
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Alena mengadahkan pandangan nya seperti mencari sesuatu, dia terus melihat kearah yang sama. "Kemana dia? apa dia di toilet?." gumam Alena sambil kembali menikmati makanan nya.
Sepuluh menit sudah Alena menunggu Arka tapi pria itu tidak kunjung terlihat yang membuat Alena di buat bingung. "Apa dia meninggalkan ku? Astaga jika benar bagaimana ini? siapa yang akan membayar tagihan makanan nya." Alena kembali bergumam dengan wajah yang nampak gelisah.
Dia tidak membawa uang bahkan ponselnya tertinggal di mobil Arka, lalu bagaimana dia bisa membayar tagihan nya sedangkan dia tidak memiliki apapun, bahkan unyuk menghubungi Arka pun dia tidak menghapal nomer si tuan muda itu.
Hemphh..
"Tenang Alena rileks.. jangan tegang, dia pasti kembali, mungkin dia sedang membeli sesuatu dulu." batin Alena penuh harap, berusaha tenang dan berpikir positif jika Arka tidak mungkin meninggalkan nya.
"Maaf kak, tagihan nya mau di bayar kapan?." seorang pelayan datang menghampiri meja yang di tempati Alena, bertanya kapan akan membayar tagihan makanan nya.
Dengan helaan nafas berat Alena mencoba tersenyum santai. "Bentar ya mbak, suami saya lagi keluar dulu..nanti saya panggil mbak nya lagi." ucap Alena menjawab dengan wajah santai meski kenyataan nya dia sedang gelisah bingung harus membayar dengan apa.
Menit semakin berganti, pelayan tadi datang kembali, makanan di meja sudah bersih karna sudah di anggkut, tapi Alena belum kunjung membayar membuat pelayan itu membawa satu satpam karna dia sudah sering berada di posisi itu, dimana ada pengunjung yang makan dan susah membayar yang ujung-ujung kabur.
"Tangkap dia pak, nona ini tidak bisa membayar tagihan." ucap pelayan itu sinis.
Alena menepis tangan si satpam. "Lepaskan, saya bilang suami saya akan datang." tegas Alena sambil kembali menepis tangan satpam yang terus berusaha memegangi tangan nya.
Keributan pun terjadi, dimana Alena menjadi pusat perhatian di restoran itu, banyak orang yang mencaci nya bahkan mengatakan kata-kata yang tidak layak di ucapkan oleh para pengunjung yang memiliki pendidikan jauh di atasnya itu seperti,
__ADS_1
"Dia pasti jal*ng yang di tinggalkan sumber uang nya." hina wanita 1.
"Tidak tau malu, masih muda mau-maunya jadi wanita penganggu." hina wanita 2.
"Ahk aku kenal dia, gadis ini adalah mantan sepupuku, dia miskin dan dia juga tidak punya harga diri dengan melayani pria-pria tua di malam hari." ucap wanita berambut panjang dengan wajah sinisnya.
Dinar Ghani itulah namanya, Alena yang tidak terima ingin melayangkan tamparan pada wajah sepupunya itu, tapi tangan nya di pegang oleh Dean Ghani.
"Jangan bertingkah anak bodoh." bisik Dean Ghani sambil mengampas tangan Alena kasar.
"Astaga Alena, tanteu tidak menyangka kamu jadi begini, padahal orang tuamu baru saja meniggal tapi kamu malah membuat hal yang memalukan seperti ini." Lidya istri Dean pun ikut menimpali dengan drama yang di mainkan nya.
Dean Ghani sang om hanya tersenyum kecut melihat Alena yang di permalukan anak istrinya, dalam hati dia berkata. "Keponakan cantik ku yang malang, jika saja kamu tidak menolak tidur dengan ku mungkin om mu yang tampan ini akan sudi untuk menjamin kehidupan mu dengan layak." batin Dean, teringat beberapa bulan lalu penolakan Alena saat dia ingin memperkosa Alena dan yang Alena lakukan malah menendang junior nya, yang membuat dia kesakitan pada saat itu.
