum memaklumi, jelas dia mengerti dengan maksud yang di tanyakan anak bungsunya.
Zex yang sudah selesai berbincang dengan rekan bisnis nya langsung kembali ke tempat nya, dengan pak Andre yang berjalan beriringan dengan nya.
"Ayah titip Hany padamu, jangan sakiti dia..kamu tahu Hany bukan kalau Hany bukan lah gadis yang mudah di atur jadi ayah harap kamu bisa memberikan pengertian untuk anak ayah agar dia bisa menjadi istri yang baik." ucap pak Andre mengatakan semua isi ketakutan yang ada di dalam kepalanya.
Jelas hal ini bukan perkara yang mudah untuk seorang ayah yang memberikan tangung jawab atas putrinya ke pria yang di pilih putrinya, berat rasanya membarikan tangung jawab itu pada pria yang menjadi suami putrinya tapi pak Andre sebisa mungkin terus mengendalikan dirinya untuk tidak sedih jika suatu saat Hany akan mempunyai keluarga kecil dan mungkin akan memiliki anak yang lucu-lucu.
__ADS_1
"Hany memang keras kepala nak, dia tidak bisa di kerasin ataupun di kasarin, ayah memang bukan ayah yang baik untuk Hany, dia terlalu banyak mendapatkan kepedihan semenjak bundanya tiada, ayah harap kamu bisa memberikan kebahagian yang di impikan Hany." sambung pak Andre lagi sambil terisak.
Zex mengangguk sambil tersenyum.
"Ayah jangan khawatir, aku akan memberikan kasih sayang yang sama seperti ayah, Hany adalah gadis satu-satunya yang aku miliki tentu saja aku akan membuat dia bahagia hidup bersamaku." ucap Zex sambil tersenyum, terlihat raut wajah penuh keyakinan di setiap ucapan nya yang mana membuat pak Andre percaya jika Zex adalah pilihan terbaik untuk menjaga anak bungsu nya.
"Ayah percaya padamu." ucap pak Andre.
"Terimakasih, aku tidak akan mengecewakan ayah." jawab Zex.
.
.
.
.
Detik-detik acara hampir selesai, Hany yang sudah lelah berdiri memilih untuk membuka heels nya dan mengantinya menjadi sandal jepit, sedangkan Zex hanya tersenyum melihat Hany yang nampak kegerahan dan dia pun tergerak untuk mengipasi wajah istrinya dengan tangan nya.
"Segini?." tanya Zex menambah kecepatan gerak tangan nya.
Hany mengangguk. " Ya segini..uhhkk sejuk." ucap Hany sambil memejamkan matanya lagi.
"Aaaaa !!!." pekik Hany kaget saat Zex tiba-tiba mengangkat tubuh nya.
"Mau kemana sih?." tanya Hany yang sedang di dalam pelukan suminya.
"Pulang." jawab Zex singkat sambil berjalan ke arah parkiran.
"Turunin dulu malu, ihk." ucap Hany namun tak di hiraukan oleh Zex dan malah mendapatkan kecupan singkat di bibirnya, "pasang pengaman nya, aku akan ngebut." ucap Zex sambil memasangkan alat pengaman mobil di tempat duduk Hany.
setlah memastikan alat pengaman terpasang Zex pun menancap gas pedal mobilnya dengan kecepatan tinggi, layaknya pembalap yang tidak mau kalah dari lawan nya, pria itu benar-benar terlihat sangat tidak menyadari jika wanita yang baru di nikahinya saat ini sedang menatap penuh ketakjuban melihat aksinya.
"Anak ku nanti pasti akan jadi joki yang handal, aku tidak sabar untuk segera mencetak anak dengan pria tampan ku." batin Hany sambil menatap wajah suaminya yang nampak pokus dengan setir dan mata yang melihat kejalanan.
Tak jauh dari tempat Hany nampak seorang pria yang tak nampak meringis kesakitan saat ayah dan ibunya tiba-tiba mengajak nya pindah ke luar negri.
__ADS_1
" Ayo cepat ! kemasi barang-barang mu Adit, kamu harus ikut ayah tidak akan membiarkan kamu berkeliaran tidak jelas lagi." ucap seorang pria dengan tatapan tajam nya.
"Adit ngak mau yah, Adit tidak mau pindah." ucap Adit dengan wajahnya yang penuh dengan luka lebam tak lupa tangan nya juga patah yang menbuat Adit semakin terlihat menyedihkan.
"Tidak ada penolakan, sudah beruntung Rey tidak membuatmu habis terbunuh, cepat bu kemasi barang-barang anak bodoh itu." ucap ayah adit lagi.
Tok..tok..tok..
pintu terbuka memperlihatkan seorang wanita yang usianya sekitaran 30 tahunan lebih. "mati gue." batin Adit.
"Siapa kamu? dan mau apa kerumah ku?." tanya ayah Adit pada wanita itu.
"Saya Renata Om tante, saya adalah kekasih Adit dan saya hamil anak Adit." ucap wanita itu sambil terisak.
Ayah Adit melirik anaknya dengan wajah penuh amarahnya, "Raditya katakan jika semua itu tidak benar." ucap ayah Radit sambil menatap anaknya penuh ketajaman.
"Bukan yah, dia itu istri orang, dia bukan siapa-siapa aku." ucap Adit menolak mengakui wanita itu sebagai pacar nya.
"Aku sudah di ceraikan Adit dan ini anak mu hasil hubungan gelap kita. " ucap wanita itu lagi yamg membuat ayah Adit semakin naik pitam.
Dan saat itu juga seketika nyali Adit menciut saat melihat tatapan penuh murka dari Ayah nya. "Pergi kamu !! dasar anak sialan, seharusnya dari dulu kami memang tidak memungut mu, Ayo bu kita pergi tinggalkan anak bodoh itu." ucap ayah Adit.
"Tapi yah." ucap ibu Adit merasa kasihan pada anaknya.
"Sudah biarkan saja, dia bukan anak kandung mu, biarkan dia mengetahui siapa asal usulnya, anak tidak tau diri sudah di pungut malah bikin susah." ucap ayah Adit lagi yang mana membuat Adit merasa lemas seketika saat mendengarkan kejujuran yang menyakitkan dari orang tuanya.
"Sudahlah Adit aku memiliki harta yang banyak, ayo ikut dengan ku.. kamu akan menjadi suamiku." ucap wanita itu sambil tersenyum.
tidak ada pilihan lain, Adit pun terpaksa ikut dengan wanita yang selalu membayarnya itu, sekarang dia baru sadar jika semua obsesi yang di lakukan nya itu adalah salah.
___________
🌹🌹🌹🌹🌹
Happy Weding untuk Hany dan abang Zex, semoga sakinah mawadah warohmah.
Yang di undang gimana makanan nya enak ngak?😅
__ADS_1