
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Alena Monica seorang gadis manja dan keras kepala yang selalu bertingkah sesukanya, di dalam kamus kehidupan nya tidak ada kata tidak, ataupun penolakan, apapun yang dia inginkan harus terlaksana saat itu juga, sering di manjakan oleh kedua orang tuanya membuat Alena tumbuh menjadi gadis manja yang hobby nya Shoping dan menghambur-hambur kan uang dengan para sahabat nya.
Tepat di usianya yang ke 21 tahun kemarin Alena harus menelan rasa pahit yang amat pahit karna ayah nya jatuh sakit dan yang lebih menyakitkan lagi perusahaan milik ayah nya malah di ambil alih orang terdekatnya sendiri, yang membuat Alena semakin sedih karna pada hari ulang tahun nya dia harus mengubur semua kenangan nya menjadi seorang tuan putri dan menerima kenyataan jika sekarang dia hanya gadis miskin yang tidak memiliki harta sedikitpun.
Belum puas semua kenyataan menyedihkan itu ayah nya yang sakit tiba-tiba meninggal dunia yang mana membuat Alena semakin membenci orang-orang yang telah membuat keluarganya berantakan.
Perusahaan milik ayah nya kini telah berbalik nama menjadi milik om nya, entah bagaimana caranya tapi Alena yakin jika semua itu adalah ulah kelicikan om nya mengingat dari dulu om nya alias adik ayah nya itu tidak pernah bersikap baik padanya maupun keluarganya.
Bahkan di hari pemakaman sang ayah pun om nya tidak datang untuk menghantarkan kakak nya sendiri ke tempat peristirahatan yang terakhir, yang membuat kecurigaan Alena semakin kuat jika om nya adalah dalang dari semua yang terjadi.
"Alena sudah lah nak, jangan membuat masalah lagi kita sudah tidak punya apa-apa lagi nak." ucap wanita paruh baya mencoba untuk meredakan amarah sang putri semata wayang nya.
"Ngak mah, aku ngak akan biarin mereka hidup bahagia di atas derita kita." jawab Alena sambil berjalan mendekati mamah nya.
"Aku akan ambil hak kita lagi, mamah jangan halangin aku lagi, aku tau apa yang harus aku lakukan." sambung Alena lagi.
"Tapi nak, mereka bukan orang sembarangan, mereka orang yang terpandang di kota kita, mamah ngak mau kamu kenapa-kenapa sayang." ucap mamah nya Alena sambil memegang tangan sang putri.
"Mamah ngak rela kalau kamu di apa-apain sama tuan muda kejam itu, mamah ngak rela sayang." sambung mamah nya Alena lagi.
Alena memegang tangan sang mamah. "Alena ngak takut mah, hanya mereka satu-satunya orang yang bisa membantu aku buat ambil balik perusahaan ayah." ucap Alena. "Mamah doain aja semoga cara ku berhasil." sambung Alena sambil tersenyum lalu pergi meninggalkan rumah nya.
"Ayah aku janji akan membalaskan semua rasa sakit mu, kematian mu harus di bayar oleh mereka." batin Alena sambil melihat jalan sekitar, lalu dia tersenyum saat melihat mobil taksi yang akan membawanya menuju tempat yang di tuju.
Alena menarik nafasnya dalam-dalam saat melihat gedung yang menjulang tinggi itu, jujur saja dia merasa takut, tapi nalurinya menyuruh dia masuk, sampai di resepsionis dia malah di layangkan beberapa pertanyaan seperti Ada keperluan apa? sudah membuat janji dan banyak lagi yang lain nya yang membuat Alena kesal.
__ADS_1
Satpam datang untuk mengusirnya namun Alena tak bergeming dia sudah berjanji pada dirinya akan menemui si tuan muda kejam yang akan dia kandidat menjadi suaminya agar dia bisa mengambil hak nya lagi.
" Hey lepaskan tangan ku, aku kesini hanya ingin menemui tuan muda kejam." ucap Alena sambil menepis tangan si satpam.
"Nona menurutlah, jangan membuat kekacauan yang merugikan diri anda sendiri." ucap satpam sambil mencoba memegangi tangan Alena.
Bukk..bukk..
Alena menendang kaki si satpam lalu berlari ke arah lift, sampai di dalam lift dia di kejutkan dengan sosok pria yang menatapnya aneh.
"Apa liat-liat." Alena memberikan wajah garang nya.
Pria itu tersenyum. "Salah pertanyaan, seharusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kamu memakai lift CEO? bukan kah karyawan biasa memiliki lift sendiri?." pria bertubuh tegap itu bertanya dengan wajah yang so polos.
