
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Anaira mengerjakan matanya saat merasakan sinar mentari menelusuk melalui celah jendela, dia menggeser tubuhnya yang terasa pegal dan sakit di area tertentu, lalu melirik suaminya yang masih terpejam di samping nya.
Melihat tubuh suaminya dan dirinya yang sama-sama polos membuat pipi Anaira seketika memerah, sebagai pengantin baru keduanya sangat rutin melakukan ibadah halal nya.
Sebelum palang merah datang, jangan siakan waktu bersama istri, begitulah pepatah terdengar.
"Oh astaga dia sangat tampan." guman Anaira sambil menatap wajah tampan suaminya, tangan nya tergerak untuk mengelus wajah sang suami, hidung mancung, mata tajam, dan wajah yang putih, debu ataupun lalat sepertinya akan malu jika hinggap, wajah suaminya benar-benar tampan.
"Sayang bangun, sudah pagi." bisik Anaira sambil mengelus pipi suaminya.
Tak mendengar jawaban dari suaminya membuat Anaira tersenyum.
Cupp..
Satu kecupan berhasil mendarat di pipi suaminya, membuat Kiano tersenyum.
"Disini belum sayang." ucap Kiano menunjuk kening nya.
Anaira yang mendengarnya menggeleng. "Ngak ahk, ayo bangun udah pagi nanti ngak keburu masak loh." ucap Anaira.
"Tapi yang ini, yang ini dan ini belum." Kiano menunjuk pipi sebelahnya, kening lalu terakhir menunjuk bibirnya.
"Ya udah Cup..cup..cup.. " Anaira mendarat ciuman singkat di semua inci wajah yang di inginkan suaminya, membuat Kiano tersenyum senang.
Kedua nya bangun, Anaira memakai pakaian nya kembali, Kiano langsung mandi sedangkan Anaira menyiapkan pakaian kerja sang suami, dan setelah itu Anaira pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan.
"Pagi sayang." sapa Hanny yang tengah mengikat asal rambutnya.
Anaira tersenyum. "Pagi ma, papa mana?." tanya Anaira tak melihat papa mertuanya.
"Papa lagi mandi, biasa." jawabHanny sambil melangkah mendekati kulkas, mengambil beberapa sayuran yang akan dia gunakan sebagai bahan masakan nya.
__ADS_1
Keduanya sibuk dengan tugas masing-masing, Anaira yang memasak sedangkan ibu mertuanya sibuk menyiapkan piring.
Nasi goreng spesial buatan Anaira pun selesai, Hanny yang melihatnya menjadi malu sendiri, dia yang sudah lama menjadi ibu rumah tangga bahkan masih belum pintar memasak, sedangkan Anaira anak kemarin sore nampak sudah pandai memasak, meski hanya nasi goreng saja.
"Wah kaya nya enak banget nih." ucap Hanny sambil mencium aroma harum masakan sang menantu kesayangan nya.
Anaira tersenyum. " Kalo gitu Ira mandi dulu ya ma, ngak papa kan di tinggalin dulu?." ucap Anaira.
Hanny mengangguk. "Iya ngak papa sayang, suami kamu pasti mau di bajuin, gih." ucap Hanny sambil tersenyum, membuat Anaira tersenyum malu, lalu pergi kembali ke kamar nya.
"Sayang." Panggil Anaira.
"Disini." jawab Kiano di kamar mandi.
Anaira berjalan masuk ke kamar mandi, dia melihat suaminya masih dengan tubuh penuh busa, membuat nya menggelengkan kepala, begitulah Kiano, selalu menunggu nya mandi, alasan nya karna ingin mandi bersama.
"Ayo mandi bersama." ucap Kiano, berjalan mendekati sang istri, lalu membuka semua pakaian yang menempel di tubuh istrinya.
Keduanya berakhir mandi bersama di guyuran shower, saling menggosok, menyikat gigi sambil tertawa bersama, dan kembali berdiri di bawah guyuran shower dengan posisi yang saling bertatapan, dan berakhir bercium*n.
🌹
"Sayang.. ikat pinggang aku dimana." teriak Arka yang sedang memakai pakaian nya.
Alena yang sedang memandikan si gembul langsung menghela nafasnya. "Mbul diam ya, main sama bebek yellow ya." ucap Alena pada sang putra, di angguki cepat oleh Bian.