Alena mencoba untuk tenang, sungguh demi apapun ucapan semua orang yang dia dengar itu membuat kemarahan nya yang terkubur lama membuncah, tapi dia terlalu malu untuk mengadahkan wajah nya mengingat ada banyak orang yang melihatnya dengan tatapan jijik dan ada juga yang sengaja merekam dirinya dengan ponsel.
Sampai tiba-tiba lengan Alena di cekal oleh sesorang membuat Alena kaget dan melihat siapa yang memegang tangan nya. "Kak Rio." Alena menatap wajah si pemilik tangan.
Rio tersenyum manis. "Iya, jangan takut aku akan membayarnya, lagi pula ini restoran milikku." ucap Rio sambil membawa Alena kedalam pelukan nya, dia dapat merasakan tubuh Alena yang bergetar hebat, yang menandakan jika gadis itu tidak baik-baik saja dan mungkin dia mengalami sesuatu yang sangat buruk belakangan ini, tapi Rio tidak tau apa yang terjadi dengan Alena selama ini karna Alena sangat sulit di jumpai, bahkan pesan yang dia kirimkan tidak ada satupun yang di baca Alena.
"Kalian berdua, bubarkan keramaian ini." ucap Rio tegas sambil melirik dua pekerjanya yang telah membuat kekacauan di restoran milik nya.
"Baik tuan muda." ucap si pelayan dan si satpam sambil menunduk takut.
Setelah keramaian di bubarkan tinggal lah Alena dan Rio yang masih berdiri dan saling berpandangan satu sama lain, mata keduanya memancarkan sesuatu perasaan yang sama, tapi sebisa mungkin Alena mencoba untuk tidak berlarut dalam tatapan penuh arti itu, dia memilih menghindar dari pandangan Rio.
__ADS_1
"Makasih kak, aku banyak berhutan pada kakak." ucap Alena.
Rio tersenyum. "Tidak apa, aku senang bisa membantu mu Al, Ahk iya kamu tinggal dimana Al? mau aku antar?." tanya Rio tulus sambil memegang tangan Alena lembut.
Damar yang duduk di tempat yang tidak jauh mengeratkan lengan nya penuh kekesalan merasa cemburu level 10 yang membuat dia hampir ingin berdiri namun adiknya menyenggol lengan nya. "Jangan kak, ingat kakak harus melupakan dia, ayah akan marah kalau kakak melakukan hal yang dia benci." bisik Dinar di telinga Damar kakak nya.
"Dasar gadis tidak tau malu, murah*n." ucap Lidya sambil tersenyum sinis.
"Ayo sayang kita pulang, aku sudah tidak berselera lagi." sambung Lidya diangguki kedua anaknya dan suaminya, dan akhirnya mereka pun pergi meninggalkan resto.
Sedangkan Alena yang masih berdiri hanya menghela nafasnya belum menjawab pertanyaan sekaligus tawaran dari Rio. "Emm.. aku tingg___ "ucap Alena terhenti karna tiba-tiba tangan nya di gusur oleh seseorang.
"Hey, lepaskan dia." teriak Rio.
Pria yang memegangi tangan Alena yang tak lain adalah Arka itu hanya tersenyum sinis di balik masker nya. "Dia istriku." ucap Arka tegas sambil berjalan cepat dengan tangan Alena yang di pegang nya.
Rio terdiam melihat Alena yang di gusur paksa oleh pria bermasker. "Dia pasti bohong, siapa dia? kenapa Alena tidak menolak?." pertanyaan itu mulai berkeliaran di pikiran Rio.
"Aku yakin ada yang tidak beres, Alena pasti menyembunyikan sesuatu, kasihan dia, aku harus cepat menyatakan cintaku, Alena aku akan membrikan kenahagian untuk mu tunggu aku." guman Rio.
Jangan lupa mampir ya, cerita nya mengandung Romantis dan comedy, untuk kalian yang pernah ngalamin di suruh nikah sama emak nya pasti bakal ketawa kalau baca kisah Ralia.😅
Jangan lupa jejak!!
__ADS_1