Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Kekalahan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Suasana kembali mencekam, wajah penuh kemarahan bukan hanya di perlihatkan oleh Arka saja, tapi wajah kemarahan itu di perlihatkan juga oleh ketiga pria matang yang menolak di sebut tua itu.


Arka beranjak dari duduknya dia menatap tajam pada dua mahluk yang telah membuat mobilnya meledak itu, bukan karna mobilnya tapi Arka marah karna di dalam mobilnya itu ada istri dan calon bayi nya.


"Kalian berdua, akan aku pastikan kematian kalian lebih mengenaskan dari Daddy kalian." teriak Arka dengan wajah yang di basahi air mata.


Zeo Ton dan Zamora Ton hanya tersenyum mengejek, merasa puas karna menyaksikan ratapan pilu keturunan Rafasya, kehancuran dari keluarga orang yang mereka benci, jelas saja membuat mereka senang.


Tanpa aba-aba Arka membaku hantam Zeo Ton, tak hanya itu Arka bahkan tidak mengunakan bantuan senjata apapun untuk membuat Zeo Ton kalah, dia hanya menggunakan tangan nya untuk menghajar Zeo Ton.


Ringisan demi ringisan mulai di keluarkan oleh pria bule itu, Zeo Ton berusaha ingin menghindar dan memberi perlawanan, namun naasnya dia terus mendapatkan ke kalahan, melawan singa yang sedang mengamuk karna kehilangan anak istrinya benar-benar tidak bisa di anggap enteng.


"Help me." teriak Zeo Ton saat Arka terus memberikan pukulan di area tubuhnya.


Tidak ada yang berani menolong, semua anak buahnya sudah di kalahkan oleh anak buah Rafa, dan hanya meninggalkan Zamora Ton yang nampak ngeri melihat betapa kejam nya Arka saat menyiksa sepupu nya.


"Tidak akan ada yang menlong mu sialan." teriak Arka, "Rasakan ini." sambung nya dengan wajah kemarahan nya.


Brugkkk..


Brugkkk..


Arka tidak memberi celah untuk Zeo Ton melawan nya, pukulan demi pukulan terus dia berikan pada Zeo Ton, membuat wajah Zeo Ton nampak tidak terkenali lagi, darah segar banyak mengalir baik dari sudut bibir atau pun dari are kepalanya yang terus terbentur mengenai aspal.


Rafa dan kedua teman nya terdiam melihat Arka yang nampak kesetanan itu, bahkan meraka ngeri saat melihat tangan Arka yang di penuhi darah segar milik Zeo Ton, "Rey kau gurunya? kau yang mengajarkan itu?." tanya Rafa merasa putranya terlalu sadis.


Rey mengeleng, "Tidak, aku mengajarkan dia dengan pisau, tapi sepertinya tangan Arka jauh lebih tajam dari pada pisau." sahut Rey yang masih asyik menonton acara baku hantam itu.


Mungkin diantara mereka hanya Zex yang nampak memperlihatkan wajah datarnya, Zex memang penakut akan hal yang berbau kriminal, tapi Zex adalah pria yang garang jika keluarga nya di sakiti dan Zex mendukung apa yang Arka lakukan, jika dia di posisi Arka, Zex pun pasti akan melakukan semua itu, bahkan lebih gila dari pada Arka.


"Kau yang memulainya bukan, bahkan hanya dengaj kematian kau tidak akan membuat istri dan anak ku kembali." ucap Arka sambil mencengkram dagu Zeo Ton.


Tangan Zeo Ton perlahan masuk kedalam saku celananya, karna dia melihat Arka yang nampak pokus pada wajah nya, "Kau dulu yang mati bod___" ucap Zeo Ton terhenti.


Dorrr..


Dorr..

__ADS_1


Pistol yang ada di tangan Zeo Ton sektika jatuh, tubuhnya ambruk ke tanah, dengan tangan dan kaki nya yang terkena tembakan peluru, yang membuat darah segar kembali keluar dari tangan dan kaki nya.


Pelakunya jangan di tanya lagi, siapa yang akan diam saja jika melihat putranya dalam bahaya, Rafa yang melihat Zeo Ton mencari kesempatan untuk membunuh putra nya jelas saja mencegah nya, dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


Zamora Ton mematung dalam diam, dia melihat sepupu nya yang sudah ambruk dengan penuh luka membuat Zamora Ton mengelengkan kepalanya, dia tidak mau bernasib yang sama dengan Zeo Ton.


"Aku harus kabur." batin Zamora Ton.


Dan saat Zamora Ton mencoba melangkah untuk pergi, langkahnya di hadang oleh dua pria tua yang masih berkharisma. "Menyingkir dari hadapan ku, kalian manusia-manusia gila, pembunuh." teriak Zamora Ton dengan wajah menahan takut.


Zamora Ton memang sering membunuh, tapi ia belum pernah di hadapkan dengan pernyataan ini, dimana dia harus melawan musuhnya yang sangat handal dalam masalah bela diri, biasanya orang yang menyewa nya menjadi pembunuh hanyalah orang-orang besar dan target nya pun kebanyakan nya wanita bukan pria yang memiliki kekuasaan besar seperti Rafasya.


"Menyingkir? kau pikir setelah membuat kekacauan kau bebas?." tanya Rey dengan alis yang dianggkat sebelah.


"Sepertinya dia cocok menjadi mainan Alena yang baru. " ucap Zex mengatakan ide gilanya.