Setelah itu Alena mengeluarkan kepala nya saja di pintu untuk melihat suaminya, "Tadi udah aku siapin disitu, coba liat." ucap Alena, dan setelah itu dia kembali mendekati Bian, takutnya si gembul berulah lagi.
"Udah yu mbul, mama mau bantu papa pakai baju dulu." ucap Alena, mengangkat tubuh gembul sang putra.
Bian mengerucutkan bibirnya, dia masih betah berendam di bathub kecil nya, tapi sang mama mengeluarkan nya.
"Ian masih mau mandi, mama." ucap si gembul nampak kesal, Bian memang tipe anak yang tidak takut air, tidak seperti kebanyakan anak yang lain nya yang tidak suka air, dan selalu menangis jika di mandikan.
"Nanti mandi lagi, sekarang ayo pakai baju sama papa, katanya papa mau beliin mainan loh." ucap Alena, menawari mainan yang dia yakini akan mengubah mood sang putra.
__ADS_1
Dan benar saja Bian langsung bersemangat. "Ya udah, mama yu keluar.. Ian mau pakai baju deh." ucap Bian lucu, tak lupa dengan senyuman nya, jika masalah mainan Bian tidak akan menolak nya.
Alena tersenyum lalu memakekan handuk kecil ke tubuh sang putra, lalu dia gendong ke kamar, "Sudah ketemu sayang?." Tanya nya, sambil mengusap tangan basah sang putra.
Arka mendekat lalu mengusap pipi sang putra nya gemas. "Udah ketemu, ganteng nya papa gendut banget sih." ucap Arka sangat gemas.
"Papa Ian udah gede, jangan gini dong." ucap Bian tak suka di pegang-pegang sang papa, yang mana membuat Arka semakin gemas.
Sambil melihat suaminya dan sang putra yang sedang berbincang, Alena tak menyisakan waktu dan angsung memakaikan pakaian sang putra.
"Nanti ngak papa beliin mainan deh." ucap Arka.
Seketika si gembul langsung memegang tangan sang papa, "Ian masih kecil, mau cubit papa, oleh ayo pegang pipi Ian agi, oleh ko." ucapnya sambil mengucapkan tangan Arka ke pipinya lagi.
Arka semakin gemas, dia mencium pipi gembul sang putra, lalu memangku putranya.
"Bian nanti nginep di rumah Oma ya, katanya Opa sama Oma punya banyak mainan buat Bian." ucap Arka yang tengah memangku sang putra.
Alena yang tengah menyiapkan pakaian untuk putra nya menginap di rumah mertuanya itu hanya tersenyum, ini adalah rencana Arka yang menginginkan quali time bersamanya, keduanya akan mengabiskan waktu berdua, mengingat setelah Bian bisa berlari kesana kesini dan berbicara si gembul selalu menbuat Arka dan Alena kurang waktu berdua nya.
Beruntung nya Ririn dan Rafa menginginkan Bian menginap, dan jelas hal itu langsung di setujui oleh Arka, berbeda dengan Alena yang sedikit khawatir mengingat putranya sangat aktif dan takutnya malah membuat pusing mertuanya.
"Ndak mau ahk, nanti mama cendili." ucap Bian, dia memikirkan sang mama yang akan sendirian jika dia menginap di rumah Oma Opa nya.
Alena yang baru selesai membereskan pakaian sang putra langsung mengambil alih tubuh gembul sang putra ke pelukan nya.
"Uuh sayang nya mama, cup." satu kecupan di berikan Alena untuk putra nya yang memikirkan dirinya.
"Mama sama Papa, Bian nginep ya di rumah Opa, nanti Oma kasih puding sama cake katanya." ucap Alena lagi, sedikit mengiming-imingi makanan kesukaan sang putra, yang dia yakini akan membuat Bian mau.
Dan benar saja, Bian langsung mengangguk cepat. "Ya udah deh, Ian mau puding cama cake, Ian nginep lumah Oma Opa." ucap si gembul cadel, membuat Arka dan Alena yang mendengarnya langsung tersenyum.
"Malam ini aku akan membuatkan adik untuk Bian, semoga saja Bian benar-benar mau menginap di rumah Mommy Daddy." batin Arka.
___________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Jejak, ♥️