
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Sayang kamu yakin?." tanya Rafa sekali lagi.
Ririn mengangguk." Aku bener-bener ngak papa mas, lagian disini juga banyak pelayan yang bisa nemenin aku."sahut Ririn mencoba meyakinkan suaminya bahwa dia akan baik-baik saja di rumah nya.
"Aku disana ngak cuman satu hari sayang, tapi satu minggu." ucap Rafa sambil memeluk istrinya dari belakang.
Ririn mengubah posisinya menjadi menghadap suaminya, "Aku tau, tapi perusahaan membutuhkan kamu mas, aku ngak mau egois dengan tidak mengijinkan kamu pergi karna banyak dari mereka yang bergantung hidupnya sama kamu mas." ucap Ririn sambil merengkup kedua pipi suaminya.
Sebelumnya Rafa telah mendapatkan laporan jika tempat yang akan di jadikan hotel dan restoran di kota Xxxxxxx sedang ada masalah, banyak pegawai yang mengundurkan diri karna mendapatkan teror dari orang asing yang mana membuat Rafa mau tak mau harus ikut turun tangan karna tempat itu akan menguntungkan untuk nya, mengingat banyak turis yang selalu berdatangan ke kota Xxxxxx karna memiliki pantai yang indah dan asri.
"Baiklah, tapi aku akan menyuruh Hany dan Dian untuk menemani mu." ucap Rafa akhirnya mengikuti keinginan istrinya.
"Jangan kak Dian lagi sakit." ucap Ririn.
Rafa mengangguk memang sebelumnya Dian meminta ijin untuk tidak bekerja karna dia sedang tidak enak badan.
Entah kenapa Rafa memiliki perasaan buruk saat ingin pergi, dia takut istrinya kenapa-kenapa saat dia pergi tapi dia juga tidak mungkin membawa istrinya yang sedang hamil 7 bulan, itu sangat berisiko untuk istrinya.
"Tunggu Daddy ya sayang, jangan nakal sama Mommy nya ya." Rafa mengelus perut buncit istrinya.
"Siap Dad, semangat kerjanya ya Daddy tampan." ucap Ririn dengan suara yang menirukan suara anak kecil.
Cupp..
__ADS_1
Satu kecupan mendarat di kening istrinya, "Maaf ya aku harus meningalkan mu sendiri, aku janji akan pulang cepat." ucap Rafa sambil memeluk istrinya.
Ririn membalas pelukan istrinya, "Tidak apa, aku paham..mari aku antar ke bawah." ucap Ririn yang langsung di angguki oleh Rafa.
keduanya berjalan ke arah pintu utama, sebelumnya Rafa dan Ririn memang sudah sepakat untuk tidur di lantai dasar saja, bukan karna apa Rafa memindahkan kamar nya menjadi di lantai dasar itu dia lakukan karna tidak mau membuat istrinya kelelahan dan harus turun tangga, apalagi kandungan istrinya semakin besar dan Rafa tidak mau hal-hal yang tidak di inginkan terjadi pada istrinya.
🌹
Di bandara Rafa dan Zex nampak sudah siap untuk keberangkatan nya namun entah kenapa keduanya masih tak kunjung berjalan ke arah masuk kedalam Zet pribadi Rafa.
"Zex kapan dia akan sampai?, kenapa dia lama sekali dia pikir dia siapa?." tanya Rafa.
"Mungkin sebentar lagi tuan muda." sahut Zex. "ahk itu dia." sambung Zex sambil melihat kearah sebrang.
"Cih lama sekali." ucap Rafa sambil memakai kacamatanya.
"Hey sopan sedikit, kau mau aku potong gajih !!." ancaman andalan yang keluar dari si tuan muda membuat si mata duitan terkekeh.
"Halah, baiklah tuan muda, maaf membuat anda menunggu lama." berkata dengan wajah malas.
"Sialan kau Rey." Ucap Rafa hendak malayangkan ponselnya ke Rey namun hal itu iya urungkan meningat ada banyak foto-foto dirinya dan istrinya yang tersimpan di dalam ponsel itu.
"Sudah-sudah ayo cepat masuk, kalo kalian bertengkar seperti ini kapan kita perginya." ucap Zex yang membuat Rafa dan Rey saling melirik kesumber suara.
"Calon bucin." ucap Rafa dan Rey bersamaan lalu masuk kedalam Jet pribadi milik si tuan muda.
"Hey apa maksud kalian? siapa yang bucin?." tanya Zex sambil mengekor dua pria di depan nya.
__ADS_1
"Bilang pada bujangan tua itu Rey ada imbalan jika harus menikah mendahului saudara laki-laki si perempuan." ucap Rafa yang kini sedang duduk.
"Ahk iya kau benar, aku akan meminta mobil, rumah dan Apertemen bagaimana? bagus bukan?." Rey berkata sambil memicingkan matanya ke arah Zex.
" Sekalian saja dengan garasi mobil nya, atau pelayan-pelayan nya." ucap Rafa melirik Zex yang terlihat tidak mengerti dengan ucapan nya.
"Hahah kau benar, sepertinya ide bagus." ucap Rey sambil tertawa.
Rafa mengelengkan kepala, " Kalau aku memiliki kakak ipar sepertimu sudah pasti aku kubur hidup-hidup Rey, jiwa matre mu memang selalu hidup." ucap Rafa yang hanya di jawab kekehan Rey.
"Tentu saja, adiku cantik dia bagaikan berlian yang tidak ada duanya, dan aku tidak akan memberikan adiku pada pria sembarangan apalagi pria yang tidak pernah mengenal cinta, tidak akan adik ku terlalu berharga hanya untuk di jadikan percobaan." ucap Rey dengan nada yang keras.
Zex yang awal nya diam mendengar ucapan kedua sahabatnya, entah kenapa merasa di sudutkan. " Apa yang kalian bicarakan? aku tidak mengerti." ucap Zex entah polos atau pura-pura tidak paham.
"Rey kau yakin akan meberikan adikmu pada jomlo tua ini? aku khawatir adik mu tidak bisa menahan diri." ucap Rafa sambil tertawa.
"Sepertinya harus aku pikirkan kembali, di dalam masalah cinta tidak ada kata sahabat atau teman." ucap Rey.
Kini Zex mulai paham dengan apa yang di obrolkan sedari tadi oleh kedua teman nya itu, jomlo tua? itu pasti sebutan untuk nya yang sudah berusia 32 tahun tapi belum kunjung mendapatkan kekasih maupun istri ." Kalian berdua sangat menyebalkan." ucap Zex dengan wajah kesal nya, yang di balas dengan kelekar tawa dari Rey dan Rafa.
____________
🌹🌹🌹🌹🌹
Mampir kuy cerita baru Outhor.
__ADS_1
Jejak !!