Alena tak menghiraukan pertanyaan pria yang satu lift dengan nya tadi, saat lift terbuka dia bergegas jalan cepat namun saat dia ingin melangkah tangan nya kembali di cekal oleh satpam.
"Nona ayo ikut kami, kami mohon jangan membuat kami dalam masalah." ucap si satpam.
Pria yang satu lift dengan Alena tadi yang tak lain adalah Andrian tersenyum. "Wah kau pasti calon si kejam yang di kirim oleh tante Ririn, ayo masuk saja jangan dengarkan si satpam, ini kantor calon suami mu." ucap Andrian sambil tersenyum.
"Pertunjukan yang menguntungkan akan di mulai." arti dari senyuman Andrian.
"Anda siapa? dan siapa tante Ririn?." tanya Alena yang membuat Andrian menutup bibirnya, lalu mengambil ponselnya ingin mencari tau siapa gadis yang ada di depan nya.
Alena akhirnya masuk, sekarang dia dapat melihat wajah yang sering di bicarakan orang banyak itu, tampan dingin dan menggemaskan, ya dia mengakui jika si tuan muda yang sedang banyak di bicarakan oleh orang-orang itu sangat tampan apalagi jika di lihat dari depan.
Tapi pujian yang hanya di ucapkan didalam hatinya itu iya ralat kembali saat pria tampan itu mengucapkan kata-kata pedas dan berakhir menghinanya. "Aku meralat semua pujian baik ku untuk dia, pria kejam yang seenaknya menang dia siapa bisa menilai seseorang hanya dari segi luarnya saaja." gerutuan mulai Alena ucapkan di hatinya.
Tamparan yang penuh kemarahan berhasil di layangkan di pipi si tuan muda, "Astaga apa yang aku lakukan, aku kesini untuk meminta pertanggung jawaban nya atas kesalahan nya, tapi aku malah membuat keadaan semakin buruk." batin Alena.
__ADS_1
Karna malu dan tidak bisa berkata apa-apa Alena ingin pergi namun si tuan itu malah memgang dagunya kasar yang mana membuat Alena matah dan berhasil menendang kaki si tuan muda. "Rasakan itu, dia pikir aku selemah itu sehingga bisa diam saja saat sedang di sudutkan? aku Alena bukan gadis lemah yang akan diam saja saat di sakiti."
"Aku harus mencoba cara lain, pokok nya dia harus menjadi suamiku dengan begitu akan lebih mudah untuk ku mengambil perusahaan ayah kembali."
Setelah melewati harinya yang melelahkan Alena pulang ke rumah sederhana nya, rumah yang kecil tapi tidak terlalu buruk untuk menjadi tempat berteduh nya, saat masuk kedalam rumah suasana nampak sepi, "Mah, aku pulang." ucap Alena sambil berjalan ke arah dapur hendak mengambil minum karna haus.
"Mamah kemana ya, ngak biasanya pergi ngak ngabarin." ucap Alena lagi sambil meleguk segelas air yang ada di tangan nya.
Malam pun tiba tapi mamah nya belum pulang juga yang membuat Alena gelisah dan khawatir. "Astaga mah, mamah dimana." gumam Alena sambil duduk di kursi depan menunggu ke pulangan sang mamah.
Ragu-ragu Alena berjalan ke arah kamar mamah nya, dia membuka pintu kamar yang sedari tadi tertutup itu, "Mamah !!!!. " pekik Alena sedikit berteriak.
"Mah siapa mah, siapa !! siapa yang ngelakuin ini sama mamah." Alena memeluk tubuh ibunya yang penuh berlumuran darah.
"Mamah !!!." Teriak Alena lagi sambil menciumi wajah ibunya, dia melihat perut sang mamah yang tertancap pisau, di tangan nya nampak bekas sayatan di dahi, mustahil jika mamah nya bunuh diri, Alena yakin jika mamah nya trlah di bunuh, tapi siapa? siapa yang membunuh mamah nya?.
"Mah ayah aku akan membalaskan dendam kematian kalian, aku berjanji." batin Alena.
Dia menangis sambil memeluk mayat ibunya, dada nya terasa sesak, dalam kurun 2 minggu dia di tinggalkan oleh dua orang yang paling berharga di kehidupan nya, ayah dan mamah nya dua orang yang dia miliki di hidupnya kini telah pergi meninggalkan nya sendirian.
"Om Dean, aku membencimu di setiap tetes derai air mata yang mengalir di wajah ku, aku membencimu."
Alena Monica, gadis yang sedang terpuruk dalam kesedihan karna kehilangan segala hal yang dia miliki, orang tua, harta semuanya hilang meninggalkan nya sendiri.
____________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Upp Lagi tapi jangan lupa jejak !!
Like Coment and Vote !!