Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Bian jadi rebutan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Di rumah besar Arka dan Alena sekarang sedang mengadakan acara syukuran untuk kelahiran Babby Arfan, meski hanya di hadiri orang-orang terdekat tapi acaranya berjalan dengan lancar tanpa hambatan sesuai yang di rencanakan.


Bukan hanya syukuran saja tapi Arka dan keluarga besarnya juga memberikan santunan pada anak-anak yatim dan orang-orang yang tidak mampu.


Jika di ruangan tengah nampak di penuhi orang-orang yang sedang pengajian maka lain hal nya dengan di dalam kamar Bian, di kamar itu nampak dua bocah laki-laki yang sedang asyik bermain mobil-mobilan.


Ralat lebih tepatnya hanya Boy, tidak dengan Bian yang di sibukkan dengan sosok bocah dua tahun yang kini sedang menatap nya dengan senyuman manis nya, tapi menurut nya sangat menjijikan karena pipi gadis kecil di depan nya belepotan bekas kue.


"Apa..!!." cetus Bian menatap sosok anak perempuan yang usianya tiga tahun lebih muda dari dirinya itu.


"Tata.. au." celoteh Lisa cadel sambil memberikan sepotong kue yang sudah di potong.


Bian melihat kue itu dengan wajah jijik nya, bisa-bisa nya Lisa memberi makanan sisa padanya.


"Ngak, makan aja sendiri.. nih tisue basah lap pipinya nanti di gigit semut." kata Bian memberikan selembar tisue basah pada tangan Lisa.


Lisa menatap tisue itu lalu dia usap-usapkan ke bibirnya, tapi bukan nya bersih malah semakin belepotan kemana-mana, membuat Bian menghela nafasnya kesal.


"Bukan seperti itu, kaya gini." Bian merebut tisue itu dan mulai membersihkan wajah Lisa dari bekas cemong kue.


"Ta..ta." panggil Lisa tersenyum nyengir.


Tak mendapatkan jawaban lagi, membuat Lisa kembali bersuara.


"Tata." panggilnya lagi.


Bian mengelap dengan wajah masam, gadis kecil di depan nya sangat bawel, membuat dia risih jika terus di hadapkan dengan sosok Lisa.


"Sudah bersih, sana main." usir Bian ingin kembali membaca buku nya.


"Ndak..au ahk, au tata aja." sahut Lisa sambil tersenyum malu-malu.


"Bian ayo main." ajak Rere.


Wajah Bian mendadak tersenyum, dan langsung beranjak berdiri, membuat Lisa yang masih duduk langsung ikut berdiri.


"Ayo." sahut Bian sambil tersenyum memperlihatkan wajah tampan nya.


"Ndak oleh, Tata punya aku." kata Lisa masih dengan gaya cadel nya.


Gadis berusia empat tahun itu menatap Lisa dengan wajah tak suka nya. "Enak aja, Bian teman aku..anak kecil sana main nya sama Nanny aja." kata Rere sambil memegang tangan Bian.


Lisa ikut memegang tangan Bian membuat Bian menjadi pusing karena kedua gadis di depan nya malah tarik-menarik tangan nya.

__ADS_1


Boy tertawa cekikikan melihat sepupunya yang terus di buat kesal dengan sosok Lisa si gadis yang menempel pada sepupunya itu.


menurutnya dia lebih tampan dari Bian tapi kenapa malah Bian yang menjadi bahan rebutan dua gadis kecil di depan nya.


"Aku lebih tampan dan mempesona harusnya aku yang jadi rebutan." sungut Boy sambil memainkan mobil-mobilan nya di sudut ruangan kamar.


"Hey, ayo main bersamaku saja, jangan main sama si kutu buku ini, aku lebih tampan mempesona dan punya banyak mainan, ayo main bersamaku." ucap Boy sambil memegang tangan Rere dan Lisa.


Namun kedua gadis kecil itu malah menepis tangan Boy.


"Ndak au." ucap Lisa dan Rere bersamaan.


"Kalian yakin tidak mau bermain dengan si tampan Boy, awas loh nanti kalau kalian besar malah suka sama aku." Boy tersenyum penuh percaya diri mengatakan nya.


Tapi ekspresi wajah yang di perlihatkan Lisa maupun Rere malah sebaliknya, seolah ingin muntah.


Huh..


Kalo bukan karena pepatah Mama nya untuk menjaga Lisa mungkin Bian akan memilih bermain dengan Rere, sosok gadis yang di sukai nya, tapi jika dia memilih Rere maka Lisa akan menangis dan mengadu ke Mama nya.


"Kita main bersama saja, kalian main berbie dan aku main robot sama si bule." kata Bian.


Dan pada akhirnya mereka bermain bersama, Bian dan Boy bermain robot-robotan, sedangkan Lisa dan Rere terus beradu mulut boneka paling cantik yang di pegang nya.


"Tantik hihi, punya aku." celoteh Lisa.


"Cantik punya aku." seru Rere ketus.


"Bian dan aku siapa yang paling tampan?." tanya Boy pada dua gadis kecil di depan nya.


Lisa dan Rere saling melihat satu sama lain, lalu kompak melihat Boy dan Bian secara bergantian.


"Tata." kata Lisa cepat.


"Bian." kata Rere, takalah cepat.


Bian tersenyum menyeringai, merasa unggul dari sepupunya.


"Sudahlah ku katakan aku unggul semua hal darimu, bule narsis." ucap Bian sambil tertawa cekikikan.


"Lihat saja nanti, aku yang akan banyak punya pacar." ucap Boy sambil memasang wajah kesalnya.


Bian hanya menggelengkan kepalanya, sepupunya selalu mengatakan hal-hal yang jauh di bawah pikiran anak kecil, bukan kah tugas anak kecil hanyalah main, belajar dan makan?, tapi kenapa sosok si bule narsis sangat kontras dari anak seusianya?.


Setelah acara selesai semuanya pulang, meninggalkan keluarga kecil Arka dan Alena.


Nampak Babby Arfan yang sedang terlelap di box bayi.

__ADS_1


"Sayang." panggil Arka lembut.


Alena mendekat ke arah ranjang, "Apa, sayang?." tanya Alena seraya duduk di samping suaminya.


Tanpa memberi aba-aba Arka langsung memeluk wanita yang telah mengubah kehidupan nya itu, ibu dari kedua putra nya.


"Makasih." ucap Arka.


"Makasih terus, aku sampe bosen loh sayang denger nya." sahut Alena pura-pura tak suka, padahal di hatinya meleleh bak keju lumer.


Arka mencium aroma tubuh istrinya, lalu menciumi leher istrinya, "Ngak akan bosen sampai kamu dan aku punya seribu anak." kata Arka masih dengan aktivitas nya.


Alena melotot mendengar ucapan suaminya yang mengatakan seribu anak. "Kamu enak, aku?." Alena melepaskan aktivitas suaminya yang sudah di rasa menegangkan.


Dia cape, belum lagi malam-malam dia harus bangun untuk menyusui Babby Arfan yang memang sudah langganan bangun tangah malam.


"Kenapa?." tanya Arka saat melihat istrinya Menolak acara panas nya.


"Kenapa?, kamu bilang kenapa?." Alena menampakan wajah garang nya.


"Aku baru lahirin anak kamu belum ada sepuluh hari tau, enak aja mau acara coblos menyoblos, ngak tau apa kalau aku lagi cape seharian gendong Babby Arfan, mending sekarang kamu pijitin aku dari pada buat anak lagi, Babby Arfan masih terlalu kecil buat di kasih adik." cacar Alena bersungut-sungut.


Arka kikuk mendengar ocehan istrinya, tapi dia tetap memasang senyuman manisnya.


"Iya deh maaf, sini aku pijitin biar kamu ngak pegel lagi." Arka memulia memijit tubuh sang istri, dan sesekali dia juga menciumi tangan istrinya.


Dan Alena hanya bisa memejamkan matanya sambil menikmati pijatan suaminya, semakin cinta saja Alena pada suaminya, apalagi jika Arka sudah bersikap perhatian seperti ini, sungguh membuat mood nya naik level sepuluh.



Albiansya Ammar Raid, si ganteng yang suka baca buku dan juga dingin, ngak banyak ngomong tapi sekali ngomong pedes banget.



Alisya Aura kharisma, si gadis imut yang ceria dan juga cengeng, kalau nangis langsung ngadu ke Mama Alena, apalagi kalo di cuekin kakak Bian.



Giorgino Boy Febrian, si bocah bule narsis yang hobby nya memuji diri sendiri, percaya diri dan tidak mau kalah.



Adinda Reyna, si gadis cantik yang tidak suka hal yang disukai nya di rebut oleh orang lain, termasuk Bian sosok yang dia sukai.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Cerita Lisa dan Bian udah sampai Epsd 55, yu di baca sambil nunggu Up lagi😊


Jangan lupa jejak, ♥️


__ADS_2