Dan saat mendengar kata terakhir yaitu Alena seketika membuat Zamora Ton ketakutan, "Aku tidak takut." ucap Zamora Ton mencoba tenang.


Rafa datang dengan sebelah tangan nya yang di masukan kedalam saku, satu tangan nya lagi nampak memegang pistol, "Zamora Ton? nama yang bagus, tapi sayang nya nasib mu terlalu buruk." ucap Rafa dengan wajah dingin nya.


"Kalian mencari musuh yang salah, dan aku rasa kau akan menuai apa yang kau tanam sekarang." sambung Rafa memberikan tatapan tajam nya.


Deg..


Haha.. !!


Rafa, Rey dan Zex tertawa bersama, lalu Rafa mengambil pisau yang ada di saku celananya, "Ayo pilih, mau pakai ini atau.. " ucap Rafa mengantung saat mengelus kan pisau ke wajah Zamora Ton.


"Atau yang ini?." sambung nya lagi sambil menodongkan pistol tepat pada kening Zamora Ton.


Glekk..


Lagi-lagi Zamora Ton di buat mati kuku, yang mana membuat Ketiga pria itu menyerigai, "Rey mau kita apakan wanita gila ini?." tanya Rafa.


Rey mengambil pistolnya, "Aku rasa tembakan bertubi-tubi pantas kita hadiahi." sahut Rey sambil memasukan peluru.


Zex yang tidak di tanya ikut menimpali. "Aku ingin mencoba merobek mulutnya, aku rasa anj**g peliharaan ku akan menyukai tulang baru." ucap Zex sambil memberikan tatapan tajam pada Zamora Ton.


Dan terjadilah acara yang tidak seharusnya di ceritakan, Zamora Ton meringis dan menjerit takala mendapatkan serangan dari ketiga pria itu, ya..lupakan jika seorang pria tidak pantas berkelahi dengan wanita, karna Zamora Ton bukan lah wanita sebenarnya, Zamora Ton memiliki nama asli Zapran Ton yang berarti dia adalah seorang pria, dia melakukan oprasi kelamin dan mengubah wujud nya dari seorang pria menjadi wanita karna kebencian nya pada sosok ibunya yang tega menjual nya ke tempat perbudakan tenaga kerja.


Sedangkan di sudut lain nampak Arka yang terus menginjak kaki Zeo Ton, berkali-kali bahkan hampir tidak terhitung.

__ADS_1


"Rasakan ini, Kriukkkk.." begitulah Arka yang menuntaskan amarah nya.


Zeo Ton sudah tidak berdaya lagi, tapi Arka tidak mau melepaskan pria yang sedang menahan sakit itu, seolah belum puas Arka masih enggan untuk menghentikan aksi gila nya.


Dengan wajah yang masih di baluti kemarahan Arka mengambil pistol yang ada di sakunya, "Dan ini yang terakhir." ucap Arka sambil menodongkan pistol tepat pada jantung Zeo Ton.


Dorrr...


Dorrr...


Dua kali tembakan melesat tepat pada sasaran nya, Zeo Ton ambruk dengan wajah yang rusak dan di penuhi darah.


Rafa yang melihat Zeo Ton sudah mati langsung mengelap tangan nya yang di penuhi darah Zamora Ton, kini kedua musuh nya sudah kalah tapi yang menjadi masalah nya sekarang dia harus kehilangan menantu dan calon cucu nya.


"Arka, kemarilah." ucap Rafa.


Arka yang sedang terduduk itu menoleh, dia melihat sang Daddy yang kini nampak sedang menatap nya, "Untuk apa? jika bukan karna masa lalu Daddy, istriku tidak akan menderita." ucap Arka menatap tajam sang Daddy.


Kemarahan jelas terpancar di wajah Arka, dia marah karna kesalahan Daddy nya di masa lalu kini telah membuat hancur dirinya, anak dan istrinya yang tidak tau apa-apa harus menjadi korban dari ke kejaman Daddy nya di masa lalu.


"Daddy minta maaf, kemarilah." ucap Rafa lagi sambil melangkah mendekati putranya.


Rey dan Zex menyaksikan itu nampak saling melirik, mereka tau betapa hancur nya Arka, sedangkan Rafa? jelas mereka juga tau seperti apa hati si mantan mafia itu, apalagi menyangkut keluarga, satu hal yang paling berharga dalam kamus hidup nya.


"Nak, kemarilah." Rafa menguncangkan tubuh Arka dengan suara nya.


Rafa akan mengatakan kata Nak hanya saat Arka melakukan kesalahan atau sedang bersedih, dan Arka jelas mengenal apa yang akan di lakukan Daddy nya jika kata Nak itu berhasil keluar dari mulut Daddy nya.


"Aku marah Dad." ucap Arka masih engan melihat Daddy nya.


"Daddy tau, kemarilah.. Daddy ingin merangkul mu." ucap Rafa sambil menatap tubuh yang kini sedang memunggungi nya.


Dan saat itulah Arka mau membalikan tubuhnya menatap netra pria yang kini menatapnya, keduanya berpelukan dalam diam, sampai keduanya mendengar sesuatu.


"Arka.." teriak seorang wanita sambil tersenyum.


_____________


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Tadi malam lagi nulis kehabisan ide, jadi ketiduran, maafin.

__ADS_1


Double Upp disiang hariโค


__ADS_2