Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Dian dan Rey


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Hari sudah mulai larut dan tak terasa acara pernikahan pun sudah selesai, begitupun dengan para tamu dan keluarga dari pengantin yang sudah pulang ke rumah masing-masing dan sekarang yang tersisa hanya Dian dan Rey yang sedang ganti baju di dalam kamar hotel.


"Aku harus memanggil mu dengan nama atau apa? aku bingung." tanya Dian jujur saja sudah beberapa hari dia memikirkan nama panggilan untuk Rey tapi dia malah di buat bingung sendiri.


Rey yang sedang membuka kancing kemeja nya melirik istrinya yang sedang duduk di pinggir ranjang. "Bagaimana dengan Sayang? atau Hubby?." sahut Rey memberi usulnya.


"Itu terlalu ribet, lidah ku tidak sampai untuk memanggilmu dengan sebutan Hubby." ucap Dian. "Emm bagaimana dengan Dinda dan kakanda? itu lucu bukan?." Dian memberikan usulnya.


Rey menatap tak percaya." Kita tidak sedang Acting kolosal Dian, ini kisah nyata bukan kisah mistery." sahut Rey sewot.


"Lalu apa nama yang pas untuk pangilan sayang kita?." tanya Dian lagi.


Rey nampak berpikir lalu dia mengingat jika si tuan muda nama memakai sebutan Mommy Daddy dan dan mungkin dia bisa mencontoh si tuan muda pikirnya. " bagaimana dengan Ayah Bunda?." ucap Rey memberi usul lagi.


Dian melotot tak percaya. "Kita belum punya anak, sebutan itu hanya untuk pasangan yang sudah memiliki anak." ucap Dian.


"Tidak apa, kita kan sebentar lagi akan punya anak..jadi itung-itung latihan. " ucap Rey sambil berjalan mendekati istrinya.


Dian yang merasa tersudutkan seketika menjadi merinding, apalagi saat ini Rey sedang menatap nya dengan tatapan lapar yang bisa di bilang bukan lapar biasa.


"Stopp.. mau ngapain?." tanya Dian yang melihat Rey membuka kemeja dan celananya dan hanya menyisakan celana pendek saja.


Rey menaikan sebelah alisnya lalu tersenyum. "Tentu saja olahraga malam." jawab Rey cepat.

__ADS_1


"Jangan dulu, hentikan tangan mu yang nakal itu." Dian mencubit lengan Rey yang sedang nakal memegang area terlarang nya.


"What?." Rey bingung, dia berpikir jika istrinya polos dan tidak tau apa-apa atau mungkin Dian takut. "Tenang saja, aku akan pelan-pelan jangan khawatir." ucap Rey yang menyangka Dian takut.


Dian mengeleng, "Bukan itu hiss aku tidak sepolos itu, tapi jika kau mau mau olahraga setidaknya tolong bukakan sleting belakang di gaun ku dulu, kamu tau harga gaun ini mahal jadi jangan buang uang." ucap Dian yang seketika membuat Rey mengangguk mengerti.


"Kamu benar, harga gaun pengantin ini sangat mahal, kita tidak boleh mubajir uang." ucap Rey segera membuka sleting belakang yang ada di gaun yang di kenakan Dian.


Setelah sama-sama polos keduanya pun akhirnya memulai malam panjang yang penuh dengan hawa panasnya, baik Rey maupun Dian keduanya sama-sama menikmati karna cinta sudah hadir di dalam kamus kehidupan mereka. (Mohon maaf ya ngak bisa detail selain Aothor ngak terlalu paham, Aothor juga ngak mau revisi kalo isinya kebablasan). 😅


Pagi harinya Dian benar-benar merasakan tubuhnya sangat remuk, Rey benar-benar melakukan nya bahkan Dian tidak bisa menghitung berapa kali suaminya mengulangi permainan panas itu.


Membayangkan adegan panas tadi malam membuat Dian menjadi merinding mengingat betapa hot nya Rey saat diranjang, bahkan Dian sampai kewalahan menandingi suaminya yang ternyata sangat brutal.


Dian melihat tubuhnya yang ada di balik selimut yang ternyata sangat polos tak mengenakan sehelai benang pun, Lalu dia melirik ke samping nya yang nampak memperlihatkan Rey yang masih terpejam.


Cup..


Dian mengecup pipi Rey sambil memeluk tubuh pria itu denggan kepalanya yang sengaja di taruh di dada bidang Rey.


Rey mengerjapkan matanya saat merasakan tubuhnya bersentuhan dengan sesuatu benda kenyal yang berbentuk bulat, dan saat dia benar-benar sudah bangun Rey di buat gemas melihat Dian yang nampak memeluknya.


Dengan satu gerakan dan tarikan Rey memindahkan posisi Dian menjadi di bawah kungkungan nya. "Kau mau membangunkan macan yang sedang tidur, jadi kau.harus di beri hukuman." ucap Rey sambil menatap mata lentik istrinya.


Dian tersenyum." Langsung saja, tidak perlu basa-basi, lagi pula aku mau." ucap Dian tanpa rasa malu sedikitpun yang membuat Rey terkekeh lalu mencubit hidung bengir minimalis milik istrinya.


"Sudah tau rasanya, jadi doyan kan." goda Rey.

__ADS_1


Dian tersenyum malu-malu. " Entahlah, permainan itu cukup membuat ku kelelahan sekaligus merasakan sesuatu sensasi yang aneh dan ya sedikit enak." ucap Dian sedikit pelan. " aku mau lagi." cicit Dian pelan yang masih terdengar di telinga Rey.


"Haha.. dengan senang hati." ucap Rey langsung menci*m bibir mungils Dian dan cium*n itu semakin dalam dan semakin menuntut.


Keduanya kembali bergelut di pagi hari, bahkan suara ketukan pintu dan dering ponsel pun tak mereka hiraukan sama sekali, keduanya malah sibuk membuat Rey junior, serasa dunia milik berdua.


Di balik pintu nampak Hany yang sudah malas mengetuk-ngetuk pintu, bahkan di sudah menelpon kakak nya itu berulang kali tapi nihil tak ada jawaban, bahkan ponsel Dian si kakak iparnya pun sama sekali tidak bisa di hubungi, keduanya seolah janjian untuk tidak mengangkat telpon nya.


sebelumnya dia di suruh ayah dan ibunya untuk menemui Rey karna hotel yang di booking Rey hanya untuk semalam saja karna di bayar nya pun hanya untuk satu malam saja, dan sekarang mereka berdua seharusnya sudah chek out dari kamar hotel tapi yang membuat Hany kesal dan jengah sedari tadi dia berdiri, duduk, bahkan hampir ingin jungkir balik tapi si pintu tetap saja masih tertutup rapat terkunci dari dalam.


"Sebenarnya apa yang sedang mereka lakukan di dalam sana, kenapa sudah jam segini mereka belum keluar." gerutu Hany sambil menenteng kantung yang berisi pakaian ganti untuk Rey dan Dian.


"Masa bodo ahk, aku taro di depan pintu aja lah, nungguin mereka bangun lama." ucap Hany akhirnya memilih menaruh kantung berisi pakaian ganti untuk pengantin baru itu di depan pintu.


"Kakak ku tersayang, bajunya udah aku taro di depan pintu, cepat bangun..ngak baik bangun siang-siang nanti rejeky nya di patuk ayam loh." isi pesan yang di kirimkan Hany pada sang kakak.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹


Kurang greget? ya😂


Jangan lupa mampir ya kecerita baru aku, judulnya ♡My First Love Is Spicy♡


Tingalkan jejak Like coment and rate bintang 5💕


Sayang kalian semua❤

__ADS_1


__ADS